Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

WIDIYANTO. Bgmn Menentukan Penyebab Utama ? Tergantung masalah yang dianalisis Faktor penyebab masalah manufaktur : 1.Manajemen 2.Mesin 3.Sumberdaya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "WIDIYANTO. Bgmn Menentukan Penyebab Utama ? Tergantung masalah yang dianalisis Faktor penyebab masalah manufaktur : 1.Manajemen 2.Mesin 3.Sumberdaya."— Transcript presentasi:

1 WIDIYANTO

2

3 Bgmn Menentukan Penyebab Utama ? Tergantung masalah yang dianalisis Faktor penyebab masalah manufaktur : 1.Manajemen 2.Mesin 3.Sumberdaya Manusia 4.Bahan 5.Metode 6.Lingkungan 7.Modal 8.Teknologi Faktor penyebab masalah manufaktur : 1.Manajemen 2.Mesin 3.Sumberdaya Manusia 4.Bahan 5.Metode 6.Lingkungan 7.Modal 8.Teknologi

4 Dapatkah Fishbone Diagram digunakan dalam upaya memperbaiki produk-produk pertanian yang identik diusahakan tanpa pencatatan/dokumentasi yg baik? Balai Benih Lulus Tani (Memproduksi bibit Durian Otong) Tidak ada data tentang jumlah dan jenis kerusakan bibit ? Solusi Data dibangkitkan dengan mengidentifikasi bibit cacat dari bibit yang akan dijual, misal : mengambil 1000 bibit Metode Cluster Systematic Random Sampling Populasi dibagi ke dalam 10 cluster Pengambilan sampel utk masing-masing cluster diambil secara systematic random sampling 10 Sehingga memiliki 100 sampel yang akan diketahui jenis dan jumlah bibit cacat

5 Contoh Gambar Fishbone Diagram

6

7  MASALAH adalah faktor penyebab keadaan tidak memuaskan DA DP KEADAAN TIDAK MEMUASKAN Faktor penyebab KEADAAN MASALAH

8

9

10

11

12  Identifikasi impak point ( Impact point identification)  Metode perencanaan Analisis pohon masalah ( Objective Trees Analysis )  Analisis tulang ikan (Fish bone Analisis )

13 IMPACT POINT adalah upaya sederhana, spesifik, murah, yang dapat dilaksanakan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas usahataninya TeknisEkonomiSosial FarmingBussinesLiving Community Environ ment Accebility Better:

14 TeknisEkonomiSosial Tingkat Penerapan Teknologi (TPT) Perencanaan Usaha Tani Pengelolaan Usaha Tani Analisis Usaha Tani Teknologi sosial (dinamika kelompok dan organisasi)  kepemimpinan Aspek teknologi teknis/ekonomi/sosial mana yang menjadi masalah dan mana yang akan dipecahkan terlebih dahulu

15  BENIH : varietas, asal benih, jumlah benih  BERCOCOK TANAM : persemaian, pengolahan, bedengan, dst  PEMUPUKAN : dosis, waktu, cara, dst  PENGAIRAN : waktu, ketercukupan, dst  PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT: frekuensi, dosis, konsentrasi, cara, dst  PANEN : waktu, cara, dst  PEMASARAN : sistem, tempat, dst

16 PERENCANAAN USAHA TANI :  Identifikasi kebutuhan pasar  Identifikasi industri hilir  Identifikasi jaringan ketersediaan agroinput  Menyusun perencanaan dan kalender usahatani  Membuat perencanaan modal dan tenaga kerja  Membuat kontrak dengan mitra kerja

17 PENGELOLAAN USAHATANI:  Membuat neraca awal pembukuan usahatani  Membuat buku kas  Membuat buku transaksi di luar kas  Membuat neraca akhir  Identifikasi fungsi pemasaran  Melakukan pencatatan harga komoditas primer dan hasil olahan bernegosiasi  Menghitung margin pemasaran  Menghitung efisiensi pemasaran

18 ANALISIS USAHATANI:  Menghitung biaya usahatani  Menghitung hasil usahaatani  Menghitung pendapatan usahatani  Membuat analisis rasio hasil dan biaya  Membuata analisis B/C

19 Teknologi sosial dinamika kelompok:  Penghayatan tujuan kelompok  Struktur kelompok  Tugas kelompok  Mengembangkan dan membina kelompok  Kesatuan kelompok  Iklim kelompok  Tekanan kelompok  Keefektifan kelompok

20 Teknologi sosial dinamika organisasi:  Hubungan peran yang ada  Komunikasi  Pengawasan  Koordinasi  Sosialisasi  Supervisi  Penyesesuaian denga perubahan  Mengatasi konflik/pertentangan

21 Teknologi sosial kepemimpinan:  Hubungan pimpinan dan anggota  Struktur tugas  Kekuatan kedudukan

22  Menyusun Instrumen (anjuran, bobot kontribusi, skor)  Penetapan sampel petani responden  Pengumpulan data  Pengolahan data  Penarikan simpulan TeknisEkonomiSosial

23  Menjabarkan hal-hal yang akan dievaluasi  Membuat instrumen sesuai anjuran maupun alternatif di lapangan  Menentukan bobot kontribusi (%)  Menentukan skor total dan sub bagian  Tabulasi data  Analisis  Menentukan masalah

24  BENIH : varietas, asal benih, jumlah benih  BERCOCOK TANAM : persemaian, pengolahan, bedengan, dst  PEMUPUKAN : dosis, waktu, cara, dst  PENGAIRAN : waktu, ketercukupan, dst  PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT: frekuensi, dosis, konsentrasi, cara, dst  PANEN : waktu, cara, dst  PEMASARAN : sistem, tempat, dst

25 Benih unggul 1. Varietas yang akan ditanam a. Unggul non biji dengan varietas unggul lokal b. Unggul non biji dengan varietas lokal c. Unggul non boji dengan varietas unggul non biji 2. Jumlah benih yang ditanam a. Sesuai dengan rekomendasi b. Lebih dari rekomendasi c. Kurang dari rekomendasi

26 I. BENIH UNGGUL: 10 % II. BERCOCOK TANAM: 30 % III. PEMUPUKAN: 12 % IV. PENGAIRAN: 10 % V. PHT: 24 % VI. PANEN: 10 % VII. PEMASARAN: 4 % JUMLAH: 100 %

27 I. BENIH UNGGUL(10%) 1. Varietas yang ditanam: 50 % 2. Asal benih yang ditanam: 30 % 3. Jumlah benih yang ditaman: 20 % Jumlah: 100 %

28 I. BENIH UNGGUL: 50 II. BERCOCOK TANAM: 150 III. PEMUPUKAN: 60 IV. PENGAIRAN: 50 V. PHT: 120 VI. PANEN: 50 VII. PEMASARAN: 20 JUMLAH: 500

29 I. BENIH UNGGUL (50) 1. Varietas yang ditanam: Asal benih yang ditanam: Jumlah benih yang ditaman: 10 Jumlah: 50

30 I. BENIH UNGGUL (50) 1. Varietas yang ditanam: 25 a. Unggul non biji dengan varietas unggul lokal: 25 b. Unggul non biji dengan varietas lokal: 20 c. Unggul non bIji dengan varietas unggul non biji: 10

31

32  Cluster random sampling  Stratified random sampling  dst

33  WAWANCARA  OBSERVASI

34

35  LUAS CAKUPAN  % TPT (TINGKAT PENERAPAN TEKNIS)  TAMBAHAN BIAYA RATA-RATA

36  LUAS CAKUPAN LUAS CAKUPAN: :∑ GARAPAN RESP < SKOR MAKS X LUAS AREA potensial ∑ GARAPAN RESP : 5 X 300 HA 15 HA : 100 hA

37  % TPT % TPT : RATA-RATA SKOR RESP DI BAWAH MAKX 100 % SKOR MAX misal: I-1 : varietas unggul (50) resp. skor max (25): 8 orang resp. skor (20): 10 orang resp. skor (10): 6 orang rata-rata skor dibawah max: (10 x 20) + (6x10) : 16,25 % TPT : 16,25 25 : 65 %

38 Varietas unggul kedelai Anjuran: varietas unggul Alternatif: unggul lokal Kebutuhan per ha Unggul: 10 kg x 2000: Unggul lokal : 15 x 1000 : Tambahan biaya: : 5.000

39 Asal benih Anjuran: dinas Alternatif: dari pedagang ke petani Tidak membutuhkan biaya: 0

40

41  SARINGAN I: BESARNYA LUASAN CAKUPAN  SARINGAN II: BESARNYA % TPT  SARINGAN III: TAMBAHAN BIAYA

42  50 % X 16 : 8 TERBESAR BERDASARKAN CAKUPAN TERLUAS  50 % X 8 : 4 TERBESAR BERDASARKAN % TPT  50 % X 4 : 2 TERBESAR DARI CAKUPAN TERBESAR

43 1. Pengolahan tanah (200 ha) 2. Pembuatan parit penampang (180 ha) 3. Ukuran bedengan jantan dan betina (175 ha) 4. Pembuatan persemaian (160 %) 5. Waktu penyiraman (150 ha) 6. Jumlah benih ditanam (150 ha) 7. Waktu pemupukan (140 ha) 8. Pengamatan mingguan (135 ha)

44 1. Pengolahan tanah (200 ha), TPT: 45 % 2. Pembuatan parit penampang (180 ha) 3. Ukuran bedengan jantan dan betina (175 ha), TPT : 20 % 4. Pembuatan persemaian (160 ha), TPT: Waktu penyiraman (150 ha) 6. Jumlah benih ditanam (150 ha), TPT: 20 % 7. Waktu pemupukan (140 ha) 8. Pengamatan mingguan (135 ha)

45 1. Pengolahan tanah (200 ha), TPT: 45 % 2. Ukuran bedengan jantan dan betina (175 ha), TPT : 20 %, input: 0 3. Pembuatan persemaian (160 ha), TPT: Jumlah benih ditanam (150 ha), TPT: 20 %, Input: 0


Download ppt "WIDIYANTO. Bgmn Menentukan Penyebab Utama ? Tergantung masalah yang dianalisis Faktor penyebab masalah manufaktur : 1.Manajemen 2.Mesin 3.Sumberdaya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google