Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengelolaan Metode Kerja PELATIHAN TENDIK PLP DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DITJEN DIKTI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengelolaan Metode Kerja PELATIHAN TENDIK PLP DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DITJEN DIKTI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011."— Transcript presentasi:

1

2 Pengelolaan Metode Kerja PELATIHAN TENDIK PLP DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DITJEN DIKTI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011

3 Pengelolaan Metode Kerja Tri Joko Raharjo

4 Jabatan Fungsional PLP terdiri Jenjang jabatan tingkat terampil – PLP Pelaksana; – PLP Pelaksana Lanjutan; dan – PLP Penyelia. Jenjang jabatan tingkat ahli – PLP Pertama; – PLP Muda; dan – PLP Madya.

5 4 4 Penilaian Prestasi kerja Pranata Laboratorium Pendidikan ditetapkan dengan angka kredit oleh Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit setelah mendengar/mendapat pertimbangan dari tim penilai Penetapan angka kredit dilakukan setiap tahun

6 5 ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL DENGAN PENDIDIKAN SARJANA (S1)/D IV 5 NOUNSUR PERSENTAS E JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN PERTAMAMUDAMADYA III/aIII/bIII/cIII/dIV/aIV/bIV/c I UNSUR UTAMA A. PENDIDIKAN 1. PENDIDIKAN FORMAL DIKLAT ≥80% B.PENGELOLAAN LABORATORIUM C.PENGEMBANGAN PROFESI II UNSUR PENUNJANG PENUNJANG KEGIATAN YANG MENDUKUNG PELAKSANAAN TUGAS PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN ≤20% JUMLAH 100%

7 6 ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL DENGAN PENDIDIKAN PASCASARJANA (S2) 6 NOUNSURPERSENTASE JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN PERTAMAMUDAMADYA III/bIII/cIII/dIV/aIV/bIV/c I UNSUR UTAMA A. PENDIDIKAN 1. PENDIDIKAN FORMAL DIKLAT ≥80% B. PENGELOLAAN LABORATORIUM C. PENGEMBANGAN PROFESI IIUNSUR PENUNJANG PENUNJANG KEGIATAN YANG MENDUKUNG PELAKSANAAN TUGAS PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN ≤20% JUMLAH100%

8 7 UNSUR PENUNJANG UNSUR UTAMA: - PENDIDIKAN: FORMAL & DIKLAT - TUGAS POKOK: PENGELOLAAN LAB - PENGEMBANGAN PROFESI

9 Tugas Pokok Pengelolaan Laboratorium (Lampiran I & II Permenpan No 3 th 2010) Perancangan kegiatan laboratorium Pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan Pemeliharaan/perawatan peralatan dan bahan Pengevaluasian sistem kerja laboratorium Pengembangan kegiatan laboratorium

10 Posisi pengelolaan metode kerja KegiatanTrampilAhli Pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan Melakukan pengujian sampel, kalibrasi alat, dan/atau produksi dalam skala terbatas dengan menggunakan peralatan dan bahan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat - Memberikan layanan pengujian bahan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan peralatan dan bahan - Pengembangan kegiatan laboratorium - Mengembangkan metode pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas menggunakan peralatan dan bahan:

11 Pengelolaan Metode kerja yang baik Pelaporan baik Angka kredit maksimal Bagaimana caranya?

12 Faktor-faktor penentu kesuksesan kerja laboratorium (data valid) Personil –Kompetensi: pengetahuan (rekruitment), pelatihan, pengalaman, ketrampilan, motivasi Akomodasi laboratorium –Peralatan dan instrumentasi, bahan kimia dan bahan bantu lainnya (kualitas dan kontinuitas), lingkungan yang sesuai, Metode pengukuran/pengujian/kalibrasi Peralatan – Kalibrasi, unjuk kerja, termasuk bahan acuan Penanganan sampel/barang Jaminan mutu – Uji banding antar lab, uji CRM, uji profisiensi

13 Metode kerja  menggunakan metode dan prosedur yang sesuai untuk semua pengujian dan/atau kalibrasi dalam ruang lingkupnya, termasuk sampling, penanganan sampel, transportasi, penyimpanan dan preparasi untuk pengujian dan/atau kalibrasi.  mempunyai instruksi kerja pengoperasian peralatan yang relevan.  semua instruksi kerja, standar, manual dan rujukan data harus mutakhir dan tersedia bagi personel.  penyimpangan dari metode standar hanya dibenarkan jika dibuktikan dan dibenarkan secara teknis serta diterima oleh customer Persyaratan Laboratorium menurut ISO 17025:2005 tentang metode kerja 5.4.1Laboratorium harus:

14 5.4.2 Pemilihan Metode  Laboratorium menggunakan metode pengujian, termasuk metode sampling sesuai keinginan customer dan sesuai dengan pengujian dan kalibrasi yang dilakukan.  Metode yang digunakan adalah standar yang dipublikasikan secara internasional, regional atau nasional dan merupakan edisi mutakhir (valid edition) yang berlaku; serta diverifikasi terlebih dahulu sebelum digunakan.

15 5.4.3 Metode yang Dikembangkan Laboratorium  Kegiatan yang terencana, dikerjakan oleh personel yang kompeten dan memiliki sumber daya yang memadai.  Harus DIVALIDASI sebelum digunakan Metode Tidak Baku Jika menggunakan metode yang tidak dicakup oleh metode baku, hal ini harus mendapat persetujuan customer dan harus mencakup spesifikasi yang jelas dari persyaratan customer dan tujuan dari pengujian dan/atau kalibrasi;

16 5.4.5Validasi Metode Validasi adalah konfirmasi melalui pengujian dan pengadaan bukti yang objektif bahwa persyaratan tertentu untuk suatu maksud khusus dipenuhi. Metode yang harus divalidasi adalah: 1.Metode tidak baku, misalnya dari diktat, texbook dan jurnal yang belum diakui secara luas. 2.Metode yang dikembangkan oleh laboratorium. 3.Metode standar yang digunakan diluar ruang lingkup 4.Perubahan sekecil apapun dari metode standar, misalnya perubahan prosedur dan perubahan volume reagensia. 5.Gabungan dari dua atau lebih metode standar. 6.Gabungan antara metode standar dan metode bukan standar.

17 1. Spesifisitas/selektivitas metode 2. Presisi metode 3. Akurasi medote 4. Batas deteksi (MDL) dan batas kuantifikasi 5. Rentang ukur 6. Robustness Parameter Validasi Metode:

18 Validasi vs Verifikasi Validasi: kegiatan untuk memastikan bahwa metode yang digunakan mempunyai kinerja yang dapat menghasilkan data yang valid Verifikasi : kegiatan untuk memastikan bahwa laboratorium mampu melakukan/menjalankan metode standar sesuai dengan kinerja yang telah ditentukan metode Mengapa metode perlu divalidasi/verifikasi? – Menghasilkan data uji yang valid

19 Metode tervalidasi menghasilkan data yang valid karena diharapkan sudah mengurangi / memperkecil terjadinya kesalahan dalam pengujian Kesalahan pengujian - kesalahan mutlak - kesalahan sistematik - kesalahan acak

20 Kesalahan mutlak fatal – tidak ada alternatif untuk mengatasi misal : sampel terbuang, kekeliruan pengambilan bahan Kesalahan sistematik ditimbulkan oleh faktor tetap misal : hasil uji selalu lebih tinggi atau lebih rendah disebabkan oleh : kelemahan metode uji, kelemahan pelaksana, kesalahan alat, standard tidak mampu telusur Kesalahan acak terjadi secara kebetulan misal disebabkan oleh : ketrampilan pelaksana, kondisi pelaksana, fluktuasi listrik

21 Metode yang ada Yang harus dilakukan Metode resmi, telah divalidasi (collaborative study) Verifikasi untuk menunjukkan kemampuan lab Metode resmi, tapi berbeda matrik sample Verifikasi meliputi akurasi, presisi, sebaiknya juga limit deteksi Metode di terbitkan dalam majalah ilmiah, informasi cukup jelas Verifikasi meliputi akurasi, presisi, Metode di terbitkan dalam majalah ilmiah, informasi tidak jelas Validasi lengkap (full validation) In house method, modifikasi metode Validasi lengkap (full validation) Kapan validasi metode uji harus dilakukan ?

22 Kualitatif - identifikasi Serangkaian pengujian (pengamatan) yang dapat membuktikan keberadaan suatu analit. Jumlah analit tidak mempengaruhi hasil pengujian yang dilakukan. Menjawab pertanyaan : batas untuk menyatakan negatif atau posiitif Contoh : pengujian adanya alkaloid dalam jamu dengan TLC Metode uji dapat diklasifikasi menjadi Kualitatif Kuantitatif Kuantitatif - kuantifikasi Serangkaian pengujian untuk menentukan kandungan suatu analit di sampel Bagaimana kalau ternyata tidak terdapat analit yang terukur? Contoh : pengujian logam (Hg ) dalam air limbah industri kulit dengan AAS

23 Parameter validasi metode kualitatif 1. Presisi 2. Akurasi – standard sebagai pembanding, tanpa memperhatikan nilai sebenarnya (true value). Misalpada HPLC hanya melihat nilai RT, tanpa memperhatikan nilai area atau tingi puncak 3. Limit deteksi – buat deret standard, dan tentukan batas nilai yang dapat diamati (memberikan respon)

24 Persisi rendah Persisi tinggi, Akurasi rendah A kurasi dan Persisi tinggi Persisi vs Akurasi

25 Akurasi : Kedekatan hasil yang diperoleh pada pengujian dengan nilai sebenarnya. Kesulitan utama yang dihadapi adalah fakta bahwa nilai sebenarnya dari komponen atau analit yang diuji dalam sampel tidak diketahui. Pendekatan untuk mengetahui akurasi : - Uji pungut ulang (recovery study) - Uji terhadap CRM (Certified Reference Material) - Uji relatif terhadap metode baku atau metoda yang valid Uji Akurasi

26 1. Uji recovery (uji pungut ulang) Menambah suatu jumlah tertentu dari standard analit yang diuji pada sample Minimal 3 konsentrasi yang bertingkat, dan satu blanko sample tanpa ditambah standard. 3 kali ulangan Standard yang ditambahkan pada sampel sebaiknya ada disekitar nilai batas persyaratan (spesifikasi produk ), keatas dan kebawah nilai batas persyaratan, misal syarat kandungan nitrogen dalam pupuk Laboratorium perlu menetapkan syarat recovery dari pengujian (literatur) Untuk deteksi residu metode dianggap valid apabila recovery 80 % %

27 2. Uji terhadap CRM (Certified Reference Material) - CRM harus mempunyai komponen (analit) yang diuji dan matrik sampel yang sesuai. - Langsung dibaca pada instrument tanpa pengenceran, karena kemungkinan ada kesalahan dalam pengenceran. -Harga mahal -Belum tentu ada CRM dengan matrik yang sesuai -Beberapa Kit menyertakan CRM dan ada pernyataan, CRM memberikan nilai tertentu -Standard acuan untuk pengujian – standard reference material – sebagai pembanding dalam pengujian

28 3. Uji relatif terhadap metode baku atau metoda yang valid -Metode yang dikembangkan oleh laboratorium, kemudian metode tersebut akan dipergunakan untuk pengujian. - Uji relatif terhadap metode baku, yang telah di verifikasi atau metode laboratorium (in house method), yang telah divalidasi -Sample yang sama dianalisa dengan mempergunakan dua metode -Hitung korelasi antara metode baku dengan metode yang dievaluasi - Metode dianggap valid apabila R > 0,999, idealnya R = 1

29 Merupakan kedekatan diantara beberapa individu hasil pengukuran (seberapa dekat pengamatan yang satu dengan yang lainnya). Pendekatan presisi Replicability : pelaksana, waktu, sampel, alat, laboratorium sama Repeatibility : pelaksana, sampel, alat, laboratorium sama, waktu beda Reproducebility : intra (dalam satu lab) : sampel, metode dan alat sama pelaksana yang berbeda, waktu bisa sama atau beda (rentang waktu tidak lama) inter (berbeda lab) : sampel dan metode sama, pelaksana dan alat beda, waktu bisa sama atau beda (rentang waktu tidak lama) Presisi

30 Presisi – contoh dilakukan di laboratorium - Pelaksana (analis) - Minimal 3 orang - Sampel : standard dalam matrik atau sampel lapangan, jumlah minimal tertentu - Dihitung rata rata dan SD dari : pengujian pada hari yang sama, metode dan sampel sama tetapi pelaksana berbeda -Dihitung rata rata (x) dan SD dari : pengujian pada hari yang berbeda, metode dan sampel sama tetapi pelaksana sama -RSD adalah SD X 100 % x

31 Persamaan Horwitz RSD (%) = 2 1-0,5 log C Untuk konsentrasi 1 % C = 0,01 RSD (%) = 2 1-0,5 log 0,01 RSD(%) = 2 1-(0,5. -2) RSD (%) = =2 2 = 4 Untuk konsentrasi 1 ppm C = RSD (%) = 2 1-0,5 log 0, RSD (%) = 2 1-(0,5. -6) RSD(%) = =2 4 = 16 Berapa nilai RSD yang diterima?

32 -kemampuan alat memberikan kenaikan respon sesuai dengan kenaikan konsentrasi. Berapa kenaikan respon alat, apabila konsentrasi naik secara bertingkat Contoh yang dilakukan laboratorium - persiapkan deret standard dari komponen (analit) dalam pelarut yang biasa digunakan. -range konsentrasi dari deret standard sebaiknya berkisar pada nilai ketetapan yang diacu, nilai batas persyaratan (spesifikasi produk ) - hitung korelasi antara respon dengan konsentrasi y = ax + b, dinyatakan dari kurva standard, -nilai R makin baik apabila mendekati 1 Sensitivitas – Liniaritas

33 Least Squares Least Squares: Jumlah Kuadrat Penyimpangan (dari semua titik terhadap garis)yang paling kecil y x

34 Disebabkan oleh adanya kesalahan dalam proses pengukuran, pada suatu kurva kalibrasi Tidak semua data akan jatuh secara tepat pada garis Yang harus dicari adalah The “best” straight line Analisis Regresi (Analisis Korelasi & Regresi) Menggunakan Metoda Kuadrat Terkecil Method of Least Squares

35 Koefisien Korelasi (r) : suatu ukuran hubungan linier antara dua set data Rentang dari 1 (hubungan yg sempurna) 0 (tidak ada hubungan) 1 (hubungan yang sempurna) Bagaimana cara mengetahui korelasi (r) ini signifikan atau tidak? Melalui Uji Koefisien Korelasi Pearson – Korelasi yang signifikan terjadi apabila: r hitung > atau = r tabel

36 (n) 95% 99%

37 konsentrasi Abs atau AUC Range konsentrasi / daerah kerja -- linear

38 Limit deteksi (LOD) Limit deteksi adalah konsentrasi terendah dari analit dalam contoh yang dapat terdeteksi, akan tetapi tidak perlu terkuantisasi, dibawah kondisi pengujian yang disepakati Limit Kuantifikasi (LOQ) Limit kuantisasi atau biasa disebut juga limit pelaporan (limit of reporting) adalah konsentrasi terendah dari analit dalam contoh yang dapat ditentukan dengan tingkat presisi dan akurasi yang dapat diterima, dibawah kondisi pengujian yangdisepakati Limit deteksi (LOD) dan Limit Kuantifikasi (LOQ)

39 LOD dan LOQ bukan limit deteksi dan limit kuantifikasi pengukuran LOD dan LOQ adalah limit deteksi dan kuantifikasi metode LOD pasti lebih kecil dari LOQ

40 Bagaimana Cara Menentukan LOD dan LOQ? Lakukan analisis terhadap blanko contoh (tidak mengandung analit) sebanyak sekurang-kurangnya 7 kali LoD = nilai rata-rata blanko contoh + 3 s LoQ = nilai rata-rata blanko contoh + 10 s s = standar deviasi (simpangan baku) dari blanko contoh Catatan: 1. Cara ini baru dapat diaplikasikan apabila pengukuran blanko contoh memberikan nilai s yang tidak sama dengan nol 2. Mendapatkan blanko contoh bukan suatu hal yang mudah

41 Design Percobaan Penetapan LOD dan LOQ 1.Pilih blanko contoh 2.Analisis blanko contoh sebanyak 6 atau 7 kali 3.Dari hasil analisis, hitung Xrata-rata dan s 4.Hitung: LoD = nilai rata-rata blanko contoh + 3 s LoQ = nilai rata-rata blanko contoh + 10 s 5. Siapkan contoh (untuk 6 ulangan) yang mengandung analit 6. Lakukan analisis dan amati ke enam nilai yang diperoleh, cek presisi

42 Konfirmasi Identitas Hanya perlu dilakukan untuk analisis yang bersifat individual misal kromatografi Kromatografi TLC GLC HPLC Spesifisitas

43 Harus selalu diyakinkan bahwa respon alat yang dihasilkan pada proses pengukuran hanya berasal dari analit dan bukan berasal dari: 1. interferensi matriks 2. target lain yang kebetulan mempunyai sifat fisika/kimia serupa dengan target yang akan ditetapkan.

44 Kemampuan metode uji untuk memberikan respon dengan benar campuran komponen, tanpa ada interaksi antara komponen satu dengan komponen lain. Dapat menguji lebih dari 1 komponen, dan dapat membedakan komponen yang diuji Misal pengujian golongan tetrasiklin dengan HPLC, dapat memisahkan peak dari oksitetrasiklin, klortetrasiklin Syarat metode selektif Resolusi antara komponen >1.5 Selektivitas

45 Resolusi Digunakan untuk mengukur derajat pemisahan dari 2 komponen. Nilai R minimal yang baik adalah 1,5 atau R = 1 bila terdapat >10 komponen yang dipisahkan Resolusi : 2 (t2 – t1) / w1 + W2 t=waktu retensi, w=lebar peak

46 Contoh laporan validasi Presisi organofosfat pada buah Diazenonspiking 0,010 ppm NoKonsentrasi (ppm) 10,013 20, ,012 70,011 80,010 90, ,011 Rata-rata0,011 SD0,00060 RSD (%)5,26 Nilai RSD : 5,25% Untuk kosentrasi 0,010 ppm Nilai RSD Howrwitz: RSD (%) = 2 1-0,5 log 0, RSD (%) = 2 1-(0,5. -8) RSD(%) = =2 5 = 32 Karena 5,25 % < 32% maka presisi metode dapat diterima

47 Pengembangan Metode Mengantisipasi perkembanga sampel uji/kalibrasi Mengantisipasi keterbatasan alat dan bahan

48 Langkah-langkah pengembangan metode Tentukan sampel dan target uji Lihat kemungkinan preparasi sampel, dan kemungkinan alat Pilih alat, dan metode pengukuran Lakukan percobaan pendahuluan Lakukan optimasi metode Validasi metode hasil

49 Terima kasih


Download ppt "Pengelolaan Metode Kerja PELATIHAN TENDIK PLP DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DITJEN DIKTI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google