Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM PERKEMIHAN Suatu Tinjauan Histologi All images in this document is removed due to copyright restriction dr. Ahmad Aulia Jusuf, PhD Bagian Histologi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM PERKEMIHAN Suatu Tinjauan Histologi All images in this document is removed due to copyright restriction dr. Ahmad Aulia Jusuf, PhD Bagian Histologi."— Transcript presentasi:

1 SISTEM PERKEMIHAN Suatu Tinjauan Histologi All images in this document is removed due to copyright restriction dr. Ahmad Aulia Jusuf, PhD Bagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2007

2 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 2 Pendahuluan Sistem Perkemihan, disusun oleh: Sistem Perkemihan, disusun oleh: Ginjal ~ sepasang (kiri & kanan) Ginjal ~ sepasang (kiri & kanan) Ureter ~ sepasang (kiri & kanan) Ureter ~ sepasang (kiri & kanan) Kandung kemih ~ 1 buah Kandung kemih ~ 1 buah Uretra ~ 1 buah Uretra ~ 1 buah

3 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 3 Pendahuluan Produk akhir Sistem Perkemihan adalah: URIN Produk akhir Sistem Perkemihan adalah: URIN ginjal ureter kandung kemih uretra dieksresikan keluar tubuh ginjal ureter kandung kemih uretra dieksresikan keluar tubuh Pada Wanita Pada Wanita uretra fungsinya HANYA sebagai saluran kemih uretra fungsinya HANYA sebagai saluran kemih Pada Pria Pada Pria Uretra juga sebagai saluran yang dilalui semen pada peristiwa ejakulasi Uretra juga sebagai saluran yang dilalui semen pada peristiwa ejakulasi

4 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 4 Pendahuluan Ginjal: Ginjal: Korpus Malpighi  Tubulus Proksimal 1 (Tubulus Kontortus proksimal )  2 (Tubulus Rektus proksimal/Ansa Henle Segmen Tebal pars desendens)  Tubulus Medialis (Ansa Henle Segmen Tipis desendens – asendens)  Tubulus Distal 1 (Tubulus Rektus Distal/ Ansa Henle Segmen Tebal pars Asendes)  2 (Tubulus Kontortus Distal)  Duktus koligentes  Duktus Papilaris Belini  Kaliks Minor  Kaliks Mayor  Pelvis Renalis  Ureter  Vesika Urinaria  Uretra

5 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 5 Ginjal Makroskopis: Makroskopis: Spt kacang, warna merah kecoklatan, ada 2 buah (kiri & kanan) Spt kacang, warna merah kecoklatan, ada 2 buah (kiri & kanan) Lokasi Lokasi Retroperitoneal Retroperitoneal Ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri Ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri Dibungkus oleh lemak peritoneal Dibungkus oleh lemak peritoneal

6 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 6 Ginjal Penampang Penampang Sisi lateral ~ konveks Sisi lateral ~ konveks Sisi medial ~ konkaf `HILUS` Sisi medial ~ konkaf `HILUS` Hilus Hilus Arteri dan vena Renalis Arteri dan vena Renalis Pembuluh limfe Pembuluh limfe ureter ureter Korteks Korteks Coklat tua & granular, terdiri atas korpuskel ginjal (korpus Malpighi), tubulus kontortus proksimal & distal Coklat tua & granular, terdiri atas korpuskel ginjal (korpus Malpighi), tubulus kontortus proksimal & distal medullary rays ~ berkas medula `prosesus Ferreini` medullary rays ~ berkas medula `prosesus Ferreini`

7 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 7 Ginjal Penampang Penampang Medula Medula Piramid ginjal Piramid ginjal –Bagian berbentuk spt piramid-pucat, bergaris- garis (striata) –Dasar piramid menghadap korteks –Apeks piramid menghadap papila renalis, ditembus oleh duktus papilaris Bellini, terlihat seperti saringan `Area Kribrosa`

8 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 8 Ginjal Penampang Penampang Medula Medula Kaliks minor Kaliks minor Kaliks mayor Kaliks mayor Pelvis renalis Pelvis renalis Kolumna Kortikalis Bertini (Substansi korteks yang berada di antara piramid ginjal) Kolumna Kortikalis Bertini (Substansi korteks yang berada di antara piramid ginjal)

9 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 9 Tubulus Uriniferus Terdiri atas: Terdiri atas: Nefron Nefron Collecting tubule Collecting tubule

10 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 10 Nefron Satuan struktural & fungsional ginjal, disusun oleh: Satuan struktural & fungsional ginjal, disusun oleh: 1. Korpuskel ginjal (Korpus Malpighi) 2. Tubulus ginjal

11 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 11 Nefron Korpuskel Malpighi, disusun oleh: Korpuskel Malpighi, disusun oleh: glomerulus & kapsula Bowman Tubulus Renal Tubulus Renal convoluted tubule (tubulus kontortus proksimal & distal/ tubulus yang bergelung) convoluted tubule (tubulus kontortus proksimal & distal/ tubulus yang bergelung) loop of Henle (Ansa Henle) atau tubulus rektus (tubulus yang berjalan lurus) loop of Henle (Ansa Henle) atau tubulus rektus (tubulus yang berjalan lurus)

12 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 12 Nefron Tubulus kontortus proksimal  Ansa henle segmen tebal pars desendens (tubulus rekstus proksimal)  Ansa henle segmen tipis pars desendens  Ansa henle segmen tipis pars asendens  Ansa henle segmen tebal pars asendens (tubulus rektus distalis)  Tubulus kontortus distalis

13 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 13 Nefron 2 tipe: 2 tipe: Nefron kortikal Nefron kortikal Nefron jukstamedullar Nefron jukstamedullar

14 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 14 Glomerulus Kapiler yang beranastomosis membentuk suatu gelung kapiler Kapiler yang beranastomosis membentuk suatu gelung kapiler Berawal dari cabang arteriola aferen glomerulus Berawal dari cabang arteriola aferen glomerulus menginvaginasi kapsula Bowman ~ di bagian Kutub vaskular (polus vaskular) menginvaginasi kapsula Bowman ~ di bagian Kutub vaskular (polus vaskular) Mengandung podosit ~ kapsula Bowman pars viseral Mengandung podosit ~ kapsula Bowman pars viseral

15 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 15 GLOMERULUS

16 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 16 GLOMERULUS Kapiler glomerulus Kapiler glomerulus Kapiler bertingkap (berpori) ~ Fenestrated type capillaries Kapiler bertingkap (berpori) ~ Fenestrated type capillaries Endotel: tipis Endotel: tipis Pori bulat (70-100nm), >>>, diaphragma (-) Pori bulat (70-100nm), >>>, diaphragma (-) Endotel permukaan bermuatan negatif ~ karena Endotel permukaan bermuatan negatif ~ karena

17 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 17 GLOMERULUS Kapiler glomerulus Kapiler glomerulus Ruang antara kapiler glomerulus diisi oleh mesangium, yaitu: Ruang antara kapiler glomerulus diisi oleh mesangium, yaitu: Jaringan penyambung Jaringan penyambung Sel2 Mesangial intraglomerular Sel2 Mesangial intraglomerular

18 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 18 GLOMERULUS Sel Mesangial intraglomerular Sel Mesangial intraglomerular Perisit khusus: Perisit khusus: Bersifat fagosit, utk menjaga kelangsungan proses filtrasi (memfagosit protein molekul besar di lamina basal) Bersifat fagosit, utk menjaga kelangsungan proses filtrasi (memfagosit protein molekul besar di lamina basal) Kontraktil, bereaksi thd angiotensin II dan vasokonstriktor lain Kontraktil, bereaksi thd angiotensin II dan vasokonstriktor lain Memiliki reseptor spesifik untuk hormon atriopeptida, Memiliki reseptor spesifik untuk hormon atriopeptida, –Disekresi oleh myokardium –Vasodilatasi

19 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 19 Kapsula Bowman Terdiri atas: Terdiri atas: 1. Pars Viseral (lapisan Podosit) Podosit Podosit 2. Pars Parietal Epitel gepeng selapis Epitel gepeng selapis Di bagian kutub urinarius (polus tubular), berlanjut menjadi tubulus kontortus proksimal Di bagian kutub urinarius (polus tubular), berlanjut menjadi tubulus kontortus proksimal

20 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 20 Kapsula Bowman

21 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 21 Kapsula Bowman Kapsula Bowman Podosit Podosit Memiliki prosesus primer ~ memeluk dinding kapiler berpori Memiliki prosesus primer ~ memeluk dinding kapiler berpori Prosesus Primer bercabang-cabang tegak lurus  Prosesus sekunder (pedikel), langsung melekat pada lamina rara Prosesus Primer bercabang-cabang tegak lurus  Prosesus sekunder (pedikel), langsung melekat pada lamina rara Di antara pedikel terdapat celah filtrasi yang ditutup oleh diafragma celah filtrasi Di antara pedikel terdapat celah filtrasi yang ditutup oleh diafragma celah filtrasi

22 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 22 Kapsula Bowman Kapsula Bowman Celah filtrasi & Diafragma celah filtrasi: Celah filtrasi & Diafragma celah filtrasi: Lubang-lubang yang ditutup konfigurasi spt jeruji yang berjalan radier dari pusatnya, di antara jeruji ada rongga selebar 3 – 5 nm Lubang-lubang yang ditutup konfigurasi spt jeruji yang berjalan radier dari pusatnya, di antara jeruji ada rongga selebar 3 – 5 nm

23 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 23 Kapsula Bowman

24 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 24 Kapsula Bowman Podosit Podosit Membran plasma mengandung banyak sekali glycocaliks yang bermuatan (-), yang disebut podocalyxin Membran plasma mengandung banyak sekali glycocaliks yang bermuatan (-), yang disebut podocalyxin Sesuai dengan komponen barrier filtrasi Sesuai dengan komponen barrier filtrasi

25 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 25 Membran Basal Glomerulus Membran yang lebih tebal Membran yang lebih tebal Dipertebal oleh sel endotel kapiler dan podosit Dipertebal oleh sel endotel kapiler dan podosit Kolagen tipe IV, fibronektin, laminin and proteoglikans Kolagen tipe IV, fibronektin, laminin and proteoglikans

26 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 26 Membran Basal Glomerulus (Bloom & Fawcett hal 737) ME: 3 lapisan ME: 3 lapisan Lamina rara externa Lamina rara externa –Antara lamina densa dan kapsula Bowman pars viseral Lamina densa Lamina densa –Lapisan tengah 300 nm 300 nm Kolagen tipe IV Kolagen tipe IV Lamina rara interna Lamina rara interna –Antara lamina densa dan sel endotel kapier

27 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 27 Filtrasi Glomerulus Filtration plasma darah di glomerulus Filtration plasma darah di glomerulus Proses yang kontinu Proses yang kontinu Esential untuk membuang Nitrogen Esential untuk membuang Nitrogen Mengontrol komposisi cairan ekstrasel dan volume darah Mengontrol komposisi cairan ekstrasel dan volume darah Komponen penyusun filter (sawar darah – urin) Komponen penyusun filter (sawar darah – urin) Endotel (berpori) Endotel (berpori) Lamina basal Lamina basal Diafragma celah filtrasi & pedikel podosit Diafragma celah filtrasi & pedikel podosit

28 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 28 Komponen penyusun filter (sawar darah – urin)

29 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 29 Filtrasi Glomerulus Hasilnya berupa cairan ultrafiltrat (urin Primer)  masuk ke ruang Bowman  Tubulus Kontortus Proksimal Hasilnya berupa cairan ultrafiltrat (urin Primer)  masuk ke ruang Bowman  Tubulus Kontortus Proksimal

30 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 30 Korteks Ginjal Diselubungi oleh Diselubungi oleh Kapsula, Jaringan penyambung peritoneal dan lemak Kapsula, Jaringan penyambung peritoneal dan lemak Disusun oleh: Disusun oleh: Korpuskel ginjal (korpus Malpighi) Korpuskel ginjal (korpus Malpighi) Tubulus kontortus proksimal dan distal Tubulus kontortus proksimal dan distal Aparatus Jukstaglomerular Aparatus Jukstaglomerular Berkas Medula/ Medullary rays (prosesus Ferreini) Berkas Medula/ Medullary rays (prosesus Ferreini)

31 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 31

32 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 32 Tubulus Proksimal Dibentuk oleh: Dibentuk oleh: Tubulus kontortus Proksimal Tubulus kontortus Proksimal & Ansa Henle Segmen Tebal Pars Desendens (Tubulus Rektus Proksimal) & Ansa Henle Segmen Tebal Pars Desendens (Tubulus Rektus Proksimal) Merupakan segmen nefron yang terpanjang Merupakan segmen nefron yang terpanjang Keduanya merupakan penyusun terbesar korteks ginjal Keduanya merupakan penyusun terbesar korteks ginjal

33 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 33 Tubulus Kontortus Proksimal Lanjutan dari kapsula Bowman pars parietal Lanjutan dari kapsula Bowman pars parietal Tubulus yang bergelung Tubulus yang bergelung Panjang 14 nm Panjang 14 nm Asidofilik Asidofilik Epitel selapis kuboid, batas lumen tidak jelas Epitel selapis kuboid, batas lumen tidak jelas

34 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 34 Tubulus Kontortus Proksimal Nukleus bulat, biru, lokasinya berjauhan 1 sama lain Nukleus bulat, biru, lokasinya berjauhan 1 sama lain Sitoplasma Sitoplasma Asidofilik (granul yang bersifat asidofilik) Asidofilik (granul yang bersifat asidofilik) Di permukaan sel ada brushborder yang menghadap ke lumen ~ batas lumen tidak jelas Di permukaan sel ada brushborder yang menghadap ke lumen ~ batas lumen tidak jelas

35 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 35 Tubulus Kontortus Proksimal Fungsi Fungsi Reabsorpsi 80% filtrat tubular (termasuk protein, asam amino, Glukosa, air dan sebagian besar ion & elektrolit) Reabsorpsi 80% filtrat tubular (termasuk protein, asam amino, Glukosa, air dan sebagian besar ion & elektrolit) Membuang zat-zat warna tertentu, obat2an (mis: Penisilin) & metabolt ttu Membuang zat-zat warna tertentu, obat2an (mis: Penisilin) & metabolt ttu Glukosa, asam amino dan protein direabsorpsi Glukosa, asam amino dan protein direabsorpsi Menghasilkan cairan yang osmolaritasnya normal Menghasilkan cairan yang osmolaritasnya normal

36 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 36 Ansa Henle Segmen Tebal Pars Desendens Epiptel mirip dengan Tubulus kontortus proksimal, brush bordernya kurang berkembang & hanya sedikit Epiptel mirip dengan Tubulus kontortus proksimal, brush bordernya kurang berkembang & hanya sedikit Di tubulus proksimal ini, 70 % air & ion Na direabsorpsi. Prosesnya melibatkan Pompa Na + - K + Di tubulus proksimal ini, 70 % air & ion Na direabsorpsi. Prosesnya melibatkan Pompa Na + - K +

37 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 37 Tubulus Intermedia (Ansa Henle Segmen Tipis) Ansa Henle Segmen tipis pars Desendens Ansa Henle Segmen tipis pars Desendens Ansa Henle Segmen tipis pars Asendens Ansa Henle Segmen tipis pars Asendens Epitel selapis gepeng (mirip endotel) Epitel selapis gepeng (mirip endotel)

38 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 38 Tubulus Distal 1. Bagian yang lurus/ Pars Rekta/ Tubulus Rektus Distal (Ansa Henle Segmen Tebal Pars Asendens) 2. Makula Densa 3. Bagian yang bergelung/ Pars convoluted (Tubulus Kontortus Distal)

39 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 39 Tubulus Distal Pars Rekta/ Tubulus Rektus Distal (Ansa Henle Segmen Tebal Pars Asendens) Pars Rekta/ Tubulus Rektus Distal (Ansa Henle Segmen Tebal Pars Asendens) Mulai dari bagian medula, di tempat epitel gepeng selapis (Ansa Henle Segmen tipis), berubah mendadak menjadi epitel selapis kuboid Mulai dari bagian medula, di tempat epitel gepeng selapis (Ansa Henle Segmen tipis), berubah mendadak menjadi epitel selapis kuboid Panjang nm;   m Panjang nm;   m Lokasi, bagian luar medula Lokasi, bagian luar medula tdk permeabel thd air & urea tdk permeabel thd air & urea permeabel thd Na + & Cl - permeabel thd Na + & Cl - Tubulus ini naik menuju korteks, dan mencapai polus vaskular dari glomerulusnya sendiri. Bagian tubulus distal yang berbatasan dengan polus vaskular ini disebut `Makula Densa` Tubulus ini naik menuju korteks, dan mencapai polus vaskular dari glomerulusnya sendiri. Bagian tubulus distal yang berbatasan dengan polus vaskular ini disebut `Makula Densa`

40 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 40 Tubulus Distal

41 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 41 Tubulus Distal Makula densa Makula densa Terletak di antara pars rekta dan pars convoluted Terletak di antara pars rekta dan pars convoluted Bagian awal dari pars convoluted Bagian awal dari pars convoluted Berdiri di antara arteriol aferen dan eferen glomerulus Berdiri di antara arteriol aferen dan eferen glomerulus Bentuk sel: tinggi dan ramping, berjejer rapat seperti pagar (Palisade) Bentuk sel: tinggi dan ramping, berjejer rapat seperti pagar (Palisade) –Inti-inti selnya terlihat lebih rapat.

42 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 42 Tubulus Distal Tubulus Kontortus Distal Tubulus Kontortus Distal Lanjutan dari Ansa Henle segmen tebal pars asendens Lokasi di korteks Lanjutan dari Ansa Henle segmen tebal pars asendens Lokasi di korteks Epitel kuboid selapis dengan batas lumen jelas. Epitel kuboid selapis dengan batas lumen jelas. Inti sel : bulat, biru, letaknya berdekatan Inti sel : bulat, biru, letaknya berdekatan Sitoplasma: basofilik (mengandung granula basofilik) Sitoplasma: basofilik (mengandung granula basofilik) Brush Border (-), mikrovili sedikit dan pendek Brush Border (-), mikrovili sedikit dan pendek

43 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 43 Tubulus Distal Fungsi Fungsi Reabsorpsi of ion Na + dari cairan tubular Reabsorpsi of ion Na + dari cairan tubular Sekresi ion H + dan K + ke dalam cairan tubular (acid-base balance) Sekresi ion H + dan K + ke dalam cairan tubular (acid-base balance) Dibawah pengaturan hormon Aldosteron Dibawah pengaturan hormon Aldosteron

44 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 44 Aparatus Jukstaglomerular Disusun oleh Disusun oleh Makula densa Makula densa Sel-sel Jukstaglomerular Sel-sel Jukstaglomerular Mesangial Ekstraglomerular (Polkissen atau Goormaghtigh atau sel Lacis) Mesangial Ekstraglomerular (Polkissen atau Goormaghtigh atau sel Lacis)

45 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 45 Aparatus Jukstaglomerular

46 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 46 Aparatus Jukstaglomerular Makula Densa Makula Densa Fungsi: Osmoreseptor untuk kadar (konsentrasi Natrium) Fungsi: Osmoreseptor untuk kadar (konsentrasi Natrium) Sel Jukstaglomerular Sel Jukstaglomerular Modifikasi otot polos tunika media arteriol aferen di dekat Korpuskel Malpighi Modifikasi otot polos tunika media arteriol aferen di dekat Korpuskel Malpighi Mengandung granula Mengandung granula Renin Renin Erythropoetin Erythropoetin

47 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 47 Aparatus Jukstaglomerular Sel Jukstaglomerular akan memproduksi renin jika: Sel Jukstaglomerular akan memproduksi renin jika: 1. Mendapat sinyal dari Makula densa bahwa kadar Na di tubulus   sinyal diterima oleh sel Polkissen, diteruskan ke  Sel Jukstaglomerular  Renin dilepaskan ke pembuluh darah

48 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 48 Aparatus Jukstaglomerular Tekanan darah di arteriola aferen   merangsang Sel Jukstaglomerular melepaskan renin Tekanan darah di arteriola aferen   merangsang Sel Jukstaglomerular melepaskan renin

49 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 49 Aparatus Jukstaglomerular Sel Mesangial Ekstraglomerular Sel Mesangial Ekstraglomerular Sel Lacis/ Sel Polkissen/ Sel Goormaghtigh Sel Lacis/ Sel Polkissen/ Sel Goormaghtigh Lokasi antara arteriol aferen dan eferen dan makula densa Lokasi antara arteriol aferen dan eferen dan makula densa Sekelompok sel kecil, gepeng, dan terang, dengan cabang-cabang sitoplasma (prosesus) Sekelompok sel kecil, gepeng, dan terang, dengan cabang-cabang sitoplasma (prosesus) Berhubungan dengan sel Jukstaglomerular dan dengan sel mesangial intreglomerular melalui gap junction Berhubungan dengan sel Jukstaglomerular dan dengan sel mesangial intreglomerular melalui gap junction

50 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 50 Aparatus Jukstaglomerular Sel Mesangial Ekstraglomerular Sel Mesangial Ekstraglomerular Fungsi: Fungsi: Belum jelas Belum jelas Memberi sinyal, jika terjadi perubahan konsentrasi Na +, (melanjutkan sinyal) dari Makula densa ke sel2 Jukstaglomerular Memberi sinyal, jika terjadi perubahan konsentrasi Na +, (melanjutkan sinyal) dari Makula densa ke sel2 Jukstaglomerular

51 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 51 Aparatus Jukstaglomerular

52 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 52 Medula Ginjal Terdiri atas sejumlah piramid ginjal Terdiri atas sejumlah piramid ginjal Ansa Henle Ansa Henle Duktus Koligen (Duktus pengumpul) Duktus Koligen (Duktus pengumpul) Duktus Papilaris Bellini Duktus Papilaris Bellini Kaliks minor Kaliks minor

53 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 53 Medula Ginjal Kolumna renalis Bertini Kolumna renalis Bertini Bagian korteks ginjal yang berlokasi di medula Bagian korteks ginjal yang berlokasi di medula

54 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 54 Ansa Henle Terdiri atas: Terdiri atas: 1. Ansa Henle Segmen tebal pars desendens (Tubulus Rektus Proksimal) 2. Ansa Henles segmen tipis pars desendens 3. Ansa Henles segmen tipis pars asendens 4. Ansa Henle Segmen tebal pars asendens (Tubulus Rektus Distal)

55 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 55 Ansa Henle gambaran histologi: Ansa Henle Segmen Tebal pars desendens (  lebih kecil) ~ Tubulus kontortus proksimal Ansa Henle Segmen Tebal pars asendens ~Tubulus kontortus distal

56 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 56 Ansa Henle Ansa Henle Segmen Tipis Ansa Henle Segmen Tipis Gambaran histologisnya serupa dengan kapiler darah Gambaran histologisnya serupa dengan kapiler darah Epitel gepeng selapis Epitel gepeng selapis Lumen bulat (tidak berisi eritrosit) Lumen bulat (tidak berisi eritrosit)

57 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 57 Duktus Koligens Menghubungkan tubulus kontortus distal dengan duktus papilaris Bellini Menghubungkan tubulus kontortus distal dengan duktus papilaris Bellini Lokasi di medula Lokasi di medula Gambaran histologi Gambaran histologi = tubulus kontortus distal = tubulus kontortus distal Epitel selapis kuboid, dengan membran sel yang nyata Epitel selapis kuboid, dengan membran sel yang nyata

58 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 58 Duktus Koligens 2 tipe sel 2 tipe sel Sel Principal = sel terang Sel Principal = sel terang –Sitoplasma: pucat dengan organel sedikit –Mikrivili pendek dan 1 silium –reabsorpsi Na + dan sekresi K + Sel Interkalaris (Intercalated cells) = sel gelap Sel Interkalaris (Intercalated cells) = sel gelap –sitoplasma: gelap banyak mitokondria dan polyribosome –reabsorpsi bicarbonat dan sekresi H +

59 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 59 Duktus Koligens

60 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 60 Duktus Papilaris Bellini Gambaran Histologi Gambaran Histologi Epitel selapis silindris Epitel selapis silindris Fungsi Fungsi Reabsorpsi pasif air (concentrate the osmolarity of urine) Reabsorpsi pasif air (concentrate the osmolarity of urine) Dipengaruhi oleh ADH (antidiuretic hormone /vasopressin) Dipengaruhi oleh ADH (antidiuretic hormone /vasopressin) Sekresi ion H + Sekresi ion H +

61 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 61 Duktus Papilaris Bellini

62 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 62 Kaliks Kaliks Minor Kaliks Minor Ruang berbentuk corong/ cerobong, menampung urin dari duktus Papilaris Bellini di Area Kribrosa Ruang berbentuk corong/ cerobong, menampung urin dari duktus Papilaris Bellini di Area Kribrosa Dilapisi oleh epitel transitional 2 – 3 lapisan sel Dilapisi oleh epitel transitional 2 – 3 lapisan sel Mengandung otot polos tipis di lamina propria Mengandung otot polos tipis di lamina propria Dari kaliks minor, urin masuk ke Kaliks Mayor (histologi = Kaliks minor) Dari kaliks minor, urin masuk ke Kaliks Mayor (histologi = Kaliks minor)

63 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 63 Bagian Interstitial Ginjal (ruang di bagian luar lamina basal) Korteks Korteks Jaringan penyambung dgn sel2 nya: Jaringan penyambung dgn sel2 nya: fibroblas fibroblas makrofag makrofag Medula Medula Jaringan penyambung lbh banyak. Sel2 nya: Jaringan penyambung lbh banyak. Sel2 nya: fibroblas fibroblas makrofag makrofag Sel2 interstitial di medula menghasilkan: Sel2 interstitial di medula menghasilkan: –prostaglandin –medullipin I

64 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 64 RENAL VASCULATURE (perdarahan ginjal) Arteri renalis (cabang langsung aorta abdominalis) 1. Cabang anterior 2. Cabang posterior arteri segmental arteri segmental arteri interlobaris a. arkuata a. Kortikalis radiata/ a. interlobularis/ a. intralobularis a. Kortikalis radiata/ a. interlobularis/ a. intralobularis arteriol aferen kapiler glomerulus arteriol eferen arteriol aferen kapiler glomerulus arteriol eferen 1. Kapiler peritubular 1. Kapiler peritubular 2. Vasa rekta 2. Vasa rekta

65 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 65 RENAL VASCULATURE (perdarahan ginjal)

66 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 66 Pelvis Renalis Menampung urin dari kaliks mayor Menampung urin dari kaliks mayor Epitel transisional ( 2 – 3 lapisan sel) Epitel transisional ( 2 – 3 lapisan sel)

67 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 67 URETER Tabung silinder,  3- 4 mm, panjang cm Tabung silinder,  3- 4 mm, panjang cm Sepasang (kanan & kiri) Sepasang (kanan & kiri) Histologi: Histologi: tunika mukosa tunika mukosa Epitel transisional ( 4 – 5 lapisan sel) Epitel transisional ( 4 – 5 lapisan sel) tunika muskularis tunika muskularis 2/3 proksimal 2/3 proksimal –outer: sirkular –inner: longitudinal

68 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 68 URETER Tunica muskularis Tunica muskularis 1/3 distal 1/3 distal –outer : longitudinal –tengah: sirkular –inner: longitudinal Tunika adventisia Tunika adventisia Jaringan penyambung fibrosa Jaringan penyambung fibrosa

69 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 69 Ureter

70 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 70 Vesika Urinaria/ Kandung Kemih Organ penampung urin sampai tekanan cukup untuk menginduksi urgensi (rasa ingin berkemih) Organ penampung urin sampai tekanan cukup untuk menginduksi urgensi (rasa ingin berkemih) Terdiri atas Terdiri atas tunika mukosa tunika mukosa Epitel transtitional Epitel transtitional lamina propria lamina propria Serat kolagen dan elastin Serat kolagen dan elastin

71 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 71 Vesika Urinaria/ Kandung Kemih Tunica muskularis Tunica muskularis Pembungkus yang tebal Pembungkus yang tebal 3 lapisan otot polos yang saling tumpang tindih 3 lapisan otot polos yang saling tumpang tindih Dalam 1 berkas yang beranastomosis Dalam 1 berkas yang beranastomosis Sulit dipisahkan tiap lapisannya Sulit dipisahkan tiap lapisannya Tunica adventisia/serosa Tunica adventisia/serosa Jaringan ikat padat kolagen, tidak beraturan (iregular) Jaringan ikat padat kolagen, tidak beraturan (iregular) Serat elastin Serat elastin

72 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 72 Vesika Urinaria/ Kandung Kemih

73 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 73 Uretra Saluran (tubular) tunggal Saluran (tubular) tunggal Menghubungkan kandung kemih dengan dunia luar Menghubungkan kandung kemih dengan dunia luar

74 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 74 Uretra Wanita Wanita Panjang 4-5 cm,  5-6 mm Panjang 4-5 cm,  5-6 mm Dilapisi oleh Dilapisi oleh Epitel transtitional di bagian dekat kandung kemih Epitel transtitional di bagian dekat kandung kemih Dilanjutkan dengan Epitel gepeng berlapis tanpa keratin Dilanjutkan dengan Epitel gepeng berlapis tanpa keratin

75 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 75 Uretra Pria Pria Panjang cm (lebih panjang daripada uretra wanita) Panjang cm (lebih panjang daripada uretra wanita) Juga merupakan jalur yang dilalui semen (selain dilalui urin) Juga merupakan jalur yang dilalui semen (selain dilalui urin) 3 parts 3 parts Pars prostatika Pars prostatika Pars membranasea Pars membranasea Pars Kavernosa (penis) Pars Kavernosa (penis)

76 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 76 Uretra Pars prostatika Pars prostatika Panjang 3-4 cm Panjang 3-4 cm Seluruhnya berada dalam prostat Seluruhnya berada dalam prostat Dilapisi Epitel: Dilapisi Epitel: Epitel Transisional (proksimal duktus ejakulatorius) Epitel Transisional (proksimal duktus ejakulatorius) Epitel Bertingkat silindris --- Epitel silindris berlapis (distal duktus ejakulatorius) & mengandung sel Goblet (menghasilkan mukus) Epitel Bertingkat silindris --- Epitel silindris berlapis (distal duktus ejakulatorius) & mengandung sel Goblet (menghasilkan mukus) Dengan ME: dapat terlihat ada sel yang memiliki mikrovili pendek Dengan ME: dapat terlihat ada sel yang memiliki mikrovili pendek

77 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 77 Uretra, pars prostatika

78 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 78 Uretra Pars membranasea Pars membranasea Panjang 1-2 cm Panjang 1-2 cm Menembus membran perineal Menembus membran perineal Dilapisi epitel silindris berlapis Dilapisi epitel silindris berlapis Otot bercorak/ otot rangka mengelilingi uretra di diafragma urogenital ~ sfingter uretra eksterna Otot bercorak/ otot rangka mengelilingi uretra di diafragma urogenital ~ sfingter uretra eksterna Dipersarafi oleh cabang nervus Pudendus, bekerja secara voluntari Dipersarafi oleh cabang nervus Pudendus, bekerja secara voluntari

79 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 79 Uretra Pars kavernosa (penile) Pars kavernosa (penile) Bagian terpanjang (~ 15 cm ) Bagian terpanjang (~ 15 cm ) Berada di dalam the corpus cavernosus uretrae (CCU) atau corpus spongiosus uretrae Berada di dalam the corpus cavernosus uretrae (CCU) atau corpus spongiosus uretrae Dilapisi epitel: Dilapisi epitel: Epitel Berlapis Silindris sampai ke fosa navikularis Epitel Berlapis Silindris sampai ke fosa navikularis Kemudian beralih menjadi epitel berlapis gepeng tanpa keratin Kemudian beralih menjadi epitel berlapis gepeng tanpa keratin

80 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 80 Uretra, pars kavernosa

81 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 81

82 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 82

83 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 83

84 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 84

85 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 85

86 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 86

87 Monday, April 06, 2015AAJ/Sistem Perkemihan/ Histologi FKUI 87


Download ppt "SISTEM PERKEMIHAN Suatu Tinjauan Histologi All images in this document is removed due to copyright restriction dr. Ahmad Aulia Jusuf, PhD Bagian Histologi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google