Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KRITIK TERHADAP ADMINISTRASI PEMBANGUNAN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KRITIK TERHADAP ADMINISTRASI PEMBANGUNAN"— Transcript presentasi:

1 KRITIK TERHADAP ADMINISTRASI PEMBANGUNAN
IRFAN RIDWAN MAKSUM

2 PENDAHULUAN Administrasi pembangunan adalah bagian dari perspektif dalam ilmu-ilmu sosial yang membahas pembangunan Lahirnya bersamaan dengan kemunculan paradigma (perspektif) pembangunan dalam ilmu sosial secara umum sejak dekade 1950-an. Dalam praktek dirancukan oleh konsep pembangunan yang ideologis

3 lanjutan “Such institutional ‘modernization’ also serves as a link between the periphery and the centre.…Regarding ‘modern business’, the model of trans-national or cosmo-corporation has meant a substantial diffusion of organizational technology as well.

4 Lanjutan Dalam ilmu sosial, perlunya pemahaman mengapa pembangunan pada mulanya banyak penekanan pada tujuan dan proses pembangunan ekonomi. Kemudian keseimbangan Dan bahkan ada pembangunan yang berpusat pada manusia Pembangunan dalam ilmu sosial adalah pembangunan manusia (masyarakat manusia)

5 lanjutan Teori sosial pembangunan yang merupakan dasar teori administrasi pembangunan adalah teori sosial yang bermadzhab ‘modernisasi’. Teori ini mengkaji pembangunan sosial. Dibahas antara lain mengenai apa hakekatnya, bagaimana prosesnya apa asumsi-asumsinya. Kemudian mendapat kritikan dari teori-teori pembangunan sosial dari madzhab-madzhab lainnya.

6 lanjutan “Perhaps the single important intellectual crisis in development administration was the shattering by late 60s of the development orthodoxy.” (OP DWIVEDI dan Neff)

7 TEORI MODERNISASI Konsepsi masyarakat Konsepsi perkembangan masyarakat
Madzhab struktural fungsional Ciri-ciri struktural fungsional Asumsi-asumsi teori mdoernisasi Kelemahan

8 KONSEPSI MASYARAKAT DALAM TEORI MODERNISASI
Masyarakat dianalogikan sebagai makhluk bilogis (talcot parson). Terdiri atas struktur dan fungsi Direkatkan oleh norms, value system Bagian kecil tunduk pada bagian besar Disequilibrium-equilibrium model

9 Lanjutan Teori Modernisasi dikenal sebagai tori yang berdasarkan atas madzhab struktural-fungsional Perkembangan masyarakat karena perkembangan kompleksitas struktur Perkembangan masyarakat ditandai oleh perubahan struktur yang terkadang membawa pada kondisi dis-equilibrium yang nantinya akan terjadi pula proses equiibirum

10 Asumsi-asumsi teori Modernisasi
Perkembangan masyarakat dapat dilakukan dengan menciptakan proses diferensiasi struktural Diciptakan lapangan kerja dan struktur-struktur baru dalam masyarakat Perbedaan kemajuan masyarakat terjadi karena perbedaan kondisi internal Kapasitas masyarakat lebih maju dari masyarakat lain karena semata-mata faktor internal dan yang utama adalah ‘cultural deficiency’

11 lanjutan Untuk itu perlu ‘modernisasi’
Tercipta pengelompokkan masyarakat dunia atas negara pusat (inti) yang terdiri dari negara-negara maju dan negara pinggiran (periphery) yang terdiri dari negara-negara berkembang dan terbelakang. Negara pinggiran harus mengikuti pola negara inti kalau ingin berkembang menjadi negara modern.

12 Kelemahan Modernisasi diidentikan dengan westernisasi
Rasional sekali dalam memandang perkembangan masyarakat karena bersifat linear adanya masyarakat maju dan tidak maju dari sisi kompleksitas struktur Terlalu internal minded dan a-historis Berkembang menjadi ideologi Tidak mampu menjelaskan fenomena negara-negara Amerka Selatan yang tidak berhasil dalam mengadopsi teori tersebut.

13 TEORI KETERGANTUNGAN Konsepsi masyarakat
Konsepsi perkembangan masyarakat Madzhab konflik dan ciri-cirinya Asumsi-asumsi teori ketergantungan Kelemahan

14 Konsepsi Masyarakat dalam Teori Ketergantungan (Neo-Marxist)
Masyarakat terdiri atas berbagai komponen yang memiliki perbedaan-perbedaan kepentingan bahkan cenderung konflik. Teori ketergantungan dikatakan sebagai teori pembangunan yang berkiblat kepada madzhab konflik (Marxism). Teori ketergantungan mengacu pada pendapat Karl Marx tentang masyarakat yang digambarkan sebagai satu kesatuan sistem atas dua struktur utama: (1) struktur atas; dan (2) struktur bawah Struktur atas digerakkan oleh struktur bawah. Struktur bawah adalah sistem ekonomi, sedangkan struktur atas terdiri dari sistem budaya, ideologi, politik dan sistem sosial.

15 Struktur Bawah-Atas Struktur bawah digambarkan oleh adanya pertentangan kelas antara pemilik modal (borjuis) dan pekerja (proletar) Perkambangan masyarakat diungkapkan dalam analisis ‘materialisme-dialektika’ yang mempengaruhi sistem-sistem dalam struktur atas. Pertentangan kelas menghasilkan perkembangan masyarakat.

16 Asumsi Teori Ketergantungan
Perkembangan masyarakat didasarkan atas konflik yang terjadi. Perbedaan kemajuan antar negara karena adanya faktor historis-struktural Oleh karena itu faktor internal bukanlah penyebabnya melainkan faktor eksternal. Dunia juga terpola atas negara pusat (inti) dan negara pinggiran (periphery).

17 lanjutan Hubungan yang terjalin antara Negara maju (pusat) dan negara terbelakang (pinggiran) membawa kepada kondisi ketergantungan dari negara pinggiran. Konflik-konflik yang tercipta justru membawa kepada perubahan masyarakat secara global. Solusi yang dikemukakan oleh teori klasik ketergantungan bahkan melepaskan diri dari hubungan dengan negara maju (berdikari).

18 Lanjutan “From the dependency perspective, modernization (i.e.., westernization) need not be looked upon as a vehicle for development, but often, and paradoxically, as a major contribution to underdevelopment.” “Modernization, then, may not lead to economic growth. Even if it does, growth need not lead to economic development. Not would it necessarily result in social and political development.”

19 Kelemahan Terlalu menekankan faktor eksternal
Menjadi ideologis (utopis) Tidak mampu menjelaskan fenomena Jepang, Singapura, Malaysia dan Korea yang dapat maju akibat bekerjasama dengan negara-negara maju. Bahkan Cina sekarang yang membuka diri terhadap sistem pasar

20 TEORI SISTEM DUNIA Konsepsi masyarakat
Konsepsi perkembangan masyarakat Ajaran anales Ciri-ciri ajaran anales

21 Konsepsi Masyarakat Masyarakat dunia adalah kumpulan dari sistem dunia yang menyejarah dengan diawali oleh sistem mini; nomaden, kerajaan, dan kekaisaran Asumsi dalam teori Marx dan struktural-fungsional beberapa yang relevan diambil Untuk menjelaskan fenomena masyarakat harus dikembangkan displin ilmu sosial yang menyatu antara disiplin sejarah dan ilmu-ilmu lainnya (ajaran anales)

22 Perkembangan masyarakat
Masyarakat berkembang tidak linear dapat zig-zag: dari tradisional ke modern. Perkembangan dari sistem mini menjadi sistem global adalah satu kenyataan sejarah dan terus mewujud selama masih terdapat peradaban manusia. Kondisi struktur ekonomi global mempengaruhi pergeseran kemajuan masyarakat

23 Asumsi Teori Sistem Dunia (I. Wallerstein 1970-an)
Sistem dunia saat ini hanya satu yakni kapitalisme global (pasar internasional) Kelompok-kelompok masyarakat tidak hanya terdiri dari negara maju (pusat) dan terbelakang (pinggiran) tetapi terdapat negara-negara yang berada di antaranya (semi-periphery).

24 lanjutan Terkadang masyarakat bangsa berada di kelompok negara berkembang, suatu saat bisa menjadi negara maju. Negara maju sebaliknya dapat terjungkal menjadi negara terbelakang jika tidak bisa mengantisipasi pergerakan global. Perbedaan kemajuan masyarakat tidak semata-mata faktor internal tetapi eksternal juga menentukan. Bangsa-bangsa di dunia ini berkompetisi dalam satu sistem kapitalisme yang ditentukan oleh faktor internal dan eksternal.

25 Pelajaran bagi Administrasi Pembangunan
Perkembangan teori sosial pembangunan, menjadi input bagi perspektif ini. Pembangunan administrasi harus menekankan pula pembangunan elemen manusia dalam administrasi Keterkaitan struktural internasional harus menjadi pertimbangan pembangunan administrasi di negara manapun. Kearifan lokal dalam pembangunan harus mendapat tempat yang luas dalam sisi praktis.


Download ppt "KRITIK TERHADAP ADMINISTRASI PEMBANGUNAN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google