Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Session 1: Dasar-Dasar Jurnalistik. Ambang Priyonggo, S.S., M.A. Academic Background Sarjana Sastra, English Language and Literature, Airlangga University,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Session 1: Dasar-Dasar Jurnalistik. Ambang Priyonggo, S.S., M.A. Academic Background Sarjana Sastra, English Language and Literature, Airlangga University,"— Transcript presentasi:

1 Session 1: Dasar-Dasar Jurnalistik

2 Ambang Priyonggo, S.S., M.A. Academic Background Sarjana Sastra, English Language and Literature, Airlangga University, Surabaya Master of Arts in International Journalism, University of Westminster, London, UK.

3 Professional Background 1999 Gatra 1999 – 2002 Managing Editor, Indonesian Daily News (Jawa Pos Group) 2002 – 2003 Correspondent (London), Jawa Pos Daily Head of sport desk, Suara Indonesia Senior editor, Seputar Indonesia (Sindo) Daily 2008 – 2009 Senior journalist, The Jakarta Globe 2009 Managing editor, Surabaya Post (Bakrie Media)...

4  Metode pengajaran, tugas-tugas...

5  Pikirkan satu kata yang menggambarkan tentang jurnalis?

6

7

8

9

10

11

12  Sejarah jurnalistik selalu merujuk pada “Acta Diurna” pada zaman Romawi Kuno, masa pemerintahan kaisar Julius Caesar ( SM).  “Acta Diurna”, adalah papan pengumuman (mirip majalah dinding atau papan informasi).  Acta Diurna diyakini sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”.

13  Sebenarnya, Caesar hanya meneruskan dan mengembangkan tradisi yang muncul pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi. Saat itu, atas peritah Raja Imam Agung, segala kejadian penting dicatat pada “Annals”, yakni papan tulis yang digantungkan di serambi rumah. Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.

14  Saat berkuasa, Julius Caesar memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna”.  Demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan- peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya. Papan pengumuman itu ditempelkan atau dipasang di pusat kota yang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum.

15  Berita di “Acta Diurna” kemudian disebarluaskan. Saat itulah muncul para “Diurnarii”, yakni orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan tentang hasil rapat senat dari papan “Acta Diurna” itu setiap hari, untuk para tuan tanah dan para hartawan.  Dari kata “Acta Diurna” inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata “Diurnal” dalam Bahasa Latin berarti “harian” atau “setiap hari.” Diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi “Du Jour” dan bahasa Inggris “Journal” yang berarti “hari”, “catatan harian”, atau “laporan”. Dari kata “Diurnarii” muncul kata “Diurnalis” dan “Journalist” (wartawan).

16  Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa modern, terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada 1456, di Jerman, menyusul diseminasi injil dan buku-buku cetak...Johannes Gutenberg  Mesin cetak temuan Gutenberg ini secara prinsip masih digunakan hingga sekarang, karena mengenalkan sistem “movable type”, pencetakan sistem plat.  Sejak temuan ini, pencetakan dalam jumlah massal dimungkinkan

17

18 Put movable type goes into slots on the lower surface. Roll ink over the characters. Put a piece of paper in the machine. Push the handle to press the paper against the type.

19  Sekitar Dua abad kemudan, penerbitan berkala pertama muncul di Eropa: Mercurius Gallobelgicus. Penerbitan berbahasa latin ini terbit dalam edisi reguler pada 1594 di kota Cologne, Jerman, dan penyebarannya hingga Inggris.  Sejak saat itulah, industri surat kabar mulai bermunculan, menciptakan lapangan kerja yang tak pernah ada sebelumnya jika saja mesin cetak temuan Gutenberg tidak ditemukan.

20  1665, koran yang terbit secara reguler pertama adalah Oxford Gazzette (setelah itu berubah nama menjadi London Gazette.  Koran ini terbit seminggu dua kali, dalam bahasa Inggris.

21  Harian pertama, Daily Courant, muncul pada 1702 dan bertahan hingga lebih 30 tahun.

22  Mesin cetak pertama masuk ke Amerika (koloni Inggris) pada 1658 di Cambridge, Massachusetts.  Penerbitan pertama yang terbit di era kolonial ini adalah Publick Occurrences both Foreighn and Domestick (1662) milik Benjamin Harris yang akhirnya dibredel pada 1690 karena dianggap terbit tanpa izin (menyalahi aturan Massachusetts).

23  Koran koloni pertama adalah New England Courant, yang diterbitkan oleh James Franklin, saudara Benjamin Franklin, pada Benjamin Franklin sendiri sering muncul menulis di koran itu dengan nama samaran “Silence Dogood,” New England Courant

24 Hingga tahun 1770, mencapai 89 surat kabar dan terbit di 35 kota. Hingga tahun 1800, mencapai sekitar 234 surat kabar. Memasuki abad 19, koran di AS mulai berubah fungsi dari koran yang partisan menjadi bisnis swasta dengan redaktur-redaktur dan wartawan- wartawan profesional, meskipun standard kebenaran dan tanggung jawab masih rendah.

25  Koran pertama yang memenuhi definisi ‘koran modern’ adalah New York Herald.  Koran ini didirikan pada 1835 dan diterbitkan oleh James Gordin Bennet.  Koran ini memiliki staff di desk kota yang meliput beat-beat secara regular. Ada juga liputan ekonomi dan Wall Street.  1838, Bennet menempatkan enam koresponden di Eropas, including the first reporter to regularly cover Congress.

26

27  1841, New York Tribune, tampil sebagai koran nasional yang terkenal pasa saat itu.New York Tribune  1851, George Jones dan Henry Raymond mendirikan The New York Times, walaupun saat itu jumlah sirkulasinya tidak sebanyak sekarang, begitu pula reputasinya.The New York Times

28 Industrial Menjadi industri Partisan (alat politik) Menjadi medium kritik (terutama di AS) Awal Penemuan printer Penerbitan berkala sederhana, buku

29  Ditemukannya radio di awal era 1900-an serta televisi pada 1920-an, memberi titik tolak bagi jurnalistik yang menemukan medium baru.  Muncullah apa yang dinamakan dunia broadcasting.

30

31 Tiga entitas media 1. Cetak: Koran, majalah, tabloid 2. Elektronik: televisi, radio 3. Online

32


Download ppt "Session 1: Dasar-Dasar Jurnalistik. Ambang Priyonggo, S.S., M.A. Academic Background Sarjana Sastra, English Language and Literature, Airlangga University,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google