Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

6. INTERAKSI GEN Prof.Dr.Ir. Kuswanto, MS - 2010.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "6. INTERAKSI GEN Prof.Dr.Ir. Kuswanto, MS - 2010."— Transcript presentasi:

1 6. INTERAKSI GEN Prof.Dr.Ir. Kuswanto, MS

2 Interaksi Gen Interaksi INTRA-ALELIK : Interaksi alel-alel pada lokus yang sama. Alel dominan menutupi pengaruh dari alel resesif, sebagian atau penuh Interaksi INTER-ALELIK : Interaksi alel-alel pada lokus berbeda. Gen pada satu lokus mempengaruhi ekspresi dari lokus lain atau gen pada satu lokus berinteraksi dengan gen pada lokus lain.

3 Interaksi Intra-alelik Dominan Sempurna (complete dominance) Dominan Sempurna (complete dominance) Dominan tidak Sempurna (Incomplete dominance/Partial dominance) Dominan tidak Sempurna (Incomplete dominance/Partial dominance) Kodominan (codominance) Kodominan (codominance) Gen Letal (lethal gene) Gen Letal (lethal gene) Gen ganda (multiple alleles) Gen ganda (multiple alleles)

4 Dominan Tidak Sempurna Contoh : Warna bunga pukul empat P:RR x rr Merah putih Gamet : Rr F1 : Rr (Merah muda) F2 :Rr x Rr RR 2 Rr rr 1 Merah : 2 Merah muda: 1 putih

5

6 Red snapdragon crossed with white snapdragon F 1 offspring have pink flowers F 2 generation : ¼ are red, ½ are pink, ¼ are white

7

8 Red = C R C R Pink = C R C W White = C W C W AWARNA BUNGA ANYELIR (Dianthus caryophillus)

9 Egg Plant Pigmentation WHAT ABOUT phenotype ratio of F2 ?

10 KODOMINAN Dua alel menghasilkan produk berbeda yang kerjanya berlainan yang dapat diketahui pada keadaan heterozigot Contoh : warna bulu pada kuda c r c r = red hairs c w c w = white hairs c r c w = roan coat (mixture of both colors)

11

12 ALEL GANDA Alel ganda ada tiga atau lebih bentuk alel dari suatu gen pada satu lokus tertentu. Umumnya setiap individu hanya mempunyai dua alel untuk setiap gen. Karena itu alel ganda hanya dapat dipelajari pada populasi Contoh : – Golongan darah manusia – Sterilitas jantan pada tanaman tembakau

13 ABO blood groups in humans are determined by three alleles, I A, I B, and I O (also referred to as i) Both the I A and I B alleles are dominant to the I O allele The I A and I B alleles are codominant to each other I stands for “isoagglutinogen”, which is another word for antigen. Because each individual carries two alleles, there are six possible genotypes and four possible blood types I A I A or I A I O - type A I B I B or I B I O - type B I A I B - type AB I O I O - type O

14

15 Sterilitas jantan pada tembakau CONTOH 1 : GENOTIPE P : S 1 S 2 X S 1 S 2 Gamet: S 1 S 2 S 1 S 2 GENOTIPE F1: Polen S 1 dan S 2 tidak dapat tumbuh pada kepala putik (betina) karena memiliki alel yang sama ( S 2 dan S 2 )

16 Sterilitas jantan pada tembakau CONTOH 2 : GENOTIPE P : S 1 S 2 X S 2 S 3 Gamet: S 1 S 2 S 2 S 3 GENOTIPE F1: S 1 S 3 S 2 S 3 Polen S 2 tidak dapat tumbuh pada kepala putik (betina) karena memiliki alel yang sama (S 2 )

17 Sterilitas jantan pada tembakau CONTOH 3 : GENOTIPE P : S 1 S 2 X S 3 S 4 Gamet: S 1 S 2 S 3 S 4 GENOTIPE F1: S 1 S 3 S 2 S 3 S 1 S 4 S 2 S 4 Polen S 3 dan S 4 dapat tumbuh pada kepala putik (betina) karena tidak memiliki alel yang sama

18 Tiga atau lebih bentuk gen pada lokus tertentu, misal warna kulit bulu kelinci Genotipe :Fenotipe : C + C + Agouti (abu-abu liar) C + C ch, C + C h, C + C a Agouti (abu-abu liar) C ch C ch, C ch C h, C ch C a Chinchilla C h C h,C h C a Himalayan C a C a Albino

19 Alel ganda pada kelinci Genotipe :Fenotipe : C + C + Agouti (abu-abu liar) C + C ch, C + C h, C + C a Agouti (abu-abu liar) C ch C ch, C ch C h, C ch C a Chinchilla C h C h,C h C a Himalayan C a C a Albino

20 Tipe liar selalu lebih dominan terhadap alel-alelnya. PC + C + xC a C a F1 C + C a F21 C + C + 2 C + C a 1 C a C a Fenotipe : 3 agouti : 1 albino

21 Gen Letal Alel menyebabkan tidak terbentuknya produk sehingga mengakibatkan kematian (lethalitas) Contoh : Defisiensi klorofil pada jagung P:Yy x Yy Gamet: Y, y Y, y F1 : 1YY : 2Yy : yy hijaukuning-hijau defisiensi klorofil (albino)

22 Jagung albino

23 Dominant Lethal Alleles

24 INTERAKSI INTER-ALEL (EPISTASI) Kodominan Kodominan Epistasis Dominan Epistasis Dominan Epistasis Resesif Epistasis Resesif Epistasis Dominan Ganda/Isoepistasi Epistasis Dominan Ganda/Isoepistasi Epistasis Resesif ganda Epistasis Resesif ganda Epistasis Dominan-Resesif Epistasis Dominan-Resesif Semi epistasi/Gen ganda dengan efek kumulatif Semi epistasi/Gen ganda dengan efek kumulatif

25 Categories of Inheritance Paterns

26 KODOMINAN (9 : 3 : 3 : 1)

27

28 Epistasis Dominan (12 : 3 : 1) Inheritance of fruit color in summer squash: two loci together control color and a dominant allele at one locus can mask the expression of the alleles at the second locus. A-B- = white A-bb aaB- = yellow aabb = green Gen A tidak aktif memberikan warna. Gen A epistasis terhadap gen B. Therefore, if AaBb is crossed to AaBb, the F2 is as follows: A-B-white9/16 A-bbwhite3/16 aaB-yellow3/16 aabbgreen1/16 12/16 white 3/16 yellow 1/16 green

29 Dominant Epistasis

30 台大農藝系 遺傳學 Chapter 12 slide 30 Fig Dominance epistasis

31 台大農藝系 遺傳學 Fig Dominance epistasis

32 aaBB (putih) x AAbb (ungu)AaBb (biru) AaBb x AaBb A-B-biru 9/16 9/16 A-bbungu3/163/16 aaB-putih3/16 aabbputih 1/16 4/16 Genotype Phenotype F2 ratio Final phenotypic ratio Epistasis Resesif (9 : 3 : 4) Due to gene interaction, we see a 9:3:4 F2 ratio. Contoh : Warna bunga Snapdragon

33 Epistasis Dominan Ganda (15 : 1) TV Tv tV tv TTVVTTVvTtVVTtVv TTVvTTvvTtVvTtvv TtVVTtVvttVVttVv TtVvTtvvttVvttvv (b) The crosses of Shull TTVV Triangular ttvv Ovate TtVv All triangular F 1 (TtVv) x F 1 (TtVv) x F 1 generation Gen T dan V epistasis terhadap gen t dan v

34 Epistasis Resesif Ganda (9 : 7) 9 C_P_ : 3 C_pp :3 ccP_ : 1 ccpp purplewhite Bila kedua genotipe homozigot resesif menghasilkan fenotip yg identik

35 台大農藝系 遺傳學 Chapter 12 slide 35 Peter J. Russell, iGenetics: Copyright © Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings. Fig Duplicate recessive epistasis: Generation of an F 2 9:7 ratio for flower color in sweet peas

36 Epistasis Dominan Resesif (13:3) Gen C : penghasil warna Gen c : mencegah warna Gen I : penghambat pembentukan warna Gen i : tidak menghambat pembentukan warna PIICCxiiccputih F1 IiCc Merah F29 I-C-: 3 I-cc: 3 iiC-: 1 iicc putih : putih : 3 berwarna : putih 13 putih : 3 berwarna

37 GEN DUPLIKAT DENGAN EFEK KUMULATIF/ SEMI EPISTASIS (9 : 6 : 1) * Dua gen bukan alelnya bekerja saling menambah atau bersifat kumulatif untuk menimbulkan suatu karakter. Contoh : pada Cucurbita pepo yang memiliki tiga macam bentuk buah yaitu cakram, bulat, lonjong. P : BBLL x bbll cakram lonjong  F1 : BbLl cakram F2 : 9 B-L- cakram 3 B-ll bulat 3 bbL- bulat cakram : bulat : lonjong 1 bbll lonjong 9 : 6 : 1

38 台大農藝系 遺傳學 Chapter 12 slide 38 Peter J. Russell, iGenetics: Copyright © Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings. Fig Generation of an F 2 9:6:1 ratio for fruit shape in summer squash

39 Complementary action Duplicate action Epistasis of aa over B-Epistasis of A- over bb Generation of Epistatic Ratios

40

41

42

43 Epistatic Interaction Summary

44


Download ppt "6. INTERAKSI GEN Prof.Dr.Ir. Kuswanto, MS - 2010."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google