Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ZEN DAN TRADISI BUDHA Konsep Kepribadian.  FOKUS UTAMA adalah untuk mengarahkan orang untuk mencapai pemahaman secara langsung dan personal dengan Kebenaran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ZEN DAN TRADISI BUDHA Konsep Kepribadian.  FOKUS UTAMA adalah untuk mengarahkan orang untuk mencapai pemahaman secara langsung dan personal dengan Kebenaran."— Transcript presentasi:

1 ZEN DAN TRADISI BUDHA Konsep Kepribadian

2  FOKUS UTAMA adalah untuk mengarahkan orang untuk mencapai pemahaman secara langsung dan personal dengan Kebenaran.  Bertujuan menghilangkan perasaan ketidakpuasan dan ketidakmampuan yang disebabkan ego yang mementingkan diri sendiri  Ajaran yang membantu orang menjadi lebih dewasa, lebih bertanggungjawab dan menjadi manusia yang lebih paripurna, dianggap Budisme yang baik PRINSIP DASAR ZEN Budhisme

3  Berdasarkan ajaran Sidharta Gautama, Sang Budha  Arti Budha adalah seseorang yang terjaga, atau seseorang yang sudah mencapai kemanusiaan yang sepenuhnya.  Ada banyak Budha sebelum Sidharta, dan akan ada yang akan datang setelahnya.  Setiap individu memiliki Budha-nature, yaitu kapasitas untuk berkembang menuju manusia yang sempurna dan menjadi seorang Budha. Sejarah kehidupan Budha

4 Sejarah hidup Sidharta Gautama, Budha  Awalnya seorang pangeran yang kaya di kerajaan Shakya di India, hidup nyaman dan menikah di usia 16.  Usia akhir 20an, tidak sengaja keluar dari istana dan melihat kenyataan hidup dan penderitaan manusia.  Menyadari bahwa sakit, usia tua dan kematian tidak dapat dihindari.  Setelah kelahiran anak laki laki satu satunya, ia memutuskan meninggalkan istana dan keluarga untuk mencari jawab atas penderitaan melalui ajaran spiritual

5  Melalui pengalamannya, Sidharta mengajarkan konsep Budha tentang “Jalan Tengah”, mencari disiplin spiritualyang sehat dan bermanfaat tanpa secara ekstrim memanjakan diri atau menyiksa diri.  Usia 35 menjadi the Budha, menyebarkan ajarannya selama 45 tahun di India, meninggal di usia 80 tahun Sejarah hidup Sidharta Gautama, Budha

6 Dua tradisi utama:  Theravada/Hinayana  Berkembang di Asia Tenggara, Sri Lanka, Burma dan Thailand  Lebih menkankan pada disiplin diri  Mahayana  Berkembang di Tibet, China, Korea dan Jepang  Lebih longgar dalam peraturan  Lebih menekankan pada compassion( rasa kasih) Berbagai Tradisi Budhisme

7  Tradisi Ketiga: Tibetan Vajrayana Buddhism  Berkembang di dunia Barat  Zen Budhism  berkembang dari tradisi Mahayana yang dibawa ke China  Menekankan kontemplasi dan disiplin personal dibanding ritual keagamaan Berbagai Tradisi Budhisme

8 Dua Sekte Zen Budhism  Soto  diperkenalkan oleh Master Dogen  Tidak ada perbedaan antara praktek hidup sehari-hari dengan pencerahan. Perilaku sehari hari yang benar adalah Budhisme  Rinzai  Diperkenalkan oleh Master Eisai  Pencerahan dapat dicapai melalui ritual Zen dengan fokus pada suatu kisah, dialog, atau pernyataan yang membangkitkan refleksi diri (koan) ZEN BUDDHISM

9  Prinsip Dasar: Empat Kebenaran Utama (The Four Nobel Truth) dan Delapan lapis jalan (Eightfold Path)  Berdasarkan praktek Meditasi sebagai cara untuk langsung mengalami prinsip dan kebenaran dari Budhisme  Dua konsep ideal manusia adalah : Arhat dan Bodhisatva Konsep Utama ZEN

10 1.Impermanence (ketidak-abadiaan) 2.Selflessness (Tidak adanya Diri yang Abadi) 3.Dissatisfaction (Ketidakpuasan) Tiga Karakteristik Eksistensi

11  Semua hal terus berubah, termasuk hal yang berbentuk fisik maupun ide dan pikiran.  Tidak ada otoritas akan kebenaran akhir, sehingga Budhisme tidak ada doktrin yang siap jadi (fixed)  Fitur utama Dunia adalah perubahan  Namun manusia cenderung berpikir bahwa dunia bersifat statis, melihat sesuatu sebagai ‘benda’ dan bukan sebuah proses yang selalu berubah dan saling bergantung (interdependence) Impermanence (ketidak-abadiaan)

12  Konsep ini menekankan bahwa tidak ada jiwa atau diri yang kekal di dalam individu.  Individu hanyalah kumpulan elemen, yang tidak permanen dan selalu berubah.  Individu terbentuk dari lima faktor dasar: 1.Tubuh 2.Persepsi 3.Sensasi 4.Kesadaran 5.Aktifitas mental (ide, niat,dll) Selflessness (Tidak adanya Diri yang Abadi)

13  Penderitaan /ketidakpuasan ini adalah karakteristik ketiga dari eksistensi.  Kelahiran, kematian, penuaan, kesedihan, kesakitan dan eksistensi ; merupakan hal yang dibahas dalam dissatisfaction.  Penderitaan muncul dari dalam diri, bukan karena dunia di luar diri, karena terkait dengan ego yang terbatasi oleh kesadaran diri yang relatif dari setiap individu.  Hanya dengan transformasi diri hal ini dapat diubah menjadi kepuasan yang sejati. DISSATISFACTION (KETIDAKPUASAN)

14 1. Adanya ketidakpuasan (dissatisfaction) 2.Keinginan yang sangat sebagai akar dari ketidakpuasan 3.Menghilangkan Keinginan yang sangat (Craving) 4.Jalan delapan lapis/Jalan tengah (Middle Way) Empat kebenaran Utama

15  Ethical Conduct : 1.Right speech 2.Right action 3.Right livelihood  Mental discipline 4.Right effort 5.Right mindfulness 6.Right concentration  Wisdom 7.Right thought 8.Right understanding Delapan lapis Jalan

16  Zen berasal dari bahasa sansekerta : dyha_na  Chinese Ch’an  Japan “Zen”  Dua cara meditasi Zen: 1.Sitting awareness (duduk dengan kesadaran penuh) 2.Fokus pada ‘koan’ : suatu kisah, dialog, atau pernyataan yang membangkitkan refleksi diri  Meditasi adalah disiplin yang efektif dalam mengmbangkan damai dan ketenangan dalam diri serta untuk belajar konsentrasi dan keseimbangan  Hal ini seperti ‘mandi untuk tubuh’,meditasi membersihkan pikiran Meditasi

17  Kewaspadaan penuh (Mindfulness) dapat dilakukan di setiap kegiatan sehari hari.  Mindfulness dan meditasi berjalan beriringan.  Meditasi membawa pada ketenangan diri dan kesadaran yang meningkat akan kehidupan sehari hari.  Mindfulness menyiapkan diri kita untuk duduk dan meditasi dengan kesadaran yang tentram Mindfulness

18  Bukan state yang permanen, tetapi kondisi mind (diri dan pikiran) dimana semua keinginan yang sangat dan dorongan telah hilang (Nirvana)  Nirvana= kepunahan semua konsep  Satori: pemahaman intuitif  Kensho: melihat diri yang sejati  Kedua hal di atas merupakan pengalaman langsung individu yang menjalankan ajaran Budha dengan benar Enlightment (Pencerahan)

19  Arhat : Individu ideal menurut Theravada, yang telah secara peuh memutuskan diri dari batasan karena kelekatan dengan keluarga, harta milik, dan kenyamanan, sehingga menjadi benar benar bebas dari keduniawian.  Bodhisattva: individu ideal menurut Mahayana, ‘yang tercerahkan’; adalah orang yang penuh kasih yang telah berjanji untuk tetap di dunia hingga semua orang telah terbebaskan dari penderitaan. Arhat dan Bodhisatva

20  Pertumbuhan psikospiritual dalam Zen diilustrasikan dengan suatu seri dari gambar penggembalaan kerbau sebagai contoh dari kondisi kesadaran diri yang melebihi apa yang biasa didiskusikan dalam Psikologi Barat.  Teks Zen juga mendiskusikan tiga hambatan yaitu “tiga api”: keserakahan, kebencian, dan delusi. Juga masalah kebanggaan berlebihan dan egosentrisme. Dynamics

21  Kerbau adalah simbol dari bawaan kebaikan (Budha nature)  Peristiwa mencari kerbau, mengacu pada pencarian dan perkembangan di dalam diri. 1.Mulai dari mengetahui bahwa ada spiritualitas yang di luar diri, 2.kemudian mulai menemukan jalan menuju spiritualitas, 3.kemudian baru sadar bahwa spiritualitas ada dalam diri 4.mencoba menangkap spiritualitas 5.Menjinakkan spiritualitas diri 6.Mengendalikan spiritualitas 7.Sadar akan diri dan tidak terpisah dari spiritualitas yang merupakan bagian dari diri sejati (Budha nature) 8.Melupakan diri dan spiritualitas yg dicari, merasakan ketiadaan yang mendasar 9.Kembali pada sumber utama 10.Kembali ke dunia sekuler untuk mengajarkan tentang Zen Pertumbuhan Psikospiritual :gambar penggembala kerbau

22  Serakah; masalah bagi hampir semua orang, dapat berbentuk serakah dalam berbagai hal.  Benci : Orang yang didominasi ini akan cepat emosional dan marah, sering berkelahi, ngomel, merendahkan orang lain, iri dan pelit  Delusi (Waham): kondisi umum akan kebingungan, kurangnya kewaspadaan(awareness), keragu-raguan.Cenderung serampangan, pemalas, kebingungan, kekhawatiran dan terlalu bersemangat.  Pride (kesombongan): dapat muncul dalam kurangnya penghargaan pada guru menyebabkan penyimpangan dari ajaran. Hambatan Pertumbuhan Psikologis: Serakah, Benci dan Waham (delusi)

23  Tubuh; suatu kendaraan untuk melayani orang lain dan usaha mencari kebenaran  Hubungan Sosial; menyadari bahwa tujuan utama adalah tanggungjawab untuk melayani orang lain  Kehendak: kehendak didapat dengan komitmen melatih diri dan bertanggungjawab akan perilaku diri.  Emosi; belajar mengontrol emosi dan tidak dikontrol oleh emosi  Intelek: pemahaman yang benar akan ajaran Budha adalah hal penting pertama.  Diri (self dan Self): self: kesadaran akan pikiran dan tubuh, Self : diri yang lebih besar sebesar langit dan bumi, dan menerima seluruh makhluk.  Guru; guru yang sejati adalah yang hidup dengan Prinsip Budhisme Struktur Kepribadian

24  Awalnya, Tidak ada patung Budha di candi Budha, hanya jejak kaki.  Jejak kaki untuk mengingatkan murid bahwa prinsipnya, murid harus pergi sendiri dalam perjalanan spiritualnya, Budha hanya menunjukkan jalan.  Imej Budha adalah simbol dari kualitas mental, seperti kebijaksanaan dan kasih  Bukan ikon untuk disembah, tetapi cara mengingatkan diri akan kualitas yang ada dalam diri setiap orang. Penjelasan tentang Guru

25  Meditasi :  400 percobaan Klinis telah dilakukan dari 1956 sd 2005  (Andersen, 2005) empati yang ditunjukkan terapis adalah hal penting dalam perubahan, pengembangan empati yang dilakukan secara sendiri adalah hal yang diajarkan dalam meditasi Budhis  MBSR (Mindfulness-Based Stress Reduction)  Paling populer di Barat  Dilandaskan teknik meditasi Vipassana  Dipopulerkan dan disekulerisasikan oleh John Kabat- Zinn  Menurunkan berbagai simtom psikologis dan fisik Penelitian

26  Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT)  Awalnya didisain untuk kasus depresi  Intervensi 8 minggu, 2 jam setiap minggu plus satu hari penuh.  Ada meditasi dengan bimbingan dan praktek mindfulness  Manusia ada dua modus eksistensi :  Doing mode (melakukan)  Being mode (ada dan menjadi)  Dengan menyadari dan tidak terpasung dengan pikiran dan perasaan negatif, maka seseorang akan menghindari depresi.  Terbukti efektif dalam penurunan depresi, kecemasan, bipolar, gangguan makan, dll Penelitian

27  Hal yang menarik dari Budhisme adalah memupuk rasa akan pentingnya dialog yang penting antara realitas dan idealitas dan menyadari adanya ketegangan yang terjadi di antaranya.  Guru Budhisme menyadari kekurangannya dan mengakuinya pada muridnya.  Perjalanan spiritual harus dilakukan secara bertanggungjawab oleh individu, tidak menyerahkannya pada kebaikan yang ada pada guru.  Memiliki orientasi psikologis yang kuat, dengan menekankan pada perkembangan kesadaran dalam diri akan pikiran dan sensasi.  Tidak ada doktrin, tidak ada kebenaran absolut Evaluasi

28  Budhisme berpengaruh secara signifikan dalam berbagai area dalam psikologi  Meditasi  psikoterapi  Erich Fromm: Zen memiliki prinsip yang sama dengan psikoanalisis  Gestalt dan Budhisme sama sama memiliki prinsip pentingnya hidup yang mindful di saat ini.  Terjadi sintesis antara meditasi dan psikologi kognitif  Dalai Lama adalah guru Budhisme Tibet yang paling berpengaruh di dunia Barat. Perkembangan Terkini


Download ppt "ZEN DAN TRADISI BUDHA Konsep Kepribadian.  FOKUS UTAMA adalah untuk mengarahkan orang untuk mencapai pemahaman secara langsung dan personal dengan Kebenaran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google