Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM MONETER INTERNASIONAL JURUSAN ILMU EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “Veteran” JAWA TIMUR.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM MONETER INTERNASIONAL JURUSAN ILMU EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “Veteran” JAWA TIMUR."— Transcript presentasi:

1 SISTEM MONETER INTERNASIONAL JURUSAN ILMU EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “Veteran” JAWA TIMUR

2 PENGERTIAN KURS VALAS

3 VALUTA ASING (FOREX) Valas atau Forex (Foreign Currency) adalah mata uang asing atau alat pembayaran lainnya yang digunakan untuk melakukan atau membiayai transaksi ekonomi keuangan internasional dan mempunyai catatan kurs resmi pada Bank Sentral. Hard Currency adalah mata uang yang sering digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung dalam transaksi ekonomi dan keuangan internasional serta mempunyai nilai yang relatif stabil dan kadang-kadang mengalami appresiasi. Soft Currency adalah mata uang lemah yang jarang digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung karena nilainya relatif tidak stabil dan sering mengalami depresiasi.

4 Macam-macam alternatif sistem kurs mata uang

5 SISTEM NILAI TUKAR MENGAMBANG BEBAS  Akibat adanya tekanan depresiasi yang semakin meningkat dan untuk mengamankan cadangan devisa yang terus berkurang, pemerintah menghapus rentang intervensi.  Pergerakan nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi yang cukup tinggi.  Fluktuasi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor fundamental ekonomi, tetapi juga oleh faktor-faktor non ekonomis.

6 Keuntungan penerapan nilai tukar mengambang bebas Menjaga keseimbangan neraca pembayaran (balance of payment) Menjamin otonomi moneter yang lebih besar. Penentuan tingkat inflasi tidak tergantung kepada negara mitra dagang Mengisolasi perekonomian dari gangguan eksternal (external shocks) Mempromosikan stabilitas ekonomi Spekulasi (private speculation) dapat mendorong meningkatkan stabilitas ekonomi

7 SISTEM NILAI TUKAR MENGAMBANG BEBAS (FREE FLOATING) Rp W Depresiasi Apresiasi

8 SISTEM KURS TETAP  Kurs resmi Rp 250,- per 1 USD Kurs mata uang lainnya dihitung berdasarkan nilai tukar Rp terhadap USD di bursa valuta asing di Jakarta dan di pasar internasional.  Indonesia menganut sistem kontrol devisa yang relatif ketat.  Eksportir wajib menjual hasil devisanya kepada bank devisa, untuk selanjutnya di jual kepada Bank Indonesia.

9 Keuntungan penerapan nilai tukar tetap atau yang lebih rigid Mempromosikan perdagangan internasional dan investasi Menciptakan disiplin kebijakan-kebijakan makro Promosi kerjasama internasional karena penerapan nilai tukar tetap menjaga tingkat inflasi domestik Mencegah timbulnya spekulasi irasional yang menyebabkan destabilisasi ekonomi

10 Konsekuensi Nilai Tukar Tetap Tingkat keterbukaan ekonomi pun menentukan effektifitas kebijakan devaluasi Tiga phase berbahayanya pada kebijakan moneter. Phase pertama, exchange rate- based stabilization berjalan dengan baik dan dapat menekan inflasi yang meningkatkan stabilisasi ekonomi. Kemudian, pada phase kedua, secara perlahan terjadi apresiasi terhadap riil nilai tukar (real appreciation). Phase ketiga, akibat apresiasi nilai tukar, daya saing ekpor telihat jelas menurun, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah kebijakan devaluasi. Kondisi politik tidak mengizinkan untuk dilakukannya devaluasi: krisis keuangan Stabilitas ekonomi juga tergantung kepada kondisi perekonomian negara yang dipatok mata uangnya Tingkat fleksibilitas upah dan harga domestik merupakan salah satu faktor penting dalam penerapan sistem nilai tukar tetap. Sebagai contoh, untuk mengatasi defisit perdagangan melalui kekuatan pasar, nilai tukar tetap pada umumnya menyebabkan berkurangnya money income relatif terhadap negara lain (mitra dagang)

11 SISTEM NILAI TUKARTETAP (FIXED) Rp W Revaluasi Devaluasi

12 SISTEM KURS MENGAMBANG TERKENDALI  Nilai tukar rupiah diambangkan terhadap sekeranjang mata uang (basket of currencies) negara-negara mitra dagang utama Indonesia.  Pemerintah menetapkan kurs indikasi dan membiarkan kurs bergerak di pasar dengan spread tertentu. Untuk menjaga kestabilan nilai rupiah, pemerintah melakukan intervensi bila kurs bergejolak melebihi batas atas atau batas bawah dari spread. - Sistem nilai tukar mengambang terkendali pada periode tsb dapat dibagi dalam 3 kelompok : a. Managed floating I b. Managed floating II c. Crawling band

13 SISTEM NILAI TUKAR MENGAMBANG TERKENDALI Rp W

14 SISTEM KURS TERTAMBAT Suatu negara mengaitkan nilai mata uangnya dengan suatu mata uang lain atau sekelompok mata uang, yang biasanya merupakan mata uang negara partner dagang yang utama. “Menambatkan” ke suatu mata uang berarti nilai mata uang tersebut bergerak mengikuti mata uang yang menjadi tambatanya.

15 SISTEM KURS TERTAMBAT MERANGKAK Suatu negara melakukan sedikit perubahan dalam nilai mata uangnya secara periodik dengan tujuan untuk bergerak menuju suatu nilai tertentu pada rentang waktu tertentu.

16 SISTEM KURS SEKERANJANG MATA UANG SISTEM SEKERANJANG MATA UANG Pergerakan mata uang disebar dalam sekeranjang mata uang yang berisi kumpulan mata uang negara mitra dagang utama, yang mengakibatkan stabilitas mata uang suatu negara

17 Sejarah perkembangan smi (sistem moneter internasional)

18 SISTEM MONETER INTERNASIONAL Sistem Moneter Internasional (SMI) menunjukkan seperangkat kebijakan, institusi, praktik, peraturan dan mekanisme yang menentukan tingkat dimana suatu mata uang ditukarkan dengan mata uang lain (Shapiro, 1992). SMI sering diibaratkan jaringan lampu lalu lintas, di mana setiap pelaku menganggapnya tidak ada masalah kecuali lampu tersebut rusak atau mati (Rivera-Batiz, 1989)

19 SEJARAH SINGKAT SMI SISTEM STANDART EMAS ( ) Cirinya negara yang menganut standart emas menetapkan nilai mata uangnya dalam nilai emas.

20 Sejarah Singkat Standar Emas Pada 22 Desember 1717 Sir Isaac Newton, pemilik percetakan uang logam Inggris, menetapkan harga emas dengan tiga pounds, 17 shillings, 10,5 pence per ons. Standar Emas: Apabila negara-negara sepakat untuk membeli atau menjual emas dengan sejumlah satuan mata uang yang telah ditetapkan.

21 Kembali ke Standar Emas? Jacques Rueff: Penasihat pemerintah Prancis, Argumen Rueff: Emas: Disiplin Didalam standar emas, pemerintah tidak dapat menciptakan uang tanpa didukung emas. Karena itu betapapun besarnya godaan untuk menciptakan uang lebih banyak untuk kepentingan politik, tanpa mempedulikan akibat-akibat ekonomi, pemerintahan tidak dapat melakukannya tanpa menetapkan jumlah emas. Iniliah disiplin yang dinyatakan Jacques Rueff yang merupakan alat efektif satu-satunya untuk menghindari inflasi.

22 Standar Tukar Emas Standar Tukar Emas: Menetapkan dolar AS sebagai mata uang sentral dengan $35 per ons Emas, dengan harga mana AS Sepakat untuk membeli emas dari atau menjualnya kepada bank-bank sentral lain.

23 SEJARAH SINGKAT SMI SISTEM BRETTON WOODS ( ) Sistem ini beroperasi atas dasar standar pertukaran emas.

24 SISTEM BRETTON WOODS (SBW): (1) SBW dihasilkan dari pertemuan 44 wakil negara di Bretton Woods, New Hampshire, pada Juli Lembaga yang dihasilkan: IMF dan IBRD/World Bank, yang keduanya mempunyai tanggung jawab berbeda. SBW berusaha mencegah berulangnya nasiona-lisme ekonomi dengan kebijakan destruktif “memiskinkan negara tetangga” dan mengarah pada kekurangan peraturan2 yang jelas atas terganggunya permainan selama perang.

25 SISTEM BRETTON WOODS (SBW): (2) Desain sistem tukar emas: setiap negara menentukan nilai pari mata uangnya pada US$, dan US$ menambatkan pada emas ($35/ons). Negara yang memegang US$, seperti emas, dapat digunakan sebagai alat pembayaran internasional (dollar berdasarkan standar tukar emas).

26 SISTEM KURS MENGAMBANG SISTEM KURS MENGAMBANG BEBAS Dimana suatu kurs mata uang ditentukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar tanpa ada campur tangan pemerintah. SISTEM KURS MENGAMBANG TERKENDALI Dimana otoritas moneter berperan aktif dalam menyetabilkan kurs pada tingkat tertentu. Cadangan devisa diperlukan untuk membeli dan menjual valuta asing di pasar untuk mempengaruhi pergerakan kurs.

27 Sistem Moneter Eropa (Eropean Monetary System-EMS) Sebuah pengelompokan sebagian besar negara-negara Eropa Barat yang bekerja sama untuk menjaga mata uang mereka dengan kurs tetap.

28 Euro Uang Logam Euro yang pertama dikeluarkan tahun 1996 oleh Isle of Man. Walaupun Isle of Man secara geografis merupakan bagian kepualauan Inggris, ia memiliki pemerintahan dan rezim perpajakan independen serta memiliki wewenang mengeluarkan uang.

29 Peralihan ke Euro Menurut perjanjian (Maastricht Treaty) peralihan dari mata uang nasional dan ECU ke Euro akan dimulai 1 Januari Dalam sebuah skenario, mata uang nasional dan euro akan ada bersama hingga tahun 2002 dan studi seorang Perancis meramalkan “periode transisi yang sangat rumit”. Studi itu melihat berbagai masalah bagi banyak perusahaan apabila mereka diminta untuk membayar para pemasok dalam euro sementara pelanggan mereka membayarnya dalam franc.

30 Euro berpengaruh atas Dolar AS Apabila dan ketika Euro muncul, ia sekurang- kurangnya akan sama pentingnya dalam sistem moneter dan keuangan internasional seperti dolar AS. Dalam sebuah estimasi, dolar akan menjadi lebih lemah terhadap euro dalam skala global. Akan ada diversifikasi portofolio sekitar $500 miliar sampai $1 triliun kedalam euro yang dampaknya akan sangat berarti atas kurs selama periode transisi yang agak panjang.

31 TUGAS TUGAS A Dapatkah perubahan kurs pada sistem mata uang mengambang terkendali berfluktuasi tinggi? Dapatkah koordinasi kebijakan ekonomi membuat kurs lebih atau kurang stabil ? Bagaimana perbedaan sistem Bretton Woods dengan standar emas? (Dikumpulkan melalui e-learning paling lambat tanggal 12 Maret 2012 pukul 18.00) TUGAS B Cari artikel yang mengkaji tentang sejarah dan perkembangan mata uang Euro. Buatlah ringkasan (dengan kalimat sendiri) dengan jumlah tulisan (tulisan tangan) paling banyak 1 halaman folio. Sertakan sumbernya secara jelas. (Dikumpulkan tgl. 19 maret 2012)

32 TERIMAKASIH


Download ppt "SISTEM MONETER INTERNASIONAL JURUSAN ILMU EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “Veteran” JAWA TIMUR."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google