Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 KULIAH KE-5 KONSEP DAN DEFINISI KLASIFIKASI. KONSEP DEFINISI DAN KLASIFIKASI (1) Konsep definisi dan klasifikasi tidak kalah pentingnya untuk dibahas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 KULIAH KE-5 KONSEP DAN DEFINISI KLASIFIKASI. KONSEP DEFINISI DAN KLASIFIKASI (1) Konsep definisi dan klasifikasi tidak kalah pentingnya untuk dibahas."— Transcript presentasi:

1 1 KULIAH KE-5 KONSEP DAN DEFINISI KLASIFIKASI

2 KONSEP DEFINISI DAN KLASIFIKASI (1) Konsep definisi dan klasifikasi tidak kalah pentingnya untuk dibahas dan disepakati bersama. Perubahan dan penyesuaian konsep definisi maupun klasifikasi tidak dapat dilakukan sepihak. Seperti pada program MDGs akan berlaku secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabup/kota, provinsi dan nasional sehingga terjaga konsistensinya. Apabila konsep dan definisi harus disesuaikan kondisi daerah, maka perlu diberi penjelasan dengan menyebutkan alasannya agar tidak terjadi kesalahan interprestasi 2

3 3 KONSEP-DEFINISI DAN KLASIFIKASI (2) Didefinisikan dengan tegas dan jelas Kasus batas harus tegas Dapat diaplikasikan Keterkaitan dengan: – Coverage,unit sampling, unit analisis, dan unit observasi/ responden. – Jangka waktu penelitian,periode survei, agar memenuhi desain survei secara menyeluruh Perlu diperhatikan rekomendasi nasional dan internasional agar ada keterbandingan Dapat dimodifikasi ke dalam daftar isian

4 4 KoNSEP DAN DEFINISI (1) Didefinisikan dengan Tegas dan Jelas Dengan adanya konsep-definisi yg baku dan jelas diharapkan terdapat kesamaan persepsi dalam membaca dan menganalisis informasi yg diperoleh Konsep-definisi diharapkan dapat dibuat sejelas mungkin dan bila tidak dapat dijelaskan maka perlu dibuat istilah beserta contoh-contohnya. Misalnya kasus batas. Petugas supaya memahami konsep definisi dengan baik dan menjelaskan kepada responden serta mengadakan wawancara dengan baik,sehingga kesalahan jawaban diharapkan sekecil mungkin.

5 5 KONSEP-DEFINISI (2)  Usaha : adalah kegiatan yg menghasilkan barang/ jasa dg tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual/ ditukar atau menunjang kehidupan dan menanggung resiko  Usaha pertanian : adalah kegiatan yang menghasilkan produksi pertanian dg tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual /ditukar atau menunjang kehidupan dan menanggung resiko.Termasuk disini usaha di bidang jasa pertanian

6 6 KONSEP-DEFINISI (3)  Industri pengolahan: adalah kegiatan pengubahan bahan dasar (bahan mentah) menjai barang jadi/ setengah jadi dan atau dari barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, baik secara mekanis, kimiawi,dengan mesin atau tangan. Termasuk juga kegiatan jasa industri yang menerima upah maklon.

7 7 KONSEP-DEFINISI (4)  Pertanian: dalam arti luas adalah penerapan karya manusia kepada alam dan budidaya tumbuhan dan binatang dan penangkapan perburuan, sehingga dapat memberikan manfaat yg lebih besar kepada manusia.  Budidaya: adalah kegiatan memelihara binatang /tanaman mulai dari pembenihan /pembibitan sampai pemungutan/pemanenan hasil.  Penangkapan: adalah kegiatan menangkap atau mengumpulkan binatang/tanaman y hidup di laut /perariran umum,dan atau hutan secara bebas.

8 8 KONSEP DEFINISI (5) Rumahtangga dibedakan 2 macam: – Rumahtangga biasa adalah seorang atau sekelompok orang yg mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/ sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Yang dimaksud makan dari satu dapur adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-hari dikelola bersama-sama menjadi satu.

9 9 KONSEP DEFINISI (6) Rumahtangga Khusus, mencakup: - Orang-orang yg tinggal di asrama, yaitu suatu tempat tinggal yang diatur oleh yayasan atau badan, misalnya asrama perawat, asrama TNI/ POLRI - Orang-orang yang tinggal di LP, Panti Asuhan, Rutan dan sejenisnya. - Sekelompok orang yang mondok dengan makan (indekos) yang berjumlah lebih besar atau sama dengan 10 orang.

10 10 KONSEP DEFINISI (7) Anggota rumahtangga (art), adalah semua orang yang tergabung dalam satu kesatuan rt baik dalam satu tempat tinggal maupun tidak pada saat pencacahan. Art yang telah bepergian selama 6 bulan atau lebih, dan Art yang bepergian kurang dari 6 bulan tetapi dengan tujuan pindah tidak dianggap sebagai art. Tamu yang telah tinggal di Rt. 6 bulan atau lebih dan tamu yang tinggal di Rt. kurang dari 6 bulan tetapi akan bertempat tinggal 6 bulan atau lebih, dianggap sebagai art.

11 11 KONSEP DEFINISI (8) Seorang pembantu Ruta/ sopir yang tinggal di rumah majikannya, dianggap sebagai Art majikannya. Sebaliknya jika pembantu Rt / sopir tsb tidak tinggal di rumah majikannya, ia dianggap sebagai Art dimana ia bertempat tinggal. Kepala Rumahtangga (Krt), adalah seorang dari kelompok Art yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari Ruta tsb atau dianggap/ ditunjuk sebagai kepala di dalam Ruta tsb.

12 12 CONTOH KASUS BATAS A memiliki lahan seluas 2 hektar dan seluruhnya ditanami kelapa, sebagian besar hasil panen kelapa di jual kepada tengkulak, usaha A ? B memiliki lahan seluas 2 hektar dan seluruhnya ditanami kelapa, sebagian besar hasil panen kelapa diolah terlebih dahulu menjadi kopra sebelum di jual ke pabrik minyak goreng, usaha B ? C membeli kelapa dari E, kemudian seluruhnya diolah menjadi kopra dan dijual ke pabrik minyak goreng, usaha C ? D memiliki lahan seluas 1 hektar dan seluruhnya ditanami kelapa dan sebagian besar hasil panen kelapa di jual ke tengkulak, disamping itu D juga membeli kelapa dari petani kelapa lainnya kemudian diolah menjadi kopra yang selanjutnya dijual ke pabrik minyak goreng, usaha D ?

13 MODIFIKASI DALAM KUESIONER (1) Konsep definisi : “konsumsi makanan Ruta” dalam kuesioner perlu dimodifikasi sehingga jelas mencakup semua yang dikonsumsi. Contoh konsumsi beras, mencakup : - produksi sendiri - pembelian, dan - pemberian 13

14 MODIFIKASI DALAM KUESIONER (2) Konsep definisi : “ Rumahtangga perkebunan, peternakan” pada ST2003 dikaitkan dengan BMU (Batas Minimal Usaha). Contoh : Perkebunan : Cengkeh (15), Kakao (30),Karet (150), Kelapa Sawit (15) dsb. Peternakan : Kerbau (2), Sapi (2), Sapi perah (1), Babi (3) dsb. 14

15 15 MODIFIKASI DALAM KUESIONER (3) Konsep definisi “ Rumah tangga miskin “ Konsep dan definisi ini tidak dapat dibuat dengan pertanyaan langsung dalam kuesioner. Oleh karena itu pertanyaan dimodifikasi menjadi pertanyaan yang lebih kuantitatif atau ditanyakan tidak secara langsung tetapi melalui beberapa pertanyaan atau variabel. Sebagai contoh untuk variabel kemiskinan digali dari beberapa variabel yang terlebih dahulu diuji dan disepakati.

16 16 VARIABEL-VARIABEL PENENTU RUMAH TANGGA MISKIN Jenis lantai Luas lantai Jenis dinding Fasilitas tempat buang air besar Sumber air minum Sumber penerangan Jenis bahan bakar untuk memasak Frekuensi membeli daging/ ayam/ susu Frekuensi makan Jumlah pakaian yang biasa dibeli Kemampuan berobat Lapangan pekerjaan utama Pendidikan kepala rumah tangga (KRT) Kepemilikan aset

17 17 KONSEP DEFINISI Dapat diaplikasikan  Konsep definisi “ status sosial “ ? - income - occupational prestige - education - power - traditional family status - moral valution

18 KONSEP DEFINISI Rekomendasi Nasional dan Internasional Rekomendasi nasional dan internasional supaya diperhatikan, seperti yang merupakan kesepakatan banyak negara, sehingga keterbandingan antar wilayah dan antar negara dapat dilakukan dengan baik dan konsisten. Seperti : - FAO - ILO 18

19 19 KLASIFIKASI (1)  Klasifikasi juga dimaksudkan untuk penyeragaman pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data sehingga terdapat keterbandingan data antar waktu,wilayah secara regional dan nasional,bahkan keterbandingan internasional

20 20 KLASIFIKASI (2)  Contoh Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) telah mengacu pada rekomendasi internasional disamping juga memperhatikan dengan kondisi Indonesia. KBLI disusun berdasarkan International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC).

21 21 KLASIFIKASI (3) BPS telah berhasil menerbitkan lima versi klasifikasi lapangan usaha. Tiga versi pertama adalah Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI), yang diterbitkan pada tahun 1977,1983, dan 1990 didasarkan pada ISIC revisi 2, Dua versi berikutnya adalah Klasifikasi Baku lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang diterbitkan 1997 dan 2000, didasarkan ISIC revisi 3, 1990

22 22 KLASIFIKASI (4) KBLI 2005 Saat ini KBLI yg digunakan terdiri dari 17 kategori yang sebelumnya pada tahun 1990 terdiri dari 9 sektor. Keduanya ditambah 1 kategori /sector (kegiatan yg belum jelas batasannya).

23 23 CAKUPAN KBLI 2005 KBLI 2005 hanya dapat mencakup kegiatan ekonomi yang masih terbatas: Aspek homogenitas mengenai kegiatan. KBLI 2005 hanya mencatat mengenai satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh satu unit produksi. Aspek homogenitas mengenai lokasi.

24 24 STRUKTUR KBLI 2005 Kategori (Alpabet )- 18 Golongan pokok (2 dijit) - 63 Golongan (3 dijit) Sub-golongan (4 dijit)- 409 Kelompok (5 dijit)

25 25

26 26 b

27 27 Contoh KBLI 2005 D Industri Pengolahan 15 Industri Makanan dan Minuman 151 Pengolahan dan Pengawetan Daging, Ikan, Buah-buahan, Sayuran, Minyak dan Lemak 1511 Pemotongan Hewan dan Pengawe- tan Daging Industri Pemotongan Hewan

28 KBLI 2009 KBLI 2009  Dasar Hukumnya adalah Perka BPS No.57 Tahun 2009 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)  KBLI 2009 disusun berdasarkan ISIC revisi 4  Struktur KBLI 2009 terdiri dari 1.Kategori: menunjukkan penggolongan kegiatan ekonomi 2. Golongan Pokok: Terdiri dari 2 digit angka 3. Golongan : Terdiri dari 3 digit angka 4. Sub golongan : Terdiri dari 4 digit angka 5. Kelompok : Terdiri dari 5 digit angka  Perbandingan KBLI 2005 dengan KBLI 2009

29 A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan B Pertambangan dan Penggalian C Industri Pengolahan D Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang, Pembuangan dan Pembersihan Limbah dan Sampah F Konstruksi G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil; dan Sepeda Motor H Transportasi dan Pergudangan I Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum J Informasi dan Komunikasi K Jasa Keuangan dan Asuransi L Real Estat, M Jasa ptrofesional, Ilmiah dan Teknis N Jasa persewaan, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib P Jasa Pendidikan Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial R Kebudayaan, Hiburan dan rekreasi S kegiatan Jasa Lainnya T Jasa Perorangan yang melayani Rumahtangga, Kegiatan yg menghasilkan Brang dan jasa Rumahtangga yg Digunakan Sendiri untuk memenuhi kebutuhan U kegiatan Badan Internasional dan Bdan Extra Internasional Lainnya Struktur KBLI

30 Tabel 1 : Banyaknya Kategori, Golongan Pokok, Golongan,Subgolongan, dan Kelompok pada KBLI 2005 & KBLI 2009 UraianKBLI2005 Jumlah KBLI2009 Jumlah Kategorialfabet1821 Golongan Pokok2 digit6388 Golongan3 digit Subgolongan4 digit Kelompok5 digit Untuk Industri Pengolahan: UraianKBLI2005 Jumlah KBLI2009 Jumlah Kategorialfabet1 ( D )1 ( C ) Golongan Pokok2 digit2324 Golongan3 digit6771 Subgolongan4 digit Kelompok5 digit

31 31 KBLI 2009KBLI 2005 No.KategoriJudul KategoriNo.KategoriJudul Kategori 1APertanian,Kehutanan, dan Perikanan1APertanian, Perburuan, dan Kehutanan 2BPertambangan dan Penggalian2BPerikanan 3CIndustri Pengolahan3CPertambangan dan Penggalian 4D Pengadaan Listrik,Gas, Uap Air/Air Panas dan Udara Dingin 4DIndustri Pengolahan 5E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang, Pembuangan dan Pembersihan Limbah dan Sampah 5EListrik,Gas, dan Air 6FKonstruksi6F 7G Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil, dan Sepeda Motor 7GPerdagangan Besar dan Eceran 8HTransportasi dan Pergudangan8H Penyediaan Akomodasi, dan Penyediaan Makan dan Minum 9I Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan dan Minum 9ITransportasi Pergudangan dan Komunikasi 10JInformasi dan Komunikasi10JPerantara Keuangan 11KJasa Keuangan dan Asuransi11K Real Estat, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan 12LReal Estat12LAdministrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib Tabel 3.2 Perbedaan Struktur Kategori KBLI 2009 dengan KBLI 2005

32 32 KBLI 2009KBLI 2005 No.KategoriJudul KategoriNo.KategoriJudul Kategori 13MJasa Profesional,Ilmiah dan Teknis13MJasa Pendidikan 14N Jasa Persewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa hak Opsi, Ketengakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Jasa Lainnya 14NJasa Kesehatan, dan Kegiatan Sosial 15O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib 15O Jasa Kemasyarakatan, Sosial, Budaya, dan Perorangan Lainnya 16PJasa Pendidikan16PJasa Perorangan Yang Melayani Rumah Tangga 17QJasa Kesehatan, dan Kegiatan Sosial17Q Badan Internasional dan Badan Extra Internasional Lainnya 18RKesenian, Hiburan, dan Rekreasi18XKegiatan Yang Belum Jelas Batasannya 19SKegiatan Jasa Lainnya 20T Jasa Perorangan Yang Melayani Rumah Tangga; Kegiatan yang Menghasilkan Barang dan Jasa Oleh Rumah Tangga Yang Digunakan Sendiri untuk Memenuhi kebutuhan 21UKegiatan Badan Internasional dan Badan Extra Internasional Lainnya

33 NoKODEJUDUL KBLI 2009 KODE KBLI Industri Makanan 2 11Industri Minuman 3 12Industri Pengolahan Tembakau 4 13Industri tekstil 5 14Industri Pakaian Jadi 6 15Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 7 16 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya 8 17Industri Kertas dan Barang Dari Kertas 9 18Industri Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman 10 19Industri Produk Dari Batu Bara dan Pengilangan Minyak Bumi 11 20Industri Bahan Kimia Dan Barang Dari Bahan Kimia 12 21Industri Farmasi, Produk Obat Kimia Dan Obat Tradisional Kategori C (Industri pengolahan) Golongan Pokok 33

34 NoKODE JUDUL KBLI 2009 Kode KBLI Industri Karet, Barang Dari Karet Dan Plastik 1423Industri Barang Galian Bukan Logam 1524Industri Logam Dasar 1625Industri Barang Logam, Bukan Mesin Dan Peralatannya 1726Industri Komputer, Barang Elektronik Dan Optik 1827Industri Peralatan Listrik 1928Industri Mesin Dan Perlengkapan ytdl 2029Industri Kendaraan Bermotor, Trailer Dan Semi Trailer 2130Industri Alat Angkutan Lainnya 2231Industri Furnitur 2332Industri pengolahan lainnya 2433Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 34

35 35 PENGGUNAAN KBLI (1) Jenis Kegiatan/ Usaha Utama, Kegiatan Utama adalah kegiatan usaha yang aslinya (nature) berdasarkan ijin usaha. Usaha dengan kegiatan lebih dari satu dan nature-nya tidak tahu, maka kegiatan utama adalah yang mempunyai nilai produksi/ omzet/ pendapatan paling besar.

36 36 PENGGUNAAN KBLI (2) Jika nilai produksi/ omzet/ pendapatan sama maka kegitan utama adalah dari volume terbesar. Jika nilai produksi/ omzet/ pendapatan dan volume sama maka kegiatan utama diambil dari waktu yang terbanyak untuk proses produksi/ operasi. Jika nilai produksi/ omzet/ pendapatan, volume dan waktunya sama, maka kegiatan utama berdasarkan pernyataan responden.

37 37 PENGGUNAAN KBLI (3) Bila suatu usaha hanya melakukan satu jenis kegiatan maka jenis kegiatan tsb merupakan jenis kegiatan utama. Penulisan uraian kegiatan utama ini harus lengkap dan jelas, sehingga dapat mengarah pada penentuan kategori lapangan usaha dan kode KBLI

38 38 PENGGUNAAN KBLI (4) Contoh : Usaha jasa reparasi jam tangan/ arloji kakilima selain mereparasi jam tangan juga melakukan penjualan jam tangan dan suku cadang jam. Apabila kegiatan utamanya jasa reparasi, maka yang ditulis pada rincian ini adalah jasa reparasi barang-barang pribadi (jam tangan). KBLI-nya 93061

39 39 RANCANGAN TABEL Judul dan nomor table dengan menjelaskan populasi, periode survei,dan variable secara singkat dan jelas Variabel dalam kolom biasanya disebutkan terlebih dahulu atau tergantung pada analisisnya Single atau cross table perlu diperhatikan yg berkaitan dengan level penyajian dan rare cases Tabel perlu disesuaikan dengan domain analisis,khususnya yang menyangkut persentase: kolom, baris atau total Tabel perlu diperiksa kewajaran dan konsistensi antar table


Download ppt "1 KULIAH KE-5 KONSEP DAN DEFINISI KLASIFIKASI. KONSEP DEFINISI DAN KLASIFIKASI (1) Konsep definisi dan klasifikasi tidak kalah pentingnya untuk dibahas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google