Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

-WAHYU.NUGROHO -HENDI.SEPTIANTO -DENIS.ALFA.O -RICO.ARIANTO -RAMA.DIRGA.M -SUTERISNO.KETAREN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "-WAHYU.NUGROHO -HENDI.SEPTIANTO -DENIS.ALFA.O -RICO.ARIANTO -RAMA.DIRGA.M -SUTERISNO.KETAREN."— Transcript presentasi:

1 -WAHYU.NUGROHO -HENDI.SEPTIANTO -DENIS.ALFA.O -RICO.ARIANTO -RAMA.DIRGA.M -SUTERISNO.KETAREN

2 ISP Membantu Organisasi Meja Tulis

3  ISPS menyediakan koneksi Internet untuk urusan(bisnis- urusan(bisnis, dan mereka menyediakan dukungan pelanggan-pelanggan mereka untuk permasalahan bahwa terjadi dengan keterhubungan Internet. Dukungan ini biasanya memasukkan di dalamnya bantuan dengan permasalahan peralatan pelanggan. ISP dukungan adalah pada umumnya disediakan melalui ISP membantu meja tulis. Apakah masalah itu sedang menghubungkan kepada Internet atau menjadi , ISP membantu meja tulis adalah biasanya pemenang pertama seorang putaran pengguna atau bisnis untuk karena bantuan.

4  ISP membantu teknisi-teknisi meja tulis mempunyai pengetahuan dan pengalaman untuk menentukan/memperbaiki permasalahan dan mendapat para pemakai dihubungkan. ISP membantu teknisi-teknisi meja tulis menyediakan solusi-solusi kepada permasalahan pelanggan dengan gol dari optimisasi jaringan dan ingatan pelanggan.

5  Bantu teknisi-teknisi meja tulis bisa diperlukan untuk menyediakan dukungan telepon, dukungan , dukungan berbasis web, online bercakap- cakap dukungan, dan dukungan di tempat mungkin. Mereka sering titik kontak yang pertama untuk pelanggan-pelanggan bersemangat dan yang terhalang. Sampai suatu masalah dipecahkan, teknisi-teknisi meja tulis bantuan boleh melanjutkan untuk mendapat panggilan-panggilan dan surat menyurat meminta status membaharui dan waktu menaksir untuk memutuskan satu terbitan.

6  Basic prosedur-prosedur manajemen peristiwa yang harus diikuti setiap kali suatu teknisi meja tulis bantuan menerima suatu panggilan dan mulai troubleshooting mengeluarkan. Manajemen peristiwa memasukkan di dalamnya membuka suatu karcis gangguan dan mengikuti suatu strategi pemecahan masalah. Problem-solving teknik-teknik memasukkan di dalamnya dengan diagram alur troubleshooting, pertanyaan-pertanyaan pengalamatan di suatu bentuk cetakan, dan prosedur-prosedur peningkatan karcis pemeliharaan yang tepat.

7  A help desk script is used by the help desk technician to gather information and cover the important facts about customer incident. -Suatu script meja tulis bantuan digunakan oleh teknisi meja tulis bantuan untuk mengumpulkan informasi dan menutup(meliput fakta-fakta yang penting tentang peristiwa pelanggan.

8  Teknisi meja tulis bantuan harus mampu tetap berfokus dalam satu lingkungan dengan seringnya gangguan-gangguan dan melaksanakan tugas-tugas ganda secara efisien dan dengan teliti. Itu dapat sulit untuk secara konsisten memelihara suatu sikap yang positif dan menyediakan layanan yang lebih tinggi. Teknisi meja tulis bantuan harus memiliki ketrampilan-ketrampilan yang hubungan antar pribadi yang sempurna dan keahlian berkomunikasi efektif, kedua-duanya lisan dan ditulis. Teknisi harus mampu bekerja dengan bebas dan sebagai bagian dari suatu regu.

9  Di kunjungan yang pertama ke(pada suatu lokasi pelanggan, adalah penting bagi teknisi itu untuk membuat suatu kesan yang baik. Pengurusan pribadi dan cara teknisi adalah berpakaian adalah hal yang pertama; pertama-tama pelanggan mengenali. Jika teknisi membuat suatu kesan pertama yang tidak baik, mungkin saja sulit untuk berubah bahwa kesan dan mendapatkan keyakinan dari pelanggan. Banyak pemberi kerja menyediakan suatu seragam atau mempunyai suatu pakaian mengkode untuk teknisi- teknisi mereka yang di tempat.

10  Sementara banyak mengeluarkan dapat ditangani sedikit, beberapa permasalahan memerlukan satu kunjungan yang di tempat kepada tanah dan bangunan pelanggan untuk menginstal dan troubleshoot peralatan. Ketika suatu teknisi pergi di tempat, adalah penting untuk mewakili; menunjukkan organisasi mereka di suatu cara yang profesional. Suatu profesional mengetahui bagaimana caranya membuat pelanggan merasa dengan lancar dan yakin di dalam ketrampilan- ketrampilan teknisi itu.

11  Sebagai contoh, di suatu bangunan pabrik sarana (angkut), seluruh sarana (angkut) tidak dirakit oleh seseorang. Agak sarana (angkut) menggerakkan dari setasiun untuk mengistirahatkan di mana regu-regu yang khusus menambahkan komponen-komponen spesifik. Tugas yang kompleks tentang perakitan suatu sarana (angkut) dibuat jadi lebih mudah dengan itu patahan ke dalam tugas-tugas logis dan yang dapat dikendalikan. Proses ini juga membuat troubleshooting lebih mudah. Ketika suatu masalah terjadi di dalam proses pabrikasi, dimungkinkan untuk mengisolasikan masalah itu kepada tugas yang spesifik di mana cacat itu diperkenalkan, dan lalu menentukan/memperbaiki nya.

12  Lapisan atas istilah adalah kadang-kadang digunakan untuk mengacu pada setiap lapisan di atas Lapisan transpor dari model OSI. Lapisan atas berhubungan dengan kemampuan aplikasi dan secara umum diterapkan hanya di dalam perangkat lunak. Lapisan yang paling tinggi, Lapisan aplikasi, adalah terdekat ke pengguna akhir.

13  Istilah menurunkan lapisan adalah kadang-kadang digunakan untuk mengacu pada setiap lapisan di bawah Lapisan sesi. Kemampuan yang dikombinasikan lapisan-lapisan yang lebih rendah menangani pengangkutan data. Lapisan fisik dan Lapisan link data itu diterapkan di dalam kedua- duanya perangkat keras dan lunak. Lapisan fisik itu adalah terdekat ke medium jaringan yang secara fisik, atau pemasangan kabel jaringan. Lapisan fisik benar-benar menempatkan informasi tentang medium.

14  Ketika menggunakan model OSI sebagai suatu kerangka untuk troubleshooting, adalah penting untuk memahami yang berfungsi dilaksanakan pada masing-masing lapisan, dan apa yang informasi jaringan ada tersedia kepada program-program alat-alat atau perangkat lunak yang melaksanakan fungsi-fungsi ini. Sebagai contoh, banyak proses harus terjadi karena untuk dengan sukses bepergian dari klien ke server. model OSI membagi tugas tentang pengiriman dan menerima ke dalam langkah-langkah yang lebih kecil, bersesuaian terpisah; jelas itu dengan tujuh lapisan.

15  Ketika seorang gurau pengguna satu pesan , karakter-karakter yang alfanumerik di dalam pesan itu dikonversi menjadi data bahwa dapat bepergian ke seberang jaringan. Lapisan-lapisan 7, 6, dan 5 bertanggung jawab atas memastikan bahwa pesan itu ditempatkan di suatu bentuk bahwa dapat dipahami oleh aplikasi menjalankan di tuan rumah tujuan. Proses ini disebut pengkodean. Lapisan atas lalu mengirimkan pesan-pesan yang disandikan kepada lapisan-lapisan yang lebih rendah untuk pengangkutan ke seberang jaringan. Mengangkut itu kepada server yang benar bersandar pada informasi konfigurasi yang disediakan oleh pengguna. Permasalahan bahwa terjadi di lapisan aplikasi sering dihubungkan dengan error di dalam konfigurasi perangkat lunak pengguna memprogram.

16  Sebagai suatu model teoritis, model OSI menggambarkan protokol-protokol, perangkat keras, dan spesifikasi bahwa lain operasikan di tujuh lapisan. model OSI juga menyediakan suatu dasar yang sistematis untuk troubleshooting suatu jaringan. Di dalam setiap skenario troubleshooting, prosedur pemecahan masalah yang dasar meliputi yang berikut langkah-langkah : 1. Gambarkan masalah, 2. Isolasikan penyebab masalah.

17  Jika satu solusi yang dikenali tidak menentukan/memperbaiki masalah, membatalkan setiap perubahan-perubahan dan mulai kemungkinan pemecahan yang berikutnya. Alami langkah-langkah sampai suatu solusi bekerja. Sebagai tambahan terhadap prosedur-prosedur pemecahan masalah yang dasar, model OSI dapat digunakan sebagai suatu petunjuk untuk troubleshooting. Menggunakan suatu model yang layered, ada tiga troubleshooting yang berbeda mendekati bahwa suatu teknisi dapat terbiasa dengan isolat masalah

18  Bottom-Up -Pendekatan bawah-atas mulai dengan komponen-komponen yang secara fisik dari jaringan dan berhasil/bekerja halal - atas nya yang lapisan-lapisan dari model OSI. Bottom- up troubleshooting adalah satu pendekatan efisien dan yang efektif untuk permasalahan secara fisik yang dicurigai.  Top-Down -Pendekatan atas-bawah mulai dengan aplikasi pengguna dan berhasil/bekerja halal - sepanjang lapisan-lapisan nya dari model OSI. Pendekatan ini mulai dengan asumsi yang masalah ada bersama aplikasi dan bukan infrastruktur jaringan.

19  Teknisi mulai dengan Layer 1 terbitan terlebih dulu. Ingat, Lapisan 1 berhubungan dengan keterhubungan yang secara fisik alat- alat jaringan. Lapisan 1 permasalahan sering kali melibatkan pemasangan kabel dan listrik, dan adalah alasan untuk banyak meja tulis bantuan sebut(panggil. Sebagian dari Layer semakin umum 1 permasalahan memasukkan di dalamnya

20  Device power turned off Yang dipadamkan menggerakkan alat Device power unplugged Tercabut menggerakkan alat Loose network cable connection Sambungan kabel jaringan lepas Incorrect cable type Jenis kabel(telegram yang salah Faulty network cable Kabel(telegram jaringan yang keliru Faulty wireless access point Titik akses tanpa kawat yang keliru Incorrect wireless settings, such as the SSID Pengaturan-pengaturan tanpa kawat yang salah, seperti SSID

21


Download ppt "-WAHYU.NUGROHO -HENDI.SEPTIANTO -DENIS.ALFA.O -RICO.ARIANTO -RAMA.DIRGA.M -SUTERISNO.KETAREN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google