Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teknik Penulisan Berita Media Cetak Session 6 Ambang Priyonggo, S.S., M.A.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teknik Penulisan Berita Media Cetak Session 6 Ambang Priyonggo, S.S., M.A."— Transcript presentasi:

1 Teknik Penulisan Berita Media Cetak Session 6 Ambang Priyonggo, S.S., M.A.

2 Pentingnya Bahasa... Industri pers merupakan industri yang berbasis informasi aktual, akurat, dan layak jual. Informasi terpilih harus disampaikan dengan nilai presisi tinggi agar berita itu aktual, akurat, serta dapat diterima secara utuh Penerimaan utuh yang kontinu  pembaca percaya  loyal terhadap media itu. BAHASA menjadi medium paling berperan dalam penyampaian informasi itu

3 Pentingnya Bahasa.... Foto yang ‘paling berbicara’ dan tabel yang komprehensif sekalipun masih membutuhkan bahasa untuk benar-benar dipahami secara utuh tanpa distorsi Foto-foto/reuters

4 Pentingnya Bahasa... ?

5 ?

6 Bahasa Jurnalistik Pers Haris Sumadiria (2004: ) Ciri utama bahasa jurnalistik di antaranya: Sederhana Singkat Padat Lugas Jelas Demokratis Mengutamakan kalimat aktif Menghindari kata atau kalimat teknis Tunduk pada kaidah dan etika bahasa baku

7 Sederhana Berarti selalu mengutamakan dan memilih kata atau kalimat yang paling banyak diketahui maknanya oleh khalayak pembaca umum yang sangat heterogen baik dilihat dari tingkat intelektualitasnya maupun karakteristik demografisnya dan aspek psikografisnya Kata-kata dan kalimat yang rumit, yang hanya dipahami maknanya oleh segelintir orang, tabu digunakan dalam bahasa jurnalistik.

8 Sederhana Lihat kalimat yang sulit dipahami berikut ini: Investor saat ini tengah mengurangi currency risk exposure karena nilai tukar rupiah atas dolar AS yang cenderung melemah. Lebih lanjut, dari perspektif ekonomi makro, telah terjadi flight of quality karena pasar global masih volatile dan penuh ketidakpastian sehingga investor asing lebih memilih untuk memiliki US Treasury Securities yang dianggap aman.

9 Singkat Berarti langsung pada pokok masalah, tidak bertele- tele, tidak berputar-putar, tidak memboroskan waktu pembaca yang sangat berharga. Ruangan atau kaveling yang tersedia pada kolom- kolom halaman surat kabar sangat terbatas, sementara isinya banyak dan beraneka ragam.

10 Padat Setiap kalimat dan paragraf yang ditulis memuat banyak informasi penting dan menarik untuk khalayak pembaca. Fulham berhasil membekuk pimpinan klasemen sementara Liga Primer (EPL), Manchester United (MU), 2-0, tadi malam.

11 Lugas Berarti tegas, tidak ambigu, sekaligus menghindari eufemisme atau penghalusan kata dan kalimat yang bisa membingungkan khalayak pembaca sehingga terjadi perbedaan persepsi dan kesalahan konklusi. Manchester United (MU) sedang tidak beruntung pada Minggu (23/4) malam setelah mereka harus menerima pil pahit saat menjamu Fulham di kandang mereka di Old Trafford. Pada laga itu, MU harus mengakui keunggulan Fulham dengan skor 0-3. Bisakah Anda membuat lead ini lebih lugas?

12 Jelas Berarti mudah ditangkap maksudnya, tidak baur dan kabur, jelas susunan kata dan kalimatnya sesuai dengan kaidah subjek-predikat-objek-keterangan (SPOK). Bawaslu dan migrant care bekerja sama mengawasi pemilu di Hong Kong. Karena besarnya jumlah TKI yang mencoblos di sana. Untuk itu petugas pengawas disiapkan mengantisipasi segala potensi kecurangan.

13 Demokratis Berarti bahasa jurnalistik tidak mengenal tingkatan, pangkat, atau kasta. Hanya menurut perspektif nilai berita (news value) yang membedakannya. Contoh: presiden makan, saya makan, pengemis makan, keledai makan.

14 Mengutamakan kalimat aktif Kalimat aktif lebih memudahkan pengertian dan memperjelas tingkat pemahaman. Kalimat pasif sering menyesatkan pengertian dan membingungkan tingkat pemahaman. “Persoalan ini dinilai sangat pelik”  siapa yang menilai? “Presiden menilai persoakan ini sangat pelik”

15 Menghindari kata atau istilah teknis Karena ditujukan untuk umum, bahasa jurnalistik harus sederhana, mudah dipahami, ringan dibaca, tidak membuat kening berkerut. Supaya mudah dicerna dan dipahami, istilah teknis yang rumit hendaknya diganti dengan yang mudah dipahami. Jika tidak terhindarkan, istilah teknis itu sebaiknya disertai penjelasan dan ditempatkan dalam tanda kurung. contoh: saham blue chip (unggulan), kabinet zaken (sesuai dengan keahlian)

16 Tunduk pada kaidah dan etika bahasa baku Fungsi utama pers adalah sebagai guru bangsa dengan fungsinya yang beredukasi, mendidik. Fungsi ini tidak hanya tercermin pada materi isi berita, melainkan juga harus tampak pada bahasanya. Bahasa pers merujuk pada bahasa baku=bahasa resmi sesuai dengan ketentuan tata bahasa serta pedoman ejaan yang disempurnakan berikut pedoman istilah yang menyertainya.

17 CONTOH... Baku Tidak Baku Agamais Gaib Hipotesis Khawatir Kerja sama Mal Napas Agamis Goib Hipotesa Kuatir Kerjasama Mall Nafas

18 Latihan Baca copy artikel “Menteri Baru Paparkan Program” yang telah dibagi, lalu teliti dan edit penggunaan bahasa yang tidak tepat. Kita akan bahas bersama...


Download ppt "Teknik Penulisan Berita Media Cetak Session 6 Ambang Priyonggo, S.S., M.A."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google