Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

A.Gambaran Umum Kabupaten Indramayu B.Tinjauan Kebijakan C.Isu Perencanaan D.Analisis Aspek  Fisik dan Lingkungan  Sosial dan Kependudukan  Ekonomi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "A.Gambaran Umum Kabupaten Indramayu B.Tinjauan Kebijakan C.Isu Perencanaan D.Analisis Aspek  Fisik dan Lingkungan  Sosial dan Kependudukan  Ekonomi."— Transcript presentasi:

1

2 A.Gambaran Umum Kabupaten Indramayu B.Tinjauan Kebijakan C.Isu Perencanaan D.Analisis Aspek  Fisik dan Lingkungan  Sosial dan Kependudukan  Ekonomi Wilayah  Infrastruktur Wilayah  Kelembagaan dan Pembiayaan E.Analisis SWOT (Strenght-Weakness-Opportunity-Threat) F.Kesimpulan Outline

3

4 Peta Wilayah Administrasi Kab. Indramayu Sumber : Bappeda Kabupaten Indramayu, 2011; RTRW Provinsi Jawa Barat

5

6 Rencana struktur ruang : Ditetapkan sebagai PKW, termasuk dalam Wilayah Pengembangan Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan) Rencana pola ruang: Ditetapkan sebagai Kawasan Andalan Sistem Nasional dengan sektor unggulan: Pertanian, Industri, Perikanan, dan Pertambangan RTRW Nasional Tahun Arahan Pengembangan Kabupaten Indramayu: Pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendukung perkembangan sektor pertanian-tanaman pangan dan perkebunan Memelihara jaringan irigasi strategis nasional pada kawasan Kota Indramayu sebagai kawasan produksi pangan serta mengendalikan konversi kawasan pertanian beririgasi teknis menjadi kawasan permukiman dan perkotaan Rencana Tata Ruang Pulau Jawa-Bali Tahun Tinjauan Kebijakan

7 PKW : Kota Indramayu, dengan peran menjadi pusat koleksi dan distribusi skala nasional. PKL Perkotaan : Jatibarang PKL Perdesaan : Karangampel, Kandanghaur, Patrol, Gantar RTRW Provinsi Jawa Barat Tahun Visi pembangunan Kabupaten Indramayu tahun yaitu: “Terwujudnya Masyarakat Indramayu yang Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa Tahun 2025”. RPJP Kabupaten Indramayu Tahun

8

9

10

11 Mengidentifikasi Jenis, Lokasi, dan Persebaran SDA Mengidentifikasi Kemampuan Lahan Mengidentifikasi Resiko Bencana Alam Analisis Kemampuan Lahan Pemetaan Lokasi SDA Analisis Ketersediaan SDA Analisis Ketersediaan Bencana Analisis Bahaya Bencana Analisis Resiko Bencana Mengidentifikasi Guna Lahan dan Kecenderungan Perubahannya Pemetaan Guna Lahan Analisis Kecenderungan Guna Lahan SASARAN ANALISIS

12 GUNA LAHAN KABUPATEN INDRAMAYU

13 KECENDERUNGAN PERUBAHAN GUNA LAHAN

14 Peta Kesesuaian Lahan

15 PETA KEMAMPUAN LAHAN Peta SKL Morfologi Peta SKL Kestabilan Lereng Peta SKL Kemudahan Dikerjakan Peta SKL Ketersediaan Air Peta SKL Drainase Peta SKL Pembuangan Limbah Peta SKL Bencana (Banjir) Sasaran 2 : IDENTIFIKASI KEMAMPUAN LAHAN Peta Morfologi Peta Kemiringan Lereng Peta Morfologi Peta Kemiringan Lereng Peta Jenis Tanah Peta Pergerakan Tanah Peta Jenis Tanah Peta Morfologi Peta Kemiringan Lereng Peta Curah hujan Peta Hidrogeologi Peta Guna Lahan Peta Topografi Peta Kemiringan Lereng Peta Curah Hujan Peta Kemiringan Lereng Peta Curah Hujan Peta Guna Lahan Peta Rawan Banjir

16 Dihasilkan dari overlay seluruh peta SKL Kemampuan lahan yang tinggi pada bagian selatan Kemampuan lahan menengah terdapat pada sebagian besar wilayah tengah, barat, dan timur Kemampuan lahan rendah pada wilayah tengah-utara Indramayu

17 IDENTIFIKASI RESIKO BENCANA ALAM

18 Sasaran 4 : IDENTIFIKASI RESIKO BENCANA ALAM

19

20

21 KETERKAITAN DENGAN ISU UTAMA  Perubahan iklim sangat berpengaruh pada kondisi pesisir Kabupaten Indramayu yang memiliki kerentanan yang cukup tinggi terhadap beberapa bencana, yaitu :  Banjir rob  Abrasi  Kekeringan  Kenaikan muka air laut  Bencana tersebut sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian, yaitu sawah dan tambak.

22

23 Mengetahui komposisi penduduk menurut usia dan jenis kelamin Analisis penduduk menurut usia dan jenis kelamin Mengidentifikasi tingkat kesejahteraan masyarakat Analisis tingkat kesejahteraan penduduk; Analisis hirarki kecamatan berdasarkan indikator demografi Mengidentifikasi kualitas SDM Analisis tingkat partisipasi pendidikan penduduk (identifikasi APK dan APM) – deskriptif Memetakan persebaran penduduk miskin Analisis persebaran penduduk miskin – deskriptif Mengidentifikasi tren pergeseran lapangan pekerjaan Analisis tren pergeseran lapangan pekerjaan – deskriptif Memetakan persebaran penduduk berdasarkan lapangan pekerjaan Analisis persebaran penduduk berdasarkan lapangan pekerjaan – deskriptif Mengetahui kesediaan organisasi masyarakat yang menunjang pengembangan sektor pertanian dan industri pengolahan Analisis ketertarikan dan peran masyarakat dalam organisasi yang menunjang pengembangan sektor pertanian dan industri pengolahan – deskriptif SASARAN ANALISIS

24 Analisis Sosial & Kependudukan Komposisi Penduduk menurut Usia & Jenis Kelamin

25 Analisis Aspek Sosial & Kependudukan  Analisis tingkat kesejahteraan penduduk  IPM Kabupaten Indramayu lebih rendah dari IPM Provinsi Jawa Barat serta IPM Kabupaten Subang dan Karawang ;  Kecamatan dengan hirarki paling rendah berdasarkan tingkat demografi berada di bagian utara Kabupaten Indramayu  Analisis Kualitas Sumber Daya Manusia  SDM di Kabupaten Indramayu memiliki kualitas rendah karena 34% tidak punya ijazah&37% hanya ijazah SD nilai angka partisipasi pendidikannya di bawah Provinsi Jawa Barat.  Analisis kesediaan organisasi masyarakat yang menunjang pengembangan sektor pertanian dan industri pengolahan  Setiap tahun jumlah organisasi di setiap kecamatan fluktuatif  Potensi organisasi tidak dapat dimaksimalkan karena adanya kendala pendidikan sumber daya anggota

26 Analisis Aspek Sosial & Kependudukan  Identifikasi tren pergeseran lapangan pekerjaan  Mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian tetapi hanya sebagai buruh tani, sedangkan untuk sektor industri berada di posisi paling rendah dibandingkan dengan sektor lain. Sektor yang mengalami perkembangan adalah sektor perdagangan

27 Peta Persebaran Penduduk Miskin di Kabupaten Indramayu

28 Peta Persebaran Penduduk Menurut Lapangan Usaha Sektor Pertanian Sektor Industri

29

30 KETERKAITAN DENGAN ISU UTAMA  Tingkat kesejahteraan masyarakat yang rendah dapat dilihat dari IPM dan indikator kesejahteraan berdasarkan tingkat demografi penduduk  Rendahnya kualitas penduduk dapat dilihat dari indikator pendidikan.  Potensi organisasi masyarakat yang ada kurang dapat dioptimalkan karena rendahnya pendidikan yang dimiliki sumber daya anggota.  Walaupun mayoritas penduduk Kabupaten Indramayu bekerja di sektor pertanian, namun sebagian besar dari penduduk yang bekerja di sektor pertanian tersebut hanya sebagai buruh tani.

31

32 Mengetahui kondisi serta persebaran sektor ekonomi Kab. Indramayu serta keterkaitannya dengan tenaga kerja (SDM) Deskriptif berdasarkan wawancara dan data sekunder Menganalisis sektor basis perekonomian di Kab. Indramayu Analisis LQ Menganalisis perubahan struktur ekonomi di Kab. Indramayu, faktor penyebab, dan peluangnya agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Shift Share, Basic Employment, Daya Saing Mengidentifikasi keterkaitan antar sektor ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung Base Multiplier ; Analisis Input- Output Mengidentifikasi hubungan antara pengembangan sektor ekonomi dengan tingkat kesejahteraan masyarakat Analisis Hirarki Kecamatan berdasarkan Indikator Ekonomi dengan Skalogram SASARANANALISIS

33 PROPORSI PDRB KABUPATEN INDRAMAYU BERDASARKAN LAPANGAN USAHA PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kab. Indramayu Tahun 2009 (Tanpa Migas) SASARAN 1: Mengetahui kondisi serta persebaran sektor ekonomi Kab. Indramayu serta keterkaitannya dengan tenaga kerja (SDM)

34

35 PERKEMBANGAN NILAI PDRB KABUPATEN INDRAMAYU PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kab. Indramayu Tahun 2003 – 2009 (Tanpa Migas) SASARAN 1: Mengetahui kondisi serta persebaran sektor ekonomi Kab. Indramayu serta keterkaitannya dengan tenaga kerja (SDM)

36 Analisis Economic Base

37

38 PERBANDINGAN PDRB KABUPATEN INDRAMAYU DENGAN PROV. JAWA BARAT PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2009 dan ADHK 2000 Tahun (Tanpa Migas) SASARAN 2: Menganalisis sektor basis perekonomian di Kab. Indramayu

39 Analisis Shift Share

40 SASARAN 4: Mengidentifikasi keterkaitan antar sektor ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung

41 PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kab. Indramayu Tahun 2005 – 2009 (Tanpa Migas) PERKEMBANGAN NILAI PDRB PER KAPITA KABUPATEN INDRAMAYU SASARAN 5: Mengidentifikasi hubungan antara pengembangan sektor ekonomi dengan tingkat kesejahteraan masyarakat

42

43 Keterkaitan dengan Isu Utama  Sektor Pertanian memiliki kontribusi yang besar terhadap PDRB Kab. Indramayu tetapi memiliki daya saing yang rendah di Jawa Barat.  Sektor industri pengolahan memiliki kontribusi yang kecil terhadap PDRB Kabupaten Indramayu tetapi memiliki potensi daya saing yang tinggi di Provinsi Jawa Barat.  Sektor Pertanian dan Sektor Industri Pengolahan memiliki pertumbuhan ekonomi yang lambat.  Pengembangan sektor pertanian tanaman pangan (termasuk padi) kurang mensejahterakan penduduk yang bekerja sebagai petani.

44

45 Mengidentifikasi Kebutuhan Jumlah Sarana dan Prasarana Proyeksi jumlah kebutuhan sarana dan prasarana Mengidentifikasi Pola persebaran sarana dan prasarana Analisis Jangkauan Pelayanan Mengidentifikasi Kualitas sarana dan prasarana Analisis Deskriptif SASARANANALISIS

46 Jaringan Listrik dan Air Bersih  Sumber listrik : PLTU Sukra (990 MW)  Satuan distribusi jaringan listrik jawa – bali PLN  Kondisi sekarang, kebutuhan : VA.  Proyeksi kebutuhan tahun 2031 : VA  SPM PDAM tahun 2011 adalah 36% penduduk terlayani.  ketersediaan air baku Tahun 2031 sebesar m3/tahun  Selisih kebutuhan dengan ketersediaan sekarang ialah m3/tahun JARINGAN AIR BERSIH JARINGAN LISTRIK

47 Sarana Perhubungan

48 Jangkauan Pelayanan Sarana Perdagangan

49 Terdapat sekitar 60% Jaringan Irigasi yang Rusak. Terdapat kebijakan daerah tentang penambahan Luas Sawah 100 Ha tiap tahun, estimasi tahun 2031 terdapat sawah seluas Ha JARINGAN IRIGASI

50

51 KETERKAITAN DENGAN ISU UTAMA  Terdapat sekitar 60% Jaringan Irigasi yang Rusak, sehingga belum optimal dalam memenuhi kebutuhan sektor pertanian  Kapasitas sumber air baku PDAM mampu melayani 36% penduduk. Namun hanya 20,51% penduduk yang terlayani air bersih  Kebutuhan listrik penduduk kabupaten Indramayu sejumlah jiwa (diasumsikan 1 rumah tangga terdiri dari 4 orang) maka kebutuhan listrik sebesar VA. Bila dibandingkan dengan sumber listrik  kebutuhan listrik sudah terpenuhi  Aksesibilitas cukup mendukung sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, dan perindustrian (UKM) di Indramayu.

52

53 Sasaran Kelembagaan & Pembiayaan KELEMBAGAAN Mengidentifikasi struktur pemerintah dan non pemerintah Mengidentifikasikan dukungan pemerintah terhadap Sektor pertanian unggulan dan Industri pengolahan PEMBIAYAAN Mengidentifikasi besaran sektor industri pengolahan dan pertanian dalam menyumbang pendapatan daerah Mengidentifikasi besaran sektor industri pengolahan dan pertanian dalam pengeluaran daerah

54  Dukungan pemerintah pusat dan Provinsi Kebijakan Indramayu sebagai daerah Lumbung padi nasional Kebijakan lahan abadi yang diterapkan pemerintah pusat terhadap Indramayu (UU RI No. 41 Tahun 2009) Kebijakan Impor beras membuat daya saing beras lokal berkurang dan menyebabkan kesejahteraan para petani menurun. Inpres perberasan salah satunya menetapkan adanya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk mengontrol Harga gabah agar tidak anjlok atau memperbaiki sistem tata niaga yang baik. Namun,di indramayu pemerintah cenderung lamban intervensi tata niaga. Harga lebih di tentukan oleh tengkulak yang menetapkan harga dibawah HPP.  Dukungan Pemerinatah Daerah Gapoktan merupakan subyek pembangunan pemerintah dan aktif dalam membantu para petani meningkatakan produksi pertanian. Namun, di sisi lain program pemerintah dari dinas terkait sering ditemukan program yang tidak terealisasi dan terdistribusi rata. Program pemerintah juga sering ditemukan tidak menjawab kebutuhan perkembangan. IDENTIFIKASI DUKUNGAN PEMERINTAHAN SEKTOR PERTANIAN DAN INDUSTRI PENGOLAHAN

55 Analisis Pembiayaan SasaranHasil Analisis Mengidentifikasi besaran sektor industri pengolahan dan pertanian dalam menyumbang pendapatan daerah Penerimaan sektor pertanian cukup kecil jika dibandingkan dengan penerimaan sektor pendidikan. Nilai DAK pertanian sebesar 8.26% sedangkan sektor pendidikan 36.54% dari total DAK. Mengidentifikasi besaran sektor industri pengolahan dan pertanian dalam pengeluaran daerah Tidak dapat dilihat besarannya, karena struktur Belanja dibagi berdasarkan urusan bukan berdasarkan sektor. Belanja paling besar dari gaji pegawai negeri.  Kemampuan daerah untuk memanfaatkan potensi pendapatan dan kinerja pemerintah meningkat.  Kemandirian fiskal Kabupaten Indramayu rendah.  Pembiayaan terhadap program sektor pertanian yang menjadi prioritas pemerintah propinsi dan nasional cenderung sedikit.

56  Keterkaitan aspek adalah sistem Tata niaga  Berdasarkan Inpres no 7 tahun 2009 menetapkan salah satunya adalah menetapkan Harga Pembelian pemerintahan (HPP) untuk menstabilkan harga gabah. HPP ini diterapkan oleh Bulog dengan berkerja sama dengan pemda setempat mengintervensi harga gabah agar tetap stabil.  Namun, berdasarkan hasil wawancara, sekunder, dan hasil pengamatan, pemerintah lamban dalam mengintervensi harga, harga – harga gabah di pasar di tentukan oleh tengkulak yang menetapkan harga dibawah HPP dan jauh dibawah harga beras.  Hal ini diperburuk dengan keadaan petani yang lebih memilih menjual gabah ke tengkulak karena alasan efisiensi. KETERKAITAN DENGAN ISU UTAMA

57

58 Strength 1.Keberadaan Waduk Cipancuh di Kecamatan Gantar dalam membantu sistem pelayanan irigasi 2.Adanya PLTU di Kecamatan Sukra dengan skala pelayanan Pulau Jawa-Bali 3.Jumlah tenaga kerja yang mencukupi untuk pengembangan sektor pertanian. 4.Ketersediaan penduduk usia produktif selalu meningkat 5.Gapoktan diberbagai kecamatan berperan aktif dalam mengembangkan sektor pertanian 6.Pendapatan asli daerah terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 19.54% 7.Rata-rata rasio efisiensi anggaran sebesar 1.02 artinya jumlah pendapatan selalu lebih besar daripada jumlah belanja 8.Para petani telah memiliki sistem penjadwalan waktu tanam untuk menghindari kekeringan 9.Topografi Kabupaten Indramayu berkisar antara 0-2% sehingga mudah dimanfaatkan untuk lahan budidaya 10.Jenis tanah didominasi jenis alluvial sehingga berpotensi sebagai lahan pertanian.

59 Weakness 1.Belum optimalnya pengembangan industri pengolahan SDA di sektor pertanian. 2.Proporsi buruh tani lebih besar dibandingkan petani pemilik lahan 3.Minimnya kontribusi sektor pertambangan (migas) terhadap pendapatan daerah 4.Infrastruktur yang belum cukup memadai dalam mengembangkan berbagai sektor perekonomian 5.Belum adanya sentra perdagangan hasil produksi pertanian unggulan 6.Program dan kebijakan sektor pertanian tidak tersosialisasi dan terealisasi dengan baik. 7.Sistem tata niaga pertanian yang kurang baik 8.Kemandirian fiskal Kabupaten Indramayu rendah 9.Meningkatnya potensi banjir akibat pendangkalan sungai akibat sedimentasi. 10.Ketidaksesuaian jadwal tanam petani dengan jadwal distribusi air irigasi. 11.Distribusi air irigasi kurang merata ke setiap kecamatan

60 Opportunity 1.Kabupaten Indramayu diarahkan sebagai kawasan Lumbung padi nasional 2.Adanya pengembangan kawasan Ciayumajakuning dan dilalui Jalur Pantura dapat meningkatkan perekonomian wilayah 3.Terdapat potensi pendapatan daerah dari devisa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) 4.Berdasarkan dokumen RTRW Provinsi Jawa Barat terdapat rencana pembangunan pelabuhan di Kecamatan Patrol dan Cantigi, juga pembangunan jalan tol di selatan Kabupaten Indramayu. 5.Adanya Rencana pembangunan waduk Jatigede yang berlokasi di Kabupaten Sumedang guna menambah sumber air dan rencana Bandara Kertajati di Majalengka 6.Adanya kejadian Akresi yang menambah luas lahan sebesar puluhan hektar 7.Adanya kebijakan lahan pertanian abadi guna menjamin ketersediaan lahan pertanian

61 Threat 1.Adanya kebijakan impor beras. 2.Pengaruh climate change yang sangat signifikan terhadap pengembangan sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan 3.Sawah irigasi teknis masih tergantung pada aliran air dari Bendungan Jatiluhur dan Rentang 4.Pemerintah lamban mengintervensi langsung harga gabah sehingga menyebabkan harga gabah mudah dikendalikan oleh tengkulak 5.Pembiayaan terhadap program sektor pertanian tidak menjadi prioritas utama pemerintah propinsi dan nasional 6.Adanya Banjir Rob, Curah hujan yang terlalu tinggi, dan kiriman air dari daerah hulu sungai(Majalengka) mengakibatkan banjir 7.Adanya kasus abrasi terutama pada kecamatan berpantai mengikis 200m selama 10 tahun terakhir

62

63 ISU PERENCANAAN : “Rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk akibat kurang optimalnya pengembangan pada sektor pertanian dan sektor industri pengolahan terkait dengan persoalan: infrastruktur, tata niaga, kondisi iklim, dan sumber daya manusia” Kesimpulan Fakta dan Analisis yang terkait dengan Isu Utama: Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah berdasarkan IPM dan indikator demografi lainnya Sektor pertanian berkontribusi besar namun memiliki daya saing yang rendah di Provinsi Jawa Barat Kontribusi sektor industri pengolahan sangat kecil terhadap PDRB, padahal daya saing cukup tinggi di Provinsi jawa Barat Kondisi infrastruktur belum cukup memadai sebagai pendukung pengembangan sektor pertanian Bencana akibat perubahan iklim (banjir rob, abrasi, kekeringan, sea level rise) berpengaruh terhadap produktivitas pertanian, yaitu sawah dan tambak. Pemerintah lamban dalam mengintervensi harga, harga – harga gabah di pasar di tentukan oleh tengkulak yang menetapkan harga dibawah Harga Pembelian pemerintahan (HPP) dan jauh dibawah harga beras

64


Download ppt "A.Gambaran Umum Kabupaten Indramayu B.Tinjauan Kebijakan C.Isu Perencanaan D.Analisis Aspek  Fisik dan Lingkungan  Sosial dan Kependudukan  Ekonomi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google