Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MASKANAH, 6450404008 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Drop Out Alat Kontrasepsi Suntik di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MASKANAH, 6450404008 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Drop Out Alat Kontrasepsi Suntik di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal."— Transcript presentasi:

1 MASKANAH, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Drop Out Alat Kontrasepsi Suntik di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal

2 Identitas Mahasiswa - NAMA : MASKANAH - NIM : PRODI : Kesehatan Masyarakat - JURUSAN : Ilmu Kesehatan Masyarakat - FAKULTAS : Ilmu Keolahragaan - khana pada domain yahoo.com - PEMBIMBING 1 : dr. Oktia Woro KH, M.Kes - PEMBIMBING 2 : Dina Nur Anggraini Ningrum, S.KM - TGL UJIAN :

3 Judul Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Drop Out Alat Kontrasepsi Suntik di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal

4 Abstrak Jumlah penduduk yang besar dan laju pertumbuhannya yang tinggi merupakan masalah yang dihadapi Indonesia saat ini, oleh karena itu program KB harus digalakkan kembali agar tidak terjadi ledakan jumlah penduduk. Salah satu program KB yang harus dicapai dalam RPJM adalah menurunkan angka kejadian drop out alat kontrasepsi. Data PLKB Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal tahun 2008 angka kejadian drop out sebanyak 83 orang. Jika hal ini tidak mendapat penanganan yang serius maka akan dapat meningkatkan angka kejadian drop out alat kontrasepsi yang lebih besar lagi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan kejadian drop out alat kontrassepsi suntik di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian drop out alat kontrasepsi suntik di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta KB suntik yang ada di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu bulan Agustus tahun 2008 sebanyak 654 akseptor. Sampel yang diambil berjumlah 90 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dan Chi-Square Mantel Haenszel dengan derajat kemaknaan 0,05 dan menghitung nilai koefisien contongensi (CC) serta Rasio Prevalens (RP). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian drop out alat kontrasepsi suntik yaitu umur ibu (p value= 0,004, CC=0,31, RP=2,07), paritas (p value= 0,006, CC=0,3, RP=2,03), tingkat pendidikan ibu (p value = 0.001, CC=0.358, RP = 2,46), tingkat pengetahuan ibu tentang KB dan alat kontrasepsi (p value= 0,002, CC=0,35, RP= 3,22), status pekerjaan ibu(p value= 0,026, CC=0.249, RP= 1,74), tingkat pendapatan perkapita keluarga (p value= 0,028, CC= 0,247, RP= 1,74) tingkat kecocokan penggunaan alat kontrasepsi/keluhan efek samping (p value= 0,001, CC= 0,348, RP= 0,438), dan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian drop out alat kontrasepsi suntik yaitu kualitas pelayanan kontrasepsi menurut persepsi ibu (p value = 0,512, CC=0.099, Rp= 1.33) dan dukungan suami (p value= 0,102, CC= 0.191, RP= 0.67). Saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini yaitu (1) Bagi PLKB disarankan untuk mengendalikan faktor risiko (umur, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, dan tingkat kecocokan penggunaan alkon) yang menjadi penyebab DO alkon Suntik dengan menggiatkan penyuluhan dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. (2) Bagi peneliti lain jika melakukan penelitian disarankan melakukan kroscek dengan suami atau kader kesehatan di tempat tinggal ibu.

5 Kata Kunci Faktor Risiko Kejadian, Drop Out Alkon Suntik

6 Referensi Arief Mansjoer, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta: FKUI. Ali Baziad.2002, Kontrasepsi Hormonal, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Ali Ghufron Mukti, 2007, Strategi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Konsep dan Implementasi, Yogyakarta: FK UGM. BKKBN, 2001, Informasi Dasar Era Baru Program Keluarga Berencan, Jakarata. _______, 2003, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Jakarta: Tridasa Printer. _______, 2003, Materi Konseling, Jakarta. ______, 2003, Peningkatan Partisipasi Pria dalam Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Jakarta. _______, 2004, Pemahaman bagi Pasutri tentang Partisipasi Pria/Suami dalam Kesehatan Reproduksi, Jakarta. _______ Ada Apa dengan Gender dalam Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta. _______, 2006, Buku Pedoman KIE KB. di akses 16 juli _______, 2007, Kamus Istilah Program Keluarga Berencana Nasional, Jakarta. _______, 2007, Materi Rapat Kerja Daerah Program Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Tengah, Rrefleksi 3 Tahun Pelaksanaan Program KB Nasional Era Desentralisasi di Jawa Tengah dan Arah Kebijakan Program Tahun 2007, Semarang. Budioro B, 2002, Pengantar Pendidikan (Penyuluhan) Kesehatan Masyarakat, Semarang: FKM UNDIP. Casuli, 2005, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan KB pada Pasangan Usia SuburDi Desa Tanjung Sari Kecamatan sedananya Kabupaten Ciamis, Skripsi S1, UNDIP. Soeharti Ayik dkk, Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Penurunan Akseptor IUD di Tiga Kecamatan Di Sidoarjo, Jakarta: Depkes RI. DISNAKERTRANS, 2007, Keputusan Gubernur Jawa Tengan tentang Upah Minimum pada 35 (Tiga Puluh Lima) Kabupaten/ Kotadi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008, Semarang. Hanafi Hartanto, 2003, Keluarga Berencana dan Kontrasepsi, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Herlinawati, 2004, Pengaruh Komunikasi, Informasi, Edukasi dan kualitas Pelayanan Kontrasepsi terhadap Drop Out Penggunaan Alat Kontrasepsi Di Desa Setupatok. Skripsi S1, UNDIP.. diakses 19 Juli Indan Entjang, 2000, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. Pandji Anoraga, 2005, Psikologi Kerja, Jakarta: Rineka Cipta. Rustam Mochtar, 1998, Sinopsis Obstetri, Jakarta: EGC. Saifudin azwar, 2007, Skala Penyusunan Psikologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Saptono Imam Budisantoso, 2001, Hubungan antara tingkat ekonomi, pengetahuan dan kebutuhan penggunaan alat kontrasepsi dengan drop out penggunaan alat kontrasepsi di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul tahun 2001, SkripsiS1, UNDIP. Soekidjo Notoatmodjo, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Jakarta: Rineka Cipta. Stanley Lemeshow dkk, 1997, Besar Sampel dalam Penelitian, Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Sudigdo Sastroasmoro, 2002, Dasar- dasar Metodologi Penelitian Klinis, Jakarta: FKUI. Sopiyudin Dahlan, 2004, Statistik Kedokteran dan Kesehatan Uji hipotesis dengan SPSS Program 12, Jakarta: Bina Mitra Press. Sugiyono, 2004, Statistika untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta. Suharsimi Arikunto, 2002, Prosedur Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta. Sutanto Priyo Hastono, 2001, Analisis Data, Jakarta: FKM UI. Thomas C. Timmreck, 2005, Epidemiologi Suatu Pengantar, Jakarta: EGC. Viviroy, 2008, Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu-ibu akseptor KB serta faktor–faktor yang berhubungan mengenai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di RW 03 Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol, Jakarta Barat pada periode Agustus 2008, Skripsi S1, diakses 20 Januari 2009.

7 Terima Kasih


Download ppt "MASKANAH, 6450404008 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Drop Out Alat Kontrasepsi Suntik di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google