Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Latar Belakang Batasan Masalah Data curah hujan yang digunakan adalah data survei perencanaan pembangunan PLTA Kiayo, Kalimantan Barat tahun 1985-2008.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Latar Belakang Batasan Masalah Data curah hujan yang digunakan adalah data survei perencanaan pembangunan PLTA Kiayo, Kalimantan Barat tahun 1985-2008."— Transcript presentasi:

1

2 Latar Belakang

3 Batasan Masalah Data curah hujan yang digunakan adalah data survei perencanaan pembangunan PLTA Kiayo, Kalimantan Barat tahun 1985-2008. Data curah hujan tahunan didapat dari stasiun hujan, dan tidak diukur langsung oleh sistem.

4 Tujuan Menerapkan metode Gumbel. Menerapkan metode Weduwen, Hasper, dan Melchior. Merancang bangun sistem informasi estimasi potensi tenaga air perencanaan pembangkit listrik di Kiayo Kalimantan Barat untuk menghasilkan alternatif-alternatif potensi tenaga listrik yang memungkinkan untuk dibangkitkan.

5 Pengertian Sistem Informasi Hartono (2005:11) : suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

6 Potensi, Estimasi, dan PLTMH Potensi 1) : kekuatan, kesanggupan, daya, kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. Sumber : 1) Kamus Besar Bahasa Indonesia Online 2) Sihombing dan Simanjuntak, 2010:7 Estimasi 1) : perkiraan, penilaian atau pendapat. Pemangkit Listrik Tenaga Minihidro 2) : sebuah sistem pembangkit tenaga listrik yang memanfaatkan tenaga air skala kecil sebagai sumber energi primer.

7 Analisa Lokasi Perhitungan Curah Hujan (Metode Gumbel) Perhitungan Debit Banjir (Metode Melchior, Weduwen, dan Hasper) Perhitungan Lokasi (Potensi SDA, Ketersediaan Air, Daya Tampung pada Elevasi dan Estimasi Potensi)

8 Perhitungan Curah Hujan Rata-rata Curah Hujan 1) : Rumus Metode Gumbel 2) : Sumber : 1) Kamiana, 2011:27 2) Triatmodjo, 2009:253

9 Perhitungan Debit Banjir (Melchior) Sumber : Kamiana (2011:90)

10 Perhitungan Debit Banjir (Weduwen) Dimana: Qmax= Debit Maximum (m3/det) S = Kemiringan Sungai Rata-rata α= Koefisien Limpasan Air hujan β= Koefisien pengurangan daerah untuk curah hujan daerah aliran sungai A= Luas daerah aliran sungai (km2) sampai dengan 100 km2 t= Lamanya curah hujan (jam) L= Panjang sungai (km) I= Intensitas Hujan (m3/det/km2) R i = curah hujan dengan periode ulang i tahun. m i = Koefisien perbandingan curah hujan disuatu wilayah dengan periode ulang i tahun. m n = Koefisien perbandingan curah hujan disuatu wilayah dengan periode ulang n tahun. R n = Curah hujan di suatu wilayah dengan periode ulang n tahun. Sumber : Kamiana (2011:96)

11 Perhitungan Debit Banjir (Hasper) Dimana: Qmax = Debit maksimum (m3/dt) I = Intensitas hujan (m3/km2/dt) A = Luas daerah pengaliran (km2) α = Koefisien pengaliran (run off coefisien) dan β = Koefisien reduksi (reduction coefisien) Qmax = debit maksimum (m 3 /det). α= Koefisien Pengaliran. β = Koefisien Reduksi. I= Intesitas Hujan (m 3 /det/Km 2 ). A= Luas Daerah Pengaliran (Km 2 ) L = Panjang Sungai Utama (Km) S= Kemiringan dasar sungai rata-rata R = besar curah hujan (mm) t = t c = lama hujan tertentu (jam) Sumber : Kamiana (2011:100)

12 Perhitungan Daya Terbangkit Potensi daya Listrik Terbangkit dapat dihitung dengan: Pg = g. Q d.H g Dimana: Pg= Potensi Daya (kW) Qd= Debit aliran air (m 3 /dtk) Hg= Head Kotor (m) g= Konstanta gravitasi (9,8 m 2 /dtk) Sumber : Sihombing dan Simanjuntak, 2010:7

13 DEMO PROGRAM


Download ppt "Latar Belakang Batasan Masalah Data curah hujan yang digunakan adalah data survei perencanaan pembangunan PLTA Kiayo, Kalimantan Barat tahun 1985-2008."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google