Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEPERCAYAAN FONDASI KEPEMIMPINAN. Kepercayaan, atau tidak adanya kepercayaan, menjadi isu kepemimpinan yang semakin penting dalam organisasi-organisasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEPERCAYAAN FONDASI KEPEMIMPINAN. Kepercayaan, atau tidak adanya kepercayaan, menjadi isu kepemimpinan yang semakin penting dalam organisasi-organisasi."— Transcript presentasi:

1 KEPERCAYAAN FONDASI KEPEMIMPINAN

2 Kepercayaan, atau tidak adanya kepercayaan, menjadi isu kepemimpinan yang semakin penting dalam organisasi-organisasi dewasa ini. Kita akan mendefinisikan apa itu kepercayaan yang akan memberikan kita, beberapa pedoman untuk membantu membangun kredibilitas dan kepercayaan Apa itu Kepercayaan? Kepercayaan adalah pengharapan positif bahwa orang lain tidak akan - melalui kata-kata, tindakan, atau keputusan – bertindak secara oportunistik. Dua unsur paling penting yang diimplikasikan adalan definisi kita adalah keakraban dan resiko.

3 Istilah pengharapan positif dalam definisi kita mengasumsi satu proses pengatahuan dan keakraban dengan pihak lain. Kepercayaan adalah satu proses ketergantungan-historis yang didasarkan pada sampel-sampel pengalaman yang relavan namun terbatas. Pengharapan itu membutuhkan waktu untuk terbentuknya, dibangun sedikit demi sedikit dan berakumulasi Istilah secara oportunistik merujuk pada risiko dan kerentanan yang ada dalam setiap hubungan kepercayaan. Kepercayaan mencakup membuat seseorang rentan seperti ketika, misalnya, kita menyingkapkan informasi intim atau bergantung pada janji-janji lain

4 Apa yang merupakan dimensi kunci yang melandasi konsep kepercayaan? Bukti terkini telah mengidentifikasi lima dimensi: integritas, kompetensi, konsistensi, loyalitas dan keterbukaan. Integritas merujuk pada kejujuran dan kebenaran. Dari kelinma dimensi tersebut, dimensi tampak paling penting ketika seseorang meilai sifat dapat dipercaya atas pihak lain. Tanpa pemahaman akan ‘karakter moral’ da ‘kejujuran dasar’ orang lain, dimensi kepercayaan lain tidak ada artinya. Kompetensi mencakup pengetahuan dan keterampilan teknis dan interpersonal. Apakah seseorang tahu apa yang sedang ia bicarakan? Anda tidak mungkin mendengarkan atau mengendalkan seseorangyang kemampuannya yang tidak anda hormati. Anda harus mempercayai orang itu mempuanyai keterampilan dan kemampuan untuk menjalankan apa yang ia katakan dilakukannya.

5 Konsistensi terkait dengan kehandalan, prediktabilitas dan pertimbangan baik seseorang dalam menangani situasi-situasi. “Ketidaksesuaian antara kata-kata dan tindakan mengikis kepercayaan Loyalitas adalah kenginan untuk melindungi dan menyelamatkan wajah utnuk orang lain. Kepercayaan menuntut bahwa anda dapat bergantung pada seseorang untuk tidak bertindak oportunis Dimensi terakhir kepercayaan adalah keterbukaan. Dapatkah anda mengandalkan orang untuk memberikan ke anda kebenaran yang senyatanya?

6 Kepercayaan dan Kepemimpinan Semangat kerja telah merosot di markas Chrysler yang terletak dipinggiran kota Detroit. Dan hal itu sebagian besar disebabkan oleh komentar Pemimpin DiamlerChrysler Jurgen Schrempp. Ketika Diamler-Benz dan Chryler melakukan merger, Schrempp menyebutnya sebagai “merger yang setara”. Tetapi pada musim gugur 2000, dia mengakui bahwa dia berbohong. Sekarang Schrempp bahwa dia tak perbah benar-benar bermaksud untuk menggabungkan perusahaan- perusahaan ini menjadi setara. Jika dia jujur, demikian dikatakannya, sebenarnya tidak akan ada transaksi dan dia tidak dapat sekedar menjadikan Chrysler sebagai unit operasi lain Daimler. Dengan kenyataan tersebut, Schrempp menipiskan kepercayaan yang mungkin dapat ia peroleh dari para karyawan Chrypsler.

7 Seperti diilustrasikan oleh DiamlerChrysler, kepercayaan merupakan atribut primer yang terkait dengan kepemimpinan; dan ketika kepercayaan ini rusak, kerusakan ini dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan pada kinerja kelompok. kejujuran dan integritas termasuk kedalam ciri yang ternyata secara konsisten terkait dengan kepemimpinan. Tampaknya semakin jelas bahwa tidak mungkin memimpin orang yang tidak percaya kepada anda. Bagian dari tugas pemimpin adalah, dan ini berlaku terus, bekerja dengan orang untuk menemukan dan menyelesaikan masalah, tetapi apakah para pemimpin mendapatkan akses kepengetahuan dan pemikiran kreatif yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan masalah tergantung pada sebarapa banyak orang mempercayai mereka. Kepercayaan dan sifat dapat dipercaya berdampak pada akses pemimpin kepengetahuan dan kerjasama.

8 Ketika pata pengikut mempercayai pemimpin, mereka akan sensitif terhadap tindakan si pemimpin - percaya bahwa hak dan kepentingan mereka tidak disalahgunakan. Orang tidak akan menengadah keatas dan kemudian mengikuti seseorang yang mereka anggap tidak jujur atau yang mungkin mencurangi dari mereka. Kejujuran misalnya, tetap berada pada peringkat puncak daftar karakteristik yang paling dikagumi sebagian besar orang dalam diri pemimpin mereka. “Kejujuran itu sangat hakiki bagi kepemimpinan”. Jika orang yang ingin mengikuti seseorang secara sukarela, apakah itu ke medan pertempuran atau ke ruang dewan, mereka lebih dahulu ingin memastikan bahwa orang itu dapat dipercaya.”

9 Sekarang, lebih daripada sebelumnya, efektivitas manajerial dan kepemimpinan tergantung pada kemampuan untuk mendapatkan kepercayaan dari para pengikut. Sebagai contoh, perekayasaan-ulang, perampingan dan bertambahnya penggunaan karyawan tidak tetap telah merusak banyak kepercayaan orang terhadap manajemen. Survey nasional terhadap karyawan di AS menemukan bahwa hanya separuh yang percaya terhadap manajer senior mereka. Pada masa yang penuh dengan perubahan dan instabilitas, orang beralih kehubungan pribadi sebagai pedoman; dan mutu hubungan-hubungan ini umumnya ditentukan oleh tingkat kepercayaan

10 Tiga Jenis Kepercayaan Terdapat tiga jenis kepercayaan dalam hubungan organisasi: hubungan yang berbasis pada ketakutan, pengetahuan dan identifikasi

11 Kepercayaan berbasis ketakutan Hubungan yang paling rapuh termuat dalam kepercayaan berbasis ketakutan. Pelanggaran atau inkonsistensi dapat menghancurkan hubungan itu. Bentuk kepercayaan ini didasarkan pada ketakutan akan tindakan balasan jika kepercayaan itu dilanggar.

12 Contoh kepercayaan berbasiskan ketakutan adalah hubungan manajer-karyawan baru. Sebagai karyawan, anda umumnya percaya ke bos baru walaupun sedikit saja pengalaman yang bisa menjadi landasan bagi kepercayaan anda. Ikatan yang menciptakan kepercayaan terletak pada wewenang yang ditanggung oleh bos dan hukuman yang dapat dijatuhkannya jika anda gagal memenuhi kewajiban- kewajiban yang berhubungan dengan pekerjaan anda. Contoh kepercayaan berbasiskan ketakutan adalah hubungan manajer-karyawan baru. Sebagai karyawan, anda umumnya percaya ke bos baru walaupun sedikit saja pengalaman yang bisa menjadi landasan bagi kepercayaan anda. Ikatan yang menciptakan kepercayaan terletak pada wewenang yang ditanggung oleh bos dan hukuman yang dapat dijatuhkannya jika anda gagal memenuhi kewajiban- kewajiban yang berhubungan dengan pekerjaan anda.

13 Kepercayaaan Berbasis Pengetahuan Sebagian besar hubungan organisasi berakar pada kepercayaaan berbasis pengetahuan. Yakni, kepercayaan yang didasarkan pada prediktabilitas perilaku yang berasal dari riwayat interaksi. Kepercayaan itu ada bila anda memiliki informasi yang memadai tentang seseorang sehingga anda memahami bahwa mereka cukup mempu memperkirakan secara tepat perilaku mereka.

14 Kepercayan berbasiskan pengetauan mengandalkan informasi dan bukannya ketakutan. Pengetahuan tentang pihak lain dan prediktabilitas tentang perilakunya menggantikan kontrak, hukuman dan kesepakatan hukum yang lebih lazim terdapat pada kepercayaan berbasis ketakutan. Pengatahuan ini berkembang dari waktu ke waktu, umumnya sebagai fungsi dari pengalaman yang membangun kepercayaan akan sifat dapat diperaya dan prediktabilitas

15 Kepercayaan berbasis identifikasi Tingkat kepercayaan paling tinggi dicapai bila terdapat hubungan emosional antara kedua pihak. Kepercayaan ini ada karena masing-masing pihak saling memahami maksud masing-masing dan menghargai keinginan pihak lain. Saling pengertian ini dikembangkan ketitik dimana masing-masing pihak dapat bertindak secara efektif bagi yang lainnya. Hal ini memungkinkan satu pihak bertindak sebagai agen bagi pihak lain dan menggantian orang itu dalam transaksi interpersonal.

16 Pada tingkat ini terdapat tingkat kendali minimal. Anda tidak perlu mamantau pihak lain karena terdapat loyalitas yang tidak perlu dipertanyakan. Kepercayaan bebasis identifikasi dalam organisasi tercermin dengan adanya kerjasama selama jangka waktu panjang dan memiliki pengalaman yang mendalam, sehingga sudah saling mengenal luar dan dalam. Itu juga merupakan jenis kepercayaan yang secara ideal dicari oleh manajer tim. Para anggota tim juga senang dan percaya satu sama lainnya sehinnga mereka dapat saling mengantisipasi dan secara leluasa bertindak jika pihak lain tidak hadir. Pada tingkat ini terdapat tingkat kendali minimal. Anda tidak perlu mamantau pihak lain karena terdapat loyalitas yang tidak perlu dipertanyakan. Kepercayaan bebasis identifikasi dalam organisasi tercermin dengan adanya kerjasama selama jangka waktu panjang dan memiliki pengalaman yang mendalam, sehingga sudah saling mengenal luar dan dalam. Itu juga merupakan jenis kepercayaan yang secara ideal dicari oleh manajer tim. Para anggota tim juga senang dan percaya satu sama lainnya sehinnga mereka dapat saling mengantisipasi dan secara leluasa bertindak jika pihak lain tidak hadir.


Download ppt "KEPERCAYAAN FONDASI KEPEMIMPINAN. Kepercayaan, atau tidak adanya kepercayaan, menjadi isu kepemimpinan yang semakin penting dalam organisasi-organisasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google