Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI “ ALTERNATIVE ASSESSMENT ” SISWA KELAS VIII SMP N 2 JUWANA KABUPATEN PATI TAHUN 2010 Oleh : MASHURI NIM.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI “ ALTERNATIVE ASSESSMENT ” SISWA KELAS VIII SMP N 2 JUWANA KABUPATEN PATI TAHUN 2010 Oleh : MASHURI NIM."— Transcript presentasi:

1

2 PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI “ ALTERNATIVE ASSESSMENT ” SISWA KELAS VIII SMP N 2 JUWANA KABUPATEN PATI TAHUN 2010 Oleh : MASHURI NIM Q PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA JUDUL PENELITIAN

3 Universitas Negeri Jakarta Latar Belakang Universitas Muhammadiyah Surakarta Berdasarkan hasil interview dan observasi dengan rekan-rekan guru ternyata kondisi PBM yang mereka lakukan kebanyakan masih mengandalkan metode ceramah sebagai metode yang masih dominan Disamping itu mereka juga menerapkan metode pemberian tugas, tanya jawab atau mencatat dan papan tulis kebanyakan masih menjadi penuang ide utama di dalam proses pembelajaran 2

4 Universitas Negeri Jakarta lanjutan Pengajaran dan penilaian tidak dapat dipisahkan karena apa yang dinilai menyampaikan pesan apa yang penting bagi siswa dan bagaimana pelajaran itu dinilai harus bersesuaian dengan metode dan penekanan dalam pembelajaran Dengan penilaian diharapkan kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang diketahui siswa kita, apa yang dapat mereka kerjakan dan bagaimana mereka berfikir secara logis dan kritis. Oleh karena itu praktek penilaian kita harus berubah Penilaian didalam KTSP tidak cukup hanya dengan tes tertulis saja mengingat yang akan dinilai adalah kompetensi siswa Universitas Muhammadiyah Surakarta 3

5 Universitas Negeri Jakarta lanjutan Pelajaran matematika sering dirasakan pelajaran yang sulit anggapan ini tidak hanya dirasakan oleh guru yang mengajar di kelas tetapi siswa juga terkena imbasnya, karena guru yang kurang menyenangi dan bosan sehinga berimbas terhadap minat dan motivasi belajar siswa yang rendah sehingga pada akhirnya hasil belajar siswa kurang baik. Disamping menerapkan metode dan pendekatan pembelajaran yang baik dan tepat, cara dan metode penilaian juga mutlak harus ditingkatkan kualitasnya. 4 Universitas Muhammadiyah Surakarta

6 Universitas Negeri Jakarta Sebuah renungan Sebuah pertanyaan adalah apakah dengan metode mengajar seperti itu siswa akan menjadi pandai, cerdas, kritis, kreatif, bertaqwa dan mempunyai kompetensi sehingga siap menghadapi tantangan kehidupan kelak ? Sekarang kita dihadapkan pada 2 pilihan mengubah metode atau cara mengajar kita atau menurunkan tuntutan masyarakat dan tuntutan zaman? 5 Universitas Muhammadiyah Surakarta

7 ”Bagaimana Meningkatkan Mutu Pembelajaran Matematika Melalui alternative assessment Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Juwana Kabupaten Pati” PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA FOKUS PENELITIAN

8 Universitas Negeri Jakarta lanjutan Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang Bagaimana meningkatkan mutu pembelajaran matematika melalui alternative assessment Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Juwana Kabupaten Pati dapat diajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Bagaimanakah praktek penilaian dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Juwana?; Bagaimanakah penerapan alternative assessment dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Juwana?; dan Bagaimanakah alternatif assessment dapat meningkatkan mutu pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Juwana? 7 Universitas Muhammadiyah Surakarta

9 Universitas Negeri Jakarta untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai : –Bagaimanakah praktik penilaian dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Juwana?; –Bagaimanakah penerapan alternative assessment dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Juwana?; dan –Bagaimanakah alternatif assessment dapat meningkatkan mutu pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Juwana? Tujuan Penelitian 8 Universitas Muhammadiyah Surakarta

10 Universitas Negeri Jakarta Manfaat Penelitian Berdasarkan pada tujuan penelitian di atas maka hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat: Bagi guru matematika hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengayaan kemampuan khususnya kompetensi profesional dalam melaksanakan tugas penilaian sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan daya kritis siswa. Bagi siswa hasil penelitian ini dapat meningkatkan kompetensi baik kognitif, afektif dan psikomotor sehingga kemampuan berganda siswa/ multiple intelligent dapat terdiskripsikan dengan baik. Bagi peneliti hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber dalam pengembangan ilmu pengetahuan baik konsep maupun teori yang berhubungan dengan alternative assessment. 9 Universitas Muhammadiyah Surakarta

11 Universitas Negeri Jakarta KAJIAN TEORI Mutu Pembelajaran Matematika Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mutu berarti (ukuran) baik buruk suatu benda; kadar; taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dsb); kualitas. Mutu identik dengan kualitas. Sedangkan pembelajaran menurut Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar Dengan demikian mutu pembelajaran dapat diartikan kualitas proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. 10 Universitas Muhammadiyah Surakarta

12 Universitas Negeri Jakarta Lanjutan… Matematika menurut Depdiknas ( 2004:5) berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten. Dari uraian diatas Mutu Pembelajaran matematika dapat diartikan kualitas proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar pada mata pelajaran matematika 11 Universitas Muhammadiyah Surakarta

13 Universitas Negeri Jakarta Lanjutan… Alternatif Assessment Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan assessmen atau penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Dari definisi diatas sangat jelas bahwa penilaian tidak hanya dilakukan menunggu sampai proses pembelajaran selesai namun harus dilaksanakan baik pada awal, selama maupun akhir proses pembelajaran. Davies (2004) dalam Computing Technology for Math Excellent menyatakan indicated that assessment is a process of triangulation or gathering evidence over time that agreed-upon criteria have been met from multiple sources: artifacts that students produce, observation notes on the process of students' learning, and documentation from talking with students about their learning 12 Universitas Muhammadiyah Surakarta

14 Universitas Negeri Jakarta lanjutan (menunjukkan bahwa assessmen atau penilaian adalah proses triangulasi atau mengumpulkan bukti-bukti dari waktu ke waktu yang telah disepakati, kriteria telah dipenuhi dari berbagai sumber: artefak yang dihasilkan siswa, catatan pengamatan terhadap proses belajar siswa, dan dokumentasi dari berbicara dengan siswa tentang belajar mereka ) assessmen dirumuskan oleh Sanghmitra Agarwal dalam Alternative assessment techniques In mathematics: realistic use in the classroom : Assessment is the systematic collection, review, and use of information about educational programs undertaken for the purpose of improving student learning and development. (Penilaian adalah kumpulan sistematis, review, dan penggunaan informasi tentang program- program pendidikan yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pembelajaran siswa dan pengembangan ). 13 Universitas Muhammadiyah Surakarta

15 Universitas Negeri Jakarta Lanjutan alternative assessment menurut Cathy Cosgrove (1997: 2) Alternative assessment: refers to different methods of evaluating student progress other than formal written tests. Characteristics include students being evaluate on higher order thinking skills, problem solving, and creativity. Alternative assessment makes students more responsible for their own learning, by making them explain their results (Penilaian Alternatif: mengacu pada metode yang berbeda untuk mengevaluasi kemajuan siswa dari tes tertulis formal. Karakteristik termasuk siswa yang mengevaluasi pada orde tinggi kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan kreativitas. Penilaian Alternatif membuat siswa lebih bertanggung jawab untuk pembelajaran mereka sendiri, dengan membuat mereka menjelaskan hasil mereka) 14 Universitas Muhammadiyah Surakarta

16 Universitas Negeri Jakarta Penelitian terdahulu Cathy Cosgrove pada tahun 1999 dengan judul ” Alternative Assessment ”. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah cara guru menilai siswa dalam kelas matematika. Hasil penelitian membuktikan bahwa Alternatif penilaian telah menjadi lebih banyak digunakan di dalam kelas matematika di Gateway. Para guru bersedia mencoba penilaian alternatif dalam kelas. Mereka telah berhasil mengatasi sebagian besar frustrasi mereka dengan mencoba ide-ide baru dan menemukan siswa untuk menjadi sukses dengan proyek-proyek Kesimpulannya penilaian alternative mampu meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. 15 Universitas Muhammadiyah Surakarta

17 Universitas Negeri Jakarta TEMPAT DAN WAKTU Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Juwana Kabupaten Pati Propinsi Jawa Tengah. Sedangkan waktu pelaksanaan pada semester I Tahun pelajaran 2010/ Universitas Muhammadiyah Surakarta

18 Universitas Negeri Jakarta Data, sumber data dan Nara Sumber sumber data dalam penelitian ini adalah data-data yang menunjukkan peningkatan mutu pembelajaran matematika melalui alternative assessment sebagai subyek dan hasil wawancara langsung dengan pihak- pihak yang dapat mendukung penelitian ini, yaitu di SMP Negeri 2 Juwana 17 Universitas Muhammadiyah Surakarta

19 Universitas Negeri Jakarta Metode Pengumpulan Data metode dokumenter, metode observasi, dan metode wawancara (interview). 18 Universitas Muhammadiyah Surakarta

20 Universitas Negeri Jakarta Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan penelitian kualitatif sangat sesuai apabila dilekatkan pada pendekatan etnografi dalam pemerolehan datanya. Menurut James Lull (1992) dijelaskan bahwa melalui pendekatan etnografi, peneliti harus Mengamati dan mencatat semua Melakukannya dalam situasi keseharian (everyday practices) Membuat kesimpulan dari data yang ada dan mengaitkannya dengan konteks Teknik Analisis Data 19 Universitas Muhammadiyah Surakarta

21 Universitas Negeri Jakarta Keabsahan Data 1. Pengumpulan, Kodifikasi, dan Kategorisasi Data Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan seluruh data yang telah diperoleh berdasarkan instrumen penelitian, kemudian data-data tersebut diberikan kode-kode tertentu berdasarkan jenis dan sumbernya. Selanjutnya, peneliti melakukan interpretasi terhadap keseluruhan data dan untuk memudahkan dalam menyusun katagorisasi data dan perumusan sejumlah hipotesis mengenai hasil dan rencana program tindakan sesuai dengan tujuan penelitian. 20 Universitas Muhammadiyah Surakarta

22 Universitas Negeri Jakarta 2. Validasi Data Hasil interpretasi dan katagorisasi data serta rumusan hipotesis sehubungan dengan hasil pelaksanaan program tindakan yang telah dirumuskan divalidasi dengan menggunakan beberapa teknik validasi data (Miles dan Huberman; 1992) untuk mendapatkan data yang benar-benar mendukung dan sesuai dengan karakteristik fokus permasalahan dan tujuan penelitian. Keabsahan Data 21 Universitas Muhammadiyah Surakarta

23 Universitas Negeri Jakarta TEKNIK VALIDASI DATA 1.Triangulasi Data, yaitu mengecek keabsahan (validitas) data dengan mengkonfirmasikan data yang telah ada dengan data, sumber data, dan ahli untuk memastikan keabsahan data yang ada (Miles dan Huberman, 1992: Stringer, 1996). Dari guru, dilakukan pada saat pelaksanaan diskusi balikan setelah pelaksanaan tindakan dan dengan data yang dijaring melalui lembaran observasi yang dilakukan oleh guru itu sendiri. Sedangkan dari siswa, dilakukan dengan melakukan wawancara dengan beberapa orang siswa, setelah pelaksanaan pembelajaran. Dari ahli, dilakukan pada saat bimbingan mengenai temuan- temuan penelitian dan penyusunan laporan. 22 Universitas Muhammadiyah Surakarta

24 Universitas Negeri Jakarta TEKNIK VALIDASI DATA 2.Audit Trail, yaitu pengecekan keabsahan temuan penelitian, beserta prosedur penelitian yang telah diperiksa keabsahannya dengan mengkonfirmasikan kepada sumber data pertama (guru dan siswa). Selain itu, peneliti juga mengkonfirmasikan dan mendiskusikan temuan penelitian tersebut dengan teman sejawat. 23 Universitas Muhammadiyah Surakarta

25 Universitas Negeri Jakarta TEKNIK VALIDASI DATA 3. Member-check, yaitu melakukan pengecekan terhadap keabsahan data dengan mengkonfirmasikan data tersebut kepada sumber data (Miles dan Huberman, 1992: Skerrit, 1996). Proses ini dilakukan oleh peneliti pada saat akhir pelaksanaan program tindakan dan pada waktu berakhirnya keseluruhan program tindakan yang direncanakan sesuai dengan tujuan penelitian. 24 Universitas Muhammadiyah Surakarta

26 Universitas Negeri Jakarta 25 Universitas Muhammadiyah Surakarta


Download ppt "PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI “ ALTERNATIVE ASSESSMENT ” SISWA KELAS VIII SMP N 2 JUWANA KABUPATEN PATI TAHUN 2010 Oleh : MASHURI NIM."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google