Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Draft Agenda Riset Nasional (ARN) Bidang Ketahanan Pangan 2010-2014 6 Januari 2010.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Draft Agenda Riset Nasional (ARN) Bidang Ketahanan Pangan 2010-2014 6 Januari 2010."— Transcript presentasi:

1 Draft Agenda Riset Nasional (ARN) Bidang Ketahanan Pangan Januari 2010

2 Latar Belakang “Pembangunan harus bersifat inklusif... Keberhasilan pembangunan perekonomian harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan para stakeholder yang terlibat secara berkeadilan.” [Susilo Bambang Yudhoyono, 7 Desember 2009] “Pembangunan perekonomian perlu lebih berorientasi pada pasar domestik... ” [Susilo Bambang Yudhoyono, 7 Desember 2009]

3 VISI KIB - II Indonesia yang Sejahtera,Demokratis, dan Berkeadilan VISI IPTEK Iptek untuk Kesejahteraan dan Peradaban

4 MISI KIB – II 1.Melanjutkan Pembangunan Menuju Indonesia yang Sejahtera 2.Memperkuat Pilar-pilar Demokrasi 3.Memperkuat Dimensi Keadilan di Semua Bidang

5 Prioritas Nasional KIB - II 1.Reformasi Birokrasi & Tata Kelola * 2.Pendidikan 3.Kesehatan 4.Penanggulangan Kemiskinan 5.Ketahanan Pangan * 6.Infrastruktur 7.Iklim Investasi & Iklim Usaha 8.Energi * 9.Lingkungan Hidup & Pengelolaan Bencana * 10. Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca Konflik * 11. Kebudayaan, Kreativitas & Inovasi Teknologi * *) keterlibatan KNRT

6 Tema Prioritas Ketahanan Pangan KIB - II Peningkatan ketahanan pangan dan lanjutan revitalisasi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, peningkatan pendapatan petani, serta kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam. Peningkatan pertumbuhan PDB sektor pertanian sebesar 3,7% per tahun dan Indeks Nilai Tukar Petani sebesar pada 2014

7 Substansi Inti Ketahanan Pangan KIB - II 1.Lahan, Pengembangan Kawasan & Tata Ruang Pertanian 2.Infrastruktur 3.Penelitian dan Pengembangan 4.Investasi, Pembiayaan, dan Subsidi 5.Pangan dan Gizi 6.Adaptasi Perubahan Iklim

8 Kontrak Kinerja mendukung Prioritas Nasional [1] Memastikan peningkatan upaya penelitian dan pengembangan bidang pertanian yang mampu menciptakan benih unggul dan hasil penelitian lainnya menuju kualitas dan produktivitas hasil pertanian nasional yang tinggi

9 Kontrak Kinerja mendukung Prioritas Nasional [2] Memastikan peningkatan investasi di bidang pangan, pertanian, dan industri pedesaan berbasis produk lokal oleh pelaku usaha dan pemerintah, penyediaan pembiayaan yang terjangkau, serta sistem subsidi yang menjamin ketersediaan benih varietas unggul yang teruji, pupuk, teknologi dan sarana pascapanen yang sesuai secara tepat waktu, tepat jumlah, dan terjangkau

10 LAHAN, PENGEMBANGAN KAWASAN & TATA RUANG Areal baru 2 juta hektar INFRASTRUKTUR Jalan, irigasi, listrik, komunikasi di/ke sentra produksi LITBANG Benih unggul & Riset lainnya INVESTASI, PEMBIAYAAN &SUBSIDI Industri perdesaan berbasis lokal Teknologi dan sarana pasca panen PANGAN & GIZI Kualitas gizi & Keragaman pangan ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Adaptasi & antisipasi perubahan iklim LAHAN SUB-OPTIMAL Budidaya pada lahan sub-optimal Varietas/jenis unggul-adaptif KEHILANGAN HASIL On farm & Off farm (pasca panen) KESEJAHTERAAN Farmer-friendly Technology Small scale Rural Industry GIZI & DIVERSIFIKASI Pengolahan pangan Keragaman sumber PERUBAHAN IKLIM Prediksi perubahan iklim Adaptasi sistem Menciptakan benih unggul Kualitas & Produktivitas Pertanian Industri perdesaan berbasis lokal Teknologi Pasca Panen Pemetaan Wilayah Perbatasan RI Industri Strategis Pertahanan PRIORITAS NASIONALKONTRAK KINERJAPROGRAM ARN KERANGKA PERUMUSAN ARN KETAHANAN PANGAN LAHAN, PENGEMBANGAN KAWASAN & TATA RUANG Areal baru 2 juta hektar INFRASTRUKTUR Jalan, irigasi, listrik, komunikasi di/ke sentra produksi LITBANG Benih unggul & Riset lainnya INVESTASI, PEMBIAYAAN &SUBSIDI Industri perdesaan berbasis lokal Teknologi dan sarana pasca panen PANGAN & GIZI Kualitas gizi & Keragaman pangan ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Adaptasi & antisipasi perubahan iklim PERLUASAN LAHAN PRODUKSI Budidaya pada lahan sub-optimal Varietas/jenis unggul-adaptif KEHILANGAN HASIL On farm & Off farm (pasca panen) KESEJAHTERAAN Farmer-friendly Technology Small scale Rural Industry GIZI & DIVERSIFIKASI Pengolahan pangan Keragaman sumber PERUBAHAN IKLIM Prediksi perubahan iklim Adaptasi sistem Menciptakan benih unggul Kualitas & Produktivitas Pertanian Industri perdesaan berbasis lokal Teknologi Pasca Panen Pemetaan Wilayah Perbatasan RI Industri Strategis Pertahanan PRIORITAS NASIONAL KONTRAK KINERJAPROGRAM ARN

11 1. Perluasan lahan produksi  a)penguasaan teknologi pengelolaan lahan-lahan suboptimal dan b)pengembangan varietas unggul- adaptif terhadap kondisi agroekosistem suboptimal Program ARN

12 Program ARN (lanjutan) 2. Pengurangan kehilangan hasil (yield losses)  perbaikan teknologi, budidaya, panen, dan pascapanen, termasuk distribusi, penyimpanan, dan pengolahan makanan

13 3. Peningkatan kesejahteraan petani (dan masyarakat perdesaan)  a)Pengembangan farmer-friendly technology untuk memotivasi petani meningkatkan produktivitas; dan b)Pengembangan small-scale, on-site rural industry untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan menjaga stabilitas demand (dan harga) komoditas di sentra produksi pertanian Program ARN (lanjutan)

14 4.Peningkatan Gizi dan Keragaman Pangan  Teknologi fortifikasi dan diversifikasi pangan; Rekayasa sosial pola konsumsi pangan masyarakat Program ARN (lanjutan)

15 5. Antisipasi dan Mitigasi Perubahan Iklim dalam Produksi Pangan  pengembangan model prediksi perubahan iklim dan teknologi budidaya adaptif dalam rangka keberlanjutan proses produksi pangan Program ARN (lanjutan)

16 Matriks ARN Pangan Program Perluasan Lahan Produksi 1.1. Sub Program: Penguasaan teknologi pengelolaan lahan-lahan sub-optimal KegiatanTarget 2014 Indikator Keberhasilan 2014 Capaian )Pengembangan teknologi perbaikan sifat fisik, kimia, dan mikrobiologi tanah pada masing-masing tipologi lahan sub- optimal (kering, gambut, salin, rawa lebak, rawa pasang surut) untuk produksi tanaman pangan dan hortikultura.  Rekomendasi teknologi perbaikan kualitas lahan (fisika, kimia, dan biologi) untuk lahan basah sub- optimal (rawa lebak dan rawa pasang surut) yang sesuai dengan kemampuan adopsi petani setempat  Rekomendasi teknologi budidaya tanaman pangan dan hortikultura pada lahan basah sub-optimal  Rekomendasi teknologi pengelolaan hara tanaman dari berbagai sumber bahan alami dan mikroba penambat hara (nitrogen dan fosfor) untuk mengurangi aplikasi pupuk kimia/sintetik  Penambahan luas areal lahan basah yang dikelola secara produktif oleh petani  Peningkatan jumlah KK petani pelaku produksi tanaman pangan dan hortikultura di lahan basah sub-optimal  Pengurangan dosis aplikasi pupuk kimia/sintetis (10%) per satuan luas lahan per musim tanam dengan tidak menurunkan produktivitas  Paket teknologi perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah untuk masing-masing tipologi lahan sub-optimal yang ekonomis untuk kegiatan produksi tanaman pangan dan hortikultura.  Paket rekomendasi teknologi budidaya tanaman pangan dan hortikultura pada masing- masing tipologi lahan sub-optimal.  Pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia/sintetis secara nasional

17 2)Pengembangan teknologi perbaikan sifat fisik, kimia, dan mikrobiologi tanah pada masing- masing tipologi lahan sub-optimal (kering, gambut, salin, rawa lebak, rawa pasang surut) untuk produksi ternak  Paket rekomendasi teknologi perbaikan kualitas lahan (fisika, kimia, dan biologi) untuk budidaya hijauan pakan ternak pada lahan kering sub- optimal yang sesuai dengan kemampuan adopsi petani / peternak setempat  Paket teknologi budidaya ternak ruminansia pada lahan sub-optimal  Penambahan luas areal pengembalaan dan populasi ternak ruminansia di lahan kering yang dikelola secara produktif oleh petani  Peningkatan jumlah KK peternak di lahan kering sub-optimal  Teknologi perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah untuk masing-masing tipologi lahan sub- optimal yang ekonomis untuk kegiatan produksi ternak.  Teknologi budidaya ternak pada masing-masing tipologi lahan sub- optimal. KegiatanTarget 2014 Indikator Keberhasilan 2014 Capaian 2025

18 3)Pengembangan teknologi perbaikan kualitas air pada masing-masing tipologi lahan basah sub- optimal (rawa lebak dan pasang surut), danau, dan waduk untuk produksi ikan air tawar dan payau.  Paket rekomendasi teknologi perbaikan kualitas air (fisika, kimia, dan biologi) untuk budidaya ikan di lahan rawa lebak dan pasang surut yang sesuai dengan kemampuan adopsi pembudidaya ikan setempat  Paket teknologi budidaya ikan air tawar dan payau pada lahan basah sub-optimal  Rekomendasi teknologi konservasi ekosistem pantai untuk melestarikan spawning and nursery ground dan habitat yang optimal bagi ikan dan biota laut lainnya dan dapat diaplikasikan oleh masyarakat pesisir.  Penambahan luas areal tambak dan kolam budidaya di lahan basah sub-optimal yang dikelola secara produktif dan ekologis oleh masyarakat pembudidaya ikan  Peningkatan jumlah KK pembudidaya ikan di lahan basah sub-optimal  Total luas hutan bakau pada wilayah pantai minimal bertambah 5%  Teknologi perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi air untuk masing-masing tipologi lahan basah sub- optimal, danau, dan waduk yang ekonomis untuk kegiatan produksi ikan dan biota air sumber pangan lainnya.  Paket teknologi budidaya ikan dan biota air lainnya pada masing-masing tipologi lahan basah sub- optimal, danau, dan waduk.  Paket teknologi pemulihan ekosistem laut yang telah mengalami degradasi kualitasnya akibat aktivitas manusia KegiatanTarget 2014 Indikator Keberhasilan 2014 Capaian 2025

19 1.2 Sub Program: Pengembangan varietas/jenis unggul-adaptif terhadap kondisi agroekosistem sub-optimal. KegiatanTarget Capaian 2014 Indikator Keberhasilan 2014 Sasaran Akhir )Pengembangan varietas tanaman pangan dan hortikultura yang mampu beradaptasi terhadap kondisi lahan sub-optimal melalui pemuliaan dan penerapan bioteknologi.  Rekomendasi jenis dan varietas tanaman pangan pokok (padi, jagung, dan kedelai) dan tanaman hortikultura bernilai ekonomi yang sesuai untuk kondisi kekeringan, genangan, salinitas tinggi, atau masam (pH rendah) di masing-masing wilayah Indonesia  Tersedianya benih tanaman yang sesuai dengan kondisi agroekosistem lahan sub optimal  Satu varietas dari masing-masing tanaman pangan pokok yang produktivitasnya hanya turun kurang dari 10% jika mengalami deraan kekeringan, genangan, salinitas tinggi, atau kemasaman tanah  Meningkatnya produksi pangan pokok melalui peran sentra benih yang lebih signifikan  Varietas unggul tanaman pangan pokok (padi, jagung, kedelai) dan hortikultura yang mampu beradaptasi dan berproduksi baik pada kondisi kekeringan, tergenang, kemasaman tanah, atau salinitas tinggi  Sistem produksi benih yang handal untuk mendukung produksi tanaman pangan pokok dan hortikultura pada lahan-lahan sub- optimal

20 2)Pengembangan jenis ternak dan jenis tanaman makanan ternak yang mampu beradaptasi terhadap kondisi lahan sub-optimal .Rekomendasi jenis ternak ruminansia and unggas yang sesuai untuk dibudidayakan pada kondisi lahan basah dan lahan kering sub-optimal  Rekomendasi jenis dan perbaikan teknik budidaya tanaman pakan ternak untuk menghadapi kondisi kekeringan atau kondisi lahan sub-optimal lainnya  Teridentifikasinya jenis ternak dan jenis tanaman pakan ternak yang adaptif dan produktif untuk lahan basah dan lahan kering sub- optimal  Pengurangan ketergantungan pada impor untuk bahan pangan hasil perternakan  Paket teknologi budidaya ternak dan tanaman pakan ternak yang adaptif dan produktif pada kondisi sub-optimal, berwawasan ekologis dan sesuai dengan kapasitas adopsi peternak lokal KegiatanTarget 2014 Indikator Keberhasilan 2014 Capaian 2025

21 3)Pengembangan spesies ikan yang mampu beradaptasi dan berproduksi baik pada lahan basah sub-optimal.  Benih/bibit dan rekomendasi teknik budidaya ikan spesies lokal atau hasil pemuliaan (breeding) yang produktif untuk lahan rawa pasang surut (air payau) atau rawa lebak (masam).  Teridentifikasinya jenis/spesies ikan atau biota perairan lainnya yang adaptif dan produktif untuk lahan rawa pasang surut dan rawa lebak  Paket teknologi produksi bibit dan budidaya ikan dan biota perairan lainnya yang produktif, ekologis, dan dapat diadopsi pembudidaya lokal 4)Pengembangan budidaya pertanian terpadu untuk optimalisasi produktivitas lahan sub-optimal  Rekomendasi kombinasi jenis komoditas pangan (tanaman, ternak, ikan) yang paling optimal dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sistem produksi pangan pada kondisi lahan- lahan sub-optimal  Peningkatan pendapatan masyarakat perdesaan yang mengelola sistem pertanian terpadu per satuan luas lahan sub-optimal yang dikelola  Sistem pertanian terpadu yang handal secara ekonomi dan ekologi untuk masing-masing tipologi lahan sub- optimal KegiatanTarget 2014 Indikator Keberhasilan 2014 Capaian 2025

22 2. Program Pengurangan Kehilangan Hasil (Yield Losses) KegiatanTarget Capaian 2014 Indikator Keberhasilan 2014 Sasaran Akhir )Pengembangan teknologi untuk memperkecil kehilangan hasil pada tahap budidaya tanaman, ternak, dan ikan  Paket teknologi pengendalian hama dan patogen pada tanaman padi, jagung, dan kedelai  Paket teknologi produksi vaksin untuk pengendalian penyakit ternak sapi dan ayam  Paket teknologi produksi vaksin dan biopolimer alami untuk pengendalian penyakit ikan dan udang  Berkurangnya serangan hama dan patogen tanaman melalui pemanfaatan pestisida hayati dan implementasi pengelolaan secara terpadu.  Berkurangnya kematian ternak ruminansia dan unggas akibat serangan patogen  Bekurangnya kematian ikan akibat penyakit dan resiko kerugian bagi pembudidaya ikan  Paket teknologi pengendalian hama dan patogen pada tanaman pangan pokok dan hortikultura  Paket teknologi pengendalian penyakit ternak ruminansia dan unggas  Paket teknologi pengendalian penyakit ikan dan biota perairan laut dan air tawar

23 3. Program Peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pedesaan 3.1 Sub Program Pengembangan farmer friendly technology utk memotivasi petani meningkatkan produktivitas. KegiatanTarget Capaian 2014 Indikator Keberhasilan 2014 Sasaran Akhir )Adaptasi teknologi maju agar lebih berpeluang untuk diadopsi petani, peternak, nelayan, dan pembudidaya ikan skala kecil  Teknologi informasi (berbasis SMS) untuk informasi pasar komoditas pertanian yang dapat diakses petani, peternak, dan nelayan  Metode interpretasi citra satelit yang lebih akurat untuk mendeteksi posisi keberadaan ikan di laut  Basis Data dan Modeling Spasial Data Lapang dan Citra Satelit Untuk Sumberdaya Perikanan Laut  hibrida energi berbahan baku lokal yang paling efisien untuk operasional armada kapal nelayan  Pemahaman tentang pola migrasi ikan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi  Peningkatan volume tangkapan ikan per liter konsumsi BBM sebesar 25%  Penurunan ketergantungan terhadap BBM sebesar 10% untuk operasional kapal nelayan  Sistem informasi pasar komoditas pertanian yang dapat diakses petani, peternak, dan nelayan  Sistem informasi iklim dan cuaca untuk basis penentuan musim tanam dan penangkapan ikan

24 4. Program Peningkatan kualitas gizi dan keanekaragaman pangan KegiatanTarget Capaian 2014 Indikator Keberhasilan 2014 Sasaran Akhir )Peningkatan kualitas gizi bahan pangan yang tersedia dan terjangkau oleh mayoritas konsumen  Paket teknologi fortifikasi untuk pengkayaan kandungan gizi bahan pangan konvensional  Paket teknologi bioproses pengolahan pangan konvensional untuk peningkatan kualitas gizi  Formulasi makanan untuk penanggulangan kasus malnutrisi  Meningkatnya kecukupan gizi masyarakat melalui konsumsi pangan konvensional yang telah difortifikasi.  Diterapkannya paket teknologi bioproses  pada industri pengolahan pangan di pedesaan.  Tersedianya paket forrmula pangan yang mudah didisribusikan untuk penanggulangan kasus malnutrisi.  Tercapainya Pola Pangan Harapan (PPH) Ideal  Hilangnya kasus malnutrisi di lingkungan masyarakat..

25 5. Program Adaptasi dan Antisipasi Sistem Pangan Terhadap Perubahan Iklim KegiatanTarget Capaian 2014 Indikator Keberhasilan 2014 Sasaran Akhir )Pengembangan model prediksi perubahan iklim, terutama untuk unsur-unsur iklim yang berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman pangan.  Model yang handal untuk prediksi pola distribusi hujan di wilayah sentra produksi tanaman pangan di Indonesia.  Model prediksi kawasan pantai yang mungkin terpengaruh intrusi air laut.  Model prediksi pola tanam untuk antisipasi kekeringan.  Gagal panen akibat kekeringan dan kebanjiran dapat dikurangi  Tersedia peta prediksi intrusi air laut jika permukaan laut meningkat sampai 1 meter  Kemampuan yang handal dalam memprediksi distribusi hujan, intrusi air laut, dan kemungkinan bencana kekeringan

26 Program Unggulan 1.Pengurangan Kehilangan Hasil (Losses) Produk Pangan 2.Pengembangan Varietas Padi Untuk Lahan Sub Optimal.

27 Terima Kasih

28

29 Latar Belakang (3) “Satu dua topik yang akan sangat bagus apabila menyangkut sesuatu yang segera cepat diamati dan dirasakan hasilnya. Tidak apa jika tidak terlalu bernilai ilmu yang tinggi, tetapi lebih langsung kena dampaknya pada upaya peningkatan industri, perbaikan perekonomian maupun perbaikan apresiasi masyarakat.” [Andriyanto Handojo, Ketua DRN, 8 Desember 2009]

30 AGENDA KIB II 1.Pembangunan Ekonomi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat 2.Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan 3.Penegakan Pilar Demokrasi 4.Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi 5.Pembangunan yang Inklusif dan Berkeadilan

31 Substansi Inti [1] Ketahanan Pangan KIB - II Lahan, Pengembangan Kawasan & Tata Ruang Pertanian: Penataan regulasi untuk menjamin kepastian hukum atas lahan pertanian, pengembangan areal pertanian baru seluas 2 juta hektar, penertiban serta optimalisasi penggunaan lahan terlantar.

32 Substansi Inti [2] Ketahanan Pangan KIB - II Infrastruktur: Pembangunan dan pemeliharaan sarana transportasi dan angkutan, pengairan, jaringan listrik, serta teknologi komunikasi dan sistem informasi nasional yang melayani daerah-daerah sentra produksi pertanian demi peningkatan kuantitas dan kualitas produksi serta kemampuan pemasarannya.

33 Substansi Inti [3] Ketahanan Pangan KIB - II Penelitian dan Pengembangan: Peningkatan upaya penelitian dan pengembangan bidang pertanian yang mampu menciptakan benih unggul dan hasil penelitian lainnya menuju kualitas dan produktivitas hasil pertanian nasional yang tinggi.

34 Substansi Inti [4] Ketahanan Pangan KIB - II Investasi, Pembiayaan, dan Subsidi: Dorongan untuk investasi pangan, pertanian, dan industri perdesaan berbasis produk lokal oleh pelaku usaha dan pemerintah, penyediaan pembiayaan yang terjangkau, serta sistem subsidi yang menjamin ketersediaan benih varietas unggul teruji, pupuk, teknologi dan sarana pascapanen yang sesuai secara tepat waktu, tepat jumlah, dan terjangkau.

35 Substansi Inti [5] Ketahanan Pangan KIB - II Pangan dan Gizi: Peningkatan kualitas gizi dan keanekaragaman pangan melalui pola pangan harapan.

36 Substansi Inti [6] Ketahanan Pangan KIB - II Adaptasi Perubahan Iklim: Pengambilan langkah-langkah kongkrit terkait adaptasi dan antisipasi sistem pangan dan pertanian terhadap perubahan iklim.


Download ppt "Draft Agenda Riset Nasional (ARN) Bidang Ketahanan Pangan 2010-2014 6 Januari 2010."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google