Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Rekayasa Perkerasan Jalan Overview. Bahan perkerasan jalan Perkerasan jalan adalah segala jenis material konstruksi yang dihampar dan dipadatkan di atas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Rekayasa Perkerasan Jalan Overview. Bahan perkerasan jalan Perkerasan jalan adalah segala jenis material konstruksi yang dihampar dan dipadatkan di atas."— Transcript presentasi:

1 Rekayasa Perkerasan Jalan Overview

2 Bahan perkerasan jalan Perkerasan jalan adalah segala jenis material konstruksi yang dihampar dan dipadatkan di atas lapisan tanah dasar Konstruksi perkerasan jalan: –Perkerasan lentur/flexible pavement Agregat, sebagai tulangan Aspal, sebagai pengikat –Perkerasan kaku/rigid pavement Agregat, sebagai tulangan Semen, sebagai pengikat Uji terhadap bahan: –Jenis bahan –Keadaan fisik bahan –Kualitas bahan

3 Konstruksi jalan: –Tanah dasar, merupakan tanah yang dipadatkan, baik dari hasil galian maupun timbunan.tanah dasar memberi bentuk jalan –Lapis pondasi, terdiri dari lapisan pondasi atas dan pondasi bawah. Distribusi beban dan kekuatan struktur ditentukan pada lapisan ini –Lapis permukaan, merupakan lapisan yang kontak langsung dengan beban (roda kendaraan). Sudah termasuk lapis aus. Lapisan ini harus kuat, juga stabil dan memiliki daya tahan yang cukup kuat.

4 Contoh konstruksi perkerasan lentur

5

6

7

8 Bahan Agregat

9 Siklus Batuan Batuan Sedimen Batuan Metamorf Batuan Beku Magma Sedimentasi Pemadatan Sementasi Kristalisasi Pemindahan (Transport) Erosi Pelapukan Sempurna Tanah Metamorfosis Pemanasan Pendinginan

10 Pemilihan Agregat Agregat yang akan digunakan sebagai bahan perkerasan jalan tergantung dari : –tersedianya bahan setempat –mutu bahan –bentuk/jenis konstruksi yang digunakan

11 Pemeriksaan/penelitian laboratorium 1.Ukuran dan gradasi (size and grading) 2.Kekerasan/keausan (toughness) 3.Ketahanan terhadap pelapukan (soundness) 4.Daya pelekatan terhadap aspal (affinity for asphalt) 5. Bentuk butir (shape) 6. Susunan/bentuk permukaan (surface texture) 7.Daya absorpsi (absorption) 8.Kebersihan (cleaness) 9.Berat jenis (specific gravity )

12 Penggolongan Agregat Berdasarkan Gradasi a.Agregat bergradasi pekat/rapat (dense- graded) b.Agregat bergradasi renggang/terbuka (open graded) c.Agregat bergradasi seragam (single size/uniform graded) d.Agregat bergradasi halus (fine graded) e.Agregat bergradasi celah (gap-graded)

13 Contoh Grafik Gradasi

14 Bentuk Agregat i.Rounded; ii. Irregular; iii. Angular; iv. Flaky; v. Elongated; vi. Flaky and Elongated

15 Alat Uji Agregat Aggregate Impact Machine Aggregate Crushing Machine

16 Alat Uji Agregat Los Angeles Abrasion Test

17 Alat Uji Agregat Alat Pengukur Kepipihan Agregat Alat Pengukur Kelonjongan Agregat

18 Bahan Aspal

19 Definisi: Asphalt is a sticky, black and highly viscous liquid or semi-solid that is present in most crude petroleums and in some natural deposits. It is most commonly modeled as a colloid, with asphaltenes as the dispersed phase and maltenes as the continuous phase (though there is some disagreement amongst chemists regarding its structure). In U.S. terminology, asphalt (or asphalt cement) is the carefully refined residue from the distillation process of selected crude oils. Outside North America, the product is called bitumen.viscouspetroleumscolloidasphaltenesmalteneschemistsU.S.North Americabitumen Wikipedia Asphalt is a dark brown-to-black cement-like material obtained by petroleum refining and containing bitumens as the predominant component. Bitumen is a generic term for natural or manufactured black or dark-colored solid, semisolid, or viscous cementitious materials that are composed mainly of high-molecular weight hydrocarbons. The term includes tars and pitches derived from coal. Asphalt is used primarily for road construction and roofing materials due to its remarkable waterproofing and binding properties. The hard surfaces of roads, for example, depend on the ability of asphalt to cement together aggregates of stone and sand.petroleum refiningcoal Encyclopedia of Earth

20 Klasifikasi Aspal Berdasarkan Sumber Dan Penggunaannya ASPAL Aspal Buatan (petrolueum asphalt)  Asphaltic Base Crude Oli  Parafin Base Crude Oli  Mixed Base Crude Oli Aspal Keras atau Aspal Panas (AC, asphalt cement) Aspal Cair (cut back)  Rapid Curing (AC+benzene)  Medium Curing (AC+kerosene)  Slow Curing (AC+minyak berat) Aspal Emulsi (AC+air+asam/basa)  Cathionic/Anionic Rapid Setting  Cathionic/Anionic Medium Setting  Cathionic/Anionic Slow Setting Aspal Alam (Native Asphalt)  Lake Asphalt (Trinidad Lake)  Rock Asphalt (Perancis, Swiss, Pulau Buton)

21 Klasifikasi Aspal Menurut AASHTO

22 Penyulingan Aspal Buatan

23 Skema Analisis Menentukan Struktur Hidrokarbon Aspal

24 Pengujian-Pengujian Karakteristik Aspal 1. Pengujian Penetrasi 2. Pengujian Daktilitas 3. Pengujian Titik Lembek 4. Kepekaan Aspal terhadap Perubahan Suhu 5. Pengujian Viskositas 6. Pengujian Titik Nyala dan Titik Bakar 7. Pengujian Berat Jenis 8. Hilang dalam Pemanasan 9. Penyulingan Aspal Cair 10. Kadar Air dalam Minyak Bumi dan Bahan yang Mengandung Bitumen 11. Kelekatan Aspal dalam Batuan

25 Alat Pengujian Aspal Pengujian Penetrasi

26 Alat Pengujian Aspal Pengujian Titik Lembek Ring and Ball

27 log PEN T 2 log PEN = AT + K log PEN T 1 log PEN ( dmm ) T ( o C) T2T2 T1T1 K A log Viskositas (cSt) Suhu (oC) log (170  20) log (280  30) Suhu pemadatanSuhu pencampuran Hubungan Suhu dan Viskositas Aspal Hubungan Suhu dan log Pen Aspal

28 Temperature Susceptibility Persamaan dasar: logP = AT + K A = (log pen T1 – log pen T2)/(T1 – T2) A = (log pen T1 – log 800)/(T1 – SP) A  0,015 sampai 0,06 Persamaan PI: 50 A = (20 – PI)/(10 + PI) PI = (1952 – 500 log pen – 20SP)/(50log pen – SP – 120) ?

29 Alat Pengujian Aspal Pengujian Daktilitas Aspal Cetakan Benda Uji dalam Pengujian Daktilitas

30 Alat Pengujian Aspal Percobaan Titik Nyala dengan Alat Cleveland Open Cup

31 Alat Pengujian Aspal Percobaan Hilang dalam Pemanasan dengan Alat Thin Film Oven

32 Alat Pengujian Aspal Percobaan Penyulingan Aspal Cair

33 Jenis Aspal vs Penggunaan

34 Spesifikasi Bitumen (Japan Road Association)

35 Karakteristik Campuran

36 Gradasi vs Sifat Perkerasan 1 1a. Gradasi Menerus (skematis) Ukuran Butir Proporsi Grafik Komulatif Ilustrasi Gradasi Ilustrasi Setting - Prinsip Interlocking - Sifat Kaku - Kebutuhan Aspal Sedang Grafik

37 Gradasi vs Sifat Perkerasan 2 1b. Gradasi Menerus (ilustrasi visual) Potongan campuranBentuk Briket Marshall

38 Gradasi vs Sifat Perkerasan 3 2a. Gradasi Senjang (skematis) Ukuran Butir Proporsi Grafik Komulatif Ilustrasi Gradasi Ilustrasi Setting - Prinsip Suspensi Mortar - Sifat Lentur - Kebutuhan Aspal Tinggi Grafik Ukuran yang hilang

39 Gradasi vs Sifat Perkerasan 4 2b. Gradasi Senjang (ilustrasi visual) Potongan campuranBentuk Briket Marshall

40 Gradasi vs Sifat Perkerasan 5 3a. Gradasi Seragam (skematis) Ukuran Butir Proporsi Grafik Komulatif Ilustrasi Gradasi Ilustrasi Setting - Prinsip Max Tekstur Makro - Sifat Kasar - Kebutuhan Aspal Khusus Grafik Dominasi Ukuran

41 Gradasi vs Sifat Perkerasan 6 3b. Gradasi Seragam (ilustrasi visual) Permukaan campuranBentuk Briket Marshall

42 Rongga dalam Campuran 1 Agregat Aspal Rongga Ilustrasi Umum BeratVolume X Y Vx = X/(SGagregat x  air) Vy = Y/(SGaspal x  air) Vr = Vtotal – (Vy + Vx) 0 VtotalWtotal

43 Rongga dalam Campuran 2 Aspal Rongga VMA, VIM, VFB/VFA VMA VIM Kadar Aspal Absorbed Agregat VFB

44 Specific Gravity 1 Solid Aggregate Water-impermeable Pores Water-permeable Pores Apparent & Bulk SG Ws Volume Vs 0 VtotalWtotal 0 Weight Vi Vp SG Apparent = Ws / ((Vs + Vi) x  water) SG Bulk = Ws / ((Vs + Vi + Vp) x  water)

45 Specific Gravity 2 Apparent, Bulk & Effective SG Apparent SG: Rongga Permeable diisi bitumen sebanyak air yang bisa mengisinya Bulk SG: Rongga Permeable tidak terisi bitumen sama sekali Effective SG: Rongga Permeable terisi bitumen sebanyak bitumen yang bisa mengisinya

46 Specific Gravity 3 Solid Aggregate Bitumen-impermeable Pores Bitumen-permeable Pores Effective SG Ws Volume Vs 0 VtotalWtotal 0 Weight Vc Vb SG Effective = Ws / ((Vs + Vc) x  water) SG Effective = (Apparent SG + Bulk SG)/2

47 Perhitungan Proporsi Berat Agregat Berat Campuran Proporsi Agregat Berat Aspal Selisih Berat Agregat dan Campuran By Weight Berat agregat Volume Agregat SG Agregat Berat aspal By Volume Volume Campuran Proporsi Agregat, Aspal dan Rongga Volume Aspal Proporsi Aspal SG Aspal

48 Daur Ulang Perkerasan

49 Perkerasan Daur-ulang Perbaikan terhadap struktur perkerasan lentur pada prinsipnya mencakup: pelapisan ulang (overlaying), daur-ulang (recycling) dan rekonstruksi (reconstruction). Material dari perkerasan yang rusak (deteriorated) yang dikenal sebagai Perkerasan Aspal yang Diundang Kembali atau Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), sebagian atau seluruhnya digunakan pada konstruksi baru. Diambil Digelar & dipadatkan RAPMaterial Segar Aspal + Agregat + 1: Eksisting2: Pengambilan3: Pencampuran4: Penghamparan Kembali

50 Jenis Proses Daur-ulang Hot in-Place Recycling (Daur-ulang Panas di Lokasi) Cold in Place Recycling (Daur-ulang Dingin di Lokasi) Hot Central Plant Recycling (Daur-ulang Panas di Kilang) Cold Central Plant Recycling (Daur-ulang Dingin di Kilang)

51 Hot in-Place Recycling Daur-ulang Panas di Lokasi Sumber: Lebuhraya Malaysia (2005)

52 Cold in-Place Recycling Daur-ulang Dingin di Lokasi Sumber: EDP Consultant, USA (2006)

53 Hot Central Plant Recycling Daur-ulang Panas di Kilang Sumber: Fujian South Highway Machinery Co., Ltd., Japan (2006) RAP Feeding Main Unit Surge Hopper Drum Mixer

54 Cold Central Plant Recycling Daur-ulang Dingin di Kilang Sumber: Public Work Deparment, Malaysia (2005)

55 Kelebihan Perkerasan Daur-ulang Mempersingkat gangguan yang dirasakan pengguna Konservasi kebutuhan energi Preservasi kondisi lingkungan Memperkecil biaya konstruksi Konservasi kebutuhan material dasar (agregat dan aspal) Preservasi geometri perkerasan eksisting


Download ppt "Rekayasa Perkerasan Jalan Overview. Bahan perkerasan jalan Perkerasan jalan adalah segala jenis material konstruksi yang dihampar dan dipadatkan di atas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google