Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KONSEP DASAR EKOWISATA. Indonesia sebagai negara megabiodiversity nomor 17 di dunia (MEP, 2010) Back to Nature ---expansion of life Ekowisata terkait.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KONSEP DASAR EKOWISATA. Indonesia sebagai negara megabiodiversity nomor 17 di dunia (MEP, 2010) Back to Nature ---expansion of life Ekowisata terkait."— Transcript presentasi:

1 KONSEP DASAR EKOWISATA

2 Indonesia sebagai negara megabiodiversity nomor 17 di dunia (MEP, 2010) Back to Nature ---expansion of life Ekowisata terkait dengan konsep pelestarian hutan dan penduduk lokal. Ekowisata merupakan suatu perpaduan dari berbagai minat yang tumbuh dari keprihatinan terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang sangat erat dengan prinsip konservasi I.PENDAHULUAN

3 Ekowisata adalah suatu bentuk wisata yang bertanggungjawab terhadap kelestarian area yang masih alami (natural area), memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya bagi masyarakat setempath (Chocrane, 2002) Ecotourism Society (1990) : Ekowisata adalah suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat Ekowisata adalah bentuk baru dari perjalanan bertanggungjawab ke area alami dan berpetualang yang dapat menciptakan industri pariwisata (Eplerwood, 1999). Australian Department of Tourism (Black, 1999) : Ekowisata adalah wisata berbasis pada alam dengan mengikutkan aspek pendidikan dan interpretasi terhadap lingkungan alami dan budaya masyarakat dengan pengelolaan kelestarian ekologis. II. PENGERTIAN EKOWISATA

4 ELEMEN DAN SISI KONSEPSUAL EKOWISATA : SISI KONSEPSUAL : pengembangan pariwisata yang berkelanjutan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya), meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah lokal. (Depbudpar, RI) ELEMEN EKOWISATA : 1.Memberikan pengalaman dan pendidikan kepada wisatawan guna meningkatkan apresiasi wisatawan atas objek yang dikunjungi. 2. Memperkecil dampak negatif yang bisa merusak karakter lingkungan dan budaya setempat. 3.Melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan pelaksanaannya. 4.Memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat lokal. 5.Dapat terus bertahan dan berkelanjutan.

5 Pariwisata Massal 1.Produk pariwisata massal masih diminati, utamanya wisnus /lokal 2.Produk pariwisata massal sebaiknya diprioritaskan pada atraksi buatan 3.Wisnus/lokal yang berwisata secara ekonomis pengaruhnya terhadap timbulnya peluang usaha dan kerja serta pengaruhnya terhadap sektor lain cukup besar 4.Untuk memenuhi kepentingan pariwisata massal dari wisatawan nusantara dibangun atraksi buatan dalam skala besar 5.Saat ini mulai berkembang pariwisata massal yang terkait pada pendidikan, pedesaan (wisata pedesaan), industri (wisata industri), dan pertanian (wisata agro) 6.Pengelolaan pariwisata massal harus dilaksanakan dengan mengikutsertakan masyarakat lokal

6 III. PENDEKATAN PENGELOLAAN EKOWISATA Ekowisata merupakan bentuk wisata yang dikelola dengan pendekatan konservasi Ekowisata = pengelolaan alam dan budaya masyarakat yang menjamin kelestarian dan kesejahteraan, sementara konservasi = merupakan upaya menjaga kelangsungan pemanfaatan sumberdaya alam untuk waktu kini dan masa mendatang

7 Ekowisata harus dapat menjamin kelestarian lingkungan. Maksud dari menjamin kelestarian ini seperti halnya tujuan konservasi (UNEP, 1980) sebagai berikut : Menjaga tetap berlangsungnya proses ekologis yang tetap mendukung sistem kehidupan, Melindungi keanekaragaman hayati, Menjamin kelestarian dan pemanfaatan spesies dan ekosistemnya. Pendekatan lain Pengelolaan Ekowisata

8 Di dalam pemanfaatan areal alam untuk ekowisata mempergunakan pendekatan pelestarian dan pemanfaatan. Kedua pendekatan ini dilaksanakan dengan menitikberatkan pelestarian dibanding pemanfaatan.

9 IV. KONSEP PENGEMBANGAN EKOWISATA Untuk mengembangkan ekowisata dilaksanakan dengan cara pengembangan pariwisata pada umumnya. Ada dua aspek yang perlu dipikirkan: Aspek destinasi & aspek market.

10 V. PRINSIP EKOWISATA 1.Mencegah dan menanggulangi dampak dari aktivitas wisatawan terhadap alam dan budaya pencegahan dan penanggulangan disesuaikan dengan sifat dan karakter alam dan budaya setempat. 2.Pendidikan konservasi lingkungan. 3.Pendapatan langsung untuk kawasan. 4.Partisipasi masyarakat dalam perencanaan. 5.Penghasilan masyarakat. 6.Menjaga keharmonisan dengan alam. 7.Daya dukung lingkungan. 8.Peluang penghasilan pada porsi yang besar terhadap negara.

11 Pengusahaan Ekowisata 1. Estetikanya. 2. Kerentanannya (Berkait dengan daya dukungnya) 3. Nilai jualnya 4. Konservasinya atau kelestariannya 5.Ketersediaan area untuk pengembangannya 6. Kepeduliaan masyarakat 7. Aksesibilitas

12 Ekowisata a.Ekowisata adalah perjalanan bertanggung jawab ke kawasan alam yang relatif tidak terganggu untuk menikmati, mengagumi dan menghargai alam yang mempromosikan konservasi, dan memiliki dampak yang rendah dan memberikan keuntungan sosial ekonomi kepada penduduk setempat (Lascurain dan IUCN, 1996 dalam Higham, 2008: 27) b.The Travel Industry Association of Canada (TIAC): Ekowisata adalah segmen pariwisata berkelanjutan yang menawarkan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan pengunjung untuk menemukan daerah alami sambil menjaga integritas mereka dan memahami melalui interpretasi dan pendidikan. Hal ini menumbuhkan rasa hormat terhadap lingkungan, mencerminkan praktek-praktek bisnis yang berkelanjutan, menciptakan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat/daerah, menghormati budaya lokal, ada istiadat dan nilai-nilai (Goeldner dan Ritchie, 2006: 474)

13 c. Ekowisata adalah pariwisata alam yang memiliki dampak yang kecil yang berkontribusi langsung terhadap pelesatrian spesies dan habitatnya melalui konservasi dan atau kontribusi secara tidak langsung melalui peningkatan pendapatan masyarakat lokal dalam rangka memberikan penghargaan dan perlindungan terhadap warisan budaya dan alam liar (Goodwin, 1996:228) d. Ekowisata pada hakekatnya adalah partisipasi dan pembelajaran berbasis pengalaman yang berfokus terutama pada sejarah alam bersama dengan fitur yang terkait lainnya dari masyarakat lokal. Tujuan ekowisata adalah untuk pengembangan secara berkelanjutan (konservasi dan kesejahteraan manusia) melalui perilaku berbasis etika, program dan model pembangunan pariwisata yang tidak memberikan tekanan kuat terhadap elemen biotik dan abiotik di mana pariwisata berlangsung (Fennel, 2002:15

14 Wisata Minat Khusus Wisata minat khusus merupakan sebuah alternatif bagi dunia pariwisata yang telah mengalami kejenuhan dimana para wisatawan telah sekian lama hanya dipertontonkan dengan objek wisata yang jarang sekali berkembang dengan menampilkan sesuatu daya tarik yang baru dan lebih menantang. Satu hal yang menjadikan kegiatan pariwisata tidak bergairah adalah munculnya rasa bosan di berbagai kelompok wisatawan yang rindu akan adanya suatu jenis wisata baru yang terfokus pada minat masing-masing wisatawan terhadap suatu jenis objek rekreasi tertentu. Wisata minat khusus ini dipandang sebagai salah satu ide kreatif untuk keluar dari jalan buntu pengembangan kegiatan pariwisata demi menampilkan atraksi baru yang segar dan menghindarkan para wisatawan dari rasa bosan. Pada prakteknya terkadang wisatawan sendiri yang memutuskan program dan jenis kegiatan apa yang ia lakukan selama berada di daerah tujuan wisata, tidak lagi tergantung terhadap paket jadi yang ditawarkan biro perjalanan.

15 Salah satu karakteristik dari wisata minat khusus ini adalah adanya tantangan (challenge) yang mendorong/merangsang wisatawan untuk mencobanya. Keberanian untuk memperoleh kepuasan lewat suatu perjuangan tertentu atau mencoba hal baru itulah yang membuat wisata minat khusus ini sangat menarik untuk dikaji dari wkatu ke waktu. Wisata minat khusus merupakan wisata alam bebas yang memuat resiko sebagai bagian dari integral dari penyelenggaraan wisata yang berpengaruh terhadap mereka yang melakukannya. Dalam hal ini unsur petualangan menjadi daya tarik tersendiri sehingga wisata minat khusus kadangkala di analogikan sebagai petualangan, yang dikategorikan berdasarkan resiko dan bahaya yang akan dialami wisatawan (Bety Weiler dan Colin Michael, 1992)

16 Sedangkan macam kegitan wisata minat khusus dengan nuansa petualangan tersebut antara lain Backpacking (bushwalking, tramping), Cross country skiing, Hang gliding, Hunting, Mountaineering, Rappeling, Rock climbing, Sailing, Sea Kayaking, Snows hoeing, Trekking, Whitewater rafting, Bicycle Touring, Fishing, Hot air Balooning, Mountain biking, Orienteering, Rogaining, Scuba diving, Sky diving. Kesimpulan: paket wisata minat khusus adalah paket wisata yang mengemas perjalanan wisata kealam terbuka yang memiliki keunikan tersendiri dengan kegiatan wisata yang memuat tantangan, nilai pengetahuan dan pengalaman sesuai dengan pilihan masing-masing wisatawan yang diorganisir oleh tour operator dengan melibatkan beberapa pemangku kepentingan.

17 Tugas : Ekowisata Wisata Masal Wisata Minat Khusus Wisata Alam Cari referensi, Kebijakan, Dampak Implikasi dan Point-point penting..!

18


Download ppt "KONSEP DASAR EKOWISATA. Indonesia sebagai negara megabiodiversity nomor 17 di dunia (MEP, 2010) Back to Nature ---expansion of life Ekowisata terkait."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google