Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Hibiscus sabdariffa (Rosella) Oleh : Richard Siahaan Via Rifkia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Hibiscus sabdariffa (Rosella) Oleh : Richard Siahaan Via Rifkia."— Transcript presentasi:

1 Hibiscus sabdariffa (Rosella) Oleh : Richard Siahaan Via Rifkia

2 N AMA L AIN Lokal Rosela Daerah Mrambos (Jawa Tengah), gamet balonda (Sunda), kasturi roriha (Ternate), kesur (Meranjat), kesew jawe (Pagar Alam, Sumatera Selatan), asam jarot (Padang), asam rejang (Muara Enim). Latin Hibiscus sabdariffa Asing Oseile rounge (Perancis), karkadeh (Sudan), roselle (Amerika serikat), zuring (Belanda), vinageira (Portugis), carcade (Timur Tengah).

3 KLASIFIKASI Divisi : Spermathopyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo: Malvales Famili : Malvaceae Genus : Hibiscus Spesies : Hibiscus sabdariffa Linn

4 D ESKRIPSI TANAMAN Semak yang berdiri tegak dengan tinggi 0,5-3 m. Ketika masih muda, batang dan daunnya berwarna hijau, ketika beranjak dewasa dan sudah berbunga, batangnya berwarna merah. Batang berbentuk bulat, tegak dan berkayu, serta memiliki banyak percabangan. Pada batang melekat daun-daun yang tersusun berseling, berwarna hijau, berbentuk bulat telur dengan pertulangan menjari dan tepi beringgit. Ujung daun ada yang runcing atau bercangap, pangkal berlekuk, panjang 5-15 cm, lebar 5-8 cm. Tulang daunnya berwarna merah. Akar yang menopang batangnya berupa akar tunggang, putih.

5 Bunga tunggal muncul pada ketiak daun. Mahkota bunganya berbentuk corong yang tersusun dari 5 helai daun mahkota, panjang 3-5 cm. Kelopak bunga sangat menarik dengan bentuk yang menguncup indah dan dibentuk dari 5 helai daun kelopak. Selain mahkota dan kelopak, bunga juga dilengkapi kelopak tambahan (epikaliks).

6 Buah rosela berbentuk kerucut, berambut yang menempel di permukaan kulit buah, terbagi menjadi lima ruang dan berwana merah. Di setiap ruang terdapat 3-4 biji yang juga berbulu, menyerupai bentuk ginjal, panjang ± 5 mm dan lebar ± 4 mm. Biji yang masih muda berwarna putih, sedangkan jika sudah tua berwarna coklat.

7 H ABITAT DAN PENYEBARAN Tumbuh dimana saja Cocok diketinggian 0 – 1000 m dpl Curah hujan 140 – 270 mm per bulan Butuh sinar matahari selama 12 jam untuk pembungaan dan pembuahan Perbanyakan dengan stek dan biji

8 S YARAT TUMBUH TANAMAN 1. Suhu 24 – 32 o C 2. Curah hujan harus mencukupi 3. Bila ditanam pada bulan-bulan foto periode pendek akan cepat berbunga dan pendek 4. Tanah paling cocok pada tanah yang gembur dan subur, mempunyai struktur yang dalam, bertskstur ringan dan berdrainase baik

9 P ANEN DAN PASCA PANEN Kelopak rosella dapat dipanen saat biji telah tua (umur 3-4 minggu) yang ditandai dengan kulit pembungkus biji majemuk yang berwarna coklat dan sedikit terbuka atau membelah. Pemetikan dilakukan dengan gunting atau pisau karena kelopak sulit dipetik dengan tangan tanpa bantuan alat, juga untuk menghindari rusaknya batang. Dilakukan 3-4 kali (selang 1-2 minggu) Kelopak yang telah dipetik dikumpulkan dan dicuci dengan air bersih lalu dijemur pada pukul atau selama 3 hari. Kelopak yang berkualitas memiliki aroma sitrus yang khas saat telah kering dan saat direndam dengan air panas warna merah dan rasa asamnya cepat larut.

10 P ANEN DAN PASCA PANEN ( LANJ ) Pengelolaan pasca panen tersebut meliputi : Pengumpulan bahan baku Sortasi basah Pencucian Penirisan Pengubahan bentuk Pengeringan Sortasi kering Pengepakan dan penyimpanan.

11 B AGIAN YANG DIGUNAKAN Bunga

12 K ANDUNGAN KIMIA Keterangan : Hibiscin merupakan pigmen utama yang terdapat di dalam kelopak bunga. Pigmen tersebut telah diidentifikasi dengan nama daphniphylline. Sementara itu, akar rosela mengandung saponin dan asam tartrat.

13 K EGUNAAN T RADISIONAL Dijamaika digunakan sebagai hidangan salad mentah dan minuman pada saat natal Antosianin berperanan dalam penyerapan sinar UV yang berlebih Serat batang rosella digunakan sebagai bahan pembuatan karung goni

14 TOKSISITAS H IBISCUS SABDARIFFA Nilai LD 50 ekstrak mahkota bunga rosela pada tikus di atas 5000 mg/kgBB. Satu laporan menyebutkan bahwa pemberian pada dosis berlebihan pada periode yang relatif lama menyebabkan efek buruk pada testis tikus. Nilai LD 50 yang sama juga diperoleh untuk ekstrak air dan ekstrak etanol biji rosela. Pada uji toksisita subkronis ditemukan bahwa SGOT, SGPT, alkaline fosfatase, bilirubin, dan albumin berada dalam rentang nilai normal. Urea dan kreatinin sebagai indikator fungsi ginjal juga dalam nilai normal.

15 E FEK FARMAKOLOGI ( PRAKLINIK ) 1. Pewarna kosmetik Diteliti dan dilaporkan oleh Yola Safitri 2010, dimana dilakukan pembuatan ekstrak dari simplisia kelopak bunga rosela dilakukan dengan menggunakan penyari etanol 96%. Formulasi sediaan lipstik terdiri dari beberapa komponen di antaranya cera alba, lanolin, vaselin alba, setil alkohol, oleum ricini, propilen glikol, titanium dioksida, oleum rosae, dan nipagin serta penambahan ekstrak kelopak bunga rosela dengan konsentrasi 2%, 3%, 4%, 6%, 8% dan 10%.

16 E FEK FARMAKOLOGI ( PRAKLINIK ) 2. Antihipertensi Uji in vivo menggunakan ekstrak methanol kelopak bunga yang dibuat dengan soxhletasi serbuk kelopak bunga rosella menggunakan pelarut methanol dengan dosis antara 10 µg-1 mg/mL menunjukkan efek vasodolatasi pada aorta tikus hipertertensif spontas melalui jalur vasodilatasi yang tergantung dan tidak tergantung ensotelium. Vasodilatasi yang tergantung endothelium dihasilkan melalui realaksasi nitrit oksida/cGMP yang diturunkan dari endothelium, sedangkan vasodilatasi yang tidak tergantung endotelium dapat disebabkan oleh penghambatan masuknya Ca 2+.

17 E FEK FARMAKOLOGI ( PRAKLINIK ) 3. Antiobesitas Pada penlitian yang dilakukan oleh tim penelitian dari Meksiko yang meneliliti efek ekstrak etanol calyx Hibiscus sabdariffa L. pada penyerapan dan eksesi lemak serta penurunan berat badan pada tikus. Tikus dibagi dalam 4 grup, dan hasil, yaitu 4 grup perlakukan dan 1 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan dalam penurunan berat badan, perangai makan. Terlihat adanya penurunan berat badan penyerapan semua jenis asam lemak yang terlihat adanya peningkatan asama lemak pada feces tikus yang dihasilkan dari proses hidrolisis dari asam lemak tersebut oleh ektrak bunga rosella

18 E FEK FARMAKOLOGI ( PRAKLINIK ) 4. Anti Inflamasi Efek antiinflamasi rosella ditunjukkan oleh senyawa polifenol hasil ekstraksi rosella. Pada kadar mg/mL, senyawa ini dapat menghambat enzim xantin oksidase sampai 93% dengan EC 50 = mg/mL. Dosis 0.5 mg/mL dapat menghambat nitrat dan poduksi PGE 2 dan aktivitas iNOS protein pada makrofag sampai 20% pada mencit yang diinduksi lipopoliskarida (LPS). Dosis mg/kg BB dapat menurunkan perubahan patologi hati hewan uji. Pada mencit yang diberi LPS, polifenol secara bermakna menurunkan kadar alanin dan aspartat aminotransferase dalam serum.

19 E FEK FARMAKOLOGI ( PRAKLINIK ) 5. Anti Kolesterol Pemberian karkade (teh kelopak bunga rosella) dengan dosis 5 dan 10% pada tikus hiperkolesterol selama 9 minggu menunjukkan efek penurunan fraksi lipid dalam plasma, hati, otak, dan lambung, juga menurunkan aktivitas enzim GOT, GPT, alkalin dan asam fosfatase dalam plasma, yang akan kembali pada kadar semula setelah pemberian dihentikan. Efek antikolesterol rosella dikonfirmasi dengan pemberian 0.5 atau 1% pada kelinci yang sebelumnya diberi kolesterol selama 10 minggu. Hasil penelitian ini efektif menurunkan konsentrasi trigliserida, kolesterol total dan LDL pada serum. Pemberian ekstrak air mahkota bunga rosella dengan dosis 500 dan 1000 mg/kbBB bersama-sama dengan pemberian kolesterol selama 6 minggu kepada tikus hiperkolesterolemia secara bermakna menurunkan kadar kolesterol serum 22 dan 26%, trigliserida serum 33 dan 28%, LDL serum 22 dan 32%.

20 E FEK FARMAKOLOGI ( PRAKLINIK ) 6. Hepatoprotektor Ekstrak mahkota bunga rosella kering (ayang kaya antosianin) dosis 100 mg/kgBB dua kali sehari terbukti mempunyai efek hepatoprotektif pada tikus yang sebelumnya diinduksi dengan 2.4-dinitrofenilhidrazin (2.4-DNPH). Ekstrak secara bermakna menurunkan kadar enzim hati seperti alanin dan aspartat aminotransferase dan mengurangu kerusakan hati. Ekstrak juga secara bermakna meniadakan efek DNPH pada protein hati, superoksida dismutase dan glutation, menghambat pembentukan malondialdehid pada hati.

21 E FEK FARMAKOLOGI ( PRAKLINIK ) 7. Anti Oksidan Pemberian ekstrak mahkota bunga rosella kering (kaya antosianin) dosis 100 mg/kgBB dua kali sehari selama 14 hari pada kelinci yang diinduksi senyawa 2,4- dinitrifenikhidrazin (2,4-DNPH) secara bermakna mengurangi kadar produk peroksida lipid seperti asam tiobarbiturat dan hiperperoksida dismutase, glutation peroksidase dan glutition tereduksi di jaringan otak tikus hiperamonia. Ekstrak methanol rosella menunjukkan sifat antioksidan kuat dibanding butyl hidroksi anisol (BHA) dan α-tokoferol.

22 E FEK FARMAKOLOGI ( PRAKLINIK ) 8. Anti tumor dan Anti kanker Pada hasil penelitian yang sudah dipatenkan oleh Cahu- Jong Wang pada US Patent, memperlihatkan bahwa ektrak methanol dari Hibiscus sabdariffa L. menyebabkan apoptosis beberapa Cancer cell line yaitu Hepatoselluler carcinoma Hep 3B, colorectal adenocarcinoma Caco-2, Hepatoblastoma HepG2, adenocarcinoma MCF-7, Human oral epidermoid carcinoma KB, dan Human promyelocytic leukemia HL- 60 cell.

23 E FEK FARMAKOLOGI ( PRAKLINIK ) 9. Anti Bakteri dan Antelmintik Ekstrak air rosella berefek antibakteri dan antelmintik yang lemah. Ektrak mengahambat pegerakan Taenia sp. pada manusia dan anjing. Larutan 4% dapat membunuh cacaing dalam waktu kurang lebih 30 menit in vitro. Ekstrak 15% dapat menghambat pertumbuhan M. tuberculosis in vitro, dan 10 mL dosis ekstrak 20% menghambat pertumbuhan Bacillus sp. pada kelinci yang terinfeksi.

24 E FEK FARMAKOLOGI ( PRAKLINIK ) 10. Efek Laktasi Ekstrak etenol biji rosella juga memimiliki efek laktasi. Pemberian per oral dosis 200, 400, 800, dan 1600 mg/kgBB selama 6 hari pad tikus putih menunjukkan adanya peningkatan serum prolaktin yang tergantung dosis. Efek ekstrak air rosella (0.6 g/100 mL).

25 E FEK FARMAKOLOGI ( PRAKLINIK ) 11. Efek Laksatif Ekstrak segar kelopak bunga rosella, dosis 400 dan 800 mg/kgBB, menunjukkan aktivitas katartik ringan pada tikus tanpa meingkatkan aktivitas peristaltik. 12. Efek Hibpglikemia dan Anti Diabetes Pada pemberian ekstrak etanol kelopak bunga Rosela pada 30 ekaor tikus Sprague-dawley jantan dengan usia ± 3 bulan dan berat badan ± 200 g yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu kontrol negative (aquadest), kontrol positif (glibenklamid mg/200gBB/2ml), ekstrak kelopak bunga rosella dosis 1 (65 mg/200gBB/2ml), dosis 2 (130 mg/200gBB/2 ml), dan dosis 3 (195 mg/200gBB/2ml), dan diuji dengan uji anoca dan uji post hoc, menunjukkan perbedaaan bermakan dalam menurunkan kadar gula darah.

26 E FEK FARMAKOLOGI ( DATA KLINIK ) 1. Anti Hipertensi Pada uji klinik yang melibatkan 54 orang penderita hipertensi moderat, yang meminum seduhan rosella (dibuat dari 2 sendok makan rosella) setiap hari selama 12 hari dapat menunrunkan 11% tekanan darah sistolik dan diastolik. 2. Antikolesterol Uji klinik yang melibatkan 42 orang, usia 18 – 75 tahun, kadar kolesterol serum 175 – 327 mg/dL menunjukkan bahwa pemberian 500 mg ekstrak air bunga kering rosella perhari selama 4 minggu dapat menurunkan secara bermakna kadar kolesterol sebesar 8.3 – 14.4%

27 E FEK FARMAKOLOGI ( DATA KLINIK ) 3. Efek Urikosurik Suatu studi yang melibatkan 9 orang laki-laki (tanpa riwayat penyakit batu ginjal) dan 9 orang laki-laki (dengan riwayat batu ginjal) menunjukkan efek urikosurik rosella. Kepada tiap responden diberi seduhan mahkota bunga rosella (1.5 g mahkota bunga rosella), 2 kali sehari selam 15 hari. Darah dan urin diperiksa sebelum minum seduhan, pada hari ke-14 dan 15 setelah minum seduhan, dan 15 hari setelah periode minum seduhan selesai. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan eksresi dan klirens asam urat, dan fraksi asam urat yang dieksresi ke dalam urin.

28 E FEK FARMAKOLOGI ( DATA KLINIK ) 4. Efek Laktasi Efek ekstrak air rosella (0.6 g/100 mL dan 1.8 g/100 mL) yang diberikan kepada ibu menyusui terbukti mampu meningkatkan berat badan bayi.

29 P ENGOLAHAN B UNGA R OSELA Kadar antosianin yang merupakan kandungan utama dari Hibiscus sabdariffa adalah penentu dari kualitas dari Rosella tersebut dan kadar tertinggi terdapat pada bunga rosella. Tahapan Pengolahan : 1. Pemanenan : Pada saat muda dan tua, ciri-ciri buah yang dipanen adalah berwarna kuning atau ke arah hitam 2. Pengeringan : Dikeringkan dibawah sinar matahari langsung atau dengan alat pengering (oven)

30 E KSTRAKSI D AN I SOLASI F LAVONOID 1. Simplisia kering diekstraksi menggunakan metode ekstraksi sinambung dengan alat Soxhlet. Ekstraksi dilakukan dalam tiga tahapan menggunakan pelarut dengan kepolaran meningkat yaitu n-heksana, etil asetat dan methanol. Ekstrak yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan penguap hampa udara berputar. 2. Senyawa flavonoid diisolasi dari kaliks rosella dengan melalui beberapa tahapan yaitu penyiapan bahan, karakterisasi serbuk simplisia, penapisan fitokimia, ekstraksi, fraksinasi, pemurnian, karakterisasi dan identifikasi isolat. Penyiapan meliputi pengumpulan bahan, determinasi tanaman, dan pengolahan bahan menjadi serbuk simplisia.

31 P ENYIMPANAN Rosela kering dapat bertahan hingga beberapa tahun.Namun semua itu tergantung bagaimana proses penyimpanan. Syarat penyimpanannya adalah : 1. Tempat kering 2. Tidak lembab 3. Masuk dalam kantong plastik rapat dan udara tidak masuk.

32 P RODUK YANG D IPASARKAN Utrafix UTraFix mengandung Ekstrak Rosella (Hibiscus sabdariffa) dalam bentuk soft capsule yang diproduksi oleh Burgunfy Botanical Estracts (prancis) Kegunaan : 1.Sebagai diuratik dan antiseptic saluran kemih 2.Sebagai antibakteri 3.Mencegah infeksi saluran kemih berulang 4.Mengandung banyak polifenol, termasuk antosianin dan proantosianin 5.Sebagai antioksidan

33 P RODUK YANG D IPASARKAN Rokok Herbal Assikha Classic Rokok Herbal Assikha Classic merupakan produk kedua dari Assikha. Keunggulan pada Rokok Herbal classic terdapat tambahan ramuan yaitu “Bunga Rosalia” (Hibiscus sabdariffa L.) Kegunaan : Banyak sekali manfaat yang diklaim oleh pabrik rokok ini, tetapi disimpulkan bahwa manfaat yang paling banyak adalah sebagai daya tahan tubuh dan mencegah penyakit jantung dan penyakit peneyertanya.

34 P RODUK YANG D IPASARKAN Produk The Rosella Kering Manfaat : Membantu menurunkan hipertensi & kolesterol Membantu menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes Bersifat menetralkan racun alias detosifikasi Membantu mengurangi panas dalam & sembelit Membantu meredakan pusing / migrain Membantu menyeimbangkan berat badan & menghaluskan kulit Menormalkan darah rendah atau darah tinggi Mencerdaskan otak Menyehatkan mata Meredakan batuk kronis Menurunkan suhu badan Maag menahun Mengurangi kecanduan narkoba Mebambah gairah sex dan bikin tambah lama

35 P RODUK YANG D IPASARKAN Produk Karkade Mesir Rosella Karkadeh Mesir Rosella adalah produk teh herbal rosella yang sangat bermanfaat untuk meredam batuk, mempermudah BAB, Anti Kolesterol, Anti Bacteri, Mengatasi osteoporosis, penuaan dini, menurunkan asam urat, menurunkan gula darah, mencegah kanker, meningkatkan daya tahan tubuh, melangsingkan tubuh dan masih banyak lagi manfaat yang terkandung dalam rosella. Sertifikasi MUI. Berat: 50 gr

36 P RODUK YANG D IPASARKAN Produk The sari Bunga Rosella Al-Mas Teh Rosella dibuat dari sari bunga Rosella merah (Hibiscus sabdariffa L). Bagian bunga yang dibuat teh adalah kelopak bunga dan buahnya. Bagian ini dikeringkan dan diseduh sebagai teh. Selain teh, bunga Rosella juga bisa dibuat sirup dan selai, karena warnanya merah terang memikat dan rasanya sedikit asam.

37


Download ppt "Hibiscus sabdariffa (Rosella) Oleh : Richard Siahaan Via Rifkia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google