Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ENDOKRIN By. Dr Septa. Sifat-sifat umum hormon 1. Suatu chemical mesengger yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin 2. Disekresikan langsung ke dalam aliran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ENDOKRIN By. Dr Septa. Sifat-sifat umum hormon 1. Suatu chemical mesengger yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin 2. Disekresikan langsung ke dalam aliran."— Transcript presentasi:

1 ENDOKRIN By. Dr Septa

2 Sifat-sifat umum hormon 1. Suatu chemical mesengger yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin 2. Disekresikan langsung ke dalam aliran darah 3. Fungsi sebagai katalisator reaksi kimia dalam tubuh dan kontrol berbagai proses metabolisme (reproduksi; pertumbuhan dan perkembangan; mempertahankan homeostatis; pengadaan, penggunaan dan penyimpanan energi) 4. Kadarnya dalam sirkulasi darah dapat menggambarkan aktifitas dari kel endokrin 5. memiliki organ/jar target tertentu 6. Berbentuk: amine, polipeptide/protein, steroid

3 Faktor yang mengatur kerja hormon Kecepatan sintesa dan kecepatan sekresi Kecepatan sintesa dan kecepatan sekresi Sistem transport yang spesifik dalam plasma Sistem transport yang spesifik dalam plasma Konversi kedalam bentuk yang lebih aktif Konversi kedalam bentuk yang lebih aktif Reseptor hormon spesifik pada sitosol atau membran sel target yang berbeda Reseptor hormon spesifik pada sitosol atau membran sel target yang berbeda Pemecahan akhir dari hormon Pemecahan akhir dari hormon

4 Endokrin dan hormon Kel Endokrin Hormon yang dihasilkan Pituitary - Lob anterior - Lob intermediate - Lob posterior TiroidParatiroid LH,FSH, Prl, GH,ACTH,TSH MSH, α-endorphin Vasopressin (ADH), oksitosin Tiroksin (T4), Triiodotironin (T3) kalsitonin Hormon paratiroid (PTH)

5 Endokrin dan hormon Adrenal - Korteks - Medulla Gonad - Testis - Ovarium PlasentaPankreasKortisol,aldosteron,androstenedion Norepinefrin, epinefrin Testoteron,estradiol,inhibin estradiol, progesteron Test,estradiol,inhibin, prog,relaxin HCG,HPL,prog, estrogen Insulin, glukagon, somatostatin, pancreatic polypeptide

6 Klasifikasi hormon (secara kimia) Gol amine : norepinefrin, epinefrin, T3, T4 Gol amine : norepinefrin, epinefrin, T3, T4 Gol protein dan polipeptide : FSH, HCG, LH, TSH, ACTH, prolaktin, Oksitosin, Glukagon, Insulin, PTH, Somatostatin, Relaksin, sekretin, GH, Gastrin, Kalsitonin, CCK, Eritropoetin, Angiostatin, somatostatin, dan vasopressin (ADH) Gol protein dan polipeptide : FSH, HCG, LH, TSH, ACTH, prolaktin, Oksitosin, Glukagon, Insulin, PTH, Somatostatin, Relaksin, sekretin, GH, Gastrin, Kalsitonin, CCK, Eritropoetin, Angiostatin, somatostatin, dan vasopressin (ADH) Gol Steroid : aldosteron, kortisol, estradiol, progesteron, testosteron,vitamin D Gol Steroid : aldosteron, kortisol, estradiol, progesteron, testosteron,vitamin D

7 Sifat-sifat hormon peptida Berasal dari pre hormon Berasal dari pre hormon T ½ pendek (dalam menit) T ½ pendek (dalam menit) Beredar unbond (tidak terikat protein) Beredar unbond (tidak terikat protein) Di perifer tidak berubah Di perifer tidak berubah Reseptor pada dinding sel Reseptor pada dinding sel

8 Sifat-sifat hormon steroid Berasal dari reaksi enzimatik (cholesterol) Berasal dari reaksi enzimatik (cholesterol) T ½ panjang (jam) T ½ panjang (jam) Beredar terikat protein Beredar terikat protein Di perifer berubah Di perifer berubah Reseptor di dalam sel Reseptor di dalam sel

9 METODE PEMERIKSAAN KADAR HORMON Pemeriksaan secara biologis (Bio-assay) Pemeriksaan secara biologis (Bio-assay) Pemeriksaan secara kimiawi (chemical assay) Pemeriksaan secara kimiawi (chemical assay) Pemeriksaan secara imunologis (immuno- assay) : RIA, ELISA, Fluoroimuno assay, Luminescen imuno assay) Pemeriksaan secara imunologis (immuno- assay) : RIA, ELISA, Fluoroimuno assay, Luminescen imuno assay)

10 HORMON TIROID Fx : mengkatalisasi reaksi oksidasi dan kec metabolisme Fx : mengkatalisasi reaksi oksidasi dan kec metabolisme Dihasilkan oleh kelenjar tiroid Dihasilkan oleh kelenjar tiroid Sintesa tergantung intake iodium dan receptor tyrosin pada tiroglobulin Sintesa tergantung intake iodium dan receptor tyrosin pada tiroglobulin Plasma dalam bentuk T3 dan T4 Plasma dalam bentuk T3 dan T4 Terikat dalam Thyroxin binding globulin, thyroxin binding prealbumin, albumin Terikat dalam Thyroxin binding globulin, thyroxin binding prealbumin, albumin Hormon aktif : Free T4 dan Free T3 Hormon aktif : Free T4 dan Free T3

11 HORMON TIROID Sekresi T4 dan T3 oleh kelenjar tiroid Sekresi T4 dan T3 oleh kelenjar tiroid Hipotalamus Tyrotropin releasing hormon (TRH)merangsang hipofisis TSH Thyroid stimulating hormon T4 dan T3 Kontrol feedback dilakukan oleh Kontrol feedback dilakukan oleh - Hormon thyroid (T3 & T4) terhadap kel thyroid, pituitary anterior, & hipothalamus - TSH terhadap hipotalamus

12 Test laboratorium Pemeriksaan faal kelenjar tiroid Pemeriksaan faal kelenjar tiroid Kadar hormon T4 = kadar hormon tiroksin total serum T3 = kadar hormon triiodothyronine total serum rT3 = kadar ‘reverse triiodothyronine’ serum TSH = kadar Thyroid Stimulating hormon serum Protein pengangkut Protein pengangkut TBG = thyroxine binding globulin TBPA = thyroxine binding prealbumin T3U = T3 resin uptake TBI = thyroxine binding Index

13 Test laboratorium Hormon bebas FT4= free T4 FT3= free T3 FT4I/FTI = free thyroxine index (T4 x T3U) FT3I= free triiodothyronine index (T3 x T3U) (T3 x T3U)

14 Test laboratorium Kadar T4 & T3 total diukur dg cara radioimmunoassay: T4 serum dilepas dari ikatannya + T4 radioaktif dan anti -T4 Kadar T4 & T3 total diukur dg cara radioimmunoassay: T4 serum dilepas dari ikatannya + T4 radioaktif dan anti -T4 kompolek antigen antibodi Kadar FT4 & FT3 diukur tanpa melepas protein pengikatnya. Kadar FT4 & FT3 diukur tanpa melepas protein pengikatnya. T3U menilai TBG yang belum terisi T4 T3U menilai TBG yang belum terisi T4 Pe TBG menyebabkan pe T4 dan pe T3U sedangkan FT4I tetap dlmbts N Pe TBG menyebabkan pe T4 dan pe T3U sedangkan FT4I tetap dlmbts N

15 Perubahan kadar TBG Peningkatan Pengobatan estrogen, perfenazin, Kehamilan, Bayi baru lahir, Hepatitis infeksiosa, Peningkatan sintesis herediter Penurunan Pengobatan steroid anabolik dan androgen, Sakit berat atau pembedahan, Sindroma nefrotik, Defisiensi kongenital Penggantian ikatan hormon pada protein Pengobatan salisilat dan difenil hidantoin

16 Hasil test faal tiroid pada beberapa keadaan Keadaan klinik T4T3T3UFT4I/FT4 NormalHipertiroidismeHipotiroidisme Pe TBG Hormon pd TBG NTRTRRNTRTRRNTRRTTNTRNNN

17 Gangguan Faal kel Tiroid Hipotiroidisme Hipotiroidisme - Hipotiroidisme primer - Hipotiroidisme sekunder Hipertiroidisme Hipertiroidisme Pengaruh penyakit bukan tiroid terhadap hasil test Pengaruh penyakit bukan tiroid terhadap hasil test

18 Hipotiroidisme Hipotiroidisme primer Kel tiroid tidak mampu hasilkan hormon Kel tiroid tidak mampu hasilkan hormon Bawaan atau didapat Bawaan atau didapat Bawaan : ≠ kel tiroid or ≠ mampu sintesa Bawaan : ≠ kel tiroid or ≠ mampu sintesa Didapat spti tiroiditis kronik, th/ dg iodium radioaktif atau bedah Didapat spti tiroiditis kronik, th/ dg iodium radioaktif atau bedah Penurunan T3 & T4, peningkatan TSH Penurunan T3 & T4, peningkatan TSH Gangguan pertumbuhan dan keterbelakangan Gangguan pertumbuhan dan keterbelakangan

19 Hipotiroidisme Hipotiroidisme sekunder Gangguan pada hipofisis atau hipotalamus Gangguan pada hipofisis atau hipotalamus Kadar T4 dan T3 yang rendah dan TSH dlm bts N atau sedikit meningkat Kadar T4 dan T3 yang rendah dan TSH dlm bts N atau sedikit meningkat Untuk mengetahui dilakukan test TRH menguji apakah hipofisis mampu menghasilkan TSH Untuk mengetahui dilakukan test TRH menguji apakah hipofisis mampu menghasilkan TSH

20 Hipertiroidisme Sering dijumpai diklinik Sering dijumpai diklinik Disebabkan beracam penyakit : diffuse toxic goiter, toxic multinodular goiter, solitary toxic nodule dan tiroiditis Disebabkan beracam penyakit : diffuse toxic goiter, toxic multinodular goiter, solitary toxic nodule dan tiroiditis Kadar T4 dan FT4 meningkat Kadar T4 dan FT4 meningkat Dapat juga dijumpai T4 dan FT4 yang normal, tetapi T3 meningkat (Toksikosis T3) pasca th/ yodium radioaktif atau bedah Dapat juga dijumpai T4 dan FT4 yang normal, tetapi T3 meningkat (Toksikosis T3) pasca th/ yodium radioaktif atau bedah

21 Pengaruh penyakit bukan tiroid pada hasil test Penyakit akut atau kronik Penyakit akut atau kronik Perubahan deidonisasi T4 Perubahan deidonisasi T4 Pembentukan T3 berkurang sedangkan pembentukan rT3 meningkat Pembentukan T3 berkurang sedangkan pembentukan rT3 meningkat Penurunan T3, FT3I dan TBG Penurunan T3, FT3I dan TBG FT4 agak meningkat pad peny akut menurun pada peny kronik FT4 agak meningkat pad peny akut menurun pada peny kronik Kadar TSH agak rendah Kadar TSH agak rendah

22 Penggunaan pemeriksaan laboratorium T4T3U FT4I (FT4) R agak R normalagak T T TSH T3 TSH T3 TN NT Hipotiroid eutiroidHipertiroid

23 Penggunaan pemeriksaan laboratorium TSH (sensitif) RendahNormalTinggi FT4 FT4 FT4 FT4 T NN R FT3 FT3 T N Hipertiroid eutiroid Hipotiroid klinis subklinis subklinis klinis

24 Hormon Paratiroid Fx mempertahankan konsentrasi ion Ca dalam plasma dan mengontrol ekskresi calsium dan fosfat Fx mempertahankan konsentrasi ion Ca dalam plasma dan mengontrol ekskresi calsium dan fosfat Peningkatan PTH menyebabkan Peningkatan PTH menyebabkan - Me Ca serum dan me fosfat serum. - Me ekskresi dari P tetapi me ekskresi Ca - Merangsang pelepasan Ca dari tulang - Me alkali fosfatase serum bila tjd prbh tlg - Mengaktivkan vit D dalam ginjal (25-hydroxycalciferol menjadi 1,25 – dihydroxycholecalciferol)

25 Hormon Paratiroid PTH berupa molekul utuh yg dipecah dlm fragmen2: frag terminal N (PTH-N), mid- mol (PTH-M) dan frag terminal C (PTH-C) PTH berupa molekul utuh yg dipecah dlm fragmen2: frag terminal N (PTH-N), mid- mol (PTH-M) dan frag terminal C (PTH-C) PTH-N & PTH-M memiliki aktivitas biologik PTH-N & PTH-M memiliki aktivitas biologik PTH-C ≠ memiliki akt biologik tapi memiliki T ½ yg lbh pjg, sering sbg parameter lab PTH-C ≠ memiliki akt biologik tapi memiliki T ½ yg lbh pjg, sering sbg parameter lab Kontrol dari sekresi melalui mekanisme feedback negatif oleh ion Ca Kontrol dari sekresi melalui mekanisme feedback negatif oleh ion Ca

26 Hormon Paratiroid Kalsium dalam darah dalam bentuk: ion Ca 2+ (50%); Ca terikat protein (40%); senyawa Ca dg sitrat, fosfat (10%) Kalsium dalam darah dalam bentuk: ion Ca 2+ (50%); Ca terikat protein (40%); senyawa Ca dg sitrat, fosfat (10%) Pe kadar fosfat dan sitrat me kadar Ca 2+ Pe kadar fosfat dan sitrat me kadar Ca 2+ pH darah mempengaruhi Ca terikat alb pH darah mempengaruhi Ca terikat alb Hormon lain yg memp homeostasis Ca: Hormon lain yg memp homeostasis Ca: kalsitonin dan vit D3

27 Hormon Paratiroid ORGANPTHKALSITONIN VIT D TULANGGINJALUSUS Mobilisasi Ca dan P Reabsorbsi Ca dan P Penyerapan Ca dan P Mobilisasi Ca dan P Reabsorbsi Ca dan P - Transport Ca 2+ Reabsorbsi Ca Penyerapan Ca dan P

28 Kelainan paratiroid Hipertiroidisme Hipertiroidisme - primer - sekunder - tersier Hipoparatiroidisme Hipoparatiroidisme Pseudohipoparatiroidisme Pseudohipoparatiroidisme

29 Hiperparatiroidisme Primer Sebab: adenoma/hiperplasia/karsinoma/ herediter Sebab: adenoma/hiperplasia/karsinoma/ herediter Merangsang osteoklas osteolisis dan dekalsifikasi tulang (fra patologis) Merangsang osteoklas osteolisis dan dekalsifikasi tulang (fra patologis) Membentuk batu diginjal Membentuk batu diginjal Lab: kadar Ca darah me, kadar Ca urin me, kadar P darah me, kadar P urin me Lab: kadar Ca darah me, kadar Ca urin me, kadar P darah me, kadar P urin me

30 Hiperparatiroidisme Sekunder Sebab paling sering GGK Sebab paling sering GGK Kadar Ca 2+ me pesekresi PTH Kadar Ca 2+ me pesekresi PTH Dekalsifikasi tulang Dekalsifikasi tulangTersier Hiperparatiroidisme sek lama Hiperparatiroidisme sek lama Fx paratiroid jadi otonom (hiperkalsemia) Fx paratiroid jadi otonom (hiperkalsemia) Sekresi PTH ektopik Pengeluaran zat mirip PTH Pengeluaran zat mirip PTH

31 Hipoparatiroidisme Sebab: operasi tiroid (paratiroid ikut terangkat), kongenital Sebab: operasi tiroid (paratiroid ikut terangkat), kongenital Gejala: neuromuskuler (tetani, spasme klonik, dan tonik, kejang), retardasi mental, malabsorbsi, gangguan sistem kardiovaskuler) Gejala: neuromuskuler (tetani, spasme klonik, dan tonik, kejang), retardasi mental, malabsorbsi, gangguan sistem kardiovaskuler) Lab: PTH plasma rendah, Ca darah rendah, P darah tinggi, aktivitas alkali fosfatase alkali normal atau rendah Lab: PTH plasma rendah, Ca darah rendah, P darah tinggi, aktivitas alkali fosfatase alkali normal atau rendah

32 Pseudohipoparatiroidisme Hambatan respons organ target terhadap PTH Hambatan respons organ target terhadap PTH Herediter Herediter Disertai abnormalitas fisik dan mental Disertai abnormalitas fisik dan mental PTH normal atau tinggi PTH normal atau tinggi

33 Insulin Fungsi: Meningkatkan metabolisme karbohidrat Meningkatkan metabolisme karbohidrat Meningkatkan timbunan glikogen Meningkatkan timbunan glikogen Meningkatkan sintesa asam lemak Meningkatkan sintesa asam lemak Meningkatkan intake asam amino Meningkatkan intake asam amino Meningkatkan sintesa protein Meningkatkan sintesa protein

34 Fisiologi kimiawi  Pulau-pulau langerhans pancreas: - Sel beta mengeluarkan insulin - Sel alfa mengeluarkan gukagon - Sel delta mengeluarkan somatostatin  Sekresi insulin dipengaruhi glukosa darah juga dirangsang: as amino, as lemak bebas, benda keton, glukagon, sekretin, dan tolbutamid  Sekresi insulin dihambat epinefrin dan norepinefrin

35 Kelainan insulin Hiperinsulinisme: hiperplasia/tumor pancres Hiperinsulinisme: hiperplasia/tumor pancres Hipoinsulinisme: kekurangan insulin Hipoinsulinisme: kekurangan insulin Diabetes mellitus Diabetes mellitus Causa: - Kekurangan insulin absolut - Kekurangan insulin relatif thd kebut tubuh - Reseptor inadekuat, insulin cukup - Reseptor berkurang, insulin cukup

36 Kriteria diagnostik DM Kelompok dengan gejala klinik khas Kelompok dengan gejala klinik khas - GDS serum plasma vena > 200 mg/dl - Bila GDS < 100 mg/dl bukan DM - Bila GDS antara mg/dl, meragukan harus dilakukan pem TTGO < 140 mg/dl = N; 140 – 200 mg/dl = IGT; ≥ 200 mg/dl = DM - GDP 140 mg/dl = DM - TTGO pada 2 jam lebih bermakna dari GDP

37 Kriteria diagnostik DM Kelompok dengan gejala klinik meragukan atau tidak ada gejala klinik Kelompok dengan gejala klinik meragukan atau tidak ada gejala klinik - GDS > 200 mg/dl - Apabila kadar sedikit diatas maka dibutuhkan parameter yang lain: - TTGO puasa - TTGO pada 2 jam - GDS ulangan

38 Pemeriksaan laboratorium Urin: glukosa, albumin, benda keton dan sedimen. Serta pem mikroalbumin Urin: glukosa, albumin, benda keton dan sedimen. Serta pem mikroalbumin Darah: kadar gula darah, test toleransi glukosa oral, kurva harian glukosa, kadar HbA1c, kadar fruktosamin, kadar insulin, kadar c-peptide, status asam basa. Darah: kadar gula darah, test toleransi glukosa oral, kurva harian glukosa, kadar HbA1c, kadar fruktosamin, kadar insulin, kadar c-peptide, status asam basa. Dasar penetapan kadar gula darah: reduksi (cupri-cupro), kondensasi (o-toluidin), enzimatik (glukosa oksidase, hexikinase, dehidrogenase) Dasar penetapan kadar gula darah: reduksi (cupri-cupro), kondensasi (o-toluidin), enzimatik (glukosa oksidase, hexikinase, dehidrogenase) Pem enzimatik pem terbaik yang umum dipakai Pem enzimatik pem terbaik yang umum dipakai

39 Epinephrin (adrenalin) dan norepinephrin (noradrenalin) = katekolamin = katekolamin Dibentuk dalam medulla kel adrenal Dibentuk dalam medulla kel adrenal Efek utama: Efek utama: - Inotropic dan chronotropic kontraksi jtg - Konstriksi dan dilatasi dari pem darah - Dilatasi dan kontriksi bronkus - Konstriksi dan dilatasi otot polos rahim - Neurotransmisi dalam SSP - Mempengaruhi metabolisme (sekresi insulin)

40 Kelainan yang menghasilkan katekolamin Phaeochromocytoma: Phaeochromocytoma: tumor jinak jaringan chromaffin, 90% adrenal, 10% ekstra adrenal. Gk: hipertensi paroksismal, keringat berlebihan, pusing, pucat atau merah Neuroblastoma Neuroblastoma tumor ganas jar saraf simpatis pada anak. 40% medulla adrenal; 60% ekstra adrenal

41 Korteks adrenal Lapisan luar (zona glomerulosa) Lapisan luar (zona glomerulosa) membentuk hormon aldosteron Lapisan dalam (zona fasciculata dan zona retikularis) Lapisan dalam (zona fasciculata dan zona retikularis) membentuk kortisol dan androgen Semua hormonnya merupakan turunan steroid diantaranya (mineralokortikoid, glukokortikoid, progesteron, estrogen dan androgen) Semua hormonnya merupakan turunan steroid diantaranya (mineralokortikoid, glukokortikoid, progesteron, estrogen dan androgen)

42 Sekresi steroid adrenal CRF (hipotalamus)hipofisis anteriorACTHkortisol & androgen CRF (hipotalamus)hipofisis anteriorACTHkortisol & androgen Sekresi CRF dipengaruhi Sekresi CRF dipengaruhi 1. Negative feedback kortisol 2. Ritme inheren (kortisol tinggi rendah ) 3. Stress (insufisiensi adrenal akut)

43 Glukokortikoid Homon dari kortek adrenal dibentuk dizona fasciculata Homon dari kortek adrenal dibentuk dizona fasciculataFungsi: Mempengaruhi met KH, lemak & protein Mempengaruhi met KH, lemak & protein Anti inflamasi Anti inflamasi Immunosupresive Immunosupresive Sekresi kelenjar ekdokrin Sekresi kelenjar ekdokrin Osteoporosis pada tulang Osteoporosis pada tulang

44 Mineralokortikoid Homon dari kortek adrenal dibentuk dizona glomerolusa Homon dari kortek adrenal dibentuk dizona glomerolusaFungsi Meningkatkan reabsorbsi Na & Cl pada tubuli ginjal Meningkatkan reabsorbsi Na & Cl pada tubuli ginjal Menurunkan ekskresi Na & Cl pada kelenjar keringat, ludah dan GIT Menurunkan ekskresi Na & Cl pada kelenjar keringat, ludah dan GIT

45 ADH Mempengaruhi sekresi urine Mempengaruhi sekresi urine Bekerja pada tubulus distalis dan koligentes Bekerja pada tubulus distalis dan koligentes

46 Aldosteron Fx mengatur volume dan komposisi cairan tubuh Fx mengatur volume dan komposisi cairan tubuh Sekresi diatur oleh: Sekresi diatur oleh: 1. Sistem renin angiotensin (plg penting) 2. Konsentrasi ion K ekstrasel 3. Konsentrasi ion Na ekstrasel 4. ACTH 5. Fzktor lain (katekolamin, somatostatisn, ANF)

47 RAA SISTEM Sekresi renin dirangsang oleh Penurunan tek darah & RBF Penurunan tek darah & RBF Plasma Na yang rendah Plasma Na yang rendah Plasma K yang tinggi Plasma K yang tinggi Angiotensinogen renin Angiotensin I ACE Angiotensin II HT, retensi Na & cairan, sekresi aldosteron

48 Fungsi umum sex hormon Mengontrol sifat / karakteristik sex sekunder Mengontrol sifat / karakteristik sex sekunder Mengontrol siklus reproduksi Mengontrol siklus reproduksi Mengontrol pertumbuhan & perkembangan organ reproduksi (terutama testis dan ovarium) Mengontrol pertumbuhan & perkembangan organ reproduksi (terutama testis dan ovarium) Anabolisme protein Anabolisme protein Pria : testosteron Pria : testosteron Wanita : estrogen & progesteron Wanita : estrogen & progesteron

49 Endokrinologi reproduksi wanita Hipotalamus Gonadotropin releasing hormon Hipofisis anterior Luteinizing Hormon Luteinizing Hormon Follicle stimulating hormon Follicle stimulating hormon Ovarium folikel estrogen & progesteron estrogen & progesteron Uterus haid

50 Chorionic Gonadotropin Dibentuk sel tropoblast Dibentuk sel tropoblastFungsi Mempertahankan corpus luteum Mempertahankan corpus luteum Menunda menstruasi dan ovulasi Menunda menstruasi dan ovulasi Diagnosis lab Adanya hCG dalam urin cara aglutinasi ( lateks, hemaglutinasi) atau tes hambatan aglutinasi sebaiknya urin pagi Adanya hCG dalam urin cara aglutinasi ( lateks, hemaglutinasi) atau tes hambatan aglutinasi sebaiknya urin pagi (+) kehamilan/peny trophoblastik (+) kehamilan/peny trophoblastik

51 Laktasi Estrogen, progesteron, dan placental lactogen (hPL)proliferasi kelenjar Estrogen, progesteron, dan placental lactogen (hPL)proliferasi kelenjar Laktasiinduksi prolaktin dan rangsangan puting susu Laktasiinduksi prolaktin dan rangsangan puting susu

52 Reproduksi pada pria HipotalamusGnRHHipofisis FSH & LH FSH & LHTestis LHsel leydig testoteron LHsel leydig testoteron FSH tub seminiferus spermatogenesis FSH tub seminiferus spermatogenesis Lab: kadar testoteron (RIA), LH dan FSH Pe kadar LH tanda kegagalan testis primer

53 Thanks and good luck with exam


Download ppt "ENDOKRIN By. Dr Septa. Sifat-sifat umum hormon 1. Suatu chemical mesengger yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin 2. Disekresikan langsung ke dalam aliran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google