Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

II. Kegiatan kultur jaringan di dalam laboratorium: 1.Persiapan media dan bahan tanaman. 2.Isolasi dan penanaman. 3.Inkubasi dan penyinaran kultur.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "II. Kegiatan kultur jaringan di dalam laboratorium: 1.Persiapan media dan bahan tanaman. 2.Isolasi dan penanaman. 3.Inkubasi dan penyinaran kultur."— Transcript presentasi:

1 II

2 Kegiatan kultur jaringan di dalam laboratorium: 1.Persiapan media dan bahan tanaman. 2.Isolasi dan penanaman. 3.Inkubasi dan penyinaran kultur

3 Ruang persiapan & ruang stok Ruang isolasi & penanaman Ruang kultur Ruang mikroskop atau ruang analisa

4 Peralatan gelas dan labu takar Timbangan Analitik Autoclave

5 Entkas LAF Centrifuge Shaker Hot Plate Stirer Mikroskop

6 Menyediakan air Menyediakan kebutuhan hara mineral Menyediakan vitamin Menyediakan zat pengatur tumbuh Membuang sisa metabolisme tanaman

7 Air Garam mineral Sumber karbon Vitamin Senyawa organik komplek Zat pengatur tumbuh Buffer Bahan pemadat Arang aktif

8 Air distilata Aquabides (air destilata ganda) Nitrogen : NO 3 -, NH 4 + (25-60 mM) Kalium : KCl or K 2 HPO mM Fosfor : K 2 HPO 4 or KH 2 PO4 1-3 mM Kalsium : CaCl 2 or Ca(NO 3 )2 1-3 mM Magnesium : MgSO mM Sulfur : SO mM 1. Hara Makro Air Garam Mineral

9 Besi (Fe): 1 m M Mangan (Mn): 5-30 m M Seng Boron (B) Tembaga :0.1 m M Molybdenum : 1 m M Cobalt (Co) : 0.1 m M 2. Hara Mikro

10 Hara makro: – K berperan dalam sintesa protein, penggerak bbrp enzim, membuka & menutupnya stomata – Ca: penyusun struktur dinding sel, cofactor enzim, permeabilitas sel, komponen dari kalmodulin. – P: penyusun ATP, asam nukleat, coenzim dan fosfolipid. – Mg: penyusun molekul klorofil, membantu aktifitas enzim. – Mn: mengatur oksidasi auksin, aktifator enzim – S: penyusun bbrp asam amino, protein, coenzim A Fungsi Unsur-Unsur Anorganik

11 Hara Mikro: – Fe berperan dalam sintesa klorofil, cytokrom. – Cl berperan dalam proses osmosis dan kesetimbangan ion. – Cuberperan dalam cofactor enzim. – Zn berperan menahan oksidasi auksin, berguna dalam sintesa triptofan dan sebagai aktifator enzim. – Bo berperan mempengaruhi penggunaan Ca – Co diperlukan oleh orgnisme dlm memfiksasi N2. – I berperan dalam transport auksin.

12 Jenis : – sukrosa – glukosa, maltosa, dan rafinosa – Fruktosa dan galaktosa – Konsentrasi optimum sukrosa tergantung dari jenis jaringan yang dikultur. Pada kultur kalus dan pucuk, 2-4 %. kultur embrio, mencapai 12 %. Fungsi Gula : – sumber energi – sebagai penyeimbang tekanan osmotik media Sumber Karbon

13 Vitamin thiamine (vitamin B1  esensial dalam kultur jaringan tanaman nicotinic acid (niacin)  media kultur akar tomat, ercis dan lobak pyridoxine (vitamin B  kultur akar tomat Myo-inositol / meso-inositol / i-inositol  memperbaiki pertumbuhan & morfogenesis Pantothenic acid pertumbuhan jaringan tanaman tertentu, seperti Salix sp Vitamin E (tocopherol)

14 L-methionine arginine, urea, glutamine, asparagin dan amonik Asam amino dan senyawa N organik

15 diperlukan untuk mengendalikan dan mengatur pertumbuhan kultur tanaman mempengaruhi pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur sel, jaringan, dan organ

16 untuk merangsang kalus, suspensi sel dan organ. Pemilihan jenis dan konsentrasi, tergantung dari : – Tipe pertumbuhan yang dikehendaki. – Level auksin endogen. – Kemampuan jaringan mensintesa auksin. – Golongan zat tumbuh lain yang ditambahkan. Auksin

17 sangat penting dalam pengaturan pembelahan sel dan morfogenesis. untuk menstimulus pembelahan sel dan merangsang pertumbuhan tunas pucuk Fungsi sitokinin antara lain adalah: – Memacu terbentuknya organogenesis dan morfogenesis. – Memacu terjadinya pembelahan sel. – Kombinasi antara auxin dan sitokinin akan memacu pertumbuhan kalus. Sitokinin

18 Diferensiasi atau perbanyakan fungsi sel, terutama pembentukan kalus Pengaruh positif giberelin: – dalam kultur bit gula GA3 merangsang pembentukan pucuk dari potongan inflorescence – Pertumbuhan kultur pucuk kentang juga baik bila mg/l GA3 dikombinasikan dengan mg/l kinetin Fungsi geberelin antara lain adalah: – Mematahkan dormansi – Memacu perkecambahan. – Memacu terjadinya proses imbibisi. Giberilin

19 AGAR Keuntungan dari pemakain agar adalah : – Agar membeku pada temperatur ≤ 45 o C dan mencair pada temperature 100 o C,  kisaran temperatur kultur, agar akan berada dalam keadaan beku yang stabil. – Tidak dicerna oleh enzim yang dihasilkan oleh jaringan tanaman. – Tidak bereaksi dgn persenyawaan-persenyawaan penyusun media.

20 Kekentalan media dipengaruhi : – Merek agar yang digunakan, merek agar yang berbeda, memberikan kekentalan yang sedikit berbeda walaupun beratnya sama. – pH media. – Penambahan arang aktif. Arang aktif g/l menghambat pembekuan agar

21 Sifat-sifat 1)Gelnya lebih jernih 2)Untuk memadatkan media dibutuhkan lebih sedikit (1,5 -3 g/l) kekerasan gel dr gelrite sangat dipengaruhi adanya garam-garam : NaCl, KCl, MgCl 2.6H 2 O & CaCl 2 Garam NaCl dan KCl menurunkan kekerasan gel MgCl 2 dan CaCl 2 meningkatkan kekerasan gel 3) Lebih murni dan konsisten dalam kualitas. Gelrite : cenderung menaikkan kelembaban nisbi (RH) dalam kultur  verifikasi Gelrite

22 adalah arang yang sudah dipanaskan selama beberapa jam dengan menggunakan uap atau udara panas sifat adsorpsi yang sangat kuat Arang aktif dapat ditambahkan ke dalam media pada berbagai tahap perkembangan kultur ( media inisiasi, media regenerasi, atau media perakaran). Penambahan arang aktif dapat membantu pertumbuhan perkembangan kultur, tergantung dari jenis kulturnya Arang aktif ditambahkan dengan konsentrasi yang bervariasi yakni %

23 1.Mengadsorpsi persenyawaan-persenyawaan toxic yang terdapat dalam media yang dapat menghambat pertumbuhan kultur, seperti : – Persenyawaan-persenyawaan fenolik dari jaringan yang terluka waktu inisiasi. – Persenyawaan 5-hidroksimetil furfural yang diduga terbentuk dari gula yang berada dalam larutan asam lemah dan mengalami pemanasan dengan tekanan tinggi

24 2.Mengadsorpsi zat pengatur tumbuh sehingga: – Mencegah pertumbuhan kalus yang tidak diinginkan, seperti dalam androgenesis dan pucuk yang ingin diakarkan. – Membantu embryogenesis kultur dalam media regenerasi tanpa auksin, mungkin dengan bertindak sebagai sink yang menarik auksin dari dalam sel sehingga embryogenesis dapat terjadi 3.Merangsang perakaran dengan mengurangi tingkat cahaya yang sampai ke bagian eksplan yang terdapat dalam media

25 Penambahan asam amino seringkali juga bersifat sebagai buffer organik. Fe SO4 dan Na-EDTA Penambahan KH2PO4 sendiri tidak efektif sebagai buffer.

26 Bahan-bahan yang terkandung dalam air kelapa, a l: as amino, as organik, as nukleat, purin, gula, gula alkohol, vit, mineral, dan ZPT 1. Air Kelapa 2. Juice Tomat & Ekstrak Pisang Banyak digunakan untuk kultur embrio anggrek. Sumber gula, vitamin, ZPT, dan asam amino.

27 Dalam kultur jagung, penambahan ekstrak ragi 800 mg/l atau casein hydrolysate 200 mg/l memperbaiki pertumbuhan kalus, Penambahan casein hydrolysate dalam media regenerasi padi, meningkatkan jumlah pucuk yang terbentuk dalam kalus padi. 3. Casein Hydrolysate

28 Ekstrak ragi menyumbangkan asam amino, peptida, vitamin, untuk pertumbuhan kultur. Konsentrasi yang digunakan dalam kultur berkisar antara gram/l. 4. Ekstrak ragi 5. Ekstrak kentang Digunakan dalam kultur anther padi  meningkatkan pertumbuhan kalus dan regenerasi anther Ekstrak kentang biasanya digunakan setara % dengan hasil terbaik 20 %. Sumber gula, vitamin, zat pengatur tumbuh, dan asam amino.

29 Pengaturan pH selain memperhati’ kepentingan fisiologi sel, juga harus mempertimbangkan faktor-faktor : – Kelarutan dari garam-garam penyusun media – Pengambilan (uptake) dari zat pengatur tumbuh dan garam-garam lain – Efisiensi pembekuan agar. Sel-sel tanaman membutuhkan pH yg sedikit asam berkisar antara pH Media

30 Kelembaban RH sekeliling kultur mempengaruhi pola pengembangan Cahaya  Intensitas chy yg rendah dpt mempertinggi embriogenesis dan organogenesis.  Cahaya ultra violet dapat mendorong pertumbuhan dan p’bentukan tunas dr kalus tembakau pd intesitas yg rendah.  Pembentukan kalus maksimum sering terjadi pada tempat yang lebih gelap Temperatur Pertumbuhan yang optimum : C. Pertumbuhan kalus endosperm : 25 0 C.

31 Murhasige dan Skoog (MS), untuk hampir semua jenis kultur, terutama tan. herbaceous. B5, untuk kultur sel kedelai, alfafa, dan legume lain. White, sangat cocok untuk kultur akar tanaman tomat. Vacin dan Went, untuk kultur jaringan anggrek. Nitsch dan Nitsch yang biasa digunakan dalam kultur tepung sari (pollen) dan kultur sel. schenk dan Hildebrandt (1972) atau media SH yang cocok untuk kultur jaringan tanaman-tanaman monokotil. Medium khusus tanaman berkayu atau Woody Plant Medium (WPM) Media N6 untuk serealia terutama padi. Media dasar Media Dasar

32 Satu molar larutan (M) suatu senyawa sama dengan massa molekul dalam gram per liter. – 1 molar (M) = massa molekul dalam g/l. – 1 mM = massa molekul dalam mg/l M. – 1 µM = massa molekul dalam µg/l M atau mM. Penghitungan

33 – contoh, massa molekul auxin : 2,4 D = 221,0. 1 M larutan 2,4 D berisi 221,0 g/l. 1 mM larutan 2,4 D berisi 0,221 g/l = 221,0 mg/l 1 µM larutan 2,4 D berisi 0, g/l = 0,221 mg/l Konversi dari mg/l ke mili molar (mM) Konversi dari mili molar (mM) ke mg/l Massa molekul CaCl2. 2H2O = x x x 16 = Jadi 440 mg/l CaCl2. 2H2O = 2.99 mM.

34 Pembuatan Media 4-8 minggu V1M1 = V2M2 V1 = vol lar stok yg dicari M1 = konsentrasi lar stok V2= vol medium yg akan dibuat M2= konsentrasi yg akan dibuat membuat stok Stok makro stok mikro, stok Fe, stok vitamin stok hormone 2-4 minggu pengenceran

35 Makro nutrien Stok Fe Stok mikro nutrien Stok ZPT Stok Vit Mio-inositol Sukrosa + aquades  950 ml Ukur pH 5,7- 5,8 + aquades  1000 ml Masukkan agar, masak  larut Tuang dlm botol kultur Skema pembuatan media Tutup dgn kapas & alm unium foil, STERILISASI 300 ml


Download ppt "II. Kegiatan kultur jaringan di dalam laboratorium: 1.Persiapan media dan bahan tanaman. 2.Isolasi dan penanaman. 3.Inkubasi dan penyinaran kultur."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google