Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROGRAM KKB JAWA BARAT TAHUN 2011 DISAMPAIKAN PADA ORIENTASI TEKNIK KIE KB BAGI TPK SE KOTA BANDUNG HJ. YEYET HERAWATI, SH., M.SI BIDANG PELATIHAN DAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROGRAM KKB JAWA BARAT TAHUN 2011 DISAMPAIKAN PADA ORIENTASI TEKNIK KIE KB BAGI TPK SE KOTA BANDUNG HJ. YEYET HERAWATI, SH., M.SI BIDANG PELATIHAN DAN."— Transcript presentasi:

1

2 PROGRAM KKB JAWA BARAT TAHUN 2011 DISAMPAIKAN PADA ORIENTASI TEKNIK KIE KB BAGI TPK SE KOTA BANDUNG HJ. YEYET HERAWATI, SH., M.SI BIDANG PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN PERWAKILAN BKKBN JAWA BARAT BANDUNG 2011

3 Reff : 3x Indonesia Raya merdeka merdeka, bangsaku rakyatku yang ku cinta Indonesia Raya merdeka merdeka hiduplah indonesia raya PlayBack

4 PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA TANTANGAN DAN PELUANG

5 ORIENTASI TEKNIK KIE KB BAGI TPK SE KOTA BANDUNG MENINGKATKAN KETERAMPILAN TEKNIS  KIE  ADVOKASI  PENYULUHAN  KKB BERTUJUAN

6 TH 2050 PTP  TANTANGAN MAKIN BERAT  SASARAN MAKIN BESAR TIDAK ADA TANDA2 BERAHIR PENINGKATAN SDM PENGELOLA KB YANG MAKIN HANDAL TH 2010 TFR 2,35 PERJALANAN PROGRAM KB TH 1970 TFR 5,9

7 MASALAH LINGKUNGAN HIDUP DAN SOSIAL EKONOMI  Areal hutan; Areal hutan;  Lahan kritis; Lahan kritis;  Hutan bakau; Hutan bakau;  Erosi laut; Erosi laut;  Terumbu karang; Terumbu karang;  Pendangkalan sungai; Pendangkalan sungai;  Sampah; Sampah;  Areal hutan; Areal hutan;  Lahan kritis; Lahan kritis;  Hutan bakau; Hutan bakau;  Erosi laut; Erosi laut;  Terumbu karang; Terumbu karang;  Pendangkalan sungai; Pendangkalan sungai;  Sampah; Sampah;  Polusi udara (emisi kendaraan bermotor); Polusi udara (emisi kendaraan bermotor);  Kesehatan Masyarakat; Kesehatan Masyarakat;  Anak Terlantar; Anak Terlantar;  Pengagguran; Pengagguran;  Polusi udara (emisi kendaraan bermotor); Polusi udara (emisi kendaraan bermotor);  Kesehatan Masyarakat; Kesehatan Masyarakat;  Anak Terlantar; Anak Terlantar;  Pengagguran; Pengagguran;

8 KERUSAKAN HUTAN/ LAHAN KRITIS

9 MASALAH SAMPAH

10 POLUSI UDARA (EMISI KENDARAAN BERMOTOR)

11 EROSI LAUT

12 KERUSAKAN TERUMBU KARANG Kerusakan terumbu karang terjadi di semua perairan di Indonesia. Berdasarkan data kerusakan terumbu karang di Indonesia mencapai 30 persen dari luas sekitar kilometer. "Faktornya penggunaan potasium, pukat harimau yang dilakukan para nelayan," kata Peneliti Lingkungan Prof. Asikin Jamali

13 PENDANGKALAN SUNGAI

14 PEMUKIMAN PADAT

15 KETERSEDIAAN AIR BERSIH

16 Sampai saat ini proses masih berlanjut ……

17

18

19 Masalah Kependudukan Ketersediaan lahan dan sumberdaya Penyediaan akses dan layanan Kemiskinan Kriminalitas Permasalahan sosial

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38 37

39 Dampaknya… Defisit SDM unggul Ketertinggalan &keterbelakangan Ketergantungan Loss Generation Kekurangan sumberdaya (SDA, dll)

40 DISKUSIKAN BAGAIMANAKAH PENDAPAT SDR TENTANG KEJADIAN TERSEBUT ? FAKTOR APA YANG MENJADI PENYEBAB ? BAGAIMANA KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI DALAM KURUN WAKTU 10 TAHUN KE DEPAN ? BAGAIMANA SOLUSI YANG DAPAT DILAKUKAN ? Menu Utama

41 VISI MISI BKKBN

42 Margareth Sanger seorang perawat kandungan di New York pada Di Indonesia program KB dikenalkan pada Th 1950, merupakan kegiatan Dokter secara perorangan Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Jakarta dan Bandung. Pemerintah dan masyarakat tidak mendukung kegiatan KB. AKI TINGGI AKB TINGGI DERAJAT KESEHATAN KESEJAHTERAAN “ MENOLONG MANUSIA “

43 Sasaran Makro Kependudukan Secara kuantitas Sasaran Makro Kependudukan Secara kuantitas TFR : 5,70 Penduduk Tumbuh Seimbang Penduduk Tanpa Pertumbuhan Penduduk Usia Muda TFR : 2, 53 NRR = 1 TFR : 2, Tahun 2060 TFR : 2, 14

44 PENDUDUK TUMBUH SEIMBANG 2015 VISI

45 MISI MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA KECIL BAHAGIA SEJAHTERA

46 UU NO 52 TH 2009 TENTANG PERKEMBANGAN KEPENEDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA BAGAIMANA MEMANDANG BETAPA PENTINGNYA KELUARGA KELUARGA SBG SOKO GURU …. KELUARGA WADAH PENDIDIKAN YG UTAMA …. KELUARGA BENTENG KETAHANAN ….. …….. NILAI DI MASYARAKAT AYAM HILANG RIBUT MOTOR RUSAK RIBUT DAM RUSAK RIBUT KELUARGA RUSAK..?? KEMENKES :BERTUGAS UNTUK MENCERDASKAN KEHIDUPAN MASYARAKAT DI BIDANG KESEHATAN Menu Utama

47 PERKEMBANGAN PENDUDUK DUNIA, INDONESIA & JABAR PERKEMBANGAN PENDUDUK DUNIA, INDONESIA & JABAR

48 PERINGKAT NEGARA BERDASARKAN JUMLAH PENDUDUK, TAHUN 2009 NEGARA JUMLAH PENDUDUK (Jutaan) 1.China India Amerika Serikat Indonesia Brazil 194 Sumber : United Nations (2009), World Population Prospect: The 2008 Revision;

49 PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) 5 x times 2 x times

50 JT JUTA KELAHIRAN TERCEGAH 80 JUTA PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) KELAHIRAN TERCEGAH 100 JUTA 330 JUTA 230 JT 2009

51 Sumber: Hasil Sensus & Supas, BPS PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA PROYEKSI PENDUDUK LIPAT DUA DALAM 30 – 40 TAHUN PDDK LIPAT DUA DLM: 70 LPP TAHUN

52 POPULATION PYRAMIDS INDONESIA 118 juta 220 juta POTENSIAL BABY BOOM

53 Bonus Demografi Perubahan struktur umur penduduk dan menurunnya beban ketergantungan memberikan peluang yang disebut bonus demografi atau demographic dividend Dikaitkan dengan munculnya suatu kesempatan, the window of opportunity yang dapat dimanfaatkan untuk menaikkan kesejahteraan masyarakat.

54 The Window of Opportunity/ Door Tobe Disaster (Jendela Peluang/ Pintu Kehancuran) The window of opportunity terjadi tahun dimana dependency ratio mencapai titik terendah, yaitu 44 per 100; Meningkat lagi sesudah 2030 karena meningkatnya proporsi penduduk lansia; Hanya terjadi satu kali dalam sejarah suatu penduduk;

55

56

57

58

59

60 060409Kompas-BKKBN59

61 060409Kompas-BKKBN Bonus Demografi Landasan Pertumbuhan Ekonomi  Suplai tenaga kerja yang besar meningkatkan pendapatan per kapita apabila mendapat kesempatan kerja yang produktif;  Peranan perempuan: jumlah anak sedikit memungkinkan perempuan memasuki pasar kerja, membantu peningkatan pendapatan;  Tabungan masyarakat yang diinvestasikan secara produktif;  Modal manusia yang besar apabila ada investasi untuk itu; Menu Utama

62 PEMBANGUNAN SDM SEBAGAI PRASYARAT KEMAJUAN BANGSA PEMBANGUNAN SDM SEBAGAI PRASYARAT KEMAJUAN BANGSA

63 KEMAJUAN SUATU BANGSA KUALITAS SDM (80%) KEKAYAAN SDA (20%) PELAYANAN SOSIAL DASAR: Pendidikan Kesehatan KB KUALITAS SDM DAN KEMAJUAN BANGSA KUALITAS SDM DAN KEMAJUAN BANGSA 80% KEMAJUAN BANGSA DI MASA DEPAN DITENTUKAN OLEH KUALITAS SDM, DAN BUKAN OLEH MELIMPAHNYA SDA 80% KEMAJUAN BANGSA DI MASA DEPAN DITENTUKAN OLEH KUALITAS SDM, DAN BUKAN OLEH MELIMPAHNYA SDA KB MEMPUNYAI PERAN PENTING DALAM PEMB. SDM KB MEMPUNYAI PERAN PENTING DALAM PEMB. SDM

64 GRAFIK PERTUMBUHAN OTAK ANAK SAMPAI USIA 5 TH Sumber: 5th Pertumbuhan otak Investasiterlambat,hasil tidakoptimal Investasitepatwaktu umur 2th 80% lahir 100% “loss generation” Ascobatg/2000

65 KB MEMPUNYAI PERAN PENTING DALAM PENINGKATAN KUALITAS SDM KB MEMPUNYAI PERAN PENTING DALAM PENINGKATAN KUALITAS SDM MENCOBA MEMUTUS “LINGKARAN SETAN” KEMISKINAN (POVERTY TRAP) MENCOBA MEMUTUS “LINGKARAN SETAN” KEMISKINAN (POVERTY TRAP) MISKIN  ANAK BANYAK  MISKIN

66 MANFAAT/KONTRIBUSI PROGRAM KB DLM PEMBANGUNAN KUALITAS SDM EKONOMI Private saving  Reduksi Konsumsi Produktivitas meningkat Public saving  reduksi biaya pendidikan Private saving  reduksi biaya kes. reproduksi MMR/IMR turun Gizi Ibu & Anak membaik Perkembangan otak anak Human capital Investment Saving Produk- tivitas Sumber: Ascobat Gani

67 KESEHATAN PENDIDIKAN EKONOMI MMR IMR GIZI ANAK KECERDASAN PARTISIPASI SKLH PEDKN LEBIH TINGGI PUBLIC SAVING PRIVATE SAVING MUTU TENAGA KRJA KB PERAN KB DALAM PENINGKATAN IPM IPM Menu Utama

68 Peringkat 10 Negara ASEAN Berdasarkan IPM (HDI), Tahun 2006 NEGARAASEANDUNIA (177) Singapura 125 Brunai Darussalam 230 Malaysia 363 Thailand 478 Filipina 590 Vietnam 6105 Indonesia 7107 Laos 8130 Kamboja 9131 Myanmar Sumber : Human Development Report, UNDP (2007/2008) Menu Utama

69 REVITALISASI PROGRAM KB NASIONAL

70 1.PERUBAHAN MANAJEMEN 2.PERUBAHAN STRATEGI 3.PERUBAHAN MIND SET. TIGA PERUBAHAN MENDASAR PENGELOAAN PROGRAM KB NASIONAL

71 Hubungan antara TFR dengan Peningkatan Mutu SDM SDM - Berkualitas - Produktif Kualitas anggota keluarga (Micro level) Penurunan LPP (Macro level) TFR (Total fertility Rate) : Rata-rata potensi melahirkan dari setiap wanita usia subur KKBS TFR

72 adalah : Upaya terencana untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan mengembangkan kualitas penduduk pd seluruh dimensi penduduk Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

73 Kondisi penduduk dlm aspek Fisik dan non fisik Kualitas penduduk - Derajat kesehatan - Pendidikan - Pekerjaan - Produktivitas - Tingkat sosial - Ketahanan - Kemandirian - Kecerdasan Sebagai ukuran utk mengembangkan kemampuan dan menikmati kehidupan sebagai manusia bertaqwa, berbudaya, berkepribadian, berkebangsaan dan hidup layak.

74  Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya  Pembangunan Keluarga adalah upaya mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat

75  Pengaturan kehamilan adalah upaya membantu pasangan suami istri untuk : - melahirkan pada usia yang ideal, - memiliki jumlah anak dan - mengatur jarak kelahiran anak yang ideal dengan menggunakan cara, alat dan obat kontrasepsi

76  Keluarga berkualitas adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

77  Keluarga Berencana adalah upaya mengatur : - kelahiran anak, - jarak dan usia ideal melahirkan, - mengatur kehamilan, Melalui : promosi perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas

78 Program Pokok 1.Program KB- Kesehatan Reproduksi 2.Program Kesehatan Reproduksi Remaja 3.Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga 4.Program Penguatan Kelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas. 5. Sistem Informasi Kependudukan dan Keluaga (Siduga)

79 Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Kelahiran Pembinaan Ketahanan Keluarga, Peningkatan Kesejahteraan Keluarga

80 MENGAPA DAHULU (ERA ORDE BARU) PROGRAM KB SANGAT BERHASIL?

81 KOMITMEN POLITIK YANG LUAR BIASA: l Posisi KB sangat jelas; l Dukungan lintas sektor, toga, toma LSM, org. prof. dll. l Delapan sukses; KOMITMEN POLITIK YANG LUAR BIASA: l Posisi KB sangat jelas; l Dukungan lintas sektor, toga, toma LSM, org. prof. dll. l Delapan sukses;

82 Kelembagaan KB yang sangat kuat: l Pusat; l Propinsi; l Kabupaten; l Kecamatan; l Desa  RW  RT Kelembagaan KB yang sangat kuat: l Pusat; l Propinsi; l Kabupaten; l Kecamatan; l Desa  RW  RT

83 DUKUNGAN ANGGARAN YANG BESAR: l Dalam negeri; l Donor luar negeri; DUKUNGAN ANGGARAN YANG BESAR: l Dalam negeri; l Donor luar negeri;

84 TENAGA LAPANGAN (PLKB) YANG SANGAT MEMADAI: l Pernah mencapai ; TENAGA LAPANGAN (PLKB) YANG SANGAT MEMADAI: l Pernah mencapai ; Menu Utama

85 TANTANGAN PROGRAM KB ERA OTONOMI DAERAH TANTANGAN PROGRAM KB ERA OTONOMI DAERAH

86 EUFORIA REFORMASI  Semua yang berbau orde baru ditinggalkan; UNDANG-UNDANG OTONOMI DAERAH (No.22 TAHUN 1999)  KB:  Bukan 5 instansi yang masih vertikal;  Bukan pula institusi daerah yang wajib dibentuk; Kelembagaan sangat lemah setelah urusan diserahkan ke Kab/Kota; Pembangunan sosial dasar (termasuk KB) kurang diperhatikan  lebih mementingkan pembangunan fisik; EUFORIA REFORMASI  Semua yang berbau orde baru ditinggalkan; UNDANG-UNDANG OTONOMI DAERAH (No.22 TAHUN 1999)  KB:  Bukan 5 instansi yang masih vertikal;  Bukan pula institusi daerah yang wajib dibentuk; Kelembagaan sangat lemah setelah urusan diserahkan ke Kab/Kota; Pembangunan sosial dasar (termasuk KB) kurang diperhatikan  lebih mementingkan pembangunan fisik;

87 PERUBAHANN LINGKUNGAN STRATEGIS LEMAHNYA KOMITMEN POLITIK DI KAB/KOTA PROGRAM KB MELEMAH LEMBAGATENAGA ANGGARAN 30 TAHUN KEBERHASILAN BISA HILANG SASARAN RPJMN TIDAK TERCAPAI

88 INSTITUSI KB DI TINGKAT KAB/KOTA Tahun % 30 % DIGABUNG DENGAN BANYAK URUSAN

89 PETUGAS LAPANGAN KB 0 5,000 30,000 25,000 20,000 15,000 10,000 SEBELUM OTONOMI DAERAH SEBELUM OTONOMI DAERAH 2005 SAAT INI 19,000 22,000 35,000

90 Dukungan Anggaran Masih belum memadai; Bervariasi antar Kab/Kota; Mendapat dukungan dari BKKBN (APBN); Alat/obat kontrasepsi; Kegiatan strategis lain; Dana Alokasi Khusus (DAK)

91 PELUANG

92  KEPEMIMPINAN (MANAGEMENT) BARU INSTITUSI  perubahan mindset, management, dan strategi;  DUKUNGAN KOMITMENT POLITIS:  Eksekutif ;  Legislatif;  DUKUNGAN KALANGAN LAINNYA:  Khususnya Mass Media  KEPEMIMPINAN (MANAGEMENT) BARU INSTITUSI  perubahan mindset, management, dan strategi;  DUKUNGAN KOMITMENT POLITIS:  Eksekutif ;  Legislatif;  DUKUNGAN KALANGAN LAINNYA:  Khususnya Mass Media

93 ”KB bukan program yang mengada-ada; Bukan tanpa tujuan yang baik. Program KB sangat bermanfaat bagi kita semua – untuk individu, keluarga, dan untuk negara secara keseluruhan..... Mulai dari sekarang ke depan, mari kita revitalisasi Program Keluarga Berencana”.

94 ”Seluruh jajaran pemerintahan agar menyukseskan Revitalisasi Program Keluarga Berencana. Kepada para Gubernur, Bupati, Walikota dan semua pemimpin pemerintahan agar tampil di depan untuk menyukseskan program ini”.

95 UNDANG-UNDANG 22/1999 (URUSAN KB TIDAK WAJIB) UNDANG-UNDANG 22/1999 (URUSAN KB TIDAK WAJIB) UNDANG-UNDANG 32/2004 PERATURAN PEMERINTAH PP: 38/2007 PP: 41/2007 KB URUSAN WAJIB RUMPUN: KB DAN PP

96 UNDANG-UNDANG NO. 39/2008 TTG KEMENTRIAN NEGARA BAHWA PEMERINTAH WAJIB MEMPUNYAI KELEMBAGAAN YANG MENANGANI MASALAH KEPENDUDUKAN

97 DIKOORDINASIKAN OLEH MENKO KESRA DIKOORDINASIKAN OLEH MENKO KESRA MENYUSUN DRAFT PERATURAN PRESIDEN TENTANG REVITALISASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA MENYUSUN DRAFT PERATURAN PRESIDEN TENTANG REVITALISASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA TINDAK LANJUT ARAHAN PRESIDEN/ KAJIAN MENKO KESRA TTG KB TINDAK LANJUT ARAHAN PRESIDEN/ KAJIAN MENKO KESRA TTG KB

98 SKENARIO PENDUDUK INDONESIA (RIBUAN) 233 JUTA 332 JUTA 288 JUTA 248 JUTA TFR= 1,85 TFR= 2,35 TFR= 1,35 44 JUTA 84 JUTA Sumber: United Nations (2009), World Pop.Prospects: The 2008 Revision

99 Jalan Surapati No. 122 Bandung KEBIJAKAN DAN STRATEGI PROGRAM KB JAWA BARAT

100 PENDUDUK sebenarnya adalah fenomena netral Indonesia: Penduduk besar  ranking 4 IPM rendah  ranking 111 (dari 182 negara)  JABAR TERBESAR DI INDONESIA BESAR + BERKUALITAS MODAL PEMBANGUNAN BESAR + TIDAK BERKUALITAS BEBAN PEMBANGUNAN

101 KEBIJAKAN KUANTITAS  DIKENDALIKAN KUALITAS  DITINGKATKAN MOBILITAS  DIARAHKAN ADMINDUK  DITERTIBKAN / DIRAPIHKAN

102 HAKEKAT KB  3M 1T M ENOLONG M EMBANTU M ENINGKATKAN T ANGGUNG JAWAB

103 FILOSOFI KB  MENOLAK BAHAYA  MENGAMBIL MANFAAT

104 PERKEMBANGAN PENDUDUK JAWA BARAT HASIL SENSUS PENDUDUK Sumber : BPS Jabar

105 PERKEMBANGAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK (LPP) JAWA BARAT DAN NASIONAL HASIL SENSUS PENDUDUK

106 PENDUDUK JAWA BARAT MENURUT JENIS KELAMIN HASIL SENSUS PENDUDUK TAHUN 2010 Sumber : BPS Jabar

107 PERTAMBAHAN PENDUDUK JABAR PER TAHUN: PER BULAN: PER HARI: PER JAM: 94 PER MENIT: 2 PENDUDUK JABAR : , LPP : 1,89 TFR = 2,6 (SDKI 2007) - PUS = 8 JUTA  SANGAT BERPENGARUH PADA PERTUMBUHAN PENDUDUK NASIONAL

108 107 DENGAN KONDISI PA, 6,7 JUTA JUMLAH KELAHIRAN SEBANYAK APABILA TERJADI DO 10 % SAJA, MAKA JUMLAH KELAHIRAN AKAN BERTAMBAH SEBANYAK

109 PUS MISKIN YANG TERLINDUNGI ALAT KONTRASEPSI AKAN MENURUNKAN KEMATIAN IBU DAN KEMATIAN BAYI

110 Mengapa KB perlu ? 109

111 110 PERTAMA Penurunan angka kematian tanpa diimbangi dengan penurunan angka kelahiran menyebabkan terjadinya ledakan penduduk yang luar biasa;

112 111 Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali mempunyai kontribusi besar terhadap terjadinya kerusakan lingkungan; KEDUA

113 112  Kemajuan bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas SDM bukan oleh melimpahnya SDA; KETIGA

114 113 KEEMPAT  KB mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan SDM yang berkualitas di masa depan;

115 114 KELIMA  Perlu pemahaman yang sama dari segenap komponen bangsa tentang penting dan strategisnya Program Kependudukan dan KB bagi pembangunan saat ini dan bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan;

116 KKBS KK BS KK PERKAWINAN USIA KAWIN POLA PERKAWINAN KB TINGKAT KESERTAAN TINGKAT KELANGSUNGAN EFEKTIFITAS KONTRASEPSI EKONOMI KELUARGA KETAHANAN KELUARGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KKBS

117 G erakan U ntuk M emantapkan L ini L apangan R ancage

118 KENAPA GUMELAR ? DAUN RINDANG AKAR JARANG POHON TUMBANG AKAR KUAT DAUN LEBAT BUAH PADAT

119 HAKEKAT GUMELAR LAHIR, TERBIT (SUNDA). GERAKAN UNTUK MEMANTAPKAN LINI LAPANGAN RANCAGE LINI LAPANGAN = KECAMATAN, DESA/KELURAHAN, DUSUN, RW DAN RT. PETUGAS RANCAGE = RAJIN – CAKAP - GESIT MASYARAKAT RANCAGE = MANDIRI – DINAMIS – SEJAHTERA

120 PRINSIP GUMELAR MENGAJAK KEBERSAMAAN SAREUNDEUK - SAIGEUL, SABOBOT - SAPIHANEAN, SAPAPAIT - SAMAMANIS, SAMANAH - SATANAGA, SAMILIK – SABILULUNGAN.

121

122 1. DATA SETIAP PETUGAS LAPANGAN HARUS MEMILIKI DATA YANG TEPAT DAN AKURAT. LAKUKAN ANALISIS DATA UNTUK MENENTUKAN POTENSI WILAYAH, PERMASALAHAN, DAN SASARAN PROGRAM. SOSIALISASIKAN DATA KELUARGA MELALUI BERBAGAI FORUM UNTUK MENDAPATKAN PERHATIAN SEMUA PIHAK DI DESA.

123 2. PERENCANAAN DESA/KELURAHAN LAKUKAN ADVOKASI KEPADA KEPALA DESA/LURAH, BPD AGAR INFORMASI PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KB MASUK DALAM PERENCANAAN TAHUNAN DESA MELALUI MUSREMBANG DESA. TERJEMAHKAN RENCANA TAHUNAN MENJADI RENCANA BULANAN.

124 3. MEMBANGUN KOMITMEN LAKUKAN ADVOKASI KEPADA KEPALA DESA/ LURAH, LPM, BPD, PARA TOKOH MASYARAKAT, TOKOH AGAMA, PKK, KADER, BIDAN DESA UNTUK MENDUKUNG OPERASIONAL PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KB BAIK SECARA POLITIS, TEKNIS, DAN OPERASIONAL. FORUM YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MEMBANGUN KESEPAKATAN, ANTARA LAIN : MINGGON DESA, MINGGON KECAMATAN, RAKOR DESA, ANJANG SONO KEPADA TOMA/TOGA, PEMBINAAN INSTITUSI, KIE, DLL.

125 4. PELAKSANAAN OPERASIONAL KIE  KIE MASSA  KIE KELOMPOK  KIE INDIVIDU  KIP/KONSELING PELAYANAN  KB (KONTRASEPSI, PUP)  KS (BKB,BKR,BKL,UPPKS)

126 5. PENCATATAN DAN PELAPORAN LAKUKAN PENCATATAN DAN PELAPORAN SESUAI DENGAN KENYATAAN, TEPAT WAKTU, DAN MENGGUNAKAN FORMULIR YANG DITENTUKAN

127 INDIKATOR KINERJA UTAMA PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KB PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2011

128 CATUR CITRA 1.CITRA LEMBAGA 2.CITRA PERANAN KB DALAM PEMBANGUNAN 3.CITRA PROGRAM 4.CITRA PENGELOLA

129 SASARAN KEPENDUDUKAN 1.MEMPERTAHANKAN LPP 1,2 % PER TAHUN  INFO BPS MEMBINA 6,7 PESERTA KB AKTIF 3.MENURUNKAN TFR  2,6 (TAHUN 2007) MENJADI 2,3 (TAHUN 2011) 4.MENURUNKAN CBR  18 PER 1000 PENDUDUK.

130 SASARAN MENINGKATNYA KUANTITAS DAN KUALITAS PEMAKAIAN KONTRASEPSI. TAHUN 2010 PA : (Pendataan keluarga 2010) TAHUN 2011 PA : PPM PB 2011 : DO MAX : 12 % PERLU

131 PPM PESERTA KB BARU 2011 MIX KONTRASEPSI SASARAN 2011 IUD MOW IMPLANT SUNTIK PIL MOP3.750 KONDOM PB MKJP PB PRIA TOTAL PB :

132 TAHUN 2010 UKPW : 18,16 TAHUN 2011 UKPW : 19,5 PEMBINAAN PKBR MELALUI KELOMPOK PIK REMAJA (DATA SUSEDA 2009) TUMBUH: TEGAK: 215 TEGAR: 119 JUMLAH: Jumlah Keluarga yg memiliki Balita Aktif BKB : Jumlah kelompok BKB Percontohan : Jumlah Keluarga yg memiliki Remaja Aktif BKR : Jumlah Kelompok BKR Percontohan : Jumlah Kelompok BKL Percontohan : 625 PEMBINAAN KELUARGA REMAJA MELALUI BKR SASARAN BINA KELUARGA DAN REMAJA 2011

133 KELOMPOK UPPKS TERDAFTAR DALAM DATA BAISIS ONLINE KELOMPOK PEMBINAAN EKONOMI KELUARGA 2011 SASARAN % PUS PRA S KS I ANGG. UPPKS MENJADI PESERTA KB 94,6 %

134 MENINGKATKAN PENGEMBANGAN KAMPUNG KB

135 PENYIAPAN DATA DAN INFORMASI Data Statistik Rutin (Laporan Bulanan Dallap dan Klinik) Data Base (PLKB, IMP, Poktan) Data Keluarga (Pemutakhiran dan Pendataan Keluarga) Website BKKBN Jabar BERBASIS IT (ONLINE)

136 Masalah Kependudukan di Jawa Barat 1. Jumlahnya besar : jiwa 2. Pertumbuhan tinggi : 1,71 % ( orang per Tahun) 3. Struktur usia muda : 8,1 juta ( 19,64) penduduk Jawa Barat adalah remaja. 4. Sosial ekonomi lemah : Menurut data BPS 2007, Pendapatan Perkapita : Indonesia : Rp. 17,9 Juta per tahun (Kurs. 9200) Hongkong: US $ per tahun (+/- Rp. 276 Juta) Jepang: US $ per tahun (+/- Rp. 312 Juta) Australia: US $ per tahun (+/- Rp. 460 Juta) 135

137 3 (Tiga) faktor yang mendukung keluarga menjadi sejahtera: 1. Bebannya jangan terlalu berat 2. Ekonominya harus kuat 3. Ketahanannya harus mantap

138 PERKEMBANGAN TFR PROPINSI JAWA BARAT 1970 – 2006 PERKEMBANGAN TFR PROPINSI JAWA BARAT 1970 – ,90 2, , 542, 53 2, 39 Suseda

139 PERKEMBANGAN TFR PROPINSI JAWA BARAT 1970 – 2000 PERKEMBANGAN TFR PROPINSI JAWA BARAT 1970 – ,90 2, 90 2, Ket : Target : Pencapaian :

140 ,09 JT (TANPA KB) 40,74 JT (SUSEDA 2006) 18,5 JT (PENDUDUK 1970) ( Juta ) 13,35 JT PENDUDUK JAWA BARAT Proyeksi Tinggi dan Hasil SUSEDA 2006 PENDUDUK JAWA BARAT Proyeksi Tinggi dan Hasil SUSEDA ,695,885 42,058, ,754,309 SKENARIO Tahun 2025 KB Tanpa KB Kel.Tercegah

141 Ciri-ciri Keluarga Indonesia 1. Kawin muda 2. Kawin cerai 3. Kawin antara keluarga miskin dengan Keluarga Miskin 4. Pendidikan kepala keluarga rata-rata tingkat Sekolah Dasar 5. Beban ketergantungan tinggi

142 KKBS KK BS KK PERKAWINAN USIA KAWIN POLA PERKAWINAN KB TINGKAT KESERTAAN TINGKAT KELANGSUNGAN EFEKTIFITAS KONTRASEPSI EKONOMI KELUARGA KETAHANAN KELUARGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KKBS

143 VISI : “ Tercapainya Masyarakat Jawa Barat Yang Mandiri, Dinamis, Dan Sejahtera” MISI : 1. Mewujudkan sumber daya manusia Jawa Barat yang produktif dan berdaya saing. 2. Meningkatkan pembangunan ekonomi regional berbasis potensi lokal. 3. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur wilayah. 4. Meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan  terkendalinya pertumbuhan dan persebaran penduduk. 5. Meningkatkan efektifitas pemerintahan daaerah dan kualitas demokrasi VISI DAN MISI PROV JAWA BARAT (PERGUB JABAR No.54/2008 ttg RPJM JABAR )

144 KEBIJAKAN DAN PROGRAM KB JABAR Meningkatkan jumlah cakupan peserta KB dan peserta KB Mandiri, melalui program Keluarga Berencana dengan sasaran : 1. Meningkatnya kuantitas dan kualitas pemakaian kontrasepsi. 2. Meningkatnya rata-rata usia kawin pertama wanita 3. Meningkatnya ketahanan keluarga melalui : Peningkatan ekonomi keluarga Pra KS dan KS I Pengembangan kegiatan Bina Beluarga. PERGUB JABAR No.54/2008 ttg RPJM JABAR

145 KELUARGA BERENCANA MEMBANTU SETIAP ORANG  Wanita/isteri  Anak-anak  Laki-laki/Suami  Keluarga  Negara  Dunia

146 WANITA Melindungi dirinya dari kehamilan yang tidak diinginkan Melindungi dirinya dari kehamilan yang tidak diinginkan Menghindarkan dari kehamilan dengan risiko tinggi/keguguran yang tidak aman Menghindarkan dari kehamilan dengan risiko tinggi/keguguran yang tidak aman Dapat menurunkan angka kematian ibu Dapat menurunkan angka kematian ibu Dapat menurunkan risiko terkena kanker Dapat menurunkan risiko terkena kanker Mencegah kejadian STD (HIV) Mencegah kejadian STD (HIV)

147 ANAK-ANAK  Mengamankan kehidupan anak-anak dengan mengatur jarak kehamilan  Memberikan kesempatan mendapat perhatian penuh dari ibu lebih lama  13 – 15 juta anak2 <5 thn mati pertahun

148 LAKI-LAKI/SUAMI  Meningkatkan perhatian pd keluarga  Memberikan kesempatan meningkatkan usaha mencari nafkah lebih baik  Meningkatkan karier

149 KELUARGA  Kesejahteraan keluarga meningkat  Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan dan pendidikan anak meningkat

150 NEGARA  Membantu negara cepat berkembang  Penelitian negara dengan jumlah anak sedikit pada keluarga keadaan ekonomi negara lebih baik

151 KESIMPULAN Kemajuan bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas SDM; KB mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan SDM yang berkualitas; Keberhasilan KB di masa Orde Baru telah diakui secara nasional maupun internasional, namun saat ini sangat melemah dan tidak memperoleh perhatian yang memadai; Perlu pemahaman yang sama dari segenap komponen bangsa tentang penting dan strategisnya Program KB bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan; Kemajuan bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas SDM; KB mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan SDM yang berkualitas; Keberhasilan KB di masa Orde Baru telah diakui secara nasional maupun internasional, namun saat ini sangat melemah dan tidak memperoleh perhatian yang memadai; Perlu pemahaman yang sama dari segenap komponen bangsa tentang penting dan strategisnya Program KB bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan;

152 PROGRAM KB JAWA BARAT : DIGELAR SEMAKIN GEBYAR KELUAR SEMAKIN MENYEBAR KEBAWAH SEMAKIN MENGAKAR DIMANA-MANA SEMAKIN BERKIBAR HATUR NUHUN


Download ppt "PROGRAM KKB JAWA BARAT TAHUN 2011 DISAMPAIKAN PADA ORIENTASI TEKNIK KIE KB BAGI TPK SE KOTA BANDUNG HJ. YEYET HERAWATI, SH., M.SI BIDANG PELATIHAN DAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google