Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Dampak UU Akuntan Publik terhadap Pendidikan Akuntansi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Dampak UU Akuntan Publik terhadap Pendidikan Akuntansi."— Transcript presentasi:

1 1 Dampak UU Akuntan Publik terhadap Pendidikan Akuntansi

2 Agenda 2 Perubahan UU AP 1. Pendidikan Akuntansi di Indonesia 2. Pendidikan Akuntansi Internasional 3. Pengembangan Program S1 ?? 4.

3 UU AP 3 Persyaratan menjadi Akuntan Publik pasal 6 ayat 1:  memiliki sertifikat tanda lulus ujian profesi akuntan publik yang sah;  Penjelasan  “sertifikat tanda lulus ujian profesi akuntan publik yang sah” adalah surat tanda lulus ujian yang diterbitkan oleh: a. Asosiasi Profesi Akuntan Publik; atau b. perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Asosiasi Profesi Akuntan Publik untuk menyelenggarakan pendidikan profesi akuntan publik.  Yang dapat mengikuti pendidikan profesi akuntan publik adalah seseorang yang memiliki pendidikan minimal sarjana strata 1 (S - 1), diploma IV (D-IV), atau yang setara. Persyaratan dan tata cara perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Menteri.

4 UU AP 4 Aturan rotasi diatur dalam Peraturan Pemerintah Proteksi terhadap Profesi Akuntan Publik  Akuntan Publik Asing dapat mengajukan permohonan izin Akuntan Publik kepada Menteri apabila telah ada perjanjian saling pengakuan antara Pemerintah Indonesia dan pemerintah negara dari Akuntan Publik Asing tersebut.  Porsi jumlah rekan dan pekerja akuntan asing Komite Profesi Akuntan Publik Pidana atas kegiatan manipulasi dan/atau memalsukan data yang berkaitan dengan jasa yang diberikan

5 Gelar Akuntan 5 Gelar Akuntan dalam UU 34/1954 tidak dicabut Gelar Akuntan diberikan kepada mereka yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (Kemendiknas 179/U/2001) Mendiknas mengangkat Panitia Ahli untuk mempertimbangkan ijazah  akuntan Akuntan  mendaftar nama dibuat dalam register negara. Setelah peraturan tentang Akuntan Publik keluar, maka Akuntan tidak sama dengan Akuntan Publik. Akuntan sebagai syarat menjadi Akuntan Publik ?? Tergantung peraturan Menteri Keuangan.

6 Program Profesi Akuntan 6 Apakah akan menjadi Program Profesi Akuntan Publik ? Apakah diarahkan menjadi Program Profesi Akuntan umum  UU Pelaporan keuangan, terkait dengan persyaratan penyusun laporan keuangan Apakah diarahkan menjadi program profesi dan/atau S2 dengan kekhususan bidang akuntansi mengikuti sertifikasi nasional / internasional yang saat ini berkembang:  Akuntan Publik  CPA, ACCA  Akuntan Manajeme n  CPMA, CMA, CIMA  Akuntan Pemerintah  CGA  Pasar Modal  CFA  Internal Auditor  QIA, IIA  Akuntan Syariah

7 Pendidikan S1 Akuntansi Indonesia 7 Perubahan kurikulum dari 160 – 144 SKS Pernah ada dalam satu kurun waktu di mana lulusan dengan 144 SKS dari universitas negeri langsung mendapatkan gelar Akuntan dan mengikuti Ujian CPA (kurikulum tahun 1995 berubah menjadi 144 SKS) Kualitas pendidikan tinggi yang tidak merata antar daerah, antar universitas.  Kualitas SDM  Kualitas kurikulum  Kualitas proses belajar mengajar  Kualitas sarana dan prasarana pendidikan PT di Indonesia menghasilkan lulusan dengan kemampuan bidang akuntansi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan akuntansi di LN (universitas besar yang setara)

8 Lulusan Pendidikan S1 Akuntansi 8 Akreditasi Program S1 Akuntansi sesuai ketentuan BAN, meliputi aspek manajemen, kurikulum, mahasiswa, kualitas SDM, proses belajar mengajar, sarana dan prasarana dll. Mulai 2012 semua PT harus terakreditasi Beberapa tempat kerja mensyaratkan karyawan berasal dari PT berakreditasi tertentu. AkreditasiProgram S1Semua Program Akreditasi A Akreditasi B Akreditasi C Jumlah Program

9 Lulusan S1 Akuntansi 9 Setiap organisasi membutuhkan staf yang memahami akuntansi dan keuangan sehingga lulusan lebih mudah terserap di pasar tenaga kerja. Target lulusan bekerja berbeda karena mengikuti kebutuhan pasar tenaga kerja tempat PT berada:  Perusahaan multinasional  Kantor Akuntan Publik  BUMN  Perusahaan swasta nasional  Perusahaan kecil dan menengah, koperasi  Instansi Pemerintah  Organisasi lain yang membutuhkan akuntabilitas keuangan  Bidang lain : pasar modal, keuangan Pasar tenaga kerja yang terbuka membuat lulusan tertarik untuk langsung bekerja dibandingkan dengan mengambil pendidikan profesi.

10 Kurikulum Program S1 10 Secara rata-rata kurikulum Program S1 telah mengikuti persyaratan untuk bekerja sebagai akuntan dan akuntan publik. Tidak ada kurikulum nasional, namun IAI-KAPd pernah membuat seminar yang salah satu hasilnya merumuskan 90 SKS mata ajar Program S1 Akuntansi. Kurikulum secara umum meliputi:  Matakuliah dasar dan kepribadian (MKDU/Liberal Art)  Pengetahuan dasar Ekonomi dan Bisnis  Pengetahuan akuntansi  Pengantar, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Perpajakan, Sistem Informasi, Auditing.

11 Kurikulum Inti Mata KuliahSKSPenj 1Bahasa Indonesia3Diknas 2Hukum Bisnis2IES 3Ilmu Budaya Dasar3Diknas 4Ilmu KeAlaman Dasar3Diknas 5Pendidikan Agama3Diknas 6Pendidikan Kewarganegaraan & Pancasila3Diknas 7Akuntansi Pengantar4IES 8Bisnis Pengantar3 IES 9Ekonomi Pengantar4 IES 10Manajemen3 IES 11Matematika3 IES/Dik 12Statistika3 IES/Dik 13Akuntansi Biaya3 IES 14Akuntansi Keuangan Lanjutan I3 IES 15Akuntansi Keuangan Menengah I3 IES 16Akuntansi Keuangan Menengah II3IES 11

12 Kurikulum Inti Mata Kuliah SKSPenj 17 Akuntansi Manajemen3IES 18 Akuntansi Sektor Publik3IES 19 Perpajakan3IES 20 Pengauditan I3IES 21 Pengauditan II3IES 22Sistem Informasi Akuntansi3IES 23Sistem Informasi Manajemen3IES 24Teori Akuntansi3IES 25Perekonomian Indonesia3IES 26Manajemen Keuangan3IES 27Manajamen Stratejik3IES 28Manajemen Pemasaran 2 IES 29Perilaku Organisasi 2 IES 30Bisnis Internasional 2 IES 31Komunikasi Bisnis 2 IES 90 12

13 Kurikulum Illinois 13 Accounting & Accountancy I3 Accounting & Accountancy II3 Accounting Measurement & Disclosure (with lab)4 Decision Making for Accounting (with lab)4 Accounting Institutions & Regulation (with lab)4 Accounting Control System (with lab)4 Assurance and Attestation (with lab)4 Tambahan untuk CPA Financial Accounting Reporting Standards4 Principle of Taxation4 Auditing Standard and Practices4 Practical Problem in Accounting0-10 Principle of Business Law4

14 Kurikulum Texas Austin 14 Upper Division Course Financial Accounting—Intermediate Financial Statement Analysis Managerial Accounting and Control Internship in Accounting Introduction to Taxation Financial Acc. Concepts and Research Financial Acc. Standards and Analysis I Introduction to Assurance Services Financial Acc.Standards and Analysis II Lower Division Course Foundations of Accounting Fundamentals of Financial Accounting Fundamentals of Managerial Accounting Managerial/Cost Accounting Financial Accounting—Advanced Governmental and Institutional Accounting Auditing and Control Fundamentals of Taxation Fundamentals of Financial and Administrative Information Systems Accounting Practicum. Contemporary Accounting Topics. Cttn: Sebagian pilihan

15 Kurikulum Philipina  CPA 15 (Accounting Theory & Practice II) (Accounting Theory and Practice I) (Auditing Theory and Practice I) (Cost Accounting) (Fundamental Accounting Theory & Practice I) (Fundamental Accounting Theory & Practice II) (Information Technology in Business I) (Law in Business Organizations) (Managerial Cost Accounting & Control) (Systems Analysis and Design) (Advanced Accounting I) (Accounting Systems) (Tax Accounting I) (The Law on Sales, Agency & Credit Transactions) (Advanced Accounting II) (Advanced Accounting III) (Tax Accounting II) (Auditing Theory and Practice II) (Public Accounting Practice) (Controllership) (Strategic Management) Cttn: Sebagian pilihan

16 IAESB 16 IFAC Board has established the International Accounting Education Standards Board (IAESB) The IAESB develops and issues, in the public interest and under its own authority, standards, practice statements, information papers and other information documents on pre-qualification education and training of professional accountants and on continuing professional education and development for members of the accountancy profession.

17 IAESB 17 International Education Standards 1: Entry Requirements to a Program of Professional Accounting Education 2: Content of Professional Accounting Education Programs 3: Professional Skills and General Education 4: Professional Values, Ethics and Attitudes 5: Practical Experience Requirements 6: Assessment of Professional Capabilities and Competence 7: Continuing Professional Development: a Program of Lifelong Learning and Continuing Development of Professional Competence 8: Competence Requirements for Audit Professionals International Education Practice Statement 1: Approaches to Developing and Maintaining Professional Values, Ethics, and Attitudes 2: Information Technology for Professional Accountants 3: Practical Experience Requirements—Initial Professional Development for Professional Accountants.

18 IAESB 18 HANDBOOK OF INTERNATIONAL EDUCATION PRONOUNCEMENTS  IAESB Framework for International Education Standards for Professional Accountants  IAESB Glossary of Terms  International Education Standards 1-8  International Education Practice Statements 1-3

19 IAESB 19 Professional accountant: an individual who is a member of an IFAC member body. Working Area : accountancy, including auditing, financial accounting, management accounting, and tax accounting. The overall objective of accounting education is to develop competent professional accountants. Competence is defined as the ability to perform a work role to a defined standard with reference to working environments. To demonstrate competence :  professional knowledge,  professional skills,  Professional values, ethics, and attitudes. Competence can be achieved through: education, practical experience and training

20 Accounting Education Program 20 Content of Professional Accounting Education Programs The professional accountancy knowledge component of prequalification education should consist of at least two years of full-time study (or the part-time equivalent). The content of professional accounting education should consist of:  accounting, finance and related knowledge;  organizational and business knowledge; and  information technology knowledge and competence

21 Menjadi CPA - Australia 21 Menjadi Anggota CPA CPA Program Tingkat Dasar Lulus Ujian CPA Tingkat Dasar CPA Program Tingkat Profesional Lulus Ujian CPA Tingkat Profesional + Pengalaman kerja (min 3 tahun) Gelar Sertifikasi CPA CPA  Certified Practising Accountant

22 Menjadi CA - Australia 22 Menjadi Anggota CA Graduate Diploma of Chartered Accounting (5 modul) Pengalaman Kerja (min 3 thn) Gelar Sertifikasi CA CA  Certified Accountant CA Program Entrance Exam

23 Menjadi ACCA - UK 23 Menjadi Anggota ACCA Modul Tingkat Dasar (9 modul) Pengalaman Kerja (min 3 thn) Gelar Sertifikasi ACCA ACCA  Association of Chartered Certified Accountant Modul Tingkat Profesional (5 modul) Modul Etika Profesional

24 Menjadi CPA - USA 24 Lulus S1/S2/S3 150 SKS UJIAN CPA Auditing and Attestation, Business Environment and Concepts, Financial Accounting and Reporting, dan Regulation. Pengalaman (min 1-2 thn) Gelar Sertifikasi CA CPA  Certified Public Accountant 1.S1 Akuntansi + S2 Akuntansi, baik S1 dan S2 pada Perguruan Tinggi yang sama atau berbeda, 2.S1 Non-Akuntansi + S2 Akuntansi atau S2 MBA dengan konsentrasi Akuntansi. 3.Program paket S1+S2 Akuntansi dengan masa studi 5 (lima) tahun. 4.S1 + beberapa matakuliah S2 sehingga menjadi 150 SKS

25 Peran Akuntan Publik dalam UU 25 Akuntan Publik UU AP ?? UU Perbankan UU Pasar Modal UU BUMN UU Pemeriksa an Keuangan Negara UU Pemiliha n Umum UU Perseroan Terbatas Sekurang -kurangnya 22 undang-undang mengharuskan keterlibatan Akuntan Publik. Informasi Keuangan yang dimaksud dalam berbagai undang-undang diwajibkan untuk diaudit oleh Akuntan Publik. Tidak ada peraturan mengenai akuntan penyusun laporan keuangan

26 26 Memperoleh Register Negara untuk Akuntan (Kemenkeu) Syarat ini tidak dicantumkan dalam UU AP Lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) (4 mata ujian dalam 2 tahun) Akuntan Publik (dengan memenuhi persyaratan tambahan seperti pengalaman audit, menjadi anggota IAPI dll) Sumber: PPAJP Kemenkeu RI, 2011

27 REGISTER AKUNTAN (>2004) 27 Sumber: PPAJP Kemenkeu RI, 2011

28 Kurikulum PPAK 28 Wajib Pelaporan dan Akuntansi Keuangan Auditing dan Atestasi Perpajakan Akuntansi Manajemen dan Biaya Etika Bisnis dan Profesi Lingkungan Bisnis dan Hukum Komersial Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Pilihan  diserahkan Program Beberapa mata ajar review atau pendalaman dari mata ajar S1. Jika input berkualitas maka pembahasan diarahkan pada kasus- kasus. Diarahkan untuk siap mengikuti ujian CPA

29 Referensi USAP 29 Dalam pemberian sertifikasi profesi, IAPI mengikuti standar yang ditetapkan IFAC Education Committee. Ketentuan yang menjadi acuan antara lain: Competence Requirements for Audit Professionals (IES 8) Towards Competent Professional Accountants (IES 2) Recognition of Pre-Certification Education Providers By IFAC Member Bodies (IES 1) Assessment Methods (IES 3) Practical Experience Requirements – Initial Professional Development for Accountants (IEPS 3)

30 Ujian CPA 30

31 APK 31

32 AAS 32

33 AMSI 33

34 LBHP 34

35 Program S1 35 Melihat isi kurikulum yang diberikan tidak berbeda dengan apa yang diberikan di LN. Bahkan universitas LN yang siap untuk mengikuti ujian CPA (150 sks untuk USA, atau waiver 9 modul ACCA) Beberapa mata ajar yang diberikan dalam ujian sertifikasi juga telah diajarkan di mata ajar program S1. Beberapa Mata ajar PPAK, review dengan S1. (walaupun pendekatannya kasus, namun jika pemahaman konsepnya kurang sering terbawa mengajarkan akuntansi keuangan seperti di S1) Beberapa sertifikasi hanya mensyaratkan lulus S1 sebagai syarat mengikuti: CA, ACCA, CIA, CFA, CMA, CPA(150 sks)

36 Program PPA 36 Apakah dengan kondisi yang ada ? Ditingkatkan setara S2 dengan tambahan mata ajar ? Menjadi umum atau khusus menjadi akuntan publik. IES  profesional akuntan bukan spesifik akuntan publik. Jika diarahkan ke sana maka harus ada perubahan kurikulum dan memastikan profesi ini ke depan di bidang mana melalui regulasi  Pelaporan Keuangan atau Perpajakan. Diarahkan menjadi sesuai dengan sertifikasi nasional dan internasional

37 Tantangan Pendidikan Akuntansi 37 Perkembangan standar internasional yang digunakan oleh akuntan profesional  Code of Ethics for Professional Accountants  International Standards on Auditing, Review, Other Assurance, and Related Services  International Standard on Quality Control  International Education Standards  International Public Sector Accounting Standards  International Financial Reporting Standards Perubahan regulasi pemerintah  Perpajakan, Akuntansi Pemerintahan, Ketentuan Pasar Modal, UU PT, Peraturan perikatan, regulasi industri. Perubahan lingkungan bisnis  penggunaan IT, paperless transaction.

38 Tantangan Pendidikan Akuntansi 38 Standar akuntansi banyak menggunakan principles bases  professional judgment. Penggunaan fair value dalam penilaian item-item dalam laporan keuangan. Pengungkapan laporan keuangan menjadi lebih luas. Perkembangan pelaporan  Integrating Financial Reporting. Pengetahuan akuntansi saja tidak cukup  terkait dengan bidan lain, hukum, penilai, industri khusus Profesi lain atau bidang lain dapat mempelajari akuntansi, memiliki pengalaman di bidang akuntansi sehingga menjadi expert di bidang akuntansi

39 Pengembangan Program S1 39 Perlu pembinaan pendidikan akuntansi sehingga lulusan yang dihasilkan dapat memenuhi persyaratan sebagai akuntan profesional. Pengajar akuntansi perlu persyaratan kualifikasi profesional selain persyaratan pendidikan. Penyusunan kurikulum standar (minimal)dan pengembangan silabus perlu dilakukan agar pendidikan akuntansi dapat menghasilkan lulusan dengan pengetahuan akuntansi yang secara minimal sama. Kerjasama dan pengembangan network pengelola program dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Kerjasama antar staf pengajar untuk sharing knowledge.

40 40 Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI /


Download ppt "1 Dampak UU Akuntan Publik terhadap Pendidikan Akuntansi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google