Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Triarko Nurlambang Dept. Geografi FMIPA UI. Future Growth: Developing Countries Developing country urban rural.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Triarko Nurlambang Dept. Geografi FMIPA UI. Future Growth: Developing Countries Developing country urban rural."— Transcript presentasi:

1 Triarko Nurlambang Dept. Geografi FMIPA UI

2 Future Growth: Developing Countries Developing country urban rural

3 Sudut pandang Kepentingan Makro Geo- Ekonomi Sudut pandang Kepentingan Mikro Geo- Pemasaran Land Policy Struktur Kota/Daerah Land Use Planning Lokasi Usaha Kawasan Industri Lokasi tempat tinggal Pendeka tan Kapitalis Pendeka tan Sosialis Pendekata n Spiritual (Henri George) SPATIAL ARRANGEMENT Struktur Tata Ruang VS

4 Keterkaitan Struktur, Pertumbuhan dan Kebijakan Perkotaan (Perspektif Geografi Ekonomi) Keterkaitan Struktur, Pertumbuhan dan Kebijakan Perkotaan (Perspektif Geografi Ekonomi)

5 How do land use, ownership, and development shape cities? ► Land policy:  to control development, either in sense of shaping land use patterns or ensuring degree of fairness and redistribution of gains to be made  typically (in US) evolves as a response to issues raised by process of development

6 stakeholders: land owners, developers ► Development Process:  development pressures and prospects  development feasibility  implementation ► Redevelopment and Renewal  demand  level of public ownership  rigid zoning laws; land use rights

7

8

9 Constraints and the Development Process Key Players, Expected Results

10 Landowner Characteristics ► Legal personality (individual, company, public body) ► Occupancy status (owner-occupied, landlord, etc) ► Sources of income/wealth ► Family/personal characteristics (age, successor, etc.) ► Means of acquisition (inheritance, purchase, etc) and motive of ownership ► Knowledge and Attitude to Risk

11 Site characteristics ► Size ► Current use and level of fixed investment ► location (in relation to existing development, roads, services) ► Physical characteristics (drainage, topography, etc) ► Planning status (zoned for development, green belt, etc)

12 Contextual Factors ► Land Prices (current market value, state of economy) ► Taxation policy (capital gains, development gains) ► Land policy (compensation and betterment, etc) ► Planning policy (growth or restraint area; decisions on appeal) ► Expectations of Political change?

13 Decisions ultimately based on: ► Financial conditions: if and when the land will be sold ► Operational conditions: participation of owner in development process ► Land Management Policy

14 Reasons for Selling/Developing Land ► 1. financial gain (sale too good to pass up) ► 2. Need for CASH ► 3. Property Obsolescence (too old or expensive to maintain, etc.) ► Personal (wish to retire or relocate, etc)

15 Instruments and Techniques of Land Policy ► Zoning: provisions for land use; associated with urban development plan; may include building and construction standards ► Taxation: property and site taxation ► Public v Private Land ownership: varies from full nationalization to private

16 Vacant and Derelict Land ► Urban Wasteland  affected by economic recession  definitions vary; methods of collecting data vary ► Types of Dereliction  spoil heaps  excavations and pits  railway land  mining subsidence  industrial dereliction  military dereliction

17 Land restoration Policies ► Location, location, location ► MONEY ► Middle class resettlement in older urban neighborhoods; displacement dilemma

18

19 KONDISI KAWASAN PANTURA JAKARTA Slum AreaKemacetanHutan bakau Kampung Nelayan Pelabuhan ikanEndapan sampah Abrasi

20 PERMASALAHAN LINGKUNGAN PANTURA JAKARTA  MERUPAKAN LOKASI BANJIR DAN GENANGAN AIR KARENA 40% DARI LUAS PROVINSI DKI JAKARTA (TERUTAMA TERLETAK DI WILAYAH UTARA JAKARTA) MERUPAKAN DATARAN RENDAH 40 % Qs<

21 PERDA 6/1999 RTRW PROVINSI DKI JAKARTA 2010 PETA RENCANA STRUKTUR TATA RUANG LANDASAN HUKUM

22 RENCANA PENGEMBANGAN DI SEPANJANG KAWASAN PANTURA JAKARTA Soekarno-Hatta International Airport Jakarta Old City Ancol PLUIT Pantai Kapuk HARBOUR TOLLROAD INNER RING ROAD OUTER RING ROAD OUTER-OUTER RING ROAD OUTER RING ROAD KARANG TANJUNG TOLL ROAD AS HARBOUR, INDUSTRIAL, AND WAREHOUSE FUNCTIONS THROUGH LAND RECLAMATION DAN REVITALZATION WESTERN AREA (HOUSING)CENTRAL AREA (CBD)EASTERN AREA (INDUSTRY) MARUNDA PORT OF TANJUNG PRIOK Sumber : MODIFIKASI DARI BADAN PELAKSANA REKLAMASI PANTAI UTARA JAKARTA SUB DIT PENATAAN DAN REVITALISASI KAWASAN DIT PERKOTAAN METROPOLITAN RENCANA REL KA

23 PANDUAN RANCANG KOTA (UDGL) DI TERKAIT DENGAN KAWASAN PANTURA SUB KAWASAN BARATSUB KAWASAN TENGAHSUB KAWASAN TIMUR RENCANA JALUR MRT RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN TAJUNG PRIOK RENCANA TPI DAN PERMUKIMAN MUARA ANGKE, SK GUB. No / 2006 RENCANA PENGEMBANGAN PANTAI INDAH KAPUK UTARA- BARAT RENCANA PENGEMBANGAN PANTAI INDAH KAPUK, SK GUB. No / 2005 RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN ANCOL RENCANA JALAN TOL KARANG TANJUNG RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS MARUNDA RENCANA BANJIR KANAL TIMUR RENCANA KERETA API BARANG RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN PANTAI MUTIARA, SK GUB. No / 2005 RENCANA PENGEMBANGAN KAPUK NAGA INDAH RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN CBD PLUIT, SK GUB. No. 636 / 2006 RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN KOTA TUA ± M2 ± M2 ± M2 ± M2 ± M2 ± M2 ± M2 ± M2 ± M2 REVITALISASI KAWASAN STASIUN TJ PRIOK ± M2 Sudah disahkan Belum disahkan

24 PETA PENGEMBANGAN KAWASAN PANTURA Rencana Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Marunda

25 CONTOH PANDUAN RANCANG KOTA / UDGL UDGL PANTAI MUTIARA

26

27 Nilai Tanah Aksesibilitas Kenyamanan Lingkungan Ketersediaan Utilitas Karakteristik Bidang Struktur Kondisi Lingkungan Sekitar Langsung Obyek Wisata Jalan Keamanan PendidikanPasarPusat Pemerintahan Kesehatan Sarana Transportasi Telepon Listrik TV Kabel Gas PAM Kabel Internet Struktur Kota Penggunaan Tanah Peruntukan Tanah Letak Bidang Terhadap Jalan Status Tanah Riol Bantaran SungaiBanjirCagar Budaya Tawuran Warga Kriminalitas Kerapatan Bangunan Kepadatan Penduduk % Bangunan Teratur Penggunaan Tanah Mayoritas FAKTOR PENENTU NILAI TANAH Sosial-Politik- budaya- Psikologis

28 1.1. VARIABEL DUMMY 1.Peruntukan Tanah 2.Penggunaan Tanah 3.Status Tanah 4.Bentuk Bidang Tanah 5.Tinggi Bidang Terhadap Jalan 6.Daerah Banjir 7.Daerah Kumuh 8.Daerah Cagar Budaya PENGKAJIAN VARIABEL Tahap 1 9.Bidang di bantaran sungai 10.Daerah Tawuran 11.Fasilitas Pelayanan TV Kabel 12.Fasilitas Pelayanan Internet 13.Frekwensi terjadinya kebakaran 14.Frekwensi tindak kriminal

29 1. 2. VARIABEL KONTINYU 1.Jarak ke Pasar Regional 2.Jarak ke Pasar Kota 3.Jarak ke Pasar Wilayah 4.Jarak ke Pasar Lingkungan 5.Jarak ke Mal/pertokoan 6.Jarak ke Pasar Swalayan 7.Jarak ke SD/Sederajat 8.Jarak ke SD Unggulan 9.Jarak ke SMP/Sederajat 10.Jarak ke SMP Unggulan 11.Jarak ke SMU 12.Jarak ke SMU Unggulan 13.Jarak ke Perguruan Tinggi 14.Jarak ke Rumah Sakit Umum 15.Jarak ke Rumah Sakit Khusus 16.Jarak ke Rumah Sakit Bersalin 17.Jarak ke Puskesmas 18.Jarak ke Tempat Praktek Dokter bersama 19.Jarak ke Tempat Praktek Dokter sendiri 20.Jarak ke Halte bis formal 21.Jarak ke Halte bis informal 22.Jarak ke Terminal Tipe A 23.Jarak ke Terminal Tipe B 22.Jarak ke Stasiun kereta api antar kota 23.Jarak ke Stasiun kereta api dalam kota 24.Jarak ke Pintu Tol Masuk 25.Jarak ke Jalan protokol 26.Jarak ke Jalan kolektor 27.Jarak ke Jalan lingkungan 28.Jarak ke Pusat pemerintahan kota 29.Jarak ke Pusat pemerintahan kecamatan 30.Jarak ke Pusat pemerintahah kelurahan 31.Jarak ke Polsek 32.Jarak ke Polres 33.Jarak ke Emplasemen militer 34.Jarak ke Obyek Wisata 35.Kerapatan bangunan per hektar 36.Jumlah penduduk per hektar 37.Persentase daerah terlayani listrik per hektar 38.Persentase daerah terlayani telpon per hektar 39.Persentase daerah terlayani PAM per hektar 40.Persentase daerah terlayani gas per hektar 41.Persentase daerah tata letak bangunan teratur 42.Koefisien Dasar Bangunan

30 Penentuan harga tanah secara kuantitatif (matematis) Analisis regresi berganda; dimana; adalah vektor hasil pengamatan harga tanah (Y1, Y2,...., Yn) adalah vektor koefisien regresi ( ) X adalah matriks nilai-nilai pengamatan variabel bebas adalah galat pengamatan ( ) Nilai-nilai Koefisien regresi diperoleh dengan rumus: ANALISIS KUANTITATIF DAN PERUMUSAN MODEL PREDIKSI Tahap 3

31 PERBANDINGAN MODEL REGRESI

32 MODEL PREDIKSI HARGA TANAH Harga prediksi =  Ln(Y) dimana  = 2,72 Ln(Y) = * X *X *X *X *X *X *X *X *X *X *X *X *X *PTBK *PTBJ *PTBI *ZP *ZT *RIOOL *BBS *STUUPA *KTV *KIN *TRK *TRJ *TRI *PTMK *PTMJ *PTMI *LB *LB *LB0~ *LB~ *LB~12

33 KETERANGAN VARIABEL BEBAS HARGA TANAH X 1 adalah Jarak ke Pintu TolX 2 adalah Jarak ke Jalan Kolektor X 3 adalah Jarak ke Jalan LokalX 4 adalah Jarak ke Obyek Wisata Populer X 5 adalah Jarak ke MallX 6 adalah Jarak ke Kantor Walikota X 7 adalah Jarak ke POLRESX 8 adalah % Terlayani PAM X 9 adalah Koefisien Dasar BangunanX 10 adalah Jumlah Kriminalitas di Kelurahan X 11 adalah Kepadatan Bangunan SekitarX 12 adalah % Bangunan Teratur Daerah Sekitar X 13 adalah Kepadatan PendudukPTBK adalah Dummy P. Tanah Bidang Komersiil PTBJ adalah Dummy P. Tanah Bidang JasaPTBI adalah Dummy Penggunaan Tanah Bidang Industri ZP adalah Zone Inti KotaZT adalah Zone Transisi RIOOL adalah Terlayani RioolBBS adalah Bukan Bantaran Sungai STUUPA adalah Hak Atas Tanah UUPAKTV adalah Terlayani Kabel TV KIN adalah Teryani Kabel InternetTRK adalah Tata Ruang Komersiil TRKJ adalah Tata Ruang JasaTRI adalah Tata Ruang Industri PTMK adalah P. Tanah Mayoritas Kom.PTMJ adalah Penggunaan Tanah Mayoritas Sekitar Jasa PTMI adalah P. Tanah Mayoritas IndustriLB3 adalah Letak B. 3 meter di atas Jalan LB13 adalah L. B. antara 1-3 m di atas JalanLB0~1 adalah L. B. antara 0-1 m di atas Jalan LB0~10 adalah L. B. antara 1-0 m di bawah JalanLB~1~2 adalah L. B. antara 1-2 m di bawah Jalan

34 Tahap 4

35

36

37 1 Bus Replaced All cars which crawling in the Fast Lane Empty Seats On the Street Everyday 1 Bus Replaced All cars which crawling in the Fast Lane Empty Seats On the Street Everyday WHICH ONE CAUSING TRAFFIC JAMS ? 51 Cars Carry 85 Passengers 1 Bus Carry 85 Passengers

38 Existing Future JARINGAN TRANSPORTASI

39 1.Kota – Blok M Gajah Mada/ Hayam Wuruk-Majapahit-M. Merdeka Barat-MH. Thamrin-jend. Sudirman- Sisingamangaraja 2.Pulo Gebang-Tanah Abang Komarudin-Bekasi raya-P. Kemerdekaan- Letjen. Suprapto-Kramat Bunder-Kwitang/ Prapatan-K. Sirih-Jati Baru 3.Rawa Buaya-Harmoni Daan Mogot-Kyai Tapa-H. Ashari-Gajah Mada/H. Wuruk 4.Pulo Gadung – HI Bekasi Raya-Pemuda-Pramuka-Proklamasi- Diponegoro-Imam Bonjol. 5.Ps. Minggu – Manggarai Ps. Minggu-Dr. Supomo-Dr. Sahardjo- Manggarai. 6.Kp. Melayu – Ancol Matraman Raya-Salemba-Kramat Raya-Ps. Senen-G. Sahari. 7.Kp. Melayu – Roxy Kp. Melayu Besar-Abd. Syafei-Casablanca-Dr. Satrio-Mas Mansyur-Cideng. 8.Tomang – Harmoni – Ps. Baru Tomang Raya-Kyai Caringin-Balikpapan-Suryo Pranoto-Juanda/ Veteran-Pos-Dr. Sutomo 9.Kp. Rambutan – Kp. Melayu Lingkar Luar Selatan-Bogor Raya-Dewi sartika- Otto Iskandar-Jatinegara 10.Senayan – Tanah Abang Asia Afrika-Gelora-Palmerah Utara-K.S. Tubun- Kota Bambu-Jati Baru 11.Pulo Gebang – Kp. Melayu RS. Sukamto-Kol. Sugiono-Jend. Basuki Rachmat-Kp. Melayu Besar. 12.Warung Jati – Imam Bonjol Warung jati-Mampang Prapatan-Rasuna Said- Hos Cokroamonito. 13.Lb. Bulus – Kebayoran Lama Ciputat raya-Kebayoran lama 14.Kali Malang – Blok M Kali Malang-DI. Panjaitan-MT. Haryono-Gatot Subroto-Kapt. Tendean-W. Monginsidi- Trunojoyo-Blok M 15.Ciledug – Blok M Ciledug Raya-Keb. Baru-Kyai Maja-Blok M POLA TRANSPORTASI MAKRO JAKARTA KETERANGAN : BUS LEGEND RAILWAY LEGEND Jaringan Trayek Utama Railway Eksisting Railway 2010 (Rencana PT KAI) LRT/MRT (Rencana DKI Jakarta) Jalur Monorail 1 Jalur Monorail Bus Priority 2007 Bus Priority 2010

40

41

42

43 “J” shape daerah masy. kelas atas

44 New Views of Urban Sustainability ► Tri-partite model = economic, social, environmental requirements ► Life Cycle thinking and management ► Ecological Footprint measurement ► “Total cost” analysis = include externalities and not just direct costs ► Move from Trade-off mentality to value creation Rowledge LR and CL Figge Urban Sustainability. Executive Summary. Summary Report to the City of Seattle January 2000 EKOS International

45 Both plans provide 36 home sites. Conventional Subdivision versus Cluster Housing (Open-Space Zoning) Quality of environment but not waste, food production

46 Triarko Nurlambang


Download ppt "Triarko Nurlambang Dept. Geografi FMIPA UI. Future Growth: Developing Countries Developing country urban rural."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google