Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERSEDIAAN. Persediaan meliputi segala macam barang yang menjadi objek pokok aktifitas perusahaan yang tersedia untuk diolah dalam proses produksi atau.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERSEDIAAN. Persediaan meliputi segala macam barang yang menjadi objek pokok aktifitas perusahaan yang tersedia untuk diolah dalam proses produksi atau."— Transcript presentasi:

1 PERSEDIAAN

2 Persediaan meliputi segala macam barang yang menjadi objek pokok aktifitas perusahaan yang tersedia untuk diolah dalam proses produksi atau dijual.

3 Istilah persediaan (inventories) digunakan untuk mengartikan: 1.Perusahaan Dagang : barang dagangan yang disimpan untuk dijual kembali (Merchandise Inventory). 2.Perusahaan Industri (Manufacture) : bahan dalam proses produksi atau yang disimpan untuk tujuan itu. Meliputi: a.Persediaan bahan baku (raw materials inventory) b.Persediaan barang dalam proses (Work in proces inventory) c.Persediaan barang jadi (Finished good inventory)

4 Barang dagang, yang secara terus menerus dibeli dan dijual, merupakan salah satu unsur yang paling aktif dalam operasi usaha untuk perusahaan dagang besar (grosir) ataupun perusahaan eceran. Penjualan barang dagangan merupakan pendapatan utama bagi perusahaan seperti itu.

5 1.sistem persediaan periodik digunakan setiap kali terjadi penjualan, hanya pendapatan dan penjualan yang dicatat. Pada saat penjualan tersebut tidak dibuat harus dilakukan perhitungan fisik untuk menentukan harga pokok persediaan pada akhir periode. Umumnya perhitungan fisik persediaan secara lengkap hanya dimungkinkan pada akhir tahun fiskal. SISTEM PERSEDIAAN

6 2. Sistem Persediaan Perpetual Digunakan catatan akuntansi yang secara terus menerus mengungkapkan jumlah persediaan yang ada. Perkiraan terpisah dibuat untuk setiap jenis barang dagang dalam buku tambahan.

7 Penambahan pos dalam persediaan dicatat sebagai debet dalam perkiraan yang bersangkutan yang bersangkutan dan pengurangan dicatat ke dalam kredit. Saldo perkiraan ini disebut persediaan menurut buku (book inventories) dari barang barang yang ada dalam persediaan.

8 Pengaruh persediaan dalam periode berjalan Penentuan persediaan memainkan peranan penting dalam menandingkan (matching) beban dengan pendapatan dalam suatu periode tertentu. Total harga pokok yang tersedia untuk dijual selama periode tertentu harus dipisah menjadi dua bagian pada periode tersebut.

9 Harga pokok barang yang ditentukan sebagai persediaan akan tampak dalam sebagai neraca sebagai aktiva lancar. Unsur lainnya yaitu harga pokok barang yang dijual akan dilaporkan dalam perhitungan rugi-laba sebagai pengurangan terhadap penjualan bersiih untuk mendapatkan laba kotor. Kesalah dalam penentuan angka persediaan pada akhir suatu periode akan mengakibatkan pelaporan laba bersih dan laba kotor yang salah dalam jumlah yang sama.

10 MASALAH KEPEMILIKAN PERSEDIAAN Ketepatan pengakuan kepemilikan persediaan barang sangat berpengaruh terhadap reabilitas hasil dari proses akuntansi. Pengakuan kepemilikan persediaan yang kurang tepat dalam jumlah yang material mengakibatkan laporan keuangan yang disusun terhadap data yang menyesatkan bagi pengambilan keputusan bisnis pihak- pihak yang berkepentingan.

11 Masalah yang terkait dengan kepemilikan: 1.Barang-barang dalam perjalanan (good in transit). (berhubungan dengan syarat pengiriman barang). a.Free onboard (FOB) shipping point Hak kepemilikan barang berpindah kepada pihak pembeli pada saat barang – barang tersebut diserahkan kepada perusahaan pengangkutan yang ditunjuk (Loco Gudang Penjual)

12 Segala biaya dan risiko kerugian yang mungkin timbul sampai barang diserahkan kepada perusahaan pengangkutan merupakan tanggungjawab pihak penjual, sedangkan biaya dan risiko kerugian yang timbul sejak barang diterima oleh perusahaan pengangkutan hingga barang-barang tersebut dikirim pada tempat yang telah ditetapkan menjadi tanggungan pihak pembeli.

13 Masalah yang terkait dengan kepemilikan: b. Free onboard (FOB) Destinations: Hak Kepemilikan barang berpindah kepada pihak pembeli pada saat barang tersebut diterima oleh pihak pembeli (loco gudang pembeli). Segala biaya dan risiko kerugian yang terjadi hingga barang-barang sampai ditempat pembeli menjadi tanggungan penjual.

14 2. Barang-barang yang dipisahkan: (Segregate goods) Yang dimaksud dengan barang- barang yang dipisahkan adalah barang-barang yang dipisahkan dengan maksud untuk memenuhi pesanan-pesanan atau kontrak penjualan dalam jumlah besar yang tidak dapat dilakukan pengrimannya sekaligus.

15 Bagi pihak penjual barang yang telah dipisahkan kepemilikannya telah berpindah ke pembeli bila di dalam kontrak jual beli barang tidak disertai adanya syarat pengiriman. Oleh karenanya terhadap persediaan yang dipisahkan ini sudah dapat dikeluarkan dari persediaan.

16 3. Barang-barang konsinyasi (Consigment goods) Barang-barang konsinyasi merupakan barang yang dititipkan pada pihak tertentu untuk dijualkan dengan harga tertentu. Karena sifatnya hanya barang titipan, maka hak kepemilikan atas barang tersebut masih tetap berada pada pihak yang menitipkan barang (consignor), sehingga apabila sampai dengan tanggal penyusunan laporan keuangan masih terdapat barang-barang konsinyasi, maka barang-barang tersebut dilaporkan sebagai bagian persediaan yang menitipkan.

17 Pihak yang menerima titipan (consignee) tidak mempunyai hak atas barang-barang titipan tersebut sehingga tidak boleh melaporkannya sebagai persediaan dalam laporan keuangannnya yang disusunnya. Secara berkala consignee diharuskan membuat faktur terhadap barang titipan yang telah terjual dan berdasarkan faktur tersebut consignor mencatat adanya penjualan dan mengurangkan harga pokok barang titipan yang terjual dari persediaan barang dagangan.

18 4. Penjualan Angsuran Penjualan angsuran dapat dibedakan menjadi penjualan angsuran berjangka pendek dan angsuran berjangka panjang. Penjualan angsuran berjangka pendeknya umumnya mempunyai risiko pembatalan penjualan relatif lebih kecil, sedangkan pada penjualan angsuran jangka panjang mempunyai risiko pembatalan penjualan yang relatif lebih besar.

19 Penjualan angsuran jangka panjang terdapat risiko yang cukup besar terjadinya penjualan disebabkan pihak pembeli tidak dapat memenuhi kewajibannya, oleh karena itu hak kepemilikan atas barang masih tetap berada ditangan penjual sampai seluruh harga barang telah dibayar lunas oleh pembeli.

20 Misal tanggal 20 April 2011 telah terjual barang seharga , uang muka Rp sisanya harus diangsur selama 36 bulan Rp perbulan. Pembayaran angsuran pertama jatuh tempo pada tanggal 20 Mei 2011 dan harga pokok barang yang terjual tersebut Rp Pencatatan pada tanggal 20 April 2011 saat terjadi penjualan adalah sebagai berikut: Kas Piutang Penjualan Angsuran Penjualan angsuran Harga pokok penjualan angsuran Pengiriman barang penj angsuran

21 HARGA PEROLEHAN PERSEDIAAN Yang umum dilakukan dalam menentukan harga perolehan persediaan adalah memperhitungkan biaya pembelian/harga faktur dan biaya pengangkutan saja sebagai unsur harga perolehan persediaan barang dagangan. Sedangkan biaya-biaya lainnya diperlakukan sebagai biaya waktu (periods cost) yang diperhitungkan dalam dalam perhitungan laba rugi berdasarkan waktu kejadiannya.

22 METODE PENCATATAN PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN Terdapat dua metode pencatatan transaksi yang terkait persediaan barang dagangan yaitu metode Phisycal dan metode perpetual perbedaan kedua metode tersebut adalah: Metode PhysicalMetode Perpetual 1.Terdapat perkiraan pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian. 1.Tidak terdapat perkiraan pembelian retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian. 2. Transaksi pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian dicatat dalam perkiraan masing-masing. 2. Transaksi pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian dicatat dalam perkiraan persediaan barang dagangan 3. Setiap terjadi penjualan tidak perlu dilakukan pencatatan harga pokok penjualan, harga pokok penjualan dihitung pada ahir periode secara agregat 3. Setiap terjadi penjualan harus diikuti adanya pencatatan harga pokok penjualan 4. Lebih sesuai digunakan pada perusahaan eceran/retail yang mempunyai macam persediaan barang dagangan dan sulit untuk ditentukan harga pokok setiap terjadinya penjualan. 4. Lebih sesuai digunakan pada perusahaan grosir, agen khusus atau distributor dengan sedikit macam barang yang diperdagangkan dan mudah untuk menentukan besarnya harga pokok penjualan setiap terjadi penjualan secara tepat.

23 Seringkali pembelian dan penjualan barang dagangan dilakuakan secara kredit, dan transaksi ini dapat dicatat menggunakan dua metode yaitu dicatat sebesar nilai kotornya atau dicatat sebesar nilai bersihnya. A: Bila utang piutang dicatat sebesar nilai bersihnya: Transaksi pembelian TransaksiMetode Physical 2 April 2011 dibeli barang dagangan Rp syarat pembayaran 2/10 n/30 Pembelian Rp Utang Usaha April 2011 dibayar biaya angkut pembelian Rp 250.B Angkut Pemb 250. Kas April Retur pembelian Rp 100.Utang usaha 98 Retur pembelian 98 a. Bila harga faktur pembelian dibayar tunai ( tgl 12 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurang retur tgl 4/4/ 1012 Utang Usaha Kas b. Bila harga faktur pembelian dibayar lewat tunai ( tgl 22 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurang retur tgl 4/4/ 1012 Utang Usaha Rugi potongan pembelian yang tidak diambil 88 Kas

24 Seringkali pembelian dan penjualan barang dagangan dilakuakan secara kredit, dan transaksi ini dapat dicatat menggunakan dua metode yaitu dicatat sebesar nilai kotornya atau dicatat sebesar nilai bersihnya. A: Bila utang piutang dicatat sebesar nilai bersihnya: Transaksi pembelian TransaksiMetode Perpetual 2 April 2011 dibeli barang dagangan Rp syarat pembayaran 2/10 n/30 Persed brg dagangan Utang Usaha April 2011 dibayar biaya angkut pembelian Rp 250.Persed Brg Dagangan 250 Kas April Retur pembelian Rp 100.Utang Usaha 98 Persediaan Barang dgg 98 a. Bila harga faktur pembelian dibayar tunai ( tgl 12 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurang retur tgl 4/4/ 1012 Utang Usaha Kas b. Bila harga faktur pembelian dibayar lewat tunai ( tgl 22 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurang retur tgl 4/4/ 1012 Utang Usaha Rugi potongan pembelian yang tidak diambil 88 Kas

25 Lanjutan.... a.Bila harga faktur penjualan dibayar dalam masa tunai. Tanggal 12 April 2011 diterima pembayaran harga faktur penjualan tanggal 2/ setelah dikurangi retur tgl 4/ Kas Piutg Usaha Kas Piutang Usaha 4.3 Kas Laba atas pot penjualan tidk diambil 88 Ptg Usaha b. Bila harga faktur penjualan dibayar lewat masa tunai Tanggal 22 April 2011 diterima pembayaran harga faktur penjualan 2/ setelah dikurangi retur tgl 4/ Kas Laba atas pot penjualan tidk diambil 88 Ptg Usaha Kas Laba atas pot penj tidk diambil 88 Piutang usaha 4.312

26 Bila utang – piutang dicatat sebesar nilai Kotor : Cara Langsung. A. TRANSAKSI PEMBELIAN TRANSAKSIMETODE PHYSICAL 2 April 2011 dibeli barang dagangan Rp syarat pembayaran 2/10. n/3o Pembelian Utang Usaha April 2011 di bayar biaya angkut pembelian Rp B angkut Pembelian Kas April Retur pembelian Rp Utang Usaha Retur pembelian a.Bila harga faktur pembelian dibayar lewat masa tunai Tgl 12 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurang retur 4/4/ 2011 Utang Usaha Pot Pembelian Kas b. Bila harga faktur pembelian dibayar lewat masa tunai Tgl 22 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurangi retur tgl 4/4/ 2011 Utang Usaha Kas

27 Bila utang – piutang dicatat sebesar nilai Kotor : Cara Langsung. A. TRANSAKSI PEMBELIAN TRANSAKSIMETODE PERPETUAL 2 April 2011 dibeli barang dagangan Rp syarat pembayaran 2/10. n/3o Persed Brg Dagg Utang Dagang April 2011 di bayar biaya angkut pembelian Rp Persed Brg Dgg Kas April Retur pembelian Rp Utang Usaha Persed Barg Dgg a.Bila harga faktur pembelian dibayar lewat masa tunai Tgl 12 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurang retur 4/4/ 2011 Utang Usaha Pot Pembelian Kas b. Bila harga faktur pembelian dibayar lewat masa tunai Tgl 22 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurangi retur tgl 4/4/ 2011 Utang Usaha Kas

28 B. Tansaksi Penjualan TRANSAKSIMETODE PHYSICALMETODE PERPETUAL 2 April 2011 dibeli barang dagangan Rp syarat pembayaran 2/10. n/3o Piutang Usaha Penjualan Piutang Usaha Penjualan H P Penjualan Persed Barg Dagg April 2011 di bayar biaya angkut kirim Rp B angkut penjualan Kas B angkut penjualan Kas April Retur pembelian Rp Utang Usaha Piutang Usaha Retur Penjualan Piutang Usaha Persed Brg Dgg H Pokok Penjualan a.Bila harga faktur pembelian dibayar lewat masa tunai Tgl 12 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurang retur 4/4/ 2011 Kas Pot Pembelian Piutang Usaha Kas Pot Penjualan Piutang Usaha b. Bila harga faktur pembelian dibayar lewat masa tunai Tgl 22 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurangi retur tgl 4/4/ 2011 Kas Piutang usaha Kas Piutang Usaha

29 Bila pembelian dicatat sebesar nilai kotor : Cara cadangan A.Transaksi Pembelian TRANSAKSIMETODE PHYSICALMETODE PERPETUAL 2 April 2011 dibeli barang dagangan Rp syarat pembayaran 2/10. n/3o Pembelian Cad Pot Pembelian Utang Usaha Perd Brg Dagg Cad Pot Pembelian Utang Usaha April 2011 di bayar biaya angkut kirim Rp B angkut Pembelian Kas Persed Barg Dgg Kas April Retur pembelian Rp Utang Usaha Cad Pot Pembelian Retur Pembelian Utang Usaha Cad Pot Pembelian Persed Barg Dagangan a.Bila harga faktur pembelian dibayar lewat masa tunai Tgl 12 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurang retur 4/4/ 2011 Utang Usaha Cad Pot Pembelian Kas Utang Usaha Cad Pot Pembelian Kas b. Bila harga faktur pembelian dibayar lewat masa tunai Tgl 22 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurangi retur tgl 4/4/ 2011 Utang Usaha Kas Rugi cad potongan- pemb tidak diambil cad pot pembelian Utang Usaha Kas Rugi cad pot pemblian- tdk diambil Cad Pot Pembelian

30 B. Transaksi Penjualan TRANSAKSIMETODE PHYSICALMETODE PERPETUAL 2 April 2011 dibeli barang dagangan Rp syarat pembayaran 2/10. n/3o Piutang Usaha Cad Pot Penjualan Penjualan Piutang Usaha Cad Pot Penjualan Penjualan H Pokok Penjualan Persd Brg Dagangan April 2011 di bayar biaya angkut kirim Rp B angkut Penjualan Kas Beban Angkut Penj Kas April Retur pembelian Rp Retur Pembelian Cad Pot Penjualan Piutang Usaha Retur Penjualan Cad Pot Penjualan Piutang usaha Persediaan Brg Dgg H Pokok Penjualan a.Bila harga faktur pembelian dibayar lewat masa tunai Tgl 12 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurang retur 4/4/ 2011 Kas Cad Pot penjualan Piutang Usaha Kas Cad Pot Penjualan Piutang Usaha b. Bila harga faktur pembelian dibayar lewat masa tunai Tgl 22 April 2011 dibayar harga faktur pembelian tgl 2/4/2011 setelah dikurangi retur tgl 4/4/ 2011 Kas Piutang Usaha Cad Pot Penjualan Rugi cad potongan- Penj tidak diambil Kas Piutang Usaha Cad Pot Penjualan Rugi cad pot Penjuaaln- tdk diambil

31 METODE PENENTUAN HARGA POKOK PERSEDIAAN METODE MASUK PERTAMA KELUAR PERTAMA (MPKP/FIFO) Keuntungan metode ini: 1.Menguntungkan rentabilitas perusahaan. Secara umum harga barang selalu naik dari waktu ke waktu, karena harga pokok penjualan dibebankan berdasarkan harga pokok persediaan yang pertama masuk maka harga pokok penjualan cenderung diperhitungkan lebih kecil sehingga laba bersih perusahaan diperhitungkan lebih besar.’ 2. Menguntungkan likuiditas dan solvabilitas perusahaan. Harga pokok persediaan yang tersisa pada akhir periode didasarkan pada harga pokok yang terakhir masuk sehingga persediaan yang dilaporkan dineraca lebih tinggi.

32 3.Persediaan akhir sesuai dengan harga faktual Karena dinilai berdasarkan harga perolehan yang terakhir masuk, maka persediaan akhir yang dilaporkan di neraca lebih mencerminkan harga pasar secara faktual. 4.Arus pembebanan harga pokok sesuai dengan arus fisik barang. Untuk menghindari kerusakan barang maka umumnya persediaan yang pertama dibeli adalah persediaan pertama kali pula yang dijual. Kelemahannya: 1.Tidak menguntungkan arus kas Perolehan laba bersih yang diperhitungkan lebih tinggi mempunyai konsekuensi tingginya kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan kepada pemerintah dan kewajiban pada pemegang saham. 2. Harga pokok penjualan tidak pararel dengan hasil penjualan.

33 METODE MPKP SECARA PHYSICAL Penentuan harga perolehan persediaan menurut metode ini dilakukan secara berkala pada setiap akhir periode. Penentuan harga peroleh persediaan yang tersisa pada akhir periode dilakukan dengan cara mengalikan kuantitas yang tersisa dengan harga perolehan barang-barang yang terakhir dibeli. Harga pokok penjualan ditentukan dengan cara mengurangkan harga perolehan dari persediaan yang tersisa dari harga perolehan persediaan yang dijual.

34 ILUSTRASI Ilustrasi UD Kencana adalah perusahaan distributor untuk suatu produk susu olahan. Berdasarkan catatan fisik persediaan susu olahan merek Sedap kaleng isi 800 gr selama periode Desember 2011 memiliki data-data sebagai berikut: Tanggal 1: Persediaan awal Tanggal 3: Pembelian Tanggal 7 : Penjualan Tanggal 15 : Pembelian Tanggal 17: Retur pembelian 20 kaleng atas pembelian tanggal 15 Desember 2011 Tanggal 26: Penjualan 300 Rp Tanggal 27: Retur penjualan30 kaleng atas penjualan tanggal 26 Desember 2011 Tanggal 30: Pembelian 260 Rp

35 Dari data-data tersebut diatas maka penentuan harga perolehan persediaan dapat dilakukan melalui perhitungan: Tgl 1: Persediaan awal = 250 Tgl 3: Pembelian = Tgl 15 : Pembelian ( )= Tgl 30 : Pembelian= 260 Persediaan siap dijual= 990 kaleng Tgl 7: Penjualan = 350 kaleng Tgl 26: Penjualan (300-30) = 270 Kaleng Terjual= 620 kaleng Tersisa= 370 kaleng Harga perolehan persediaan akhir terdiri dari: 260 Rp = Rp Rp = Rp = Rp

36 Harga pokok penjualan periode Desember 2011 dihitung sebagai berikut: Sedangkan laba kotor periode Desember 2011 adalah sebagai berikut: Tgl Persediaan awal Pembelian Pembelian (200-20) = Pembelian Persediaan siap dijual Persediaan akhir Harga Pokok Penjualan 250 = = = = 990 kaleng Tgl 7 Tgl 26 Penjualan Penjualan (200-30) = Hasil penjualan periode - Desember 2011 Harga pokok penjualan Laba kotor penjualan 350 Rp = 270 Rp =

37 METODE MPKP SECARA PERPETUAL Penentuan menggunakan metode perpetual, maka untuk tiap-tiap jenis persediaan harus dibuatkan kartu persediaan sendiri-sendiri. Buku persediaan ini harus difungsikan sebagai buku pembantu persediaan. Jenis Barang : Susu Sedap Suplier : PT Indocow Lokasi Barang : Gudang 3 Satuan Produk : Kaleng Tgl PembelianPenjualanSaldo QtyHargaJumlahQtyHargaJumlahQtyHargaJumlah (20) ( )

38 Jurnal yang harus dibuat untuk mencatat transaksi tersebut bila utang – piutang dicatat sebesar nilai kotornya menurut cara langsung adalah: 3/12Persediaan Barang Dagangan Utang Dagang /12Piutang Usaha Penjualan Harga pokok Penjualan Persediaan Barang dagangan (30) ( ) Jumlah Pembelian Jumlah HPP Persd Akhir

39 Jurnal yang harus dibuat untuk mencatat transaksi tersebut bila utang – piutang dicatat sebesar nilai kotornya menurut cara langsung adalah: 15/12Persediaan barang dagangan Utang Dagangan /12Utang Dagang *) Selisih persediaan Persediaan barang dagangan *) 20 x Rp = /12Piutang Dagang Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan barang dagangan /12Retur Penjualan Harga pokok Penjualan /12Persediaan barang dagangan Utang Dagang

40 METODE MASUK TERAKHIR KELUAR PERTAMA (MTKP) / LIFO Metode ini mengasumsikan barang dagangan yang terakhir dibeli adalah barang dagangan yang pertama dijual. Kelebihan metode ini adalah: 1.Harga perolehan persediaan dapat dipertemukan secara aktual dengan hasil penjulannya karena harga perolehan barang yang dinilai berdasarkan harga persediaan yang terakhir masuk. 2. Dapat mengeliminasi pengaruh negatif pada perhitungan laba rugi perusahaan yang disebabkan karena fluktuasi harga. 3.Menguntungkan arus kas keluar perusahaan karena metode ini cenderung mengakibatkan laba bersih perusahaan lebih kecil bila menggunakan metode lain.

41 Kelemahan metode ini: 1.Rendahnya tingkat rentabilitas karena metode ini cenderung menghasilkan laba akuntansi yang lebih kecil dibandingkan menggunakan metode lain. 2.Rasio likuiditas dan solvabilitas cenderung lebih rendah karena persediaan yang dilaporkan dineraca cenderung lebih kecil dibandingkan menggunakan metode lain. 3.Rendahnya rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas dapat menimbulkan penilaian yang kurang menguntungkan dimata investor dan perusahaan

42 1.Rasio Rentabilitas: Bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu dan untuk mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaan. Net Operating Income Profit Marginx 100% Net Sales 2. Rasio Solvabilitas Rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiaya dari hutang (berapa besar beban uatang perusahaan dibandingkan aktivanya). Total Utang2050 Debt to Aset Ratio = x 100% Debt to Asset Ratio x 100 = 49% Total Aktiva4.200 Rasio ini menunjukkan 49 % pendanaan perusahaan dengan utang untuk tahun berjalan.

43 3. Likuiditas Kemampuan perusahaan atau badan usaha untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendek (hutang-hutang jangka pendek) Current Ratio (aktiva lancar). Kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendeknya menggunakan aktiva lancar. Contoh: Current Ratio dalam rupiah : Tahun 2009 : 1,04 Tahun 2010 : 1,05 Ini berarti bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar untuk tahun 2009 adalah setiap Rp 1 hutang lancar dijamin oleh aktiva lancar Rp 1,04. dan tahun 2009 setiap aktiva lancar Rp 1 dijamin oleh aktiva lancar Rp 1,05.

44 METODE MTKP SECARA PHYSICAL Tgl 1 : Persediaan awal= 250 Rp Tgl 3: Pembelian= 300 Rp Tgl 5: Pembelian (200-20) 180 Rp : Pembelian 260 Rp Persediaan siap dijual= 990 Kaleng Tgl7 : Penjualan= 350 Kaleng Tgl 26: Penjualan (200-30)= 270 kaleng Terjual= 620 kaleng Tersisa= 370 kaleng Harga perolehan persediaan akhir terdiri dari: 250 Rp = Rp Rp = Rp = Rp

45 Harga pokok periode 2011 dihitung sebagai berikut: Tgl 1: Persediaan awal 250 Rp = Tl 3: Pembelian300 Rp = : Pembelian (200-20)180 Rp = : Pembelian260 Rp = Persediaan siap dijual990 kaleng= Persediaan akhir= Harga pokok penjualan= Sedangkan laba kotor periode Desember 2011 adalah : Tgl 7: Penjualan350 Rp = Tgl 26 : Penjualan ( )270 Rp = Hasil penjualan periode Desember 2011= Harga pokok penjualan= Laba Kotor Penjualan=

46 METODE MTKP (PERPETUAL) KARTU PERSEDIAAN Jenis Barang : Susu Sedap Suplier : PT Indocow Lokasi Barang : Gudang 3 Periode : Desember 2011 Satuan Produk : Kaleng Metode : MTKP Tgl PembelianPenjualanSaldo QtyHargaJumlahQtyHargaJumlahQtyHargaJumlah (20) ( ) (30) ( ) Jumlah Pembelian Jumlah HPP Persed Akhir

47 METODE RATA-RATA (AVERAGE) Metode rata-rata adalah metode yang memberi solusi tengah diantara metode MPKP dan metode MTKP. Pada metode rata-rata penentuan harga perolehan persediaan menggunakan metode rata-rata tertimbang (Weighted average) dan metode rata-rata bergerak (moving average) 1. Metode rata-rata tertimbang (PHYSICAL) Metode penentuan harga perolehan persediaan ini merupakan metode rata-rata yang diselenggarakan secara physical. Harga perolehan persediaan akhir dan harga pokok penjualan dihitung berdasarkan harga rata-rata persediaan siap dijual. Dengan rumus: Harga perolehan persediaan siap dijual Harga perolehan rata-rata perunit = Jumlah persediaan siap dijual Berdasarkan transaksi diatas (di metode MPKP), maka penentuan harga perolehan persediaan menurut metode rata-rata tertimbang adalah sebagai berikut:

48 Tgl 1: Persediaan awal 250 Rp = Tl 3: Pembelian300 Rp = Tgl 15: Pembelian (200-20)180 Rp = Tgl 30: Pembelian260 Rp = Persediaan siap dijual990 kaleng = Tgl 7: Penjualan 350 kaleng Tgl 26: Penjualan ( ) kaleng Terjual620 kaleng Tersisa370 kaleng Harga rata-rata tertimbang= : 990= Rp ,32 Harga perolehan persediaan per 31 Desember 2011= 370 x ,32= ,40 Persediaan siap dijual= Persediaan akhir= Harga pokok penjualan= Sedangkan laba kotor periode Desember 2011 adalah sebagai berikut: Tgl 7Penjualan = Tgl 26Penjualan (300-30) = Hasil penjualan periode Desember Harga pokok Penjualan Laba kotor penjualan

49 Metode rata-rata bergerak (perpetual) Dalam metode ini setiap transaksi pembelian atau masuknya persediaan maka harus dihitung harga peroleh rata-rata yang baru. Harga pokok penjualan merupakan hasil perkalian antara banyaknya persediaan yang dijual dengan harga perolehan rata-rata saat itu. KARTU PERSEDIAAN Jenis Barang : Susu Sedap Suplier : PT Indocow Lokasi Barang : Gudang 3 Periode : Desember 2011 Satuan Produk : Kaleng Metode : rata-rata / Perpetual Tgl PembelianPenjualanSaldo QtyHargaJumlahQtyHargaJumlahQtyHargaJumlah , , , , , (20) ,26( ,2) , , , , ,80 27(30) ,26( , 80) , , , ,60 Jumlah Pembelian ,80 Jumlah HPP Persed Akhir ,60

50 Tgl 7: Penjualan 350 Rp = Tgl 26: Penjualan (300-20)270 Rp = Hasil penjualan periode Desember 2011= Harga pokok penjualan= ,20 Laba Kotor penjualan= ,80 3/12 Persediaan barang dagangan Utang Dagang /12 Piutang Dagang Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan barang dagangan /12 Persediaan barang dagangan Utang Dagang

51 17/12 Utang Dagang * Selisih persediaan Persediaan barang dagangan x Rp = /12 Piutang dagang Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan barang dagangan /12 Retur penjualan Piutanmg Dagang Persediaan barang dagangan ,80 Harga pokok penjualan /12 Persedian barang dagangan Utang Dagang

52 METODE HARGA JUAL ECERAN Perusahaan dagang eceran (retailer) pada umumnya mempunyai persediaan barang dagangan yang sangat heterogen baik dari segi macam barang yang diperdagangkan maupun harga barang yang bersangkutan dan dalam harga jual eceran masing-masing mungkin diperhitungkan laba kotor yang berbeda-beda maka metode yang lebih tepat adalah metode harga jual eceran. Pada metode harga jual eceran cost ratio ditetapkan berdasarkan data- data tahun sekarang (Current Periods) dengan rumus: Harga pokok persediaan siap dijual Cost Ratio Harga jual eceran persediaan siap dijual Ilustrasi, dari catatan dalam kartu persediaan barang dagangan pada Salsa Outlet.Co untuk periode 2011 diketahui hal-hal sebagai berikut:

53 Dari catatan dalam buku besar Salsa Outlet diketahui: PenjualanRp Retur PenjualanRp Potongan PenjualanRp KeteranganHarga PokokHarga jual eceran Persediaan per 1 JanuariRp Rp Pembelian BersihRp Rp Persediaan siap dijualRp

54 Berdasarkan data-data diatas dibuat perhitungan penentuan harga perolehan per 31 Desember 2011 sebagai berikut: KeteranganHarga PokokHarga jual eceran Persediaan per 1 JanuariRp Rp Pembelian BersihRp Rp Persediaan siap dijualRp Penjualan Retur penjualan Potongan Penjualan Penjualan Bersih Persediaan barang dagangan per 31 Desember menurut harga jual eceran Cost Ratio =( / x 100 % = 79,26 % Harga perolehan persediaan barang dagangan per 31 Desember adalah: 79, 26 % x Rp = Rp

55 Latihan soal 1 UD Kencana Indah adalah perusahaan distributor untuk suatu produk susu olahan. Berdasarkan catatan fisik persediaan susu olehan merek Lezat kemasan kaleng 800 gram selama periode Desember 2011 memiliki data-data sebagai berikut: Tanggal 1 : Persediaan awal220 Rp Tanggal 3 : Pembelian 325 Rp Tanggal 7 : Penjualan 365 Rp Tanggal 15 : Pembelian210 Rp Tanggal 17 : Retur pembelian 40 kaleng atas pembelian tanggal 15 Desember 2011 Tanggal 26: Penjualan 330 Rp Tanggal 27: Retur penjualan50 kaleng atas penjualan tanggal 26 Desember 2011 Tanggal 30: Pembelian270 Rp Dari data-data tersebut tentukan harga perolehan persediaan akhir per 31 Desember 2011, harga pokok penjualan dan laba kotor periode Desember 2011 dengan menggunakan metode : 1.MPKP secara Physical dan perpetual 2.MTKP secara physical dan perpetual 3.Rata-rata secara physical dan perpetual

56 Latihan soal 2 Unit barang berikut ini tersedia untuk dijual selama tahun berjalan : Persediaan awal: 100 UnitBiaya Rp /unit Penjualan: 75 Unit Harga /unit Pembelian Pertama: 155 unitbiaya /unit Penjualan : 135 unitHarga / unit Pembelian ke 2: 200 unitbiaya Rp /unit Penjualan: 175 unitharga / unit. Perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual dan terdapat 70 unit sisa barang pada akhir tahun. Berapakah jumlah persediaan akhir menggunakan metode : a, FIFO b, LIFO.

57 Soal 3 Unit barang berikut tersedia untuk dijual selama tahun berjalan : 1 JanuariPersediaan 18 unitBiaya /unit 26 Pebruari Pembelian 36 Unitbiaya /unit 18 Juni Pembelian42 unitbiaya /unit 29 Desember Pembelian 24 unitbiaya /unit Terdapat 33 unit barang dalam persediaan fisik per 31 Desember. Sistem persediaan periodik digunakan. Hitunglah biaya persediaan dengan menggunakan Metode FIFO, LIFO dan Rata-rata.

58 SOAL 4 Persediaan awal toko alat tulis Kalimalang serta data pembelian dan penjualan selama periode 3 bulan adalah sebagai berikut: TanggalTransaksiJumlah UnitPer unitJumlah 1 JanPersediaan50Rp Pembelian Penjualan Penjualan FebPenjualan Pembelian Penjualan Penjualan MaretPembelian Penjualan Pembelian Penjualan

59 INSTRUKSI: 1.Catat data persediaan dan harga pokok penjualan dalam catatan persediaan perpetual. 2.Hitung jumlah penjualan dan jumlah harga pokok penjualan dalam periode tersebut. 3.Hitunglah laba kotor dari penjualan dalam periode tersebut. 4.Hitunglah biaya persediaan akhir.


Download ppt "PERSEDIAAN. Persediaan meliputi segala macam barang yang menjadi objek pokok aktifitas perusahaan yang tersedia untuk diolah dalam proses produksi atau."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google