Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ciloto, 16 – 18 Desember 2014. Mengembangkan program fasyankes yang aman terhadap kedaruratan dan bencana termasuk terhadap bahan-bahan berbahaya (kimia,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ciloto, 16 – 18 Desember 2014. Mengembangkan program fasyankes yang aman terhadap kedaruratan dan bencana termasuk terhadap bahan-bahan berbahaya (kimia,"— Transcript presentasi:

1 Ciloto, 16 – 18 Desember 2014

2 Mengembangkan program fasyankes yang aman terhadap kedaruratan dan bencana termasuk terhadap bahan-bahan berbahaya (kimia, biologi, radiologi dan nuklir) INTERNASIONAL Resolusi WHA-65, IHR 2005, Deklarasi Kathmandu(2009), Implementation Plan for OIC SHPA ( ), Deklarasi Yogyakarta (AMCDRR, 2012) NASIONAL UU No. 24/2007, UU No. 44/2009, Permenkes No. 64/2013

3  Salah satu program PPKK tahun 2014 yaitu menyusun Pedoman Penyelenggaraan Fasyankes yang Aman terhadap Bencana. Kegiatannya :  Workshop di Bandung, 12 – 15 Mei 2014  Penyusunan Draft 1 dan 2 (Juli dan September)  Uji coba ke Prov. Jawa Barat dan Sulawesi Selatan (Oktober dan November)  Finalisasi pedoman, 16 – 18 Desember 2014 LATAR BELAKANG

4 PERMASALAHAN BERDASARKAN HASIL WORKSHOP Kebijakan, pedoman, prosedur tentang SHF telah ada  bangunan, sarana prasarana, fungsional PENERAPAN JAUH DARI HARAPAN Mengapa ???

5 IDENTIFIKASI AKAR MASALAH Peraturan terlalu lemah  PP / Perpres Kurangnya pemberdayaan seluruh sumber daya yang ada Kurangnya political will dari Pemda maupun pemerintah pusat Kurangnya peraturan/ peraturan yang ada belum sesuai dengan kebutuhan

6 REKOMENDASI WORKSHOP Pengintegrasian kebijakan melalui : a.“Pedoman Penyelenggaraan Fasyankes yang Aman terhadap Bencana” akan dipayungi melalui Peraturan Pemerintah (PP) / Peraturan Presiden (Perpres). b.Mengusulkan agar kebijakan tentang fasyankes yang aman masuk dalam revisi peraturan perundangan tentang pembagian urusan pemerintah pusat dan daerah (revisi UU No. 32/2004, PP No. 38/2007, PMK No. 922/2008) c.Menyusun SK Bersama Kementerian dan atau MoU lintas K/L terkait fasyankes yang aman terhadap bencana

7 Review kebijakan, pedoman, standard dan protap terkait penyelenggaraan fasyankes yang aman terhadap bencana Membentuk forum komunikasi jejaring terkait fasyankes yang aman terhadap bencana (“Working Group”) yang ditetapkan melalui SK Menkes. Forum komunikasi jejaring terkait fasyankes yang aman terhadap bencana (Working Group) melibatkan K/L terkait, akademisi, LSM, POLRI TNI, Mitra Internasional, Asosiasi Profesi, dan perwakilan/tokoh masyarakat. REKOMENDASI WORKSHOP

8 TINDAK LANJUT HASIL REKOMENDASI Melanjutkan proses penyusunan draft pedoman dengan proses untuk menjadi Peraturan Presiden Menyelenggarakan workshop untuk pembentukan Forum komunikasi, bekerja sama dengan World Bank (18 Juni 2014). Hasil : tersusun draft struktur pengorganisasian Forum Komunikasi SHF serta tugas dan fungsinya.

9 TINDAK LANJUT HASIL REKOMENDASI Mempersiapkan naskah akademik untuk draft Perpres : a.Bersurat pada BNPB untuk meminta bantuan fasilitasi bekerja sama dengan Universitas yang telah memiliki MoU dengan BNPB b.Mengajukan materi naskah akademik pada Pokja Penelitian WHO CC.

10 Konsep Draft Perpres PENYELENGGARAAN FASYANKES YANG AMAN TERHADAP BENCANA

11   BAB IKETENTUAN UMUM  BAB IITUJUAN DAN SASARAN  BAB IIIRUANG LINGKUP  BAB IVMANAJEMEN PENYELENGGARAAN FASYANKES YANG AMAN TERHADAP BENCANA PADA TAHAP PRA BENCANA Paragraf 1 : Perencanaan dan Pengorganisasian Paragraf 2 : Pelaksanaan Paragraf 3 : Monitoring dan Evaluasi O U T L I N E

12   BAB VMANAJEMEN PENYELENGGARAAN FASYANKES YANG AMAN TERHADAP BENCANA PADA TAHAP TANGGAP DARURAT Paragraf 1 : Pengkajian Paragraf 2 : Penentuan Status Darurat Paragraf 3 : Sistem Komando Paragraf 4 : Penyelamatan Paragraf 5 : Mobilisasi Sumber Daya Paragraf 6 : Pemulihan Segera Prasarana dan Sarana Vital Paragraf 7 : Pelaporan  BAB VIMANAJEMEN PENYELENGGARAAN FASYANKES YANG AMAN TERHADAP BENCANA PADA TAHAP PASCA BENCANA O U T L I N E

13   BAB VIIKOORDINASI PENYELENGGARAAN FASYANKES YANG AMAN TERHADAP BENCANA Paragraf 1 : Pendanaan Paragraf 2 : Kelembagaan Paragraf 3 : Forum Fasyankes yang Aman terhadap Bencana Paragraf 4 : Mekanisme kerja  KETENTUAN PENUTUP O U T L I N E

14   Fasyankes : suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyeleanggarakan upaya yankes baik promotif, preventif, kuratif maupun rehablitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemda dan/atau masyarakat (UU No. 36/2009)  Fasyankes yang aman : Fasyankes yang siap untuk menyelamatkan nyawa serta melanjutkan penyelenggaraan yankes dasar untuk masyarakat pada saat bencana Definisi

15  Penyelenggaraan Fasyankes yang aman terhadap bencana --> serangkaian kegiatan yang dilakukan pada seluruh siklus bencana dengan tujuan menjamin :  fungsi maupun keamanan dari fasyankes  keselamatan tenaga kesehatan, pasien maupun pengunjung pada saat kondisi bencana baik internal maupun eksternal. Definisi

16 RUANG LINGKUP Pelaksanaan Perencanaan Monitoring dan Evaluasi Pendanaan Kelembagaan Mekanisme Kerja Manajemen Koordinasi Pengorganisasian PRA BENCANA SAAT TANGGAP DARURAT PASCA BENCANA Forum Fasyankes yang Aman

17 TERIMA KASIH CENTER FOR HEALTH CRISIS MANAGEMENT Ministry of Health of Republic of Indonesia  Phone , , ,  Fax ,  Call Center : /  SMS Gateway :  Radio Freq collaboration with RAPI  Frequency HF: MHZ  Frequency 2m FHV: MHZ  Frequency ITKP: MHZ   Website :


Download ppt "Ciloto, 16 – 18 Desember 2014. Mengembangkan program fasyankes yang aman terhadap kedaruratan dan bencana termasuk terhadap bahan-bahan berbahaya (kimia,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google