Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

OUTLINE Pendahuluan Metodologi > Pendekatan Kajian > Model Merge Hasil > Energi Angin > Energi Biodiesel Kesimpulan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "OUTLINE Pendahuluan Metodologi > Pendekatan Kajian > Model Merge Hasil > Energi Angin > Energi Biodiesel Kesimpulan."— Transcript presentasi:

1

2 OUTLINE Pendahuluan Metodologi > Pendekatan Kajian > Model Merge Hasil > Energi Angin > Energi Biodiesel Kesimpulan

3 PENDAHULUAN Krisis energi dari fossil fuel Ketersediaan energi nasional Pemenuhan kebutuhan energi dari energi yang berasal dari teknologi bersih (carbon-free technology) di masa depan Gambar 1. Proyeksi Produksi Energi Primer Indonesia (Susandi, 2004)

4 Clean Development Mechanism (CDM) Kesepakatan yang menyetujui komitmen bagi negara- negara industri (Negara-negara yang termasuk pada Negara ANNEX I) :  Mereduksi gas rumah kaca  Berinvestasi dalam kegiatan mereduksi emisi di negara-negara berkembang Tujuan mekanisme CDM : 1.Membantu negara berkembang, dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan untuk berkontribusi pada tujuan utama Konvensi Perubahan Iklim, yaitu untuk menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. 2.Membantu negara-negara Annex I atau negara maju agar dapat memenuhi target penurunan emisi negaranya.

5 POTENSI CDM INDONESIA Sektor energi dan kehutanan Indonesia memberikan peluang cukup besar dalam proyek CDM. Hambatan : sektor kehutanan, yaitu definisi tentang reforestasi dan aforestasi pada peraturan CDM menyebabkan Indonesia mendapatkan kesulitan dalam meraih keuntungan dari berbagai proyek CDM dunia. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) : Potensi karbon Indonesia yang dapat dijual berkisar sampai 175 juta ton, 125 juta ton  sektor energi dan industri 50 juta ton  sektor kehutanan. Bila harga minimal 1 ton karbon adalah 2 USD Total : 350 juta USD.

6 OUTLINE Pendahuluan Metodologi > Pendekatan Kajian > Model Merge Hasil > Energi Angin > Energi Biodiesel Kesimpulan

7 METODOLOGI Pendekatan Kajian – Energi Angin Daya turbin angin : Power = k Cp 1/2 ñ AV3 dimana: P = Power output, kilowatts Cp = Koefisien power maksimum, , ñ = Densitas udara, lb/ft3 A = Area swept rotor, ft2 atau ЛD2/4 (D adalah diameter dalam ft) V = Kecepatan angin, mph k = Potensi proyek CDM Berdasarkan dokumen penyusunan proyek CDM (Oeko-Institut, 2005) yang dikeluarkan oleh UNFCCC (United Nation Framework Convention on Climate Change).

8 METODOLOGI Pendekatan Kajian – Energi Biodiesel Pengembangan teknologi pengolahan Biodiesel : Teknologi pengolahan tanaman menjadi produksi biodiesel. Bahan bakar biodiesel yang dihasilkan dari yellow grease lebih kompetitif terhadap harga diesel dari bahan bakar fossil.  Keterbatasan pemakaian biodiesel jenis ini yang disebabkan oleh adanya pembatasan pasokan hanya sampai 100 juta galon per tahun (Radich, 2004).

9 OUTLINE Pendahuluan Metodologi > Pendekatan Kajian > Model Merge Hasil > Energi Angin > Energi Biodiesel Kesimpulan

10 METODOLOGI Model Merge Perubahan suhu Model dampak perubahan iklim Nilai kerusakan Energi non_elektrik dan elektrik Model Iklim Model Ekonomi Model Energi Perubahan suhu Gambar 2. Ilustrasi model MERGE (Manne 1995, Susandi, 2004)

11 OUTLINE Pendahuluan Metodologi > Pendekatan Kajian > Model Merge Hasil > Energi Angin > Energi Biodiesel Kesimpulan

12 HASIL : Keekonomian Pengembangan Listrik Energi Angin Biaya Investasi Turbin Angin Biaya kapital untuk pemasangan turbin angin : Capacity Factor Production (kWh) Cost per kWh 3% Rate IRR 25%3,613,500$ $ (704,681)1.31% 30%4,336,200$ $ (330,072)5.45% 35%5,058,900$ $ 44, % 40%5,781,600$ $ 419, % 45%6,504,300$ $ 793, % 50%7,227,000$ $1,168, % Tabel 1. Perbandingan Kapasitas Produksi Listrik Tenaga Angin dan Kajian Investasi 1.Instalasi kabel listrik untuk transmisi listrik dari turbin. 2.Pusat pengendalian ladang turbin untuk memonitor tenaga dari turbin-turbin. 3.Bengkel untuk perawatan turbin  Genset Diesel : Kapasitas 1,65 MW memerlukan biaya sekitar USD atau 175,00 USD / kilowatt dari kapasitas standar.

13 Pengembangan Energi Listrik Tenaga Angin di Indonesia (Efisiensi 45%) ItemNilai/Besaran InvestasiUS$ 1200/kW Biaya Operasi dan Pemeliharaan 2% dari investasi Produksi kWh Biaya EnergiUS$ /kWh NPV$ IRR17.32% Tingkat Bunga12% Umur Teknis20 tahun HASIL : Keekonomian Pengembangan Listrik Energi Angin

14 OUTLINE Pendahuluan Metodologi > Pendekatan Kajian > Model Merge Hasil > Energi Angin > Energi Biodiesel Kesimpulan

15 Analisis finansial yang dilakukan meliputi : 1.Biaya investasi 2.Biaya produksi 3.Harga pokok 4.Harga jual 5.Prakiraan pendapatan 6.Kriteria kelayakan investasi HASIL : Keekonomian Pengembangan Energi Biodiesel

16 Biaya Investasi Biaya investasi industri biodiesel skala 1 ton per hari : Rp ,00. 72,84%  Investasi Tetap : Rp ,00 27,16%  Modal Kerja (3 bulan) : Rp ,00 Biaya investasi diperoleh dari : Modal Sendiri (40%) : Rp ,00 Pinjaman (60%): Rp ,00  Angsuran pokok : Rp ,00 Bunga pinjaman 19% selama 6 tahun

17 Biaya Produksi No.Biaya ProduksiJumlah (Rp.) 1.Biaya Tetap per Bulan ,- 2.Biaya Variabel ( lt/bln) ,- 3.Biaya Tetap (Pemasaran, ATK, R & D, Komunikasi dan Manajemen) per Liter 619,- 4.Biaya Bahan Baku (Biji Jarak, Methanol dan KOH) per Liter 3.459,- 5.Biaya Variabel Lain (Solar, Listrik, Tenaga Kerja Variabel dan Kemasan) per Liter 597,-

18 Harga Pokok, Harga Jual dan Prakiraan Pendapatan Harga Pokok Penjualan Rp 4.675,- Harga Jual Rp 5.700,00/ liter di tingkat agen  Margin 18% Prakiraan pendapatan Untuk Produksi Biodiesel liter per bulan atau liter per tahun : No.KeteranganJumlah (Rp.) 1.Pendapatan per Tahun ,- 2.Pendapatan Sampingan Gliserol lt/tahun (Rp. 750,-/lt) ,- PENDAPATAN TOTAL ,- LABA USAHA :Rp ,00.

19 Kriteria Kelayakan Investasi Break Even Point (BEP) : 248 kiloliter biodiesel Net Present Value (VPV) : Rp ,00 (industri kecil biodiesel) Internal Rate of Return : 21% Net Benefit Cost (Net B/C) : 1.08 Pay Back Period (PBP) : 4.4 tahun

20 OUTLINE Pendahuluan Metodologi > Pendekatan Kajian > Model Merge Hasil > Energi Angin > Energi Biodiesel Kesimpulan

21 KESIMPULAN Diperlukan suatu energi alternatif yang bersifat terbarukan untuk mengganti bahan bakar fossil yang semakin menipis. Energi angin dan biodiesel mempunyai potensi besar bagi Indoesia dalam hal mendapatkan proyek-proyek CDM. Harga jual energi angin per kilowatt dapat bersaing dengan harga jual PLN saat ini. Sedangkan biodiesel mempunyai efektivitas produksi yang tinggi dan murah. Potensi energi angin dan biodiesel secara ekonomis memiliki peluang investasi yang berprospek di masa depan.

22 S E K I A N TERIMAKASIH

23 DAFTAR PUSTAKA Manne, A. S. and R. G. Richels. Buying Greenhouse Insurance – The Economic Costs of CO2 Emissions Limits, Cambridge: The MIT Press, Manne, A. S., R. O. Mendelsohn, and R. G. Richels. “MERGE – A Model for Evaluating Regional and Global Effects of GHG Reduction Policies.” Energy Policy Vol. 23 : pp 17-34, Radich, A., Biodiesel Performance, Costs, and Use, Paper in Energy Information Administration, Sari, A et al.: Does money growth on trees? Opportunities and Challenges of Forestry CDM in Indonesia, Pelangi, Jakarta Susandi, A., The Impact of International Green House Gas Emmisions Reduction on Indonesia. Report on System Science. Max Planck Institute for Meteorology. Hamburg, Jerman, World Bank : The World Bank Forest Strategy: Striking the Right Balance, The World Bank, Washington, D.C

24 Pembayaran Angsuran Pinjaman Tahun Jumlah Kredit (Rp x 1.000) Angsuran Pokok (Rp x 1.000) Bunga 19 % (Rp x 1.000) Total Sisa Kredit (Rp x 1.000) (Rp x 1.000) 0520, ,76298,909185,671433, ,76282,424169,186347, ,76265,939152,702260, ,76249,454136,217173, ,76232,970119,73286, ,485103,

25 BIAYA INVESTASI

26 BIAYA PRODUKSI

27 PROYEKSI LABA RUGI

28 Aliran Kas Investasi Biodiesel

29 Aliran Kas Investasi Biodiesel (2)


Download ppt "OUTLINE Pendahuluan Metodologi > Pendekatan Kajian > Model Merge Hasil > Energi Angin > Energi Biodiesel Kesimpulan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google