Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Organizational Behavior Komunikasi dan keputusan kelompok M-6 1 Tony Soebijono.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Organizational Behavior Komunikasi dan keputusan kelompok M-6 1 Tony Soebijono."— Transcript presentasi:

1

2 Organizational Behavior Komunikasi dan keputusan kelompok M-6 1 Tony Soebijono

3 Komunikasi berasal dari bahasa latin “communis” atau ‘common” dalam Bahasa Inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna, “commonness”. Melalui komunikasi kita mencoba berbagi informasi, gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya. Kendala utama dalam berkomunikasi adalah  pemaknaan yang berbeda terhadap lambang yang sama / persepsi Tony Soebijono2

4 3 Definisi komunikasi Process of transmitting meaningful symbols between individual Process of passing information and understanding from one person to another Adalah proses pengiriman ide atau pikiran, dari satu orang kepada orang lain dengan tujuan untuk menciptakan pengertian dalam diri orang yang menerimanya ( C.A.Brown) Tony Soebijono

5 PENTINGNYA BERKOMUNIKASI DENGAN JELAS “WE CANNOT NOT COMMUNICATE” (Bateson, 1972) Komunikasi adalah prasyarat kehidupan Manusia, Fakta : 1.Individu menghabiskan 70% dari waktu mereka untuk berkomunikasi – menulis, membaca, berbicara, mendengar 2.Komunikasi yang buruk merupakan sumber konflik antar personal 3.Sebuah ide betapapun hebatnya tidak berguna hingga dapat disampaikan dan dipahami orang lain KESIMPULAN : Komunikasi meliputi transfer maupun pemahaman Makna 4Tony Soebijono

6 MISKOMUNIKASI “Kesalahan komunikasi dapat menimbulkan akibat yang fatal” 5Tony Soebijono

7 FUNGSI, PROSES DAN ARAH KOMUNIKASI FungsiKontrolMotivasi Ekspresi Emosi Informasi Sumber : Richard D. Irwin Tony Soebijono

8 PROSES KOMUNIKASI Sumber : D.K. Berlo, Process of Communication, Tony Soebijono

9 Arah Komunikasi Ke BawahKe Atas Lateral (horizontal) Contoh : Instruksi, Arahan kerja,Informasi kebijakan dan prosedur kerja Contoh : Feedback, Kuesioner Contoh : Antar Individu yang setara. ARAH KOMUNIKASI Sumber : R.L. Simpson Tony Soebijono

10 KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL Antar personal LisanTertulisNon Verbal Sarana Utama Komunikasi Contoh : Pidato, diskusi, desas-desus informal Komunikasi dalam bentuk tulisan/simbol Contoh : Memo, Fax, , buletin. Pelengkap Komunikasi Meliputi gerakan tubuh, intonasi, mimik, jarak fisik Sumber : Robbins Tony Soebijono

11 KOMUNIKASI ORGANISASI Komunikasi Organisasi Formal Jaringan Rantai Jaringan Roda Seluruh Saluran Informal (grapevine) Berbantuan Komputer Instant Messaging Video Conference Intranet / Ekstranet Knowledge Management Sumber : Robbins, Tony Soebijono

12 PEMILIHAN SALURAN KOMUNIKASI Laporan formal, buletin Pidato yg direkam sebelumnya Kelompok kerja Pidato langsung Konferensi video Memo, surat Voice mail Percakapan Telepon Percakapan tatap muka Kekayaan saluran tinggi Kekayaan saluran rendah Sumber : Robbins, 2007 hal 26 11Tony Soebijono

13 HAMBATAN BAGI KOMUNIKASI YANG EFEKTIF Hambatan Komunikasi Penyaringan / Filtering Persepsi Selektif Kelebihan Informasi EmosiBahasa Kesulitan Komunikasi Sumber : Robbins, Tony Soebijono

14 Kategori komunikasi 1. Komunikasi antar pribadi Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama. 2. Komunikasi kelompok Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi. Tony Soebijono13

15 Kategori komunikasi 3. Komunikasi massa Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik. Tony Soebijono14

16 15 Mengapa komunikasi sulit ? Karena: - Beda latar belakang - Beda tingkat pendidikan - Beda pengalaman / paradigma - Beda pekerjaan, kebutuhan - Beda kedudukan - Beda gaya …..Dsb. Tony Soebijono

17 16 Meningkatkan komunikasi ª TERBUKA ª MENDENGAR ª KONFIRMASI ( 2 Ways ) ª EMPHATY ª NON VERBAL Tony Soebijono

18 17 Tips mendengarkan dengan baik Berhenti berbicara Hilangkan Ketegangan Tunjukkan Perhatian Anda Singkirkan Hal-hal yang mengganggu Perhatian. Tunjukkan Empathy Bersikaplah Sabar Tidak Bersikap Emosional Ajukan pertanyaan secara kritis Tony Soebijono

19 18 Komunikasi non vebal BAHASA TUBUH BAHASA MIMIK / WAJAH BAHASA ISYARAT INTONASI Tony Soebijono

20 19 Body Language Tony Soebijono

21 20 What are These Facial Expression Saying ? Tony Soebijono

22 21 Eye Behavior to Express Emotions Tony Soebijono

23 Proses keputusan kelompok Proses kelompok adalah satu set dari langkah – langkah yang diikuti oleh kelompok tersebut sebagai keterlibatan dalam aktivitas pemecahan masalah. Proses kelompok dapat diklasifikasikan menjadi synthetic, interactive, dan silent reflective. Tony Soebijono22

24 1. Synthetic group process Metode ini mengumpulkan judgment dari orang – orang tanpa bertemu muka. Dua cara dapat dilakukan yaitu melalui: 1.pendekatan survey dan 2.teknik Delphi. Tony Soebijono23

25 a. Survey.  Survey dapat dilakukan kepada decision maker atau staf.  Survey kepada decision maker digunakan untuk melihat seberapa besar keahlian atau kekuatan, kedalam dan keluar organisasi, untuk menindaklanjuti pilihan. b. Teknik Delphi  Survey Delphi adalah meminta dan membandingkan pendapat ( Dalky, 1967)  Survey Delphi dilakukan dengan menggunakan kuesioner  Awal dari kuesioner Delphi menanyakan pertanyaan terbuka dan kuesioner selanjutnya dibangun untuk merespon kuesioner sebelumnya. Tony Soebijono24

26 2. Interactive group process. a.Traditional face to face Mempunyai format diskusi konvensional. Diskusi bebas – mengalir, terbuka dan kemudian diakhiri b Brainstorming Group  Branstorming group adalah interacting groups yang digunakan untuk membangun ide.  Pimpinan menantang grup untuk menumbuhkan ide, mengundang ide baru dan modifikasi ide. Tony Soebijono25

27 3. Silent reflective Proses refleksi diam dianjurkan untuk mengatasi kendala- kendala terhadap partisipasi kelompok dan untuk mendorong pertimbangan bijaksana tentang tugas pengambilan keputusan. Beberapa proses kelompok yang menggunakan refleksi diam yaitu: a.teknik nominal group (Delbecq dan Van de Ven, 1971), b.brainwriting (Gueschka, Shaude, dan Schlicksupp, 1975), c.teknik nominal-interacting (atau NT) (Souder, 1980), dan d.teknik kiva. Tony Soebijono26

28 a. Nominal Group Technique (NGT). Kegiatan kelompok ditujukan untuk mengidentifikasi kriteria atau menetapkan norma-norma, untuk memperoleh informasi, dan untuk menentukan pilihan-pilihan solusi. Empat langkah teknik kelompok nominal (NGT) : 1.Mencatat ide-ide dengan diam; 2.Mendaftarkan ide-ide, bergiliran tiap anggota, hingga ide- ide itu habis; 3.Mendiskusikan ide-ide tersebut untuk mengkonsolidasikan daftar tersebut dan membagi informasi tentang manfaat dari masing-masing ide; 4.Memberikan suara (voting) untuk menyeleksi atau menentukan prioritas. 27Tony Soebijono

29 b. Brainwriting Technique Proses brainwriting (Nutt, 1984c) : 1.Pemimpin memprakarsai suatu sidang pengambilan- keputusan kelompok dengan menaruh lembaran kertas yang mengandung beberapa isyarat tertulis (misalnya, ide-ide yang terfokus pada perhatian kelompok). 2.Para peserta diminta untuk mengambil selembar, membacanya, dan menambahkan ide-ide mereka. Apabila para anggota kehabisan ide, atau menginginkan rangsangan ide orang lain, maka mereka dapat menukarkan daftar yang ada pada mereka dengan satu di tengah-tengah meja tersebut. Setelah meninjau daftar baru, ide-ide ditambahkan dan prosedur itu dilanjutkan hingga ide-ide habis. 28Tony Soebijono

30 c. Nominal-Interacting Technique. Rapat kelompok diselenggarakan menggunakan langkah-langkah Nominal Group Technik (NGT) atau brainwriting dan diselingi proses lobbying untuk saling berbagi pandangan. Proses Nominal-Interacting Technique adalah sebagai berikut : Babak 1 : Langkah 1: Pendaftaran reflektif diam (NGT atau brainwriting) Langkah 2 : Pencatatan round-robin Langkah 3: Anteroom lobbying Langkah 4: Diskusi kelompok Langkah 5: Anteroom lobying Langkah 6: Prioritisasi Awal Langkah 7: Diskusi anteroom Langkah 8: Prioritisasi akhir Babak 2 : Ulangi langkah 3 sampai 8 pada hari lainnya. 29Tony Soebijono

31 d. Kiva Technique. Proses kiva ditemukan oleh orang Indian untuk mengambil keputusan-keputusan suku yang penting. 1.Proses kiva dimulai dengan badan pengambil keputusan utama, misalnya para ketua suku,  pengambilan keputusan pendahuluan. 2. Badan utama ini dikelilingi oleh beberapa cincin (ring) para anggota suku yang mendengarkan diskusi tersebut. 3. Setelah diskusi, dewan suku pindah ke cincin luar (outer ring) dan semua anggota lainnya memindahkan satu ring ke arah pusat 4. Proses ini berulang hingga dewan suku berada lagi dalam cincin tengah tersebut. Para ketua suku, dibantu dengan refleksi-refleksi lainnya, kemudian mempertimbangkan kembali keputusan-keputusan mereka setelah memperhatikan usulan refleksi. 30Tony Soebijono

32 thx 31Tony Soebijono


Download ppt "Organizational Behavior Komunikasi dan keputusan kelompok M-6 1 Tony Soebijono."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google