Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Chapter 06 ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK Chapter 06 ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK Program Studi Akuntansi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Chapter 06 ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK Chapter 06 ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK Program Studi Akuntansi."— Transcript presentasi:

1 Chapter 06 ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK Chapter 06 ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang Ihyaul Ulum MD. 4/4/20151Copyright by Ihyaul Ulum MD.

2 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.2 “Kepercayaan adalah jiwa setiap amal perbuatan dan bunga cita-cita. Bila ia luntur dari jiwa manusia, maka ia akan bersifat bagai binatang buas (liar), takut menghampiri sesamanya, curiga dan cemburu buta, serta minder dalam segala hal” (Mousthofa Al Gholayain) “Membicarakan aib orang lain (ghibah) lebih hebat dosanya daripada perbuatan zina (lacur). Orang lelaki yang berzina lalu dia bertobat, maka Allah akan mengampuninya. Adapun orang yang berghibah, tidak akan diampuni kecuali si korban pengghibahan memaafkannya lebih dahulu” (Sabda Rasulullah SAW) TaushiyahTaushiyah

3 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.3 Program Investasi Publik PemerintahPemerintah Pengambilan Keputusan Investasi Sektor Publik Fungsi Pelayanan Masyarakat Menjalankan Masalah Pengangga- ran modal/ investasi Berkaitan

4 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.4 Masalah Dalam Program Investasi Publik  Memastikan bahwa program investasi publik yang diajukan merupakan program yang komprehensif  Memperkirakan pengeluaran yang dibutuhkan di masa yang akan datang  Mengevaluasi relevansi proyek-proyek yang ada  Mengembangkan analisis dan perencanaan untuk pengeluaran investasi dan pengeluaran rutin

5 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.5 Kriteria Kelayakan Investasi Services distribution, legality, environment Equality and opportunity TechniqueAspects Social Culture Aspects Economy and FinancialAspects DistributionAspects Contributions for economic development, budget analysis, solvability, and liquidity

6 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.6 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi Publik DiscountRate Rate of Inflation Risk and Uncertainty Capital Rationing Merefleksikan rate of return yang diperoleh dengan rate of risk tertentu Inflasi yang tinggi menyebabkan required rate of return semakin tinggi Required rate of return akan semakin tinggi jika risiko investasi naik Masalah ketersediaan dana untuk melakukan investasi

7 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.7 Faktor Tambahan untuk Organisasi Publik  Government Debt Rate; jumlah yang harus dibayarkan sehubungan dengan perolehan sumber pembiayaan di luar pajak, seperti utang luar negeri dan obligasi pemerintah yaitu berupa bunga dan pokok utang  Social Opportunity Cost Rate; bahwa proyek pemerintah harus dapat menghasilkan tingkat keuntungan ( return ) yang minimal sama dengan tingkat keuntungan proyek sektor swasta dengan penggunaan dana yang sama  Social Time Preference Rate; merefleksikan tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh masyarakat jika menunda konsumsi saat ini untuk kepentingan konsumsi di masa depan

8 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.8 Teknik Dasar Penilaian Investasi Publik XIdentifikasi kebutuhan investasi yang mungkin dilakukan XMenetapkan social cost and benefit dari proyek yang akan dilaksanakan XMenghitung cost and benefit dalam rupiah, misalnya dengan menggunakan cost-effectiveness analysis XMemilih proyek yang memiliki manfaat terbesar dan efektivitas biaya yang tinggi

9 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.9 Teknik Penilaian Investasi ©Metode Penilaian Investasi Tradisional. Misalnya ROCE dan Payback Period ©Metode Aliran Kas Yang Didiskontokan (Discounted Cash Flow/DCF). Misalnya NPV, IRR

10 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.10 Metode Tradisional Accounting Rate of Return on Capital Employed (ROCE) Laba Akuntansi Jumlah Modal yang Diinvestasikan Masalah dalam penggunaan metode ROCE: 1. Penghitungan angka akuntansi didasarkan pada konsep akuntansi akrual memasukkan item-item bukan kas 2. ROCE hanya mengukur periode tunggal tanpa memperhitungkan nilai waktu uang ( time value of money )

11 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.11 Analisis Payback Period Metode payback priod digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian investasi Kelemahan Payback Period :  mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau proceeds yang diperoleh setelah payback period tercapai  mengabaikan nilai waktu uang  tidak dapat digunakan untuk pengambilan keputusan invstasi yang bersifat mutually exclusive Investasi Awal Investasi Awal Payback Period = Payback Period = Keuntungan Tahunan Keuntungan Tahunan

12 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.12 Net Present Value (NPV) NPV dihitung dengan cara mendiskontokan aliran kas dimasa datang (future cash flow) dengan faktor diskonto tertentu yang merefleksikan biaya kesempatan modal (opportunity cost of capital). Proyek yang memberikan nilai NPV positif adalah proyek yang memiliki prioritas untuk diterima dan proyek yang nilai NPV-nya negatif adalah proyek yang harus ditolak. NPV = CF o …. +

13 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.13 Cost Benefit Analysis Metode cost benefit analysis (CBA) atau benefit cost ratio merupakan cara mengevaluasi suatu proyek dengan membandingkan nilai sekarang (present value) dari seluruh manfaat/ keuntungan yang diperoleh dengan nilai sekarang dari seluruh biaya proyek tersebut LANGKAH DALAM MELAKUKAN COST BENEFIT ANALYSIS:  Memutuskan biaya dan manfaat apa saja yang akan dimasukkan  Mengukur dan mengevaluasi biaya dan manfaat  Timing dan aliran biaya dan manfaat

14 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.14 Cost-Effectiveness Analysis Analisis efektivitas biaya dilakukan karena terdapat kesulitan dalam menghitung biaya dan manfaat yang dapat dikuantifikasi, baik dimasa sekarang maupun di masa yang akan datang atas suatu proyek dengan pengaruh atau dampak yang tidak dapat dikuantifikasikan, namun tidak dinilai TAHAPAN DALAM MELAKUKAN COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS :  Menentukan jumlah dan waktu atas semua biaya modal  Membuat estimasi biaya yang akan terjadi ( running cost ) selama umur yang diharapkan dari suatu proyek  Membuat estimasi output terukur selama umur yang diharapkan dari suatu proyek  Membuat estimasi pengaruh biaya dan pendapatan atas aktivitas yang dilakukan  Mendiskontokan biaya dan manfaat yang dapat diukur untuk memungkinkan melakukan perbandingan  Menjelaskan secara realistis mengenai kemungkinan adanya biaya-biaya dan manfaat yang tidak dapat dikuantifikasi

15 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.15 Alasan Pembebanan Tarif Pelayanan Publik Adanya barang privat dan barang publik Adanya barang privat dan barang publik Efisiensi Ekonomi Efisiensi Ekonomi Prinsip Keuntungan Prinsip Keuntungan Barang privat; kebutuhan masyarakat yang manfaatnya hanya dinikmati secara individu oleh yang membelinya Barang publik; kebutuhan masyarakat yang manfaatnya dinikmati oleh seluruh masyarakat secara bersama-sama Campuran antara barang privat dan publik; barang yang meskipun dikonsumsi secara individual, namun masyarakat secara umum juga membutuhkan barang atau jasa tersebut

16 Hubungan Sektor Publik, Sektor Swasta, dan Sektor Ketiga Unit Bisnis Pemerintah (BUMN/BUMD) PEMERINTAH Unit-unit Pelayanan Pemerintah Pelayanan Publik Non Pemerintah: Swasta,Voluntary, LSM, Gabungan (kontrak dan kerja sama) Mardiasmo, /4/201516Copyright by Ihyaul Ulum MD.

17 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.17 Alasan Pembebanan Tarif Pelayanan  Tidak adil bila membebankan biaya atas suatu jasa kepada semua masyarakat melalui pajak, sementara mereka tidak menikmati jasa tersebut  Suatu pelayanan mungkin membutuhkan sumber daya yang mahal atau langka sehingga konsumsi publik harus didisiplinkan (hemat)  Terdapat variasi dalam konsumsi individual yang lebih berhubungan dengan pilihan daripada kebutuhan  Suatu jasa mungkin digunakan untuk operasi komersial yang menguntungkan dan untuk memenuhi kebutuhan domestik secara individual maupun industrial  Pembebanan dapat digunakan untuk mengetahui arah dan skala permintaan publik atas suatu jasa apabila jenis dan standard pelayanannya tidak dapat ditentukan secara tegas

18 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.18 Argumen yang Menentang Pembebanan Tarif Pelayanan ©Terdapat kesulitan administrasi dalam menghitung biaya pelayanan ©Yang miskin tidak mampu untuk membayar

19 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.19 Marginal Cost Pricing Marginal Cost Pricing yaitu tarif yang dipungut seharusnya sama dengan biaya untuk melayani konsumen tambahan (cost of serving the marginal consumer), dan mengacu pada harga pasar yang paling efisien (economically efficient price) Penggunakan marginal cost pricing setidaknya harus memperhitungkan:  Biaya operasi Variabel (variable operating cost)  Semi variable overhead cost seperti biaya modal atas aktiva yang digunakan untuk memberikan pelayanan  Biaya penggantian atas aset modal yang digunakan dalam penyediaan pelayanan  Biaya penambahan aset modal yang digunakan untuk memenuhi tambahan permintaan

20 4/4/2015Copyright by Ihyaul Ulum MD.20 Permasalahan Marginal Cost Pricing  Sulit untuk memperhitungkan secara tepat marginal cost untuk jasa tertentu  Apakah harga seharusnya didasarkan pada short run marginal cost long run marginal cost  Marginal cost pricing bukan berarti full cost recovery. Ketika sumber daya terbatas, kegagalan untuk menutup biaya menimbulkan adanya penghematan yang dikorbankan (opportunity loss) dalam pemakaian alternatif sumber daya tersebut yang berasal dari penaikan harga di atas marginal cost  Konsep kewajaran digunakan untuk menunjukkan: Hanya mereka yang menerima manfaat yang membayar Semua konsumen membayar sama tanpa memandang perbedaan biaya dalam menyediakan pelayanan tersebut  Externalitas konsumsi, seperti manfaat kesehatan umum dari air bersih untuk minuman dan mandi dapat secara signifikan merubah “efisiensi harga” yang ditentukan oleh marginal cost  Pertimbangan ekuitas mensyaratkan yang kaya membayar lebih


Download ppt "Chapter 06 ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK Chapter 06 ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK Program Studi Akuntansi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google