Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Fondasi ekonomi mikro Media Dr.M.Yuwana Ekonomi mikro adalah basis ekonomi Media, karena pendekatannya adalah utilitarian.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Fondasi ekonomi mikro Media Dr.M.Yuwana Ekonomi mikro adalah basis ekonomi Media, karena pendekatannya adalah utilitarian."— Transcript presentasi:

1 fondasi ekonomi mikro Media Dr.M.Yuwana Ekonomi mikro adalah basis ekonomi Media, karena pendekatannya adalah utilitarian

2 Perkembangan i.kom terkait dengan model analisis ekonominya i.kom termasuk ilmu2 sosial Perkembangan i.kom tergantung definisi, lingkup, fokus, asumsi-asumsi epistemologis dan ontologis dan concern utama kajian i.sosial. i.kom selalu merupakan konstruksi sosial yg memiliki dimensi historis dan dalam konteksnya Realitas i.kom terbangun melalui interaksi berbagai kekuatan2 sosial, intelektual dr aktor2nya spt. Lembaga, dosen, mahasiswa i.kom berkembang dalam social setting dan social context

3 Kondisi pasca revolusi Perancis yg melahirkan kondisi chaos dan anomali telah membuat komunitas i.kom menggeser fokus/concerns mereka dari sekedar menjelaskan perubahan sosial ke upaya penemuan landasan baru perubahan

4 Jaman Nazi menjelang PD II, turut membentuk arah i.kom sebelum sampai pd bentuk dan arah yg dikenal saat ini. Studi2 Hovland bnyak dimungkinkan oleh kontribusi US dpt. of war ttg. Propaganda i.kom di era 50’an berkembang dalam media penyiaran dan pengaruhnya pada tingkah laku anak i.kom ingin beri kontribusi pd pembangunan (60-an), intinya Dunia III lakukan difusi dan inovasi dlm kerangka modernisasi. Teori difusi dan inovasi mendapatkan penguatan

5 Kondisi kini i.kom dalam globalisasi dan konvergensi, Konsekunesinya studi2 i.kom banyak melibatkan disiplin lain: sosiologi, antropologi, semiotika, ekonomi, menajamen dan politik ekonomi. (multidisplin, interdisplin/transdisiplin) Ada kajian: cultural studies, media economics, political marketing, critical political economics, media dan postmodernism, strategic communications dan entertainment studies Studi media juga merambah ke media dan identitas, media literacy, media policy, media dan gender, cyber community

6 i.kom bukan ilmu yang netral bahkan value free Sbg konstruksi sosial, maka interaksi sosial yg berlangsung di dalamnya sukar melepaskan diri dari value judgment, moral concerns dan idealisme para ilmuwannya Kekuatan sosial juga membentuk i.kom, spt kapitalisme, sosialisme dalam historical juncture pertumbuhannya masa itu

7 Ilmu kom. Juga dipengaruhi interest dari para pendiri: Mereka yg psikolog senang dng i.kom dan speech behavior; Tema social control dan kurang change oriented juga pernah ada pd awal 80-an The social and educational background of theorist has been shown to be generally elitist and traditional

8 Sbg konstruksi sosial, i.kom tak pernah lepas dari relasi kekuasaan… there is no safe harbor in which researchers can avoid the power structure Pada tahap tertentu aktivitas ilmuwan komunikasi dan teori2 komunikasinya sangat dominan dan kelompok lain hilang (antara mainstream dan yg lain marjinal) Bandingkan jaman administrative research ke mainstream critical stream

9 Di samping kekuatan2 sosial, maka berbagai kekuatan intelektual juga memainkan peranan dalam mengkonstruksi sebuah ilmu Dalam i.kom interplay antara kekuatan intelektual dng kekuatan sosial telah menjadi paradigma A scientific community’s perpsective of the world, its set of beliefs and commitements-conceptual, theoritical, methodologic. A paradigm guides the scientific communties selection of problem, evaluation of data, and advocacy of theory…. Paradigma membentuk komunitasnya sendiri; masing2 mendasarkan pada asumsi epistemologis, ontologis dn aksiologisnya

10 Turunan (derivatif) berbagai paradigma tsb dalam i.kom a.l.: (Dennis McQuail yang telah memetakan teori media menjadi paradigma Radical Humanism a.l. teori hegemoni, kritis dari Frankfurt; interpretive sociologi a.l. teori individual functionalism, uses and gratifications; structuralism a.l. tori ekonomi pol. Media, teori Mass Society; paradigma functionalisme a.l. toeri fungsi media

11 Paradigma versi Guba: Positivisme/post-posivisme Critical theory dan constructivism dng asumsi epistemologi dan aksiologisnya Konsekuensinya keragaman paradigma tsb, menghasilkan perbedaan, pertentangan di antara pr ilmuwan i.kom

12 Kel. Tertentu melihat teknologi kom sbg suatu yg netral ini dikembangkan oleh aliran positivistik atau liberal demokratik Kubu teori kritis, varian Marxist, melihat teknologi memang entitas obyektif dan netral untuk kesejaheraan masyrakat; tetapi teknologi akhirnya terjebak dalam relasi sosial dan mode of production kapitalis yg eksploitatif, didominasi pemilik modal

13 Varian lain dalam pradigma kritis, Neo Marxist, disamping menolak technological determinism dari Marxist klasik tsb, menilai bahwa pilihan teknologi komunikasi didasarkan atas kebutuhan melanggengkan sistem relasi soail dan mode of production

14 Tataran kebijakan Perbedaan paradigma mengakibatkan kebijakan berbeda: Mahasiswa mendapatkan i.kom yg a historis Teori yg diperoleh sporadis tidak terintegrasi Menjadi myopi (rabun dekat) dengan apa yg hanya diketahui saja yg benar

15 Substansi ilmu ekonomi adalah masalah kelangkaan (scarcity) dan pilihan (choices) Kelangkaan adalah ciri barang ekonomi sedangkan keinginan (wants) berciri tidak terbatas Choices adalah langkah mencari alternatif (opportiunity cost) untuk maksimalisasi utility Maka pendekatan ekonomi pd masalah non-ekonomi atau sosial adalah menganalisis masalah sosial tsb dari perspektif kelangkaan dan pilihan Ekonomi didefinisikan sbg maximzing behaviour Pendekatan ekonomi terhadap masalah sosial dianggap mampu mengintegrasikan berbagai perilaku

16 Pendekatan ekonomi pada studi media bukan secara tiba2 Studi awal media/komunikasi kebanyakan (hampir semua) ttg. Dampak atau efek komunikasi; pendekatan ini melihat media sebagai institusi sosial, dng tekanan pd pengaruh sosial, politik dan legal; Pada tahun 60-an belum dianggap sebagai institusi bisnis Studi ekonomi media berasal dari ekonom yg mempelajari persaingan antar media, ciri2nya, struktur penyiaran dan regulasinya

17 Munculnya studi ekonomi media karena berkembangnya cable television yang makin monopolis Kerangka analisis yg banyak dipakai adalah kerangka I-O (industrial organizations). I-O menggambarkan hubungan timbal balik struktur pasar, perilaku dan kinerja organisasi media

18 Skema organisasi industri Performance Efficiency Progress Equity cultural

19 Ada beberapa perbedaan organisasi industri media dng industri lain: Periklanan sbg sumber penerimaan utama; Sedangkan penerimaan dr harga medianya sendiri merupakan urutan kedua Sehingga menimbulkan dual masrket yakni: consumer market dan advertiser market

20 Content media tergantung mutu SDM Mutu media akan menarik khalayak dan sekaligus meningkatkan tiras media, ujungnya meningkatkan jumlah pengiklan.

21 Perkembangan industri media Industri media bukan bisnis kecil lagi Industri media telah menjadi milik umum (go public) Industri media telah memasuki pasar bebas (siapapun boleh masuk dan keluar) Industri media menjadi instrumen demokrasi

22 INFOTAINMENT SEBAGAI PRODUK INDUSTRI MEDIA Infotainment adalah produk komunikasi yg lahir dr perkembangan kapitalisme di bidang media TV Persoalan pribadi “artis” menjdi pilihan obyek berita dng asumsi kebiasaan audience menggunjing dan mengintip (voyeurism) kehidupan selebritis Perilaku konsumen tsb. Menjadi modal untuk mendapatkan keuntungan Konsumen tsb merupakan masyarakat kontemporer dng ciri: over produksi, over konsumsi dan over komunikasi

23 Perilaku voyeurism (menonton dan membaca) dan berbagai produknya Voyeurism adalah keingintahuan yg telah melorot menjadi obsesi mengintip dan nggosip pd lingkup personal maupun sosial. Obsesi ini berasal dr kultur selebirit yg dirayakan masal Voyeurism adalah konsumerisme viasul dng selebriti sbg obyek dan media sbg pelatuknya

24 Realitas selebiriti disajikan infotainmen dng cara melebihkan Perkembangan kapitalisme lanjut mempengaruhi media untuk mengikuti alur pasar, tuntutan pasar menjadi pangarah media untuk memproduksi berita menjadi komoditas

25 Pengaruh dari public service broadcasting adalah secara bebas menjalankan kegiatan ekonomi tetapi juga memandu publik untuk sekedar menjadi konsumen Habermas: in general the public sphere refers to notional space; which provides a more or less aoutonomous and open arena or forum for public debate The “space” terletak antara the basis and the top in the society Basis adalah wilayah privat dan top adalah institusi politik Infotainmen adalah aktivitas ekonomi yg membuka wialayah basis (berisis aib dan tragedi) ke wilayah publik melampaui berbagai tabu yg berkembang dlm masyarakat

26 Infotainmen adalah hasil dari mode of information Bgmn model produksi media terjadi? Mode of production dari informasi melipti face to face, orally mediated exchange; (yg terjadi fase ini adalah korespondensi simbolik pd level interpersonal) Tahap kedua, written exchange mediated by print; (pd atahp ini ygt menonjol adalah representasi simbol dimana media menghadirkan kembali berbagai tanda yg diproduksi sbg respon atas munculnyg pertukuran tanda) Tahap ketiga adalah electronically mediated exchange (Poster, Mark; 2003). Pada tahap ini adanya simulasi informasi atau ironi komunikasi krn kemajuan teknologi kom cukup determinan dlm merubah tatanan kehidupan sosial

27 Skema proses moduler infotainment The capitalist Mode of production Kapitalisme global Mode of information Berita-berita infotainment Simulasi dan tabloisasi

28 Mode of information merupakan fenomena berkemangnya ifnormasi menjadi sebuah komoditas dlm era kapitalisme lanjut; Sedangkan tabloidisasi adalah anak dari mode of inormation sehingga infotainment merupakan produk dr simulasi dan tabloidisasi Terminologi mode of information berasal dari mode of production (Marx)

29 Menurut Marx mode of production adalah kaitan antara produksi dng kekuatan-kekuatan produksi. Dan tujuan akhir mode production adalah keinginan dari prpoduksi kapitalistik untuk mendapatkan keuntungan yg sebesar-besarnya dng membuat segala sesuatu sbg komoditas dlm persaingan pasar bebas Model proudksi kapitalis telah dilampaui dng over produksi dan over konsumsi; dlm dunia media telah terjadi komodifikasi informasi melalui simulasi dan tabloisasi

30 Media bahkan sudah menjadi alat produksi (means of production) dlm masyrakat kapitalis yg kepemilikannya berada pd kelas penguasa.Daniel Chandler bahkan mengatakan bahwa media telah menghasilkan kesadaran palsu (false counsciousness) Jalinan antara the capitalist mode of production, kapitalisme global yg mempengaruhi mode of information berdampak semakin cepatnya media menyajikan peristiwa secara cepat

31 Sedang terjadi pergeseran mode of production capitalist “lama” yg didominasi oleh penguasaan alat produksi dan buruh; menuju RELASI KONSUMSI yg dominan. Karena terjadi pergseran fungsi dan pemaknaan dari nilai guna (use value) menjadi nilai tanda (sign value). Akibatnya konsumsi tnad-tanda yg melambangkan pencitraan dan prestise tt menguasai kehidupan masyarakat konsumer Melalui kemampuan citraan yg dimilikinya, media (elektronik) menjadi agen personifikasi dari hiperealitas (realitas semu) Baudrillard…now the media are nothing else than a marvellous instrument for destablizing the real dan the true Media telah membawa pesan biner perang-damai, teor keamanan, inflasi dan stabilitas, media menghasilkan opini kontradiktif

32 Baudrillard Selain menghadirkan aktaulitas, media dianggap membawa ilusi, pd hal informasi merupakan komoditas sentral alasannya: Struktur dr tanda adalah komoditas Komoditas paling dominan era post modern adalah informasi Apa yg dikonsumsi bukan obyek atau komoditasnya tetapi nilai dari tanda dari obyek yaitu tanda yg diproduksi sbg sebuah komoditas Logika sosial lebih dikuasai oleh logika produksi dan konsumsi yang berasal dari nilai guna (use value), nilai tukar (exchange value), nilai tanda(sign value) dan simbol tukar (symbolic exchange).

33 Masyarakat kapitalisme akhir telah meninggalkan model kapitalisme monopoli yang ditandai oleh model produksi mekanik dengan model produksi simulasinya.... Simulasi menganggap bahwa peroslan produksi dan reproduksi telah berakhir, yang ada adalah perubahan orde penampakan (appearance) Orde penampakan dibagi tiga: orde conterfeit (renaisance); orde produksi (era industri); dan orde simulasi (dominansi simbol dengan duplikasi simbol melalui model tanpa asal usul/hiper realitas

34 …. Consumption is simulation related to demand Model produksi simulasi setidaknya atelah berhasil menciptakan obyek-obek hyper-riil (simulation is no longer that of a territory, a referential being or a substance. It is generation by models of real without origin or reality: a hyperreal)

35 Infotainment diproduksi secara cepat dng tujuan memperoleh informasi seaktual mungkin Membidik persoalan pribadi Memberikan informasi dng cara berlebih Kemajuan teknologi media berpotensi menjadikan seorang model

36 Konsumen adalah sosok yg aktif mencari berbagai informasi dan memperkuat apa yg disajikan media, selektif dan melakukan interpretasi atas informasi Terjadi konsumsi kreatif konsumen sebab apa yg disampaikan media tidak terkait dng kehidupannya tetapi sbg hiburan saja Produksi media melibatkan kepentingan pemilik modal, pemilik rumah produksi, pemeringkat acara, advertiser dan penonton

37 Produk media (infotainmen) merupakan fase kapitalisme lanjut dari mode of production ke mode of consumption Mode of information untuk mendukung mode of consumption

38 Media informasi sebagai barang ekonomi Sifat barang ekonomi harus ada pengetahuan, teknologi atau ketrampilan untuk memanfaatkannya Harus ada permintaan terhadap barang tsb Bila tidak terpenuhi maka disebut sbg barang netral Barang ekonomi dilihat sbg input produksi untuk menghasilkan utilitas dan sekaligus memiliki nilai intrinsik (yg ada dalam barang itu sendiri) lepas barang itu dikonsumsi atau tidak

39 Dalam perspektif ekonomi barang/jasa diklasifikan menurut kriteria penggunaan dan hak kepemilikannya. Dari sisi penggunaan/konsumsi barang tersebut menghasilkan rivalry atau tidak. Barang publik berisfat non-rivalry. Dari sisi kepemilikan dibedakan barang ekskludable atau tidak. Barang publik bersifat non-ekskludable. Media informasi juga merupakan barang publik atau barang privat.

40 Dibedakan state property dimana klaim pemilikan berada di ranah pemerintah Private property di mana klaim pemilikan berada pd invidua Common property dimana individu memiliki klaim bersama Ketiga kepemililkan memilki dua akses yang berbeda yaitu open access dan limited access

41 Salah satu fungsi barang ekonomi/jasa adalah memberi manfaat/kesejahteraan pada masyarakat Konsep kesejahteraan/manfaat smenyangkut ukuran yang sangat kompleks Ukuran kesejahteraan dalam kategori ekonomi klasik adalah surplus yg diperoleh dari mengkonsumsi produk/jasa ekonomi Surplus diperoleh dari interaksi antara permintaan dan penawaran

42 SDA=ekonomi mikro tinjauan S-D Tujuan Ekstraksi SDI adalah kesejahteraan masyarakat. Ukuran kesejahteraan dalam Neo-klasik adalah surplus konsumsi dan produksi dari SDI Surplus yg diperoleh dari SDI dari interaksi permintaan dan penawaran Kurva permintaan dapat diturunkan dari dua sisi yg berbeda. Pertama diturunkan dari memaksimumkan kepuasan/utility yg kemudian menghasilkan kurva permintaan biasa (Marshalian). Cara kedua, diturunkan dari meminimumkan pengeluaran yg akan menghasilkan kurva permintaan terkompensasi atau kurva permintaan Hicks

43 Teori permintaan neo-klasik Penjelasan: teori konsumen neo-klasik berasumsi bahwa individu bertindak rasional dan berusaha memaksimumkan kepuasan terhadap konsumsi dua barang X dan Y, sehingga U (X,Y), yang juga dibatasi oleh pendapatan M Jika harga barang X adalah px dan harga Y adalah py, maka jumlah yg dibelanjakan adalah M=pxX + pyY Sehingga max U (X,Y) dengan kendala M=pxX + pyY. Garis anggaran harus bersinggungan dengan slope dari fungsi utilitas, dimana XM= x(px,py, M) dan YM=y(px,py,M).

44 Penurunan kurva permintaan Marshall dan Hicks

45 Garis M-mo adalah garis anggaran dalam kondisi awal Dan kurva indiferen Uo adalah utilitas awal Titik A adalah titik dimana konsumsi optimal barang X dan Y

46 Kurva penawaran Kurva penawaran barang menggambarkan kuantitas dari barang (x) yg dapat ditawarkan oleh produsen pd tingkat harga tt Kurva penawaran diturunkan dari fungsi biaya. Gambar 1, Jika struktur pasar adalah kompetitif (produsen bukan price maker), fungsi biaya total TC=C(x) Gambar 2, digambarkan MC dan AC diturunkan dari gambar 1, sehingga (MC(x)=dTC(x)/dx) Kurva penawaran diperoleh dari fungsi biaya Hubungan kurva biaya marjinal dan biaya rata-rata dapat dijelaskan sbb:

47

48 Kurva biaya dan kurva penawaran kompetitif

49 Surplus: aspek kesejahteraan depresiasi industri media Model ekonomi industri media besaran dampak kesejahteraan dari skala ekonomi media Surplus adalah manfaat ekonomi (moneter) bagi masyarakat dalam mengkonsumsi berita media

50 surplus Salah satu yg menjadi masalah besar dalam pengelolaan ekonomi media adalah bagaimana surplus dapat dimanfaatkan optimal Konsep surplus dapat diturunkan dari konsep permintaan dan penawaran Surplus adalah manfaat ekonomi karena ada selisih antara manfaat kotor dan biaya yg dikeluarkan untuk mengkonsumsi industri media Surplus dibedakan antara surplus konsumen, surplus produsen dan rente sumber daya Pada gambar 3.1. Surplus konsumen adalah daerah di belakang kurva permintaan Marshalian atau daerah Po ab P1

51 Penjelasan konsep ini mulai dng konsep permintaan dan penawaran. Misalnya, digunakan komoditas tunggal x, sehingga bila p (x) adalah permintaan pada barang x, maka: U(x)= sx p(z)dz -> U adalah fungsi kesejahteraan sosial yg diukur dalam unit moneter. Ux juga menggambarkan konsumsis barang yg ada di bawah kurva permintaan Marhsallian (p(x)=dU/dx=U’(x)

52 Bila biaya menghasilkan barang x adalah C(x), surplus sosial yg diperoleh dari SDA adalah: SS=U(x)-C(x). Dengan demikian SS adalah selisih antara manfaat yg diperoleh masyarakat dari memproduksi SDA U(x) dan biaya untuk memproduksinya. Pada gambar di bawah ini, SS adalah daerah di bawah kurva permintaan dng kurva C’(x), Dankurva penawaran digambar dng label C’(x) SS=daerah di belakang kurva permintaan, yakni area A+B+C+D dikurangi era di bawah kurva penawaran (area D).

53 Dari gambar yg sama kita mendpatkan surplus konsomen, produsen dan resource rent. Surplus konsumen adalah: CS(x)=U(x)-xU’(x) = U(x)-xp(x) CS=manfaat yg diperoleh masyarakat dari mengkonsumsi media TV/koran U(x) – jumlah yg dibayarkan untuk konsumsi produk/barang tsb xp(x).

54 CS ini merupakan konsep yang intagible, untuk mengukur keinginan membayar masyarakat thdp barang/berita/TV Perubahan surplus konsumen adalah luas daerah PoEFP1

55 Surplus konsumen (CS) Kurva permintaan pada barang SDA x digambarkan dng slope negatif Seluruh daerah di bawah kurva permintaan menunjukkan keinginan membayar (WTP). Sekaligus menunjukkan kepuasan total dari mengkonsumsi seluruh barng X. Seluruh titik di sepanjang kura disebut marginal WTP Keseimbangan terjadi pd titik X* dan P*, WTP digambarkan dng P*EA (consumer surplus) atai Marshallian consumer’s surplus)

56 Susrplus konsumen untuk mengukur besarnya kehilangan akibat kerusakan Penurunan CS akibat kerusakan lingkungan Bila produk TV dibredeil/diboikot mk output berkurang dari X* ke XD, dan harga naik Akibat kedua perubahan tsb, surplus konsumen turun dadri P*EA ke PD BA. Ini mencerminkan perbahan kesejahteraan

57 Surplus produsen Surplus produsen adalah pembayaran yg paling minimum yg bisa diterima oleh produsen dikurangi dengan biaya untuk memproduksi barang x. Surplus produsen juga merupakan surplus yg diperoleh oleh pemilik SDA pada saat pendapatan dr sumber daya amelebihi biaya pemanfaatannya. SP diukur dengan mencri luas di atas kurva penawaran yg dibatasi garis harga. Rumus: PS(xo)=Px-S S(x)dx Atau Poxo-S MC(x)dx

58 Resource rent (RR) Rente sumberdaya adalah surplus yg dinikmati oleh pemilik SDA (pemerintah) yg merupakan selisih antara jumlah yg diterima dari pemanfaatan sumber daya dikurangi biaya yg dikeluarkan uintuk megekstraksinya. RR(x)=x[U’(x)-C’(x)] Dengan demikian surplus totoal atau SS adalah=[U(x)-xU’(x)+[xC’(x)-x[U’(x)-C’(x)].

59

60 Surplus produsen Surplus produsen diperoleh produsen berupa selisih antara harga dengan biaya Besaran surplus produsen tergntung pd perubahan harga dan biaya Area P1EF adalah surplus konsumen pd kondisi awal, sementara P1ED daerah surplus produsen pada awalnya. Bila pemerintah campur tangan, maka output berubah dari h1 ke h2 (krn kena pajak), surplus konsumen dan produsen juga berubah Akibatnya terjadi transfer ke pemerintah, ini disebut pembentukan rente ekonomi (CBAP2)

61

62

63


Download ppt "Fondasi ekonomi mikro Media Dr.M.Yuwana Ekonomi mikro adalah basis ekonomi Media, karena pendekatannya adalah utilitarian."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google