Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PSEUDOTANIN 1. ASAM GALAT (RHUBARB) 2. KATEKIN (CATECHU, ACASIA CUTCH, COCOA) Pulan Widyanati NPM 1106107214 Magister Herbal Universitas Indonesia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PSEUDOTANIN 1. ASAM GALAT (RHUBARB) 2. KATEKIN (CATECHU, ACASIA CUTCH, COCOA) Pulan Widyanati NPM 1106107214 Magister Herbal Universitas Indonesia."— Transcript presentasi:

1 PSEUDOTANIN 1. ASAM GALAT (RHUBARB) 2. KATEKIN (CATECHU, ACASIA CUTCH, COCOA) Pulan Widyanati NPM Magister Herbal Universitas Indonesia

2 PSEUDOTANIN  Pseudotanin merupakan bahan yang mempunyai berat molekul lebih rendah dari tanin sebenarnya dan tidak memberikan respon terhadap tes goldbeater’s skin.  Macam-macam pseudotanin:  Asam galat Contoh: Rhubarb dan bahan lain yang mengandung galitanin  Katekin Contoh: Catechu, Acasia Cutch, Australian Kinos, Cocoa, Guarana, dan bahan lain yang mengandung tanin kondensi  Asam klorogenat Contoh: mate, coffee, nux vormica  Asam ipecacuanha Contoh: Ipecacuanha

3  Sifat tanin:  Mudah larut dalam air, dapat larut dalam alkalis, alkohol gliserol dan aseton.  Dengan garam besi  galitanin dan elagitanin memberikan endapan biru-hitam dan tanin kondensi terbentuk warna hijau kecoklatan  Tes yang digunakan:  Tes Goldbeater’s skin Goldbeater’s skin (membran usus halus sapi) + HCl 2%  cuci dengan air destilasi + larutan yang akan diuji, diamkan selama 5 menit. Cuci dengan air destilasi, pindahkan ke larutan besi sulfat 1%. Bila ada tanin  terbentuk warna cokelat atau hitam pada kulit.  Tes Gelatin Larutan tanin (± 0,5-1%) mengendapkan larutan gelatin 1% yang mengandung NaCl 10%. Asam glat dan pseudotanin lainnya dapat mengendapkan gelatin bila kadarnya mencukupi.

4  Tes Fenazon 5 mL larutan ekstrak uji dalam air + 0,5 mg asam natrium fosfat  hangatkan, dinginkan, saring. Filtrat + 2% larutan fenazon  semua tanin terbentuk endapan dan kadang berwarna.  Tes untuk Katekin Katekin dipanaskan dengan asam dari floroglunicol  merubah kayu menjadi berwarna merah muda atau merah.  Tes untuk asam klorogenat Ekstrak + ammonia dalam air, biarkan di udara terbuka  bila mengandung asam klorogenat  terbentuk warna hijau.

5 RHUBARB  Ruang Lingkup  Dari berbagai sumber, rhubarb merupakan tumbuhan marga Rheum dengan suku Polygonaceae [1-3]. Dilihat dari plantlist, rheum ada 121 jenis/spesies [4].  Rheum officinale Baill. (Kelembak)  Uraian tumbuhan  Divisi: Magnoliophyta  Kelas: Magnoliopsida  Anak kelas: Caryophyllidae  Bangsa: Polygonales  Suku: Polygonaceae  Marga: Rheum  Jenis: Rheum officinale Baill. [5]  Sinonim Rheum palmatum L.; Rheum rhabarbarum L.; Rheum rhaponticum auct. Non L.  Common name: Chinese Rhubarb, Kelembak

6  Bagian yang digunakan: Rimpang (Rhizoma) dan Akar (Radix)  Morfologi tumbuhan: Kelembak merupakan tumbuhan perennial, umumnya tumbuhan kebun; bagian di bawah tanah terdiri atas rhizoma keras yang berdaging, akar menyebar; bagian di atas tanah terdiri atas sejumlah daun berpetiola panjang yang muncul dari rhizoma di musim semi, bakal bunga muncul di ketiak daun yang berwarna putih kehijauan, putih sampai ungu tua; bentuk daun kordatus, kadang-kadang sampai orbikular, seluruhnya atau sebagian dentatus. Buah ovoid-oblong atau orbikular yang mempunyai 3 sayap bermembran lebar dan terdapat periantum pada dasarnya. [6]  Ekologi dan Persebaran R. officinale tumbuh secara alami di dataran tinggi Cina bagian barat dan Tibet bagian timur sampai selatan. Di Jawa, telah dibudidayakan sejak abad ke-19 dan ditemukan di daerah dataran tinggi. [6]

7 Tumbuhan Kelembak

8  Cara pengumpulan Rhubarb dapat dipanen biasanya pada pertengahan dan akhir musim semi (bulan April/Mei di bagian utara, Oktober/November di bagian selatan), dan musim untuk menanam berakhir pada akhir bulan September. Di bagian utara Amerika yaitu Oregon dan Washington, ada 2 tipe waktu panen: pertama akhir bulan April-Mei dan yang lain akhir bulan Juni-Juli. Rhubarb siap dikonsumsi segera setelah dipanen.[2] Rhubarb dipanen setelah 18 bulan ditanam. Dipanen pada umur 6-10 tahun pada musim semi, diambil dan dikeringkan (trease and evans)

9  Uraian Simplisia Rhei radix terdiri atas bagian di bawah tanah (rimpang dan akar) Bau khas aromatik dan berasa agak pahit, agak kelat. Warna kuning kecokelatan. Potongan padat, keras, berat, bentuk hamper silindrik, serupa kerucut atau bentuk kubus cekung, pipih atau tidak beraturan; kadang berlubang; pnjang 5 cm sampai 15 cm, lebar 3 cm samapi 10 cm; permukaan yang terkupas agak bersudut-sudut, umumnya diliputi serbuk berwarna kuning kecokelatan terang, bagian dalam berwarna putih keabuan dengan garis-garis cokelat kemerahan. [7-8]

10  Kandungan kimia  Purgative compounds (laksatif) Antrakuinon tanpa grup karboksil  krisofanol, aloe-emodin, emodin Antrakuinon dengan grup karboksil  rhein Antron  senosida A Heterodiantron  palmidin A  Astringent compunds Asam galat  gliserol galat, asam galat glukosida galat, Galotanin Glukogaliin Epikatekin galat Katekin  Kegunaan  Secara tradisional digunakan untuk laksatif, tonik, astringen, antiinflamasi, antihipertensi, antitumor, disentri, radang tenggorokan, sariawan, luka bakar, sakit kuning, hernia, kosmetik untuk menghilangkan bintik-bintik [6-7]  aktivitas antiviral

11 Struktur kimia [10] Emodin Aloe-emodin Rhein Galotanin Rhein tanin

12  Produk yang berada di pasaran:  Sari Rapet (PJ Singa Banteng)  menghaluskan kulit  mengatasi keputihan Galotanin Boesenbergiae rhizoma 5%; Foeniculi fructus 5%; Parameriae cortex 30%; Quercus infectoria 15%; Rhei radix 10%  3 x sehari 1 kapsul

13 1.Growing Rhubarb. Available from: b.asp b.asp 2.Rhubarb. 30 September 2011]; Available from: 3.Sutrisno, R.B., ed. Ihtisar Farmakognosi. 4 ed. 1974, Pharmascience Pacific: Jakarta. 4.Rheum. Available from: 5.WHO Monograph on Selected Medicinal Plant. Vol. I. 2000, World Health Organization: Swiss. 6.de Padua, L.S., N. Burnyapraphatsou, and R.H.M.J. Lemmens, eds. Plant Resources of South-East Asia 12 (2): Medicinal and Poisonous Plant , Prosea Foundation: Bogor. 7.Materia Medika Indonesia. Vol. VI. 1995, Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta. 8.Acuan Sediaan Herbal. 1 ed. 2000, Departemen Kesehatan Republik indonesia: Jakarta. 9.Wichtl, M., ed. Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals, a Handbook For Practice on a Scientific Basis. 3rd ed. 2004, Medpharm GmbH Scientific Publishers: Stuttgart. 10. ; Available from: 11.Goodman and Gilman’s the pharmacological basis therapeutics. 8th ed. 1990, McGraw Hill: New York. 12.Kuosheng, L., et al., The inhibition activity of Chinese medical plants on influenza virus. Acta Microbiol Sinica, : p

14 CATECHU  Uncaria gambir (Hunter) Roxb.  Uraian tumbuhan  Sistematika Tumbuhan [1]  Divisi: Magnoliophyta  Kelas: Magnoliopsida  Anak kelas: Asteridae  Bangsa: Rubiales  Suku: Rubiaceae  Marga: Uncaria  Jenis: Uncaria gambir (Hunter) Roxb.  Sinonim: Uncaria gambir Roxb., Uncaria acida Roxb., Nauclea gambir Hunt., Ourouparia gambir Baill.  Common name: Pale catechu, gambir

15  Morfologi tumbuhan  Tumbuhan berupa perdu, memanjat, batang bulat, tidak berambut, punya kait di antara dua tangkai daun yang berhadapan, kecil, pipih, daun penumpu agak besar, bulat. Daun berhadapan, tipis, bulat telur sampai lanset, ujung meruncing, dasar tumpul membulat. Bunga majemuk, bentuk bongkol, berhadapan di ketiak daun, tangkai pipih. Buah kapsul, sempit dan panjang, terbagi menjadi 2 belahan. Biji banyak, kecil, halus, berbentuk jarum dan bersayap, panjang 0,4 cm, kuning

16  Cara panen dan pengumpulan  Panen daun tanaman gambir biasanya pada umur 1,5 tahun, caranya dengan cara memotong ranting bersama daunnya sepanjang 50 cm. Biasanya produksinya 2000 kg daun ranting perhektar. Pemangkasan dilakukan 2-3 kali setahun (4-6 bulan sekali). Panen selanjutnya dilakukan 2-4 kali setahun.  Daun yang dipanen/dipetik harus segera diolah karena kadar getahnya akan berkurang

17  Gambir adalah sari air kering/ekstrak kering yang diperoleh dari daun dan ranting muda Uncaria gambier (Hunter) Roxb. [7, 9-10]  Deskripsi  Padatan, berbentuk kubus atau silinder tidak beraturan, warna permukaan luar cokelat muda sampai cokelat tua kemerahan, warna permukaan yang baru dipatahkan cokelat muda sampai cokelat kekuningan, bau khas, rasa sepat, sedikit pahit yang diakhiri rasa manis. [9]

18  SNI tentang Gambir  FHI tentang Gambir  mengandung katekin tidak kurang dari 90,0%

19  Tes kimia:  Tes Gambir-fluorescin Ekstrak sedikit serbuk zat uji dengan etanol, saring. Filtrat + larutan NaOH  kocok, + sedikit light petroleum  kocok, diamkan. Lapisan petroleum terlihat warna hijau kuat fluorosensi  Tes Katekin  Kandungan kimia Katekin, asam katekutanat, merah catechu, quersitin, gambir- fluorescin

20 Kuersetin Gambirin A1 Gambirin A2

21 Kegunaan  Secara tradisional digunakan untuk diare, radang tenggorokan, sariawan, luka bakar.[1]  Uji efek katekin terhadap tukak lambung tikus betina menunjukkan penurunan tukak lambung dan menormalkan kembali keasaman lambung, serta dapat menghambat Helicobacter pylori in vitro. [1]  Ekstrak gambir mampu mengatasi diare. Efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan alga. Uji aktivitas antibakteri gambir terhadap Vibrio cholera dan V. parahaemolyticus dengan metoda difusi agar menunjukkan fraksi etil asetat pada konsentrasi 8% memberikan diameter hambat paling besar, yaitu 15 mm untuk V. cholera dan 14 mm untuk V. parahaemolyticus. [12]  Aktifitas antioksidan dari katekin meningkatkan system imun dan menstabilisasi membran [7]

22  Sediaan / produk yang beredar di pasaran:  Sekar malam Komposisi: Oleum Cocos purum; Quercus lusitanica; Uncaria gambir Bentuk sediaan: Pil Klaim: mengatasi keputihan  Ainie, Sabun sirih + gambir  RapetSet SGM Komposisi: Amomi Fructus; Coriandri Fructus; Curcumae Rhizoma; Foeniculi Fructus; Myristicae Semen; Piperis Folium, Catechu, Parameriae Cortex

23 1.Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia Vol , Badan Pengawas Obat dan Makanan: Jakarta. 2.Catechu. Available from: 3.Acacia catechu. Available from: 4.Catechu, Other Names. Available from: supplements/ingredientmono-394- CATECHU.aspx?activeIngredientId=394&activeIngredientName=CATECHU.http://www.webmd.com/vitamins- supplements/ingredientmono-394- CATECHU.aspx?activeIngredientId=394&activeIngredientName=CATECHU 5.Backer, C.A. and R.C. Bakhuizen van den Brink, eds. Flora of Java. Vol. II. 1965, Noordhoff- Groningen: Netherlands. 6.Laporan Review Materia Medika Indonesia Uncaria gambier (Hunter) Roxb. 2007, Jurusan Farmasi, FMIPA Universitas Andalas - Badan Pengawas Obat dan Makanan. 7.Acuan Sediaan Herbal. 1 ed. Vol , Badan Pengawas Obat dan Makanan: Jakarta. 8.Pengolahan Gambir. Available from: penyuluhan/1483.html.http://www.sinartani.com/penyuluhan/mimbar- penyuluhan/1483.html 9.Farmakope Herbal Indonesia. 2008, Departemen Kesehatan Republik Indonesia Jakarta. 10.Sutrisno, R.B., ed. Ihtisar Farmakognosi. 4 ed. 1974, Pharmascience Pacific: Jakarta. 11. ; Available from: 12.Acuan Sediaan Herbal. 1 ed. Vol , Badan Pengawas Obat dan Makanan: Jakarta.

24 ACASIA CUTCH  Acasia Cutch merupakan tumbuhan dari Acacia catechu (L.f.) Willd. dan disebut sebagai black catechu, catechu nigra  Sistematika Tumbuhan [1]  Divisi: Magnoliophyta  Kelas: Magnoliopsida  Anak kelas: Rosidae  Bangsa: Fabales  Suku: Fabaceae  Marga: Acacia  Jenis: Acacia catechu (L.f.) Willd.  Sinonim [2]  Acacia catechu var. catechuoides (Roxb.) Prain, Acacia catechu var. wallichiana P.C. Huang, Acacia catechuoides (Roxb.) Benth., Acacia sundra (Roxb.) Bedd., Acacia wallichiana DC., Mimosa catechu L.f., Mimosa catechuoides Roxb. Acacia catechu var. catechuoides (Roxb.) PrainAcacia catechu var. wallichiana P.C. HuangAcacia catechuoides (Roxb.) Benth.Acacia sundra (Roxb.) Bedd.Acacia wallichiana DC.Mimosa catechu L.f.Mimosa catechuoides Roxb.

25  Morfologi Tumbuhan [5] Acacia catechu adalah pohon, kecil atau menengah berduri yang tingginya mencapai 15 m; abu-abu gelap kulit atau coklat keabu- abuan, mengelupas di strip panjang, atau kadang-kadang dalam lempengan persegi panjang yang sempit, coklat atau di dalam merah; cabang ramping, dengan 2 melengkung, 8-mm duri di pangkal tangkai daun masing-masing. Daun majemuk, dengan 9-30 pasang pinnae dan rachis kelenjar; selebaran pasang, lonjong-linier, 2-6 mm, gundul atau puber. Bunga di ketiak panjangnya 5-10 cm, putih ke kuning pucat, kelopak berbentuk lonceng dengan, 1-1,5 mm, dan korola 2,5-3 mm; benang sarinya banyak, jauh dari mahkota, dengan putih atau kekuningan filamen putih. Buah polong berbentuk tali, 5-8,5 cm x 1-1,5 cm, datar, lonjong di kedua ujungnya, mengkilap, coklat, pecah, 3-10 unggulan; biji bulat telur lebar.

26

27  Cara Pemanenan dan Pengumpulan [5-6] Cutch diperdagangkan dalam bentuk ekstrak padat, dan diperoleh dari teras kayu. Pohon muda perlu penyiangan dan perlindungan dari api dan hewan. Waktu panen tergantung dari tujuan penggunaan, untuk produksi kayu bakar dapat dilakukan penebagan biasanya pada usia tahun; batang dengan diameter cm dianggap yang paling ekonomis. Untuk mengekstraksi tannin dari pohon, perlu waktu lebih dari 30 tahun dengan diameter batang cm merupakan saat yang tepat untuk panen.  Simplisia yang digunakan: teras kayu / heartwood

28  Acasia cuth adalah sari air kering/ekstrak kering yang diperoleh dari teras kayu Acacia catechu (L.f.) Willd. [3]  Deskripsi [3]  Massa tidak beraturan, keras, rapuh, warna cokelat tua sampai hampir hitam, bagian luar kasar dan buram (jarang mengkilat) dan bercampur dengan fragmen-fragmen daun berwarna cokelat muda; bagian dalam seringkali lunak.  Pemerian: Tidak berbau; rasa mula-mula pahit, kemudian agak manis dan sepat.  Kandungan Kimia [3]  25-50% asam katekutanat, 2-8% isokatekin, dan akakatekin, kuersetin dan katekin.

29 Katekin Kuersetin Kegunaan [5] Untuk mewarnai kain sutra, katun, kanvas, kertas dan kulit menjadi warna gelap Mengatasi tenggorokan gatal dan masalah pencernaan. Ekstrak diperoleh dengan memasukkan bagian kayu ke dalam air mendidih. Pengobatan Ayurvedic menggunakan teknik ini ratusan tahun yang lalu. Masyarakat meminum ekstrak ini seperti the dan juga mengunyah kulit kayu untuk meningkatkan kesehtan dan membuat nafas segar Astringen

30 1.Black cutch. Available from: ame&submit.x=7&submit.y=8. ame&submit.x=7&submit.y=8 2.Acacia catechu (L.f.) Willd.; Available from: http://www.theplantlist.org/tpl/record/ild Sutrisno, R.B., ed. Ihtisar Farmakognosi. 4 ed. 1974, Pharmascience Pacific: Jakarta. 4.Catechu, Other Names. Available from: supplements/ingredientmono-394- CATECHU.aspx?activeIngredientId=394&activeIngredientName=CATECHU.http://www.webmd.com/vitamins- supplements/ingredientmono-394- CATECHU.aspx?activeIngredientId=394&activeIngredientName=CATECHU 5.Acacia catechu, a tree species reference and selection guide. Available from: sp?SpID=21. sp?SpID=21 6.Cutch Tree. Available from:

31 COCOA  Cocoa adalah coklat berasal dari biji yang diperoleh dari buah Theobroma cacao L. [1]  Sistematika Tumbuhan [2]  Divisi: Magnoliophyta  Kelas: Magnoliopsida  Anak kelas: Dilleniidae  Bangsa: Malvales  Suku: Sterculiaceae  Marga: Theobroma  Jenis: Theobroma cacao L.  Sinonim:  Cacao minar Gaertn., Cacao minus Gaertn., Cacao sativa Aubl., Cacao theobroma Tussac, Theobroma caribaea Sweet, Theobroma integerrima Stokes, Theobroma kalagua De Wild., Theobroma leiocarpum Bernoulli, Theobroma pentagonum Bernoulli, Theobroma saltzmanniana Bernoulli, Theobroma sapidum Pittier, Theobroma sativa (Aubl.) Lign. & Le Be

32  Morfologi Tumbuhan [4]  Pohon kecil biasanya 4-8 m, jarang hingga 20 m  Cara panen dan pengumpulan  Di Afrika Barat, panen utama dimulai pada bulan September, meluas sampai Februari, dengan panen yang lebih kecil kedua Mei-Juni. Dari fertilisasi untuk panen buah memerlukan 5-6 bulan. Musim panen berlangsung sekitar 5 bulan. Buah dipotong dari pohon dan bias ditaruh di tanah. Kemudian biji dari buah diambil. Biji difermentasi dalam daun- berbaris tong 2-8 hari sebelum pengeringan di bawah sinar matahari, pada saat itu biji berubah dari ungu sampai coklat. Biji kemudian dimasukkan ke dalam kantong/karung dan dikirim. Diproses lebih lanjut termasuk memanggang, menghancurkan, dan memisahkan kernel, menggiling biji dan ekstraksi dari menjadi lemak.[4]  buah-buah masak dibelah, biji-bijinya yang diselubungi semacam lapisan lender diperam dalam kotak-kotak atau dalam tanah pada suhu antara 30º-43º (dibawah 60º), oleh adanya peragian maka selaput lendir yang tadi berwarna putih berubah menjadi merah atau merah ungu; juga bau dan rasa berubah. Dicuci, dipanggang pada suhu º dan dikeringkan. [1]

33  Deskripsi [1]  Biji bulat telur segitiga sampai bulat memanjang, kulit biji coklat tua kemerahan dan tipis, inti biji berwarna cokelat kehitaman; panjang mm; lebar mm, tebal sampai 8 mm.  Pemerian: Bau enak aromatik; rasa pahit dan seperti minyak

34  Kandungan kimia:  Kernel: theobromin 0,9-3%  Biji: kafein 0,05-0,36%  Biji segar: polifenol (epikatekol, leukoantosianin)

35  Kegunaan [4]  Secara tradisional dilaporkan digunakan untuk antiseptik, diuretik, ecbolic, emmenagogue, dan parasiticide, kakao adalah obat tradisional untuk alopesia, luka bakar, batuk, kering bibir, mata, demam, lesu, malaria, nephrosis, kelahiran, kehamilan, rematik, digigit ular, dan luka. Cocoa butter juga digunakan untuk mengatasi keriput  Biji kakao adalah sumber komersial kakao, coklat, dan mentega kakao. Fermentasi biji dipanggang, retak dan tanah untuk memberikan massa tepung dari lemak yang diungkapkan. Ini adalah kakao dari mana minuman populer adalah disiapkan. Dalam penyusunan coklat, massa ini dicampur dengan gula, penyedap, dan lemak kakao ekstra. Susu coklat susu menggabungkan juga. Cocoa butter digunakan dalam kue dan dalam pembuatan tembakau, sabun, dan kosmetik. Cocoa butter telah digambarkan sebagai lemak dunia yang paling mahal, digunakan agak luas dalam emolien suppositoria yang digunakan untuk wasir.

36  Antitumor activity against murine lymphoma L5178Y model of proteins from cacao (Theobroma cacao L.) seeds in relation with in vitro antioxidant activity (Preza AM, 2010)  Procyanidins in Theobroma cacao Reduce Plasma Cholesterol Levels in High Cholesterol-Fed Rats (Osakabe N, 2009)

37 1.Sutrisno, R.B., ed. Ihtisar Farmakognosi. 4 ed. 1974, Pharmascience Pacific: Jakarta. 2.Cacao. Available from: 3.Theobroma cacao L.; Available from: 4.Theobroma cacao. Available from: o.html#Description. o.html#Description 5.Theobroma. Available from: 6. ; Available from: oc=ec_rcs. oc=ec_rcs

38


Download ppt "PSEUDOTANIN 1. ASAM GALAT (RHUBARB) 2. KATEKIN (CATECHU, ACASIA CUTCH, COCOA) Pulan Widyanati NPM 1106107214 Magister Herbal Universitas Indonesia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google