Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENYEBAB : VIBRIO CHOLERA DAN VIBRIO ELTOR. (ENTERO TOXIN) SERO GROUP : O-1 DAN O-139 SERO TYPE : OGAWA,DAN INABA DAN HIKOJIMA (JARANG)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENYEBAB : VIBRIO CHOLERA DAN VIBRIO ELTOR. (ENTERO TOXIN) SERO GROUP : O-1 DAN O-139 SERO TYPE : OGAWA,DAN INABA DAN HIKOJIMA (JARANG)"— Transcript presentasi:

1

2 PENYEBAB : VIBRIO CHOLERA DAN VIBRIO ELTOR. (ENTERO TOXIN) SERO GROUP : O-1 DAN O-139 SERO TYPE : OGAWA,DAN INABA DAN HIKOJIMA (JARANG)

3 MASA PENULARAN : BEBERAPA HARI PENYEMBUHAN. CARRIER STATE BEBERAPA BULAN (JARANG) PENCEGAHAN : SANITASI LINGKUNGAN,PENYEDIAAN AIR BERSIH, MAKANAN YG HYGIENIS. VACCINE KURANG POTENT UNTUK CONTACT PERSON JENIS VAKSIN KUMAN MATI (DISUNTIKKAN) ORAL VAKSIN DIBERIKAN : JENIS INABA O-1 LIFE VACCINE & NONLIVING VACCINE YANG DITAMBAH TOXIN (DUA KALI PEMBERIAN)

4 RESERVOIR : MANUSIA,JUGA WATER RESEVOIR MELALUI COPEPODS / ZOOPLANKTON DIAIR DAN ESTUARINE MODE OF TRANSMISSION : MAKANAN / MINUMAN TERKONTAMINASI FAECES / MUNTAHAN. SEAFOOD DAN ESTUARINE. MASA INCUBATIE : DALAM BEBERAPA JAM- 5 HARI. MASA PENULARAN : BEBERAPA HARI PENYEMBUHAN. CARRIER STATE BEBERAPA BULAN (JARANG)

5 GEJALA PENYAKIT CHOLERA. SUDDEN ONSET,PROFUSE DIARE PAINLESS,BERAK CAIR, MUNTAH DEHYDRASI CEPAT ACIDOSIS CIRCULATORY COLLAPS,SHOCK HYPOGLYCAEMIA PADA ANAK, RENAL FAILURE, CASE FATALITY RATE 50% DIOBATI  CFR 1% PENGOBATAN : REHYDRATION,ANTIBIOTIKA-TETRACYCLIN, CHLORAMPHENICOL,TMT-SMX ISOLASI TIDAK PERLU KETAT PARENTERAL VAKSINASI TIDAK PERLU HYGIENE PERORANGAN SANGAT PERLU.

6 CHOLERA PELAPORAN PENDERITA : LAPOR KE HEALTH AUTORITY (DINAS KESEHATAN--DIRJEN P2M-PLP) ISOLASI : MASUK RS,TIDAK PERLU ISOLASI KETAT PENGOBATAN : KASUS RINGAN :ORAL REHYDRATION TETRA CYCLIN / DOXYCYCLIN. BILA RESISTEN TMP- SMX, ERYTHROMYCIN KASUS BERAT INFUSS RINGER LACTAT ATAU CAIRAN LAINNYA (WHO-RECOMMENDED). TINDAKAN TERHADAP FAECES,MUNTAHAN DESINFEKSI DENGAN CARBOLATAU JENIS LAINNYA. PAKAIAN BARANG YG TERKONTAMINASI DIBERI AIR PANAS,KARBOLDLL. TINDAKAN KARANTINA : TIDAK DIJALANKAN. TERSANGKA / KONTAK PERSON : DIAWASI DIBERIKAN CHEMO PROPYLAXIS 2 KALI MASA INKUBASI. SURVAILLANS: LINGKUNGAN,SUMBER AIRMINUM,KONTROL LALAT,KECOA.

7 EPIDEMIC MEASURES : 1.PENDIDIKAN KESEHATAN. 2.PERSIAPAN FASILITAS YG MEMADAI CONTOH REHYDRATION CENTRE 3.PENYEDIAAN SAFE WATER SUPLLIES DIBERIKAN CHLORINE UNTUK MINUM,MEMASAK,MANDI SERTA SUMBER TIDAK TERKONTA MINASI OLEH LALAT,PERSIAPAN MAKANAN YANG AMAN, SELALU MEMANASI MAKANAN KEMBALI. 4.SURVAILLANS EPIDEMIOLOGI SUMBER PENULARAN 5.PERSIAPAN SEWAGE DISPOSAL. 6.TIDAK PERLU SUNTIKAN VAKSIN (WHOLE CELL) INTERNATIONAL MEASURES 1.LAPORAN KE WHO, DARI DIRJEN P2M-PLP PERLU MENGIDENTIFIKASI : A.IMPORTED CASES YG PERTAMA B.FIRST TRANSFERRED CASES C.FIRST NON IMPORTED CASE OF CHOLERA DUE V.CHOLERAO-1 ATAU O-139 DIAREA YANG SEBELUMNYA BEBAS TIPE TSB. 2.PEMERIKSAAN KAPAL,PESAWAT SESUAI PROSEDUR. 3.VAKSIN PAR INTERNAL TIDAK DIPERLUKAN.

8 PANDEMIC CHOLERA

9

10 CHOLERA v.cholerae Carrier (codepods)

11

12 Cara – cara Pencegahan Upaya Pencegahan Pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitarnya Penanggulangan Wabah 1.Beri penyuluhan, informasikan kepada masyarakat untuk membersihkan tempat kembang biak nyamuk dan melindungi diri dari gigitan, memasang kawat kasa, perlindungan dengan pakaian dan menggunakan obat gosok anti nyamuk 2.Lakukan survei di masyarakat untuk mengetahui tingkat kepadatan vector nyamuk, untuk mengetahui tempat perindukan dan habitat larva nyamuk 1.Laporan kepada instansi kesehatan setempat; bila terjadi KLB, laporan kasus 2.Isolasi : Kewaspadaan universal terhadap darah 3.Lakukan Investigasi terhadap kontak dan sumber infeksi 4.pengobatan suportif atau penunjang. 1.Temukan dan musnahkan spesies Aedes di lingkungan pemukiman, bersihkan tempat perindukan atau taburkan larvasida di semua tempat yang potensial sebagai tempat perindukan larva Ae. Aegypti. 2.Gunakan obat gosok anti nyamuk bagi orang-orang yang terpajan dengan nyamuk.

13 Cara – cara Pencegahan Implikasi BencanaTindakan Internasional risiko KLB sangat tinggi di daerah endemis kolera, apabila didaerah tersebut orang berkumpul bersama dalam jumlah besar tanpa penanganan makanan yang baik serta tanpa tersedianya fasilitas sanitasi yang memadai. 1.Pemerintah suatu negara harus melaporkan ke WHO dan negara tetangga melalui media elektronika apabila ditemukan penderita kolera disebabkan oleh V. cholerae O1 atau O139 dari daerah/wilayah yang sebelumnya bebas dari kolera. 2.Tindakan dan prosedur mencegah penularan di terapkan di kapal laut, pesawat udara dan angkutan darat yang datang dari daerah terjangkit kolera dalam Peraturan Kesehatan Internasional (International Health Regulation) Pelancong internasional: Imunisasi dengan suntikan vaksin kolera 4.Manfaatkan Pusat – pusat kerjasama WHO

14 XIII.Pemeriksaan laboratorium. 1.Meskipun tanda-tanda dan gejala kolera yang parah jelas di daerah endemik, satu-satunya cara untuk mengkonfirmasikan diagnosis adalah untuk mengidentifikasi bakteri dalam tinja sampel. 2.Tes dipstick cepat kolera, memungkinkan pelayanan kesehatan di daerah terpencil dapat mengkonfirmasikan diagnosis kolera sebelumnya. Konfirmasi lebih cepat membantu untuk mengurangi tingkat kematian sewaktu.wabah kolera dan melakukan penanggulangan sedini mungkin wabah tersebut.

15


Download ppt "PENYEBAB : VIBRIO CHOLERA DAN VIBRIO ELTOR. (ENTERO TOXIN) SERO GROUP : O-1 DAN O-139 SERO TYPE : OGAWA,DAN INABA DAN HIKOJIMA (JARANG)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google