Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Komponen2 kurikulum Komponen tujuan Komponen tujuan Komponen Isi Komponen Isi Komponen Metode atau proses pembelajaran Komponen Metode atau proses pembelajaran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Komponen2 kurikulum Komponen tujuan Komponen tujuan Komponen Isi Komponen Isi Komponen Metode atau proses pembelajaran Komponen Metode atau proses pembelajaran."— Transcript presentasi:

1 Komponen2 kurikulum Komponen tujuan Komponen tujuan Komponen Isi Komponen Isi Komponen Metode atau proses pembelajaran Komponen Metode atau proses pembelajaran Komponen evaluasi atau penilaian Komponen evaluasi atau penilaian

2 Kriteria dalam merumuskan organisai kurikulum yang efektif menurut Tyler Berkesinambungan / continuity Berkesinambungan / continuity Berurutan / sequence Berurutan / sequence Keterpaduan / integration Keterpaduan / integration

3 4. Komponen Evaluasi Evaluasi kurikulum harus dilakukan secara kontinue/terus menerus, serta terdapat sasaran dari evaluasi yaitu: Apakah tujuan saya telah tercapai ??????? Evaluasi terhadap hasil (produk) kurikulum Evaluasi terhadap proses kurikulum Bagaimana cara mendapatkan ????????

4 Apa cita-cita kamu semasa kecil dahulu ????? Cita-cita terpenuhi gagal penyebab Yang paling mendasar adalah kemampuan

5 Fungsi kurikulum bagi guru Mengapa karena guru yang bertanggung jawab langsung dalam melaksanakan, mengembangkan dan mengevaluasi. Mengapa karena guru yang bertanggung jawab langsung dalam melaksanakan, mengembangkan dan mengevaluasi. Mengapa Mengapa harus guru ??

6 Jadi fungsi kurikulum bagi guru adalah: Sbg jembatan untuk meraih ijazah Sbg jembatan untuk meraih ijazah Sbg mata dan materi pelajaran Sbg mata dan materi pelajaran Sbg rencana &pedoman kegiatan pembelajaran Sbg rencana &pedoman kegiatan pembelajaran Sbg hasil belajar Sbg hasil belajar Sbg pengalaman belajar Sbg pengalaman belajar

7 Kurikulum dan buku teks Mana yang lebih penting, antara kurikulum dan buku teks ?????????? Mana yang lebih penting, antara kurikulum dan buku teks ?????????? Mana yang lebih lahir dahulu, kurikulum atau buku teks ?????????? Mana yang lebih lahir dahulu, kurikulum atau buku teks ??????????

8 Resep masakan kurikulum Bahan-bahan Buku teks Siapa yang akan mengolah??? koki guru

9 Cara mengembangkan kurikulum Menentuan isi –Materi selama proses –Ataupun problem solving Menentukan 7-an –Berdasarkan tuntutan, kebutuhab & harapan –Dibuat berdasarkan kebuthn masyarakat dan siswa dgn perkembangan zaman

10 Merumuskan kegiatan pembelajaran –Dikdaktik metodik –Kecerdasan guru diuji. Mengadakan evaluasi –Harus ada, feedback untuk perbaikan –Jenisnya tergantung seperti apa tujuan belajar –Harus meliputihasil dan proses

11 Dasar-dasar pengembangan kurikulum a. Azas filosofis b. Asaz psikologis c. Azas sosiologis d. Azas organisatoris

12 a. Azas filosofis ( sistem nilai dan 7-an) Filsafat bangsa indonesia pancasila 7-an Pendidikan Manusia yang cerdas Sistem pendidikan yang dijalankan harus mampu membentu manusia Manusia yang cerdas berdasarkan pancasialis sejati sesuai dengan pandangan bangsa indonesia

13 b. Azas Psikologis ( perilaku manusia ) anak belajar pengetahuan sikapketrampilan Prosesnya bagaimana??????? Psikologi belajar & Teori perkembangan anak Hasil OK

14 c. Asas Sosiologis/relevansi ( hubungan budaya & masyarakat ) Keseimbangan antara kepentingan anak sebagai individu dengan kepentingan anak sebagai masyarakat Kurikulum tidak boleh bersifat society-centered Relevansi pend. Dgn lingk. Hidup murid Relevansi pendidikan kaitannya dengan tuntutan pekerjaan perkembangan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang

15 d. Azas Organisatoris (bentuk dan organisasi kurikulum) 1 Separated subjek kurikulum 2. Corelated currikulum 3. Integrated kurikulum 5 macam broadfield (lingkup mata pelajaran): IPS (peleburan dari mat. Pel. Ilmu bumu, sejarah, civics hukum, ekonomi, dll) Bahasa, merup. Peleburan dari mat pel. Membaca, tata bahasa, menulis, Mengarang, menyimak, dan pengeahuan bahasa. IPA (mat.pel. ilmu alam, ilmu hayat, ilmu kimia dan ilmu kesehatan Matematika (berhitung, aljabar, ilmu ukur, geometri, dan statistika. Kesenian (seni tari, suara, lukis, dlll)

16 e. Prinsip efektifitas Sejauh mana saja yang direncanakan dapat terlaksana atau tercapai Efektivitas mengajar guru Efektivitas belajar murid Sejauh mana jenis-jenis kegiatan kegiatan mengajar yang direncanakan dpt dilaksanakan dengan baik sejauh mana 7-an-7an pelajaran yang diinginkan dapat dicapai melalui kegiatan belajar megajar yang ditempuh.

17 f. Prinsip efisiensi Sangat erat kaitannya dengan efektifitas, jika efektifitas dipermasalahkan sejauh mana suatu perencanaan dapat tercapai akan tetapi pada efisiensi dipermasahkan perbandingan antara hasil yang dicapai dengan usaha yang dijalankan ata biaya yang dikeluarkan. Karena manusia punya keterbatasan perlu beberapa hal yang harus diperhatikan Waktu Tenaga Pikiran Dana Rasio input, proses dan guru Sarana dan prasara yang memadai

18 g. Prinsip kesinambungan GBHN menyatakan: bahwa pendidikan adalah proses yang berlangsung seumur hidup SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi Hubungan heararki yang fungsional Maka istilah berkesinambungan dimaksudkan adanya hubungan saling menjalin antara berbagai tingkat dan jenis program pendidikan, terutama mengenai bahan pengajaran.

19 h. Prinsip fleksibilitas Dalam lingkup ini berarti tidak kaku, artinya ada semacam ruang gerak yang memberikan sedikit kebebasan didalam bertindak. Fleksibilitas murid dalam memilih pendidikan Fleksibilitas dalam mengembangkan program pengajaran Pilihan jurusan/program, spesialisasi, atau program2 ketrampilan yag sesuai dgan kemampuan dan minat. Mengembangakan program pengajaran (materi pkok bahasan), strategi yang dirasa paling sesuai untuk siswa dan materi

20 i. Prinsip sinkronisasi Kurikulum merupakan suatu komponen pendidikan Mempunyai sifat keterpaduan semua komponen kegiatan Kegiatan satu dengan yang lain saling menunjuang demi ketercapaian tujuan yang sama. sinkron TERCAPAINYA 7-AN PENDIDIKAN YANG DIHARAPKAN

21 Model-model pengembangan kurikulum pengembangan kurikulum merupakan bagian yang essensial daripada program pendidikan. Pengembangan kurikulum sebagai suatu proses yang berkelanjutan yang merupakan suatu siklus kegiatan yang meliputi penentuan tujuan, bahkan, kegiatan dan penilaian Pengembangan kurikulum merupakan konsep yang komprehensip yang meliputi perencanaan implementasi dan evaluasi (oliva, 1998)

22 Toepfer dan aliansi mengatakan bahwa perencanaan ataupun pengembangan kurikulum adalah suatu proses dimana suatu partisipan pada berbagai tingkaatan memuat keputusa. Tentang 7-an, tentang bagaimana 7-an direalisasikan melalui belajar mengajar, dan apakah 7-an dan alat itu serasi dan efektif ( Beane,1986, hal. 56) MAKA Dapat disimpulkan bahwa model-model pengembangan kurikulum sangat berfariasi, variasimini dapat terjadi tidak saja karena berbagai konsep pengembangan yang berbeda, akan tetapi juga pendekatan, komponen- komponen dalam suatu kurikulum, prosedur, ruang lingkup atau komprehensip serta pengembanga maupun pemahaman-pemahaman tertentu

23 Model-model pengembangan kurikulum antara lain: A. MODEL ROGER Pengembangan kurikulum dari model yang sederhana sampai ke model ke yang paling lengkap Isi / mata pelajaran Ujian (Evaluasi) Sudah mengacu/memenuhi hal yang pokok: 1. mengapa saya mengajarkan mata pelajaran ini? 2. bagaimana saya mengetahui keberhasilan saya dalam mengajarkan pelajaran itu? Bagaimana dengan luas(scope), kedalaman (dept), relevansi, minat thd materi?

24 4. bagaimana saya harus mengorganisir isi/materi pelajara ini? 3. mengapa saya mengajarkan mata pelajaran ini dengan cara atau mettode tertentu? Dari kedua pertanyaan diatas, seharusnya dimunculkan : dari kelebihan dan kekurangan model pertama, maka roger membentuk model berikutnya sebagai penyempurnaan model yang pertama Cara/metode mengajar Organisasi Isi/materi pelajaran Isi/materi pelajaran Ujian (Evaluasi)

25 Dari model yang kedua ternyata masih meninggalkan beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab : 5. buku-buku wajib dan buku-buku bacaan apakah yang harus digunakan dalam mata pelajaran ini 6. alat / media pengajaran yang manakah yang sangat membantu dalam mata pelajaran ini? Dari pertanyaan 1-6, maka melahirkan model III yaitu jawaban dari pertanyaan tersebut Cara/metode mengajar Organisasi Isi/materi pelajaran Ujian (Evaluasi) Isi/materi pelajaran teknologi

26 Apa yang dimaksud tambahan “teknologi” pada model III ? Teknologi yang didefinisikan sebagai alat/media mengajar yang meliputi hardwer dan software yang mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar. Pada model tersebut sudah tampak lebih memadai dari pada model-model sebelumnya,akan tetapi masih ada satu pertanyaan yang masih belum terjawab pada model III, yaitu : 7. apa yang saya harapkan dari peserta didik (siswa/mahasiswa) yang harus dapat mereka lakukan sebagai hasil pengajaran saya ini (guru/dosen)?

27 Pertanyaan yang ketujuh ini mendukung terbentuknya model IV, yaitu Cara/metode mengajar Organisasi Isi/materi pelajaran Ujian (Evaluasi) Isi/materi pelajaran teknologi 7-an Dalam model ini jelaslah bahwa pengajaran, isi/materi pelajaran dan organisasi materi serta evaluasinya (ujian) semuanya terikat pada 7-an 7-an yang telah diformulasikan secara jelas.

28 Jika model ROGER digambarkan dengan tingkatan-tingkatannya maka: 1.Model I, model paling sederhana (suatu model kurikulum yang umum/tradisional) 2. Model II, perbaikan dari model I 3. Model III, perbaikan dari model II 4. Model IV, model yang lelbih sempurna

29 Pertanyaannya : Jika zaman terus berjalan, mungkinkah ada model ke V sebagai penerus model Roger? Sebutkan !

30 wassalam

31 MASALAH-MASALAH BELAJAR masalah belajar muncul karena Perbedaan IQ dan kecerdasan Perbedaan perlakuan Perbedaan Lingkungan

32 Ciri2 dalam tingkah laku yang melekat pada kesulitan belajar, a,l: 1. Nilai dibawah rata2 dari kelompok 2. Ketercapaian nilai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan 3. Timing dalam usaha kurang maks 4. Sikap dalam proses usaha 5. Proses yang menentang 6. Emosional dari individu

33 Kriteria penetapan kesulitan belajar: 1. 7-an Pendidikan 2. Kedudukan dalam kelompok 3. Perbandingan antara potensi dan prestasi serta kepribadian MUNCUL KESULITAN dan HAMBATAN-HAMBATAN Untuk mencapai tujuan

34 Kesulitan belajar terdapat 2 kelompok penyebab A.l InternEkstern BiologiPsikologis Keluarga Sekolah Biologi -Kesehatan terganggu -Cacat jasmaniah Psikologis -Intelegensi / kemampuan rendahkemampuan -Pelajaran tidak menarik -Pelajaran tidak sesuai dgn minat&bakat -Gangguan psikis(emosi labil, perhatian tidak memusat, sikap & kebiasaaan yang salahkebiasaaan Masyarakat

35 Keluarga -Cara mendidik kurang tepat -Hub. Dgn or tu kurang baik -Orang tua memberikan contoh yang tidak baik(sifat ortu, keharmonisan ortu) -Ekonomi kurang mendukung Sekolah -Hubungan dgan guru & sesama teman kurang harmonis -Metode dan media tidak mendukung -Standar pelajaran terlalu tinggi -Kurikulum kurang baik -Situasi lingk. Sekolah kurang mendukung -Kedisiplinan rendah

36 Masyarakat -Penyebaran media massa kurang maksimal dan tidak tepat -Teman bergaul yang salah -Aktivitas di masy. yang tidak menunjang -Corak kehidupan yang tidak baik Tugas anda adalah: jika anda sebagai orang tua, dan anda telah mengetahui pergaulan yang ada pada zaman ini, tindakan peventif apa saja yang harus anda lakukan untuk menjaga anda.

37 Ciri-ciri anak berkemampuan rendah, a.l: -Lambat dalam penangkapan materi -Prestasi dibawah rata2 kelas -Kemampuan (kognitif, afektif dan psikomotorik) rendah -Mempyai sikap/kebiasaan kurang baik (malas, tidak inisiatif, tidak kreatif) Kesulitan belajar

38 Prinsip2 belajar, a.l : -Belajar adalah proses aktif -7an & arah belajar harus jelas -Belajar yang efektif didasarkan oleh murni keinginan dan kemauan -Belajar harus berusaha mengatasi rintangan dari masalah -Belajar memerlukan tuntunan/bimbingan -Belajar perlu pemahaman

39 Kebiasaan yang menjadikan kesulitan belajar: -Belajar dengan sistem dorongan(jika ada PR, ulangan) -Melakukan aktifitas yang tidak menunjang -Kurang berusaha memusatkan pikiran -Kurang dapat bergaul dgan guru dan teman -Menghindari tanggung jawab -Sering bolos -Teknik belajar yang salah BELAJAR 5 MENIT 2 KALI, LEBIH EFEKTIF DARI PADA BELAJAR 10 MENIT SEKALI mbalik


Download ppt "Komponen2 kurikulum Komponen tujuan Komponen tujuan Komponen Isi Komponen Isi Komponen Metode atau proses pembelajaran Komponen Metode atau proses pembelajaran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google