Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PRAKTIKUM KIMIA DASAR MEMBUAT LARUTAN BAKU. LARUTAN BAKU PRIMER DAN LARUTAN BAKU SEKUNDER DEFINISI : –Larutan baku primer : larutan baku yang konsentrasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PRAKTIKUM KIMIA DASAR MEMBUAT LARUTAN BAKU. LARUTAN BAKU PRIMER DAN LARUTAN BAKU SEKUNDER DEFINISI : –Larutan baku primer : larutan baku yang konsentrasi."— Transcript presentasi:

1 PRAKTIKUM KIMIA DASAR MEMBUAT LARUTAN BAKU

2 LARUTAN BAKU PRIMER DAN LARUTAN BAKU SEKUNDER DEFINISI : –Larutan baku primer : larutan baku yang konsentrasi tepatnya diketahui dengan berdasarkan penimbangan berat zat baku primer yang dilarutkan dalam volume tertentu Contoh : C2H2O4. 2H2O Na2CO3 anhidrat –Larutan baku sekunder : larutan baku yang konsentrasi tepatnya baru dapat diketahui apabila telah dilakukan pembakuan terlebih dulu dengan larutan baku primer Contoh : NaOH HCl, H2SO4

3 ALAT YANG DIGUNAKAN 1. TIMBANGAN :  ANALYTICAL BALANCE : mempunyai kepekaan/ kemampuan penimbangan dengan ketelitian : 0.1 mg digunakan : untuk menimbang zat baku primerdengan berat minimal : 50 mg, bila diinginkanketelitian/kesalahan penimbanganminimal 1% Contoh : berat zat (Asam Oksalat) : mg  MILLIGRAM BALANCE : penimbangan dengan ketelitian : 1 mg digunakan untuk penimbangan orientasi zat baku primer atau penimbangan pereaksi  tidak diperlukan ketelitian tinggi

4 CARA MENIMBANG –1. CARA LANGSUNG : - berat botol timbang kosong = g - berta botol timbang + zat = g  berat zat = g -2. CARA TIDAK LANGSUNG : - berat botol timbang + zat = g - berat botol timbang + sisa zat setelah dituang ke beaker glass = g  berat zat = g

5 PERALATAN GELAS PADA PEMBUATAN LARUTAN BAKU 2. PERALATAN UNTUK MEMBUAT LARUTAN BAKU - Botol timbang –Beaker glass –Batang pengaduk –Corong gelas –Botol penyemprot (aquadestilata) –Labu ukur (labu takar) –Pipet tetes –Kertas saring Catatan : - semua alat harus bersih, dibilas dengan aquades - alat yang harus kering : botol timbang

6 CARA MEMBUAT LARUTAN BAKU ASAM OKSALAT : 100 ML 0.1 N Menghitung berat Asam oksalat : 100 ml 0.1N Asam oksalat = 100 x 0.1 mgrek = 10 mgrek = 5 mgrl (1 mgrl Asam oksalat = 2 mgrek) atau = 5 x mg = mg

7 MENIMBANG ASAM OKSALAT - ditimbang Asam oksalat = mg + 10%  milligram balance - dimasukkan kedalam botol timbang dan ditimbang pada  analytical balance Catatan : menimbang pada analytical balance tidak boleh mengurangi atau menambah zat yang sedang ditimbang. Berat zat yang tertimbang tidak boleh menyimpang 10% dari yang seharusnya tertimbang

8 CONTOH PENIMBANGAN Asam oksalat : 650 mg (neraca milligram) Analytical balance : misalnya : mg  boleh mg  boleh mg  tidak boleh mg  tidak boleh. Contoh perhitungan konsentrasi : - berat Asam oksalat = mg (BM ) dalam 100 ml  Kons.H2Ox = (0.6428/126.07)x(1000/100)x2 = = N

9 AIR YANG DIGUNAKAN 1. Air kran / PDAM 2. Air minum / air minum kemasan 3. Aquadestilata 4. Aqua demineralisata 5. Aqua pro injection 6. Aqua bidestilata 7. Aquadestilata bebas CO2

10 CARA MELARUTKAN ZAT  asam oksalat dituang dari botol timbang ke beaker glass 100 atau 150 ml (dengan atau tanpa bantuan batang pengaduk)  tambahkan aquadest + 40 ml  diaduk sampai larut (tidak tampak lagi adanya kristal asam oksalat)  pindahkan/tuangkan larutan tadi kedalam labu ukur/takar 100 ml dengan bantuan corong gelas  bilas beaker glass dengan aquadest dari botol semprot 2 – 3 x, masing- masing dengan + 10 ml dan dituangkan kedalam labu ukur diatas  tambahkan aquadest sampai mendekati garis tanda 100 ml pada leher labu ukur  dengan pipet tetes tambahkan aquadest sampai tepat tanda  bersihkan/keringkan leher labu ukur dengan kertas saring, kemudian tutup dan dikocok hingga homogen

11 PEMBAKUAN larutan NaOH dengan larutan C2H2O4 BAHAN YANG DIGUNAKAN : larutan baku primer Asam Oksalat Larutan baku sekunder NaOH Larutan indikator fenolftalein PERHITUNGAN KONSENTRASI BAKU SEKUNDER V H2Ox. x N H2Ox = V NaOH x N NaOH pipet timbang buret yang dicari

12 ALAT GELAS (glasswares) Buret : 25 ml Pipet volume : 10 ml Labu titrasi (erlenmeyer) : 150 – 200 ml Beaker glass : 50 – 100 ml Corong gelas Batang pengaduk Pipet penetes

13 ALAT BANTU LAINNYA Statif Klem buret Botol semprot (aquadest) Sikat pembersih buret Sabun/detergent cair Lap/tissue pembersih atau pengering Baju praktikum (Lab jas) Jurnal praktikum

14 HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN ALAT GELAS : - sebelum dipakai harus dicuci bersih dan dibilas dengan aquadest, TIDAK HARUS KERING, kemudian : - Buret : dibilas dengan larutan yang akan dimasukkan kedalamnya - Pipet volume : dibilas dengan larutan yang akan dipipetnya - Beaker glass : dibilas dengan larutan yang akan diisikan kedalam buret atau bisa dikeringkan dengan bantuan tissue ; demikian halnya dengan corong gelas maupun batang pengaduk - Labu titrasi : TIDAK BOLEH DIBILAS dengan larutan yang akan dititrasi maupun peniternya

15 MENGISI BURET : - buret - statif - klem buret - beaker glass - corong gelas + batang pengaduk - kertas baca buret Catatan : - pada setiap titrasi, buret HARUS menunjukkan angka 0.00 ml - setelah titrasi, angka terbaca HARUS DUA DIGIT dibelakang koma, misalnya : ml - pipa diatas kran buret TIDAK BOLEH ADA rongga udara - buret yang berisi larutan NaOH, setelah selesai dipakai HARUS SEGERA DICUCI dengan AIR

16 . MENGISI PIPET : - pipet volume - beaker glass - labu titrasi (erlenmeyer) - pipet filler Catatan : - larutan yang ada diujung pipet TIDAK BOLEH DITIUP untuk dimasukkan kedalam labu titrasi - posisi pipet pada saat larutan dimasukkan kedalam labu titrasi HARUS TEGAK LURUS dan labu titrasinya yang dimiringkan - pelepasan larutan dari pipet ke labu titrasi dilakukan secara perlahan dan diakhiri dengan menggoreskan ujung pipet pada leher dalam labu titrasi

17 CARA MELAKUKAN TITRASI Buret (25 ml) : - telah diisi dengan larutan NaOH - larutan NaOH sudah menunjuk pada : 0.00 ml dan tidak ada rongga udara diatas/dibawah kran buret - posisi buret : tegak lurus

18 Labu titrasi (150 – 200) ml - telah terisi larutan H2C2O4 : 10.0 ml - larutan indikator fenolftalein : 2-3 tetes  Kemudian larutan NaOH ditambahkan tetes pertetes secara konstan (tak boleh dikucurkan) dari buret kelabu titrasi dan labu titrasi digoyang dengan cara memutarnya supaya larutan homogen dan reaksi merata antara H2C2O4 dengan NaOH  Penambahan larutan NaOH dilakukan sampai tampak warna rosa pertama yang stabil dalam waktu 30 detik (indikator fenolftalein dalam suasana basa). Bila sebelum waktu tersebut warna hilang, maka masih harus ditambahkan lagi sampai tampak warna rosa.

19 Penetapan titik akhir titrasi : reaksi yang terjadi : H2C2O4 + 2 NaOH  Na2C2O4 + 2 H2O pH larutan adalah : + 7 indikator fenolftalein : 8.0 – 10.0 : artinya pada pH < 8 larutannya tak berwarna, pada pH 8 – 10 : rosa dan pH > 10 : merah  Penambahan larutan NaOH dihentikan pada saat larutan dalam labu titrasi telah tampak warna ROSA yang stabil dalam waktu 30 detik.  Sebelum dilakukan pembacaan buret, labu titrasi dibilas dengan aquadest secukupnya (dari botol semprot) untuk menurunkan larutan yang menempel pada dinding dalam labu titrasi

20 CONTOH PERHITUNGAN TITRASI  H2Oxalat : dipipet 10.0 ml  N H2Oxalat = (dari hasil penimbangan)  Volume NaOH = 0.00 – 9.76 ml (dari pembacaan buret  V H2Ox. x N H2Ox. = V NaOH x N NaOH 10.0 x = 9.76 x N NaOH  N NaOH = =

21 HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SEBELUM TITRASI 1. PROSEDUR :  SUMBER PUSTAKA  MEKANISME REAKSI YANG TERJADI 2. PERALATAN :  ALAT GELAS : buret, pipet, labu titrasi, botol timbang, beaker glass, botol semprot, batang pengaduk  LAB JAS  JOURNAL PRAKTIKUM  ALAT BANTU LAIN : tissue/lap, detergent cair, sikat pembersih buret-beaker-labu titrasi, stiker, alat tulis 3. BEKERJA DENGAN TELITI, MANDIRI DAN PERCAYA DIRI

22 SEKIAN dan TERIMA KASIH SAMPAI BERJUMPA DILABORATORIUM MULTIPURPOSE I


Download ppt "PRAKTIKUM KIMIA DASAR MEMBUAT LARUTAN BAKU. LARUTAN BAKU PRIMER DAN LARUTAN BAKU SEKUNDER DEFINISI : –Larutan baku primer : larutan baku yang konsentrasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google