Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pembungaan : induksi dan inisiasi. Induksi Pembungaan j aringan meristem  - membelahj aringan meristem  - membelah - memanjang - diferensiasi  Vegetatif.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pembungaan : induksi dan inisiasi. Induksi Pembungaan j aringan meristem  - membelahj aringan meristem  - membelah - memanjang - diferensiasi  Vegetatif."— Transcript presentasi:

1 Pembungaan : induksi dan inisiasi

2

3 Induksi Pembungaan j aringan meristem  - membelahj aringan meristem  - membelah - memanjang - diferensiasi  Vegetatif : batang, daun, akar  Reproduktif : organ-organ bunga -> buah & biji + monokarpik/semusim, terbentuk kuncup bunga  pembentukan daun terhenti,terbentuk buah/biji kemudian mati + monokarpik/semusim, terbentuk kuncup bunga  pembentukan daun terhenti,terbentuk buah/biji kemudian mati + tahunan, pertumbuhan vegetatif terus tanpa batas serentak atau terpisah dengan pembungaan + tahunan, pertumbuhan vegetatif terus tanpa batas serentak atau terpisah dengan pembungaan (=evokasi adalah tahap pertama dari proses pembungaan, yaitu suatu tahap ketika suatu meristem vegetatip diprogram untuk mulai berubah manjadi meristem reproduktif.terjadi dalam sel)^asam nukleat&protein

4 Inisiasi Pembungaan Sering sulit dipisahkan antara induksi dan inisiasiSering sulit dipisahkan antara induksi dan inisiasi Terlihat jelas di daerah musim sedang pd rumput orchard : musim gugur - induksi, musim dingin, awal musim semi – inisiasiTerlihat jelas di daerah musim sedang pd rumput orchard : musim gugur - induksi, musim dingin, awal musim semi – inisiasi Inisiasi = ekspresi morfologis dari induksi, terjadi di bagian meristematis.Inisiasi = ekspresi morfologis dari induksi, terjadi di bagian meristematis. ( adl tahap ktk prbhn morfologi menjadi bentuk bentuk reproduktip mulai dapat terditeksi scr macroskopis untuk pertama kalinya)

5 Faktor lingkungan penginduksi pembungaan :Faktor lingkungan penginduksi pembungaan : 1. suhu rendah, vernalisasi 1. suhu rendah, vernalisasi 2. suhu malam rendah kemudian tinggi, 2. suhu malam rendah kemudian tinggi, demikian berulang, thermoperiodism demikian berulang, thermoperiodism 3. panjang hari / panjang malam / 3. panjang hari / panjang malam / niktoperiode niktoperiode 4. kimiawi dan status nutrisi 4. kimiawi dan status nutrisi

6 Setelah induksi ada 4 tahap pembungaan (Copeland, 1976) :Setelah induksi ada 4 tahap pembungaan (Copeland, 1976) : -Inisiasi pembungaan – differensiasi ke primordia bunga -Organisasi pembungaan – differensiasi ke bagian-bagian bunga -Pemasakan bunga : pertumbuhan bagian- bagian, diff jaringan sporogenous, meiosis, pollen dan perkembangan embriosac -Anthesis

7 Bagaimana pembentukan gamet pada Angiosperma ? Pembentukan butir serbuk terjadi di dalam kantung serbuk. Di dalam kantung serbuk terdapat banyak sel induk butir serbuk yang diploid. Sel induk butik serbuk ini kemudian akan membelah secara meiosis menjadi 4 sel butir serbuk (mikrospora) yang haploid. Seperti pada bagan berikut. SEL INDUK BUTIR SERBUK (DIPLOID) ¯ Membelah secara Miosis EMPAT SEL BUTIR SERBUK (HAPLOID) ¯ Masing-masing inti butir serbuk membelah secara mitosis SATU INTI VEGETATIF DAN SATU INTI GENERATIF

8

9 Gamet betina dibentuk di dalam bakal biji (ovule) atau kantung lembaga. Pada bagian ini terdapat sel induk megaspora (sel induk kantug lembaga) yang diploid. Sel ini akan membelah secara meiosis dan dari satu sel induk kantung lembaga membentuk 4 sel yang haploid. Tiga sel akan mereduksi dan lenyap tinggal satu yang berkembang. Selanjutnya, sel ini membelah secara mitosis 3 kali dan terbentuklah 8 sel. Dari sel yang berjumlah 8 ini, 3 sel akan bergerak menuju arah yang berlawanan dengan mikropil, 2 sel lainnya menjadi kandung tembaga sekunder, dan 3 sel terakhir menuju ke dekat mikropil. Dari 3 sel (yang menuju dekat mikropil) yang terakhir ini dua menjadi sinergid dan satu sel lagi menjadi sel telur. Dalam keadaan seperti ini kandung lembaga sudah masak dan siap untuk dibuahi. Putik yang sudah masak biasanya mengeluarkan cairan lengket pada ujungnya yang berfungsi sebagai tempat melekatnya serbuk sari.

10 Penyerbukan dapat terjadi dengan berbagai perantara : a.Perantara angin disebut anemogami, dapat terjadi bila butir serbuknya amat ringan, kecil dan kering. Contoh : pada pinus, damar, rumput-rumputan. b.Perantara air disebut hidrogami. Contoh : pada tanaman air. c.Perantara hewan disebut zoogami. Bila serangga Þ entomogami burung Þ ornitogami siput Þ malakogami kelelawar Þ kiroptorogami d.Perantara manusia disebut antropogami. Contoh : penyerbukan vanilli di Indonesia.

11 Menurut asal serbuk sari, penyerbukan dibedakan menjadi 4 : a.Autogami (penyerbukan sendiri) Serbuk sarinya berasal dari satu bunga yang sama. Bila terjadi pada saat bunga belum mekar disebut kleistogami. b.Geitonogami (penyerbukan tetangga) Bila serbuk sari berasal dari bunga lain yang berada dalam satu pohon (satu individu). c.Alogami (penyerbukan silang) Bila serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang masih satu spesies.


Download ppt "Pembungaan : induksi dan inisiasi. Induksi Pembungaan j aringan meristem  - membelahj aringan meristem  - membelah - memanjang - diferensiasi  Vegetatif."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google