Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pedoman Menulis Feature (SESSION 5) Ambang Priyonggo, S.S., M.A.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pedoman Menulis Feature (SESSION 5) Ambang Priyonggo, S.S., M.A."— Transcript presentasi:

1 Pedoman Menulis Feature (SESSION 5) Ambang Priyonggo, S.S., M.A.

2 Mengapa Feature? Feature dikatakan sebagai oase bagi pembaca Feature dikatakan sebagai oase bagi pembaca Feature merupakan jawaban dari media cetak untuk mengatasi persaingan dengan media elektronik Feature merupakan jawaban dari media cetak untuk mengatasi persaingan dengan media elektronik Feature merupakan cara mengemas informasi dengan lebih menarik, menghibur dan dalam… Feature merupakan cara mengemas informasi dengan lebih menarik, menghibur dan dalam…

3 Apa itu Feature? Sebuah jenis artikel kreatif yang berusaha memaparkan lebih dari sekedar fakta. Feature bisa menginterpretasi berita dan menambah kedalaman suatu berita, memberikan sentuhan nuansa perasaan. Feature bisa bersifat menghibur dan juga mengedukasi pembaca. Dalam beberapa hal, feature bahkan bisa mengungkap sesuatu yang belum tersiar sebagai berita

4 Beda Feature dengan Berita Tak seperti berita dengan lead 5W + 1H, lead feature lebih distinctive; tujuan utama lead dalam feature adalah untuk mensetting tone dan meraih atensi pembaca.

5 Alur cerita bisa berpola chronological, logical atau narrative Alur cerita bisa berpola chronological, logical atau narrative lead Details (straight news story) lead Details disusun secara Chronological Order Bukan Piramida Terbalik (feature story) Logical Order Narrative Order Paling penting Tidak penting

6 Struktur Feature Lead Lead Body Body Ending Ending

7 Jenis-jenis Lead Lead Ringkasan Lead Ringkasan Lead Bercerita Lead Bercerita Lead Deskriptif Lead Deskriptif Lead Kutipan Lead Kutipan Lead Pertanyaan Lead Pertanyaan Lead Menuding Lead Menuding Lead Penggoda Lead Penggoda Lead Nyentrik Lead Nyentrik Lead Gabungan Lead Gabungan Penulis terkenal Putu Setia (1998) memaparkan berbagai model lead, seperti :

8 Lead Ringkasan Lead ini hampir sama saja dengan berita biasa, yang ditulis adalah inti cerita. Banyak penulis feature menulis lead gaya ini karena gampang. Misal: Walaupun salah satu kakinya buntung, Pak Kardi sama sekali tak merasa rendah diri bekerja sebagai penjual koran dan majalah di depan kampus itu... Pembaca sudah bisa menebak, yang mau ditulis adalah penjual koran bernama Pak Kardi yang cacat. Yang berminat bisa meneruskan membaca, yang tak berminat -- apalagi sebelumnya tak ada berita tentang Pak Kardi itu -- bisa melewatkan begitu saja.

9 Lead Bercerita Lead ini menciptakan suasana dan membenamkan pembaca seakan-akan ikut jadi tokohnya. Misal: Adi dengan girangnya melambai-lambaikan bendera sambil berdiri di atas atas kereta yang melaju. Sesaat terdengar bunyi “prak...” Kepala Adi pecah membentur terowongan hingga membuat tubuhnya terlempar ke areal persawahan di sisi rel.... Pembaca masih bertanya apa yang terjadi. Padahal feature itu bercerita tentang kematian tragis remaja supporter bola yang terjatuh dari kereta.

10 Lead Deskriptif Lead ini menceritakan gambaran dalam pembaca tentang suatu tokoh atau suatu peristiwa. Biasanya disenangi oleh penulis yang hendak menulis profil seseorang. Misal:Keringat mengucur di muka lelaki tua yang tangannya buntung itu, sementara pemilik kendaraan merelakan uang kembalinya yang hanya dua ratus rupiah. Namun lelaki itu tetap saja merogoh saku dengan tangan kirinya yang normal, mengambil dua koin ratusan. Pak Saleh, tukang parkir yang bertangan sebelah itu, tak ingin dikasihani..... Pembaca mudah terhanyut oleh lead begini, apalagi penulisnya ingin membuat kisah Pak Saleh yang penuh warna.

11 Lead Kutipan Lead ini bisa menarik jika kutipannya harus memusatkan diri pada inti cerita berikutnya. Dan tidak klise. Misal:"Saya lebih baik tetap tinggal di penjara, dibandingkan bebas dengan pengampunan. Apanya yang diampuni, saya kan tak pernah bersalah," kata Sri Bintang Pamungkas ketika akan dibebaskan dari LP Cipinang. Walau begitu, Sri Bintang toh mau juga keluar penjara dijemput anak-istri... Lead ini bisa menarik jika kutipannya harus memusatkan diri pada inti cerita berikutnya. Dan tidak klise. Misal:"Saya lebih baik tetap tinggal di penjara, dibandingkan bebas dengan pengampunan. Apanya yang diampuni, saya kan tak pernah bersalah," kata Sri Bintang Pamungkas ketika akan dibebaskan dari LP Cipinang. Walau begitu, Sri Bintang toh mau juga keluar penjara dijemput anak-istri... Pembaca kemudian digiring pada kasus pembebasan tapol sebagai tekad pemerintahan yang baru. Pembaca kemudian digiring pada kasus pembebasan tapol sebagai tekad pemerintahan yang baru.

12 Hati-hati kutipan klise Hati-hati dengan kutipan klise. Contoh: ”Pembangunan itu perlu untuk mensejahterakan rakyat dan hasil-hasilnya sudah kita lihat bersama," kata Menteri X di depan masa yang melimpah ruah. Pembaca sulit terpikat padahal bisa jadi yang mau ditulis adalah sebuah feature tentang keterlibatan masyarakat dalam pembangunan yang agak unik.

13 Lead Pertanyaan Lead ini menantang rasa ingin tahu pembaca, asal dipergunakan dengan tepat dan pertanyaannya wajar saja. Lead begini sebaiknya satu alinea dan satu kalimat, dan kalimat berikutnya sudah alinea baru. Lead ini menantang rasa ingin tahu pembaca, asal dipergunakan dengan tepat dan pertanyaannya wajar saja. Lead begini sebaiknya satu alinea dan satu kalimat, dan kalimat berikutnya sudah alinea baru. Misal:Untuk apa mahasiswa dilatih jurnalistik?Memang ada yang sinis dengan Pekan Jurnalistik Mahasiswa yang diadakan ini. Soalnya, penerbitan pers di kampus ini tak bisa lagi mengikuti kaidah-kaidah jurnalistik karena terlalu banyaknya batasan-batasan dan larangan... Misal:Untuk apa mahasiswa dilatih jurnalistik?Memang ada yang sinis dengan Pekan Jurnalistik Mahasiswa yang diadakan ini. Soalnya, penerbitan pers di kampus ini tak bisa lagi mengikuti kaidah-kaidah jurnalistik karena terlalu banyaknya batasan-batasan dan larangan... Pembaca kemudian disuguhi feature soal bagaimana kehidupan pers kampus di sebuah perguruan tinggi. Pembaca kemudian disuguhi feature soal bagaimana kehidupan pers kampus di sebuah perguruan tinggi.

14 Lead Menuding Lead ini berusaha berkomunikasi langsung dengan pembaca dan ciri-cirinya adalah ada kata "Anda" atau "Saudara". Pembaca sengaja dibawa untuk menjadi bagian cerita, walau tak terlibat persoalan. Misal:Saudara mengira sudah menjadi orang yang baik di negeri ini. Padahal, belum tentu. Pernahkah Saudara menggunakan jembatan penyeberangan kalau melintas di jalan? Pernahkah Saudara naik ke bus kota dari pintu depan dan tertib keluar dari pintu belakang? Mungkin tak pernah sama sekali. Saudara tergolong punya disiplin yang, maaf, sangat kurang. Pembaca masih penasaran feature ini mau bicara apa. Ternyata yang disoroti adalah kampanye disiplin nasional.

15 Lead Penggoda Lead Penggoda Lead Penggoda Lead ini hanya sekadar menggoda dengan sedikit bergurau. Tujuannya untuk menggaet pembaca agar secara tidak sadar dijebak ke baris berikutnya. Lead ini juga tidak memberi tahu, cerita apa yang disuguhkan karena masih teka-teki. Lead ini hanya sekadar menggoda dengan sedikit bergurau. Tujuannya untuk menggaet pembaca agar secara tidak sadar dijebak ke baris berikutnya. Lead ini juga tidak memberi tahu, cerita apa yang disuguhkan karena masih teka-teki.Misal: Kampanye menulis surat di masa pemerintahan Presiden Soeharto ternyata berhasil baik dan membekas sampai saat ini. Bukan saja anak- anak sekolah yang gemar menulis surat, tetapi juga para pejabat tinggi di masa itu keranjingan menulis surat.

16 Nah, sampai di sini pembaca masih sulit menebak, tulisan apa ini? Alinea berikutnya:Kini, ada surat yang membekas dan menimbulkan masalah bagi rakyat kecil. Yakni, surat sakti Menteri PU kepada Gubernur DKI agar putra Soeharto, Sigit, diajak berkongsi untuk menangani PDAM DKI Jakarta. Ternyata bukannya menyetor uang tetapi mengambil uang setoran PDAM dalam jumlah milyaran... Pembaca mulai menebak-nebak, ini pasti feature yang bercerita tentang kasus PDAM DKI Jaya. Tetapi, apa isi feature itu, apakah kasus kolusinya, kesulitan air atau tarifnya, masih teka-teki dan itu dijabarkan dalam alinea berikutnya.

17 Lead Nyentrik Lead ini nyentrik, ekstrim, bisa berbentuk puisi atau sepotong kata-kata pendek. Hanya baik jika seluruh cerita bergaya lincah dan hidup cara penyajiannya. Misal: Reformasi total. Mundur. Sidang Istimewa. Tegakkan hukum. Hapus KKN. Teriakan itu bersahut-sahutan dari sejumlah mahasiswa di halaman gedung DPR/MPR untuk menyampaikan aspirasi rakyat.....

18 Lead Gabungan Lead Gabungan Lead Gabungan Ini adalah gabungan dari beberapa jenis lead tadi. Misal: Ini adalah gabungan dari beberapa jenis lead tadi. Misal: "Saya tak pernah mempersoalkan kedudukan. Kalau memang mau diganti, ya, diganti," kata Menteri Sosial sambil berjalan menuju mobilnya serta memperbaiki kerudungnya. Ia tetap tersenyum cerah sambil menolak menjawab pertanyaan wartawan. Ketika hendak menutup pintu mobilnya, Menteri berkata pendek: "Bapak saya sehat kok, keluarga kami semua sehat..." "Saya tak pernah mempersoalkan kedudukan. Kalau memang mau diganti, ya, diganti," kata Menteri Sosial sambil berjalan menuju mobilnya serta memperbaiki kerudungnya. Ia tetap tersenyum cerah sambil menolak menjawab pertanyaan wartawan. Ketika hendak menutup pintu mobilnya, Menteri berkata pendek: "Bapak saya sehat kok, keluarga kami semua sehat..." Ini gabungan lead kutipan dan deskriptif. Ini gabungan lead kutipan dan deskriptif.

19 Jika seorang reporter menulis news story, maka leadnya akan seperti ini: Jika seorang reporter menulis news story, maka leadnya akan seperti ini: Puluhan mahasiswa Universitas Gunadarma dari beragam jurusan kemarin mengikuti program kursus creative writing dengan pembicara Habiburrahman Al- Shirazi di aula kampus. Alur berita selanjutnya berlanjut dengan pola seperti ini, di mana hal yang terpenting selalu berada di atas semakin ke bawah semakin tak penting Ini adalah lead dasar. lead seperti ini memberikan fakta— lead seperti ini memberikan fakta— who, what, when, where, why and how who, what, when, where, why and how dari berita itu.

20 Jika berita tadi ditulis dalam model feature, maka leadnya bisa jadi seperti ini: Jika berita tadi ditulis dalam model feature, maka leadnya bisa jadi seperti ini: Mata Cici terpaku menatap layar monitor laptop di pangkuannya. Jari-jari lentiknya mulai menari di atas tombol-tombol keyboard. Seiring itu, di layar monitor laptop sang mahasiswi tersebut, kata-kata indah pun teruntai. ”Suka adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan. Sayang adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan. Cinta adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana pun keadaanmu…” Tujuan dari lead feature ini adalah untuk menarik perhatian dari pembaca, yaitu membuat mereka semakin ingin tahu… Apa yang sebenarnya dikerjakan Cici? Mungkinkan ini kisah mahasiswi jatuh cinta? I want to know more!

21 Body (1) Chronological order; (2) Logical order; (3) Narrative order. Pastikan tulisan Anda tetap fokus pada alur dan jangan lupa memberi sentuhan-sentuhan tone, rasa, serta deskripsi detail subyek…

22 Ending Ending konklusi Ending konklusi Ending Penyengat Ending Penyengat Ending Klimak Ending Klimak Open Ending Open Ending Pada feature tidak hanya kesan pertama yang menggoda, namun kesan terakhir juga membawa peran penting bagi pembaca. Berikut adalah jenis-jenis ending dalam feature seperti dipaparkan oleh Putu Setia (1998).

23 Ending konklusi Ending konklusi Sifatnya merangkum kembali cerita-cerita yang lepas untuk mengacu kembali ke intro awal atau lead. Sifatnya merangkum kembali cerita-cerita yang lepas untuk mengacu kembali ke intro awal atau lead. Ending Penyengat Ending Penyengat Membuat pembaca kaget karena sama sekali tak diduga-duga. Seperti kisah detektif saja. Misalnya, menulis feature tentang bandit yang berhasil ditangkap setelah melawan. Kisah sudah panjang dan seru, pujian untuk petugas sudah datang, dan bandit itu pun sudah menghuni sel. Tapi, ending feature adalah: Esok harinya, bandit itu telah kabur kembali. Ending ini disimpan sejak tadi. Membuat pembaca kaget karena sama sekali tak diduga-duga. Seperti kisah detektif saja. Misalnya, menulis feature tentang bandit yang berhasil ditangkap setelah melawan. Kisah sudah panjang dan seru, pujian untuk petugas sudah datang, dan bandit itu pun sudah menghuni sel. Tapi, ending feature adalah: Esok harinya, bandit itu telah kabur kembali. Ending ini disimpan sejak tadi.

24 Ending Klimak Ending Klimak Ini penutup biasa karena cerita yang disusun tadi sudah kronologis. Jadi penyelesaiannya jelas. Di masa lalu, ada kegemaran menulis ending yang singkat dengan satu kata saja: Semoga. Sekarang hal seperti ini menjadi tertawaan. Ini sebuah bukti bahwa setiap masa ada kekhasannya. Open Ending Open Ending Cerita berakhir dengan mengambang. Ini bisa taktik penulis agar pembaca merenung dan mengambil kesimpulan sendiri, tetapi bisa pula masalah yang ditulis memang menggantung, masih ada kelanjutan, tapi tak pasti kapan.

25 Writer’s Block? ”apa yang harus aku tulis?” Sumber Subyek dan materi (1) personal observation and experience; (2) Newspapers; (3) publikasi ilmiah atau resmi.

26 ”Feature-Value” timely topics, timely topics, unique, novel, and extraordinary persons, things, and events, unique, novel, and extraordinary persons, things, and events, mysteries, mysteries, romance, romance, adventure, adventure, contests for supremacy, contests for supremacy, children, children, animals, animals, hobbies and amusements, hobbies and amusements, familiar persons, places, and objects, familiar persons, places, and objects, prominent persons, places, and objects, prominent persons, places, and objects, matters involving the life, property, and welfare of others matters involving the life, property, and welfare of others matters that affect the reader's own success and well- being. matters that affect the reader's own success and well- being.

27 Show not Tell... Umurnya 60 tahun. Dia hidup sebatang kara. Para tetangganya,orang-orang papa yang tinggal di gubuk kardus perkampungan liar-kumuh Kota Bandung, mengenalnya dengan nama sederhana: “Emak”. Tidak ada yang tahu nama aslinya. Awal pekan ini, Emak ditemukan meninggal, tiga hari setelah para tetangganya melihatnya hidup terakhir kali. “Sejak Jumat pekan lalu, Emak tidak pernah kelihatan,” kata seorang tetangganya. “Saat gubuknya dilongok, Emak sudah terbujur kaku di dalam.” Bandingkan: Nasib nenek itu sangat malang... Source: sekolah-menulis.com

28 Jurnalisme Sastrawi Ini adalah teknik baru dalam menulis suatu karya jurnalistik dengan gaya fiksi. Pertama dikenalkan oleh seorang wartawan - yang juga seorang novelis - bernama Tom Wolfe pada era 1960an.  New Journalism Di Indonesia baru muncul awal an dengan nama jurnalisme sastrawi atau jurnalisme naratif.

29 Empat Karakteristik 1. Konstruksi adegan per adegan (scene-by- scene construction) 2. Pencatatan dialog secara utuh (recording the dialogue in full) 3. Pemakaian sudut pandang orang ketiga (using third person point of view) 4. Menggambarkan secara rinci tentang gerak tubuh, kebiasaan, dan pelbagai simbol kehidupan orang-orang yang muncul dalam peristiwa. (using symbolic description)

30 Latihan Hari Ini... Dengan menggunakan metode “Show not Tell” gambarkan suatu situasi/suasana (bisa juga sosok) apa saja di sekitar kampus Anda (1- 3 paragraf; kata)

31 Tugas Individu (20%) dikumpulkan pertemuan berikutnya Buat feature tentang seorang anak jalanan dengan gaya jurnalisme sastrawi. Panjang minimum 700 kata. Buat feature tentang seorang anak jalanan dengan gaya jurnalisme sastrawi. Panjang minimum 700 kata. Konstruksi adegan demi adegan Konstruksi adegan demi adegan Potret dan gambarkan kehidupannya secara detail. Potret dan gambarkan kehidupannya secara detail. Rekam kutipan-kutipan dialog secara utuh. Rekam kutipan-kutipan dialog secara utuh. Gunakan sudut pandang orang ketiga Gunakan sudut pandang orang ketiga


Download ppt "Pedoman Menulis Feature (SESSION 5) Ambang Priyonggo, S.S., M.A."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google