Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

“Carilah dahulu Kerajaan Allah, jangan kuatir akan hari esok.” Edisi : XCIX/ 2 MARET 2014 HARI MINGGU BIASA VIII Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "“Carilah dahulu Kerajaan Allah, jangan kuatir akan hari esok.” Edisi : XCIX/ 2 MARET 2014 HARI MINGGU BIASA VIII Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya,"— Transcript presentasi:

1 “Carilah dahulu Kerajaan Allah, jangan kuatir akan hari esok.” Edisi : XCIX/ 2 MARET 2014 HARI MINGGU BIASA VIII Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya, Jangan kuatir akan hari esok Bacaan Minggu ini, 02 Maret 2014 Bacaan Minggu depan, 09 Maret 2014 Bacaan I : Yes 49:14-15 Bacaan I : Kej 2:7-9, 3:1-7 II : 1Kor 4:1-5 II : Rm 5:12-19 Bacaan Injil Mat 6:24-34 Bacaan Injil Mat 4: Dalam khotbah di bukit, bersabdalah Yesus, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” 25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, apa yang hendak kamu makan dan minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung- burung itu? 27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 Namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian, Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan esok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan lebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Maka janganlah kamu kuatir dan berkata: “Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” PENGUMUMAN GEREJA 1.PETUGAS LITURGI RABU ABU, 5 MARET 2014 :  Lektor: Sdr. James Napitu  Mazmur: Sdri Leony  Dirigen: Bpk Sarwoko  Kolektan: OMK  Dekorasi: Kel : Bpk. Ismail Pasaribu (Kogob) Kel : Bpk. Agus Bebeng  Misdinar : Anggita, Silva, Okta, Tika, Elizabet Turnip, Intan PETUGAS LITURGI MINGGU, 9 MARET 2014 :  Lektor: Sdri. Angel  Mazmur: Ibu. Dora  Dirigen: Ibu Yuli  Kolektan : Ibu Nia dan Ibu Deni  Dekorasi: Kel : Bpk. Yuli Winarko Kel : Bpk. Tamtanus  Misdinar : Okta, Anggita, Vincent, dan Leo  Daharan Romo: Kel : Bpk. Kris Sidabutar 2.JADWAL MISA “RABU ABU” Misa Rabu Abu akan dilaksanakan pada hari Rabu, 5 Maret 2014, pukul WIB (Jam 4 sore), di Gereja Katolik Stasi Natar. 3.DOA ARWAH Mengharapkan kehadiran seluruh umat Stasi Natar pada hari Minggu, 2 Maret 2014, pukul WIB, di rumah keluarga ibu Danarti, (Sdr. Rudi), untuk mendoakan arwah Bpk. Silvester Karyono yang telah dipanggil Tuhan 100 hari yang lalu. 4.DOA JALAN SALIB Dilaksanakan setiap hari Jumat selama masa Prapaskah, dimulai pada tanggal 7 Maret 2014, mulai pukul WIB, bertempat di Gereja Katolik Stasi Natar. 5.LATIHAN KOOR DAN PASIO UNTUK PERAYAAN PASKAH 2014 Kepada seluruh OMK Stasi Natar diharapkan bersama-sama mengikuti latihan KOOR dan PASIO hari ini setelah perayaan Misa, bertempat di Gereja Katolik Stasi Natar. (untuk jadwal latihan tambahan selanjutnya, setiap hari Jumat, pukul WIB) 6.JADWAL PETUGAS PENGAMANAN GEREJA (PAM GEREJA) Minggu, 9 Maret 2014 Koordinator : Bpk. Juli Winarko Anggota : Bpk. Purwanto : Sdr. Bambang 7.KOLEKTE HARI MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 : A.Kolekte: Rp ,- (u/Paroki) B.Dana Pembangunan dan perawatan Gereja: Rp ,- C.Sekolah Minggu: Rp 3.000,- D.PARKIR: Rp ,- Ucapan terimakasih : Gereja kita telah mendapat sumbangan dari ibu NN, berupa 1 (satu) unit kipas angin “TORNADO” untuk menggantikan kipas angin yang telah rusak. Domohon kepada seluruh umat untuk ikut menjaga barang-barang inventaris Gereja bersama-sama.

2 RENUNGAN : Kebahagiaan lahiriah yang sesungguhnya adalah ketika kita merasa cukup dengan semua yang telah kita peroleh dari jerih payah kita selama ini. Tetapi rasa cukup dan bersyukur pada apa yang telah kita peroleh adalah hal yang sangat mahal. Terlalu sering kita merasa kurang, kurang, dan selalu kurang. Itulah sifat dasar manusia yang hanya mengejar harta dan kepentingan duniawi. Hari ini Yesus ingin menyapa kita lebih dalam. Yesus ingin mengingatkan kepada kita semua : “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33) Janganlah kuatir, apa yang hari ini dapat kita makan dan minum, dan apa yang dapat kita pakai, karena Allah tahu semua yang kita perlukan. Allah tidak akan pernah melupakan kita sebagai putra-putri-Nya. Allah yang menciptakan kita, Allah yang memelihara dan mengerjakan segala sesuatu dalam diri kita. Dia lah juga yang akan menyelesaikan Nya dalam diri kita. Karena itu : “Jangan kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri.” Dari sinilah kita dituntut untuk lebih beriman kepada Allah demi menemukan Kerajaan Allah itu. Bukan mencari solusi dengan jalan sesat, tetapi harus mensyukuri apa yang telah kita peroleh selama ini “Carilah Tuhan, maka Ia yang akan menemukanmu.” Ingatlah itu ! Berkat Allah menyertai kita semua. Amin Allah Bapa di surga, aku mengucap syukur atas kelimpahan dan rahmat yang telah Engkau berikan selama ini kepadaku. Bebaskanlah aku dari segala bentuk kecemasan duniawi, sebab aku percaya, bahwa Engkau selalu memelihara dan menjaga aku. Amin PEKAN LITURGI MINGGU INI : 1.Senin, 3 Maret Kamis, 6 Maret 2014 St. Nikolo d Albergati, St. Marinus St. Marsianus, St. Hesikios Bacaan I : 1Ptr 1:3-9 Bacaan I : Ul 30:15-20 Bacaan Injil Mrk 10:17-27 Bacaan Injil Luk 9: Selasa, 4 Maret Jumat, 7 Maret 2014 St. Kasimirus. St. Lusius, PausSta. Felisitas, Mrt Bacaan I : 1Ptr 1:10-16Bacaan I : Yes 58:1-9a Bacaan Injil Mrk 10:28-31Bacaan Injil Mat 9: Rabu, 5 Maret Sabtu, 8 Maret 2014 HARI RAYA RABU ABUSt.Yohanes de Deo, Bacaan I : YI 2:12-18, II : 2Kor 5:20 - 6:2Bacaan I : Yes 58:9b-14 Bacaan Injil Mat 6:1-6, 16-18Bacaan Injil Luk 5:27-32 GEREJA KATOLIK ST. PETRUS STASI NATAR mengucapkan : SELAMAT ATAS TAHBISAN Diakon Antonius Suhermanto menjadi Pastor Diakon Gregorius Suripto menjadi Pastor Frater George Slamet Santosa menjadi Diakon Pada hari Rabu, 26 Februari 2014 “Selamat bertugas menjadi Gembala di Keuskupan Tanjungkarang” (Pengurus Stasi Natar) 2.Jika kita berpantang, pilihlah makanan/ minuman yang paling kita sukai. Pantang daging adalah contohnya, atau yang lebih sukar mungkin pantang garam. Tapi ini bisa juga berarti pantang minum kopi bagi orang yang suka sekali kopi, dan pantang sambal bagi mereka yang sangat suka sambal, pantang rokok bagi mereka yang suka merokok, pantang jajan bagi mereka yang suka jajan. Jadi jika, kita pada dasarnya tidak suka merokok, jangan memilih pantang merokok, sebab itu tidak ada artinya. 3.Pantang tidak terbatas hanya makanan, namun pantang makanan dapat dianggap sebagai hal yang paling mendasar dan dapat dilakukan oleh semua orang. Namun jika satu dan lain hal tidak dapat dilakukan, terdapat pilihan lain, seperti pantang kebiasaan yang paling mengikat, seperti pantang nonton TV, pantang ’shopping’, pantang ke bioskop, pantang ‘gossip’, pantang main ‘game’ dan lain-lain. Jika memungkinkan tentu kita dapat melakukan gabungan antara pantang makanan/ minuman dan pantang kebiasaan ini 4.Puasa minimal dalam setahun adalah Hari Rabu Abu dan Jumat Agung, namun bagi yang dapat melakukan lebih, silakan juga berpuasa dalam ketujuh hari Jumat dalam masa Prapaska (atau bahkan setiap hari dalam masa Prapaska). 5.Waktu berpuasa, kita makan kenyang satu kali, dapat dipilih sendiri pagi, siang atau malam. Harap dibedakan makan kenyang dengan makan sekenyang- kenyangnya. Karena maksud berpantang adalah untuk melatih pengendalian diri, maka jika kita berbuka puasa/ pada saat makan kenyang, kita juga tetap makan seperti biasa, tidak berlebihan. Juga makan kenyang satu kali sehari bukan berarti kita boleh makan snack/ cemilan berkali-kali sehari. Ingatlah tolok ukurnya adalah pengendalian diri dan keinginan untuk turut merasakan sedikit penderitaan Yesus, dan mempersatukan pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib demi keselamatan dunia. 6.Maka pada saat kita berpuasa, kita dapat mendoakan untuk pertobatan seseorang, atau mohon pengampunan atas dosa kita. Doa-doa seperti inilah yang sebaiknya mendahului puasa, kita ucapkan di tengah-tengah kita berpuasa, terutama saat kita merasa haus/ lapar, dan doa ini pula yang menutup puasa kita/ sesaat sebelum kita makan. Di sela-sela kesibukan sehari-hari kita dapat mengucapkan doa sederhana, “Ampunilah aku, ya Tuhan. Aku mengasihi-Mu, Tuhan Yesus. Mohon selamatkanlah …..” (sebutkan nama orang yang kita kasihi) 7.Karena yang ditetapkan di sini adalah syarat minimal, maka kita sendiri boleh menambahkannya sesuai dengan kekuatan kita. Jadi boleh saja kita berpuasa dari pagi sampai siang, atau sampai sore, atau bagi yang memang dapat melakukannya, sampai satu hari penuh. Juga tidak menjadi masalah, puasa sama sekali tidak makan dan minum atau minum sedikit air. Diperlukan kebijaksanaan sendiri (prudence) untuk memutuskan hal ini, yaitu seberapa banyak kita mau menyatakan kasih kita kepada Yesus dengan berpuasa, dan seberapa jauh itu memungkinkan dengan kondisi tubuh kita. Walaupun tentu, jika kita terlalu banyak ‘excuse’ ya berarti kita perlu mempertanyakan kembali, sejauh mana kita mengasihi Yesus dan mau sedikit berkorban demi mendoakan keselamatan dunia. Demikian ulasan mengenai pantang dan puasa menurut ketentuan Gereja Katolik. Semoga bermanfaat. Sumber :

3 R abu Abu adalah hari pertama Masa Prapaskah, yang menandai bahwa kita memasuki masa tobat 40 hari sebelum Paskah. Angka “40 ″ selalu mempunyai makna rohani sebagai lamanya persiapan. Misalnya, Musa berpuasa 40 hari lamanya sebelum menerima Sepuluh Perintah Allah (Kel 34:28), demikian pula Nabi Elia (lih. 1 raj 19:8). Tuhan Yesus sendiri juga berpuasa selama 40 hari 40 malam di padang gurun sebelum memulai pewartaan-Nya (Mat 4:2). 1. Mengapa hari Rabu? Gereja Katolik menerapkan puasa ini selama 6 hari dalam seminggu (hari Minggu tidak dihitung, karena hari Minggu dianggap sebagai peringatan Kebangkitan Yesus), maka masa Puasa berlangsung selama 6 minggu ditambah 4 hari, sehingga genap 40 hari. Dengan demikian, hari pertama puasa jatuh pada hari Rabu. (Paskah terjadi hari Minggu, dikurangi 36 hari (6 minggu), lalu dikurangi lagi 4 hari, dihitung mundur, jatuh pada hari Rabu). Jadi penentuan awal masa Prapaskah pada hari Rabu disebabkan karena penghitungan 40 hari sebelum hari Minggu Paskah, tanpa menghitung hari Minggu. 2. Mengapa Rabu “Abu”? Abu adalah tanda pertobatan. Kitab Suci mengisahkan abu sebagai tanda pertobatan, misalnya pada pertobatan Niniwe (lih. Yun 3:6). Di atas semua itu, kita diingatkan bahwa kita diciptakan dari debu tanah (Lih. Kej 2:7), dan suatu saat nanti kita akan mati dan kembali menjadi debu. Olah karena itu, pada saat menerima abu di gereja, kita mendengar ucapan dari Pastur : “Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil” atau, “Kamu adalah debu dan akan kembali menjadi debu” (you are dust, and to dust you shall return).” 3. Tradisi Ambrosian Dalam tradisi Ambrosian yang diterapkan di beberapa keuskupan di Italia, Masa Prapaskah dihitung selama 6 minggu, termasuk hari Minggunya, di mana kemudian hari Jumat Agung dan Sabtu Sucinya tidak diadakan perayaan Ekaristi, demi merayakan dengan lebih khidmat Perayaan Paskah. Pada hari rabu abu, umat yang datang ke Gereja dahinya diberi tanda salib dari abu sebagai simbol upacara. Simbol ini mengingatkan umat akan ritual Israel kuno di mana seseorang menabur abu di atas kepalanya atau di seluruh tubuhnya sebagai tanda kesedihan, penyesalan dan pertobatan (misalnya seperti dalam Kitab Ester 4:1, 3). Dalam Mazmur 102:10 penyesalan juga digambarkan dengan "memakan abu": "Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan." Biasanya pemberian tanda tersebut disertai dengan ucapan, "Bertobatlah dan percayalah pada Injil." Banyak orang Katolik menganggap hari Rabu Abu sebagai hari untuk mengingat kefanaan seseorang. Pada hari Rabu Abu umat Katolik berusia 18–59 tahun diwajibkan berpuasa, dengan batasan makan kenyang paling banyak satu kali, dan berpantang. Sumber : HARI RAYA “ RABU ABU” 5 MARET 2014 karya kesalehan dan amal-kasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dengan berpuasa dan berpantang, menurut norma kanon-kanon berikut. Kan Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan juga masa prapaskah. Kan Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus. Kan Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun hendaknya berusaha juga, agar mereka yang karena usianya masih kurang, tidak terikat wajib puasa dan pantang, tetapi harus dibina ke arah pertobatan yang sejati. Kan Konferensi para Uskup dapat menentukan dengan lebih rinci pelaksanaan puasa dan pantang; dan juga dapat menggantikan seluruhnya atau sebagian wajib puasa dan pantang itu dengan bentuk-bentuk tobat lain, terutama dengan karya amal-kasih serta latihan-latihan rohani. Berdasarkan ketentuan dari Konferensi para Uskup di Indonesia menetapkan : A Hari Puasa dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama Masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung. B.Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berusia genap 14 tahun ke atas. C.Puasa (dalam arti yuridis) berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang (dalam arti yuridis) berarti memilih pantang daging, atau ikan atau garam, atau jajan atau rokok. Bila dikehendaki masih bisa menambah sendiri puasa dan pantang secara pribadi, tanpa dibebani dengan dosa bila melanggarnya. Maka penerapannya adalah: 1.Kita berpantang setiap hari Jumat sepanjang tahun (contoh: pantang daging, pantang rokok dll) kecuali jika hari Jumat itu jatuh pada hari raya, seperti dalam oktaf masa Natal dan oktaf masa Paskah. Penetapan pantang setiap Jumat ini adalah karena Gereja menentukan hari Jumat sepanjang tahun (kecuali yang jatuh di hari raya) adalah hari tobat. Namun, jika kita mau melakukan yang lebih, silakan berpantang setiap hari selama Masa Prapaska.

4 APP 2014 KOMISI PENGEMBANGAN IMAN KEUSKUPAN TANJUNGKARANG Minggu ini kita sudah memasuki masa Prapaskah, diawali dengan perayaan Rabu abu 5 Maret “BELAJAR SEPANJANG HIDUP” itulah tema pendalaman APP 2014 yang ditawarkan Komisi Pengembangan Iman, Keuskupan Tanjungkarang untuk direnungkan dalam masa Prapaskah 2014 ini. Melalui tema ini, kita diajak untuk merefleksikan bersama nilai luhur pekerjaan manusia yang bertumpu pada panggilan untuk menjadi sempurna seperti Bapa sempurna adanya. Untuk mewujudkan kesempurnaan itu kita perlu belajar terus menerus melalui setiap pekerjaan yang kita lakukan, sehingga mampu menemukan cara-cara baru dan inovatif dalam bekerja, yang pada akhirnya mempunyai dampak yang berguna bagi perkembangan hidup kita. Komisi Pengembangan Iman, Keuskupan Tanjungkarang mengharapkan pendalaman APP 2014 ini dapat kita laksanakan dalam lingkungan kita masing-masing dalam 4 kali pertemuan, berdasarkan 4 tema pokok, yaitu : 1. Manusia dipanggil menjadi Mitra-Allah (Mat 25:31-46) : Penghakiman Terakhir. 2. Miras dan Narkoba melawan kemanusiaan (Yoh 10:9-14) : Gembala Yang Baik. 3. Belajar hidup menurut pola para murid Yesus(Mat 8:18-23) : Hal Mengikuti Yesus. 4. Membangun Hidup Persaudaraan Sejati (Luk 10:29-37) : Orang Samaria yang murah hati. Semoga masa Prapaskah ini menjadi kesempatan indah bagi kita semua untuk semakin memahami panggilan hidup kita sebagai mitra kerja Allah melalui usaha dan pekerjaan yang kita lakukan setiap hari, sehingga mampu semakin meningkatkan martabat hidup kita yang telah ditebus oleh Salib Kristus. JADWAL PERTEMUAN APP 2014 STASI ST. PETRUS NATAR LINGKUNGAN ST. THOMAS NATAR : PERTEMUANTEMPATHARI/TANGGALPUKUL IKel : Bpk. Antonius HandokoSabtu, WIB IIKel : Bpk. Ign. Yuli WinartoSabtu, WIB IIIKel : Bpk. Kris FebriantoSabtu, WIB IVKel : Bpk. NgadionoSabtu, WIB LINGKUNGAN ST. STEFANUS BRANTI : PERTEMUANTEMPATHARI/TANGGALPUKUL IKel : Ibu. NormaSabtu, WIB IIKel : Bpk. HaryantoSabtu, WIB IIIKel : Bpk. Sitinjak Sabtu, WIB IVKel : ………………….Sabtu, WIB Catatan : Umat dimohon membawa Kitab Suci. BERPUASA DAN BERPANTANG MENURUT TRADISI GEREJA KATOLIK B agaimanakah berpuasa yang benar menurut ajaran Gereja Katolik, kapan dan bagaimana puasa itu dilakukan? Pertama-tama perlu kita ketahui dulu alasan mengapa kita berpuasa dan berpantang. Bagi kita orang Katolik, puasa dan pantang artinya adalah tanda pertobatan, tanda penyangkalan diri, dan tanda kita mempersatukan sedikit pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib sebagai silih dosa kita, dan demi mendoakan keselamatan dunia. Jadi puasa dan pantang bagi kita tak pernah terlepas dari doa. Dalam masa prapaskah, maka puasa, pantang dan doa harus disertai juga dengan perbuatan amal kasih bersama-sama dengan anggota Gereja yang lain. Dengan demikian, pantang dan puasa bagi kita orang Katolik merupakan latihan rohani yang mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama, dan bukan untuk hal lain, seperti diit/ supaya kurus, menghemat, dan lain-lain. Dengan mendekatkan dan menyatukan diri dengan Tuhan, maka kehendak-Nya menjadi kehendak kita. Dan karena kehendak Tuhan yang terutama adalah keselamatan dunia, maka melalui puasa dan pantang, kita diundang Tuhan untuk mengambil bagian dalam karya penyelamatan dunia, dengan cara yang paling sederhana, yaitu berdoa dan menyatukan pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib. Kita pun dapat mulai mendoakan keselamatan dunia dengan mulai mendoakan bagi keselamatan orang-orang yang terdekat dengan kita: orang tua, suami/ istri, anak-anak, saudara, teman, dan juga kepada para imam, pemimpin Gereja, pemimpin negara dan lain-lain. Berikut ini mari kita lihat ketentuan tobat dengan puasa dan pantang, menurut Kitab Hukum Kanonik Gereja Katolik : Kan Semua orang beriman kristiani wajib menurut cara masing-masing melakukan tobat demi hukum ilahi; tetapi agar mereka semua bersatu dalam suatu pelaksanaan tobat bersama, ditentukan hari-hari tobat, dimana umat beriman kristiani secara khusus meluangkan waktu untuk doa, menjalankan KETIKA YESUS BERPUASA 40 HARI DI PADANG GURUN


Download ppt "“Carilah dahulu Kerajaan Allah, jangan kuatir akan hari esok.” Edisi : XCIX/ 2 MARET 2014 HARI MINGGU BIASA VIII Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google