Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 MODIFIKASI PERILAKU KULIAH KE – 12 Penghilangan Perilaku Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 MODIFIKASI PERILAKU KULIAH KE – 12 Penghilangan Perilaku Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta."— Transcript presentasi:

1 1 MODIFIKASI PERILAKU KULIAH KE – 12 Penghilangan Perilaku Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

2 2 1)Penghapusan perilaku (extinction) = prosedur penghentian pemberian pengukuhan pada perilaku yg semula dikukuhkan, sampai ke tingkat sebelum perilaku itu dikukuhkan Kuncinya = penghilangan pengukuhan. Cara pengubahan perilaku

3 3 2) Hukuman (punishment) = prosedur yg mana pemberian stimulus yang mengikuti suatu perilaku akan mengurangi dg segera kemungkinan berulangnya perilaku tersebut. Biasa ditujukan untuk perilaku tidak adaptif (destruktif). Definisi hukuman bergantung pada efek dari pemberian stimulus. * bentakan  perilaku rewel berhenti = hukuman * bentakan  rewel berulang2 = pengukuhan * ditampar * penderitaan psikhis (ditertawakan, diejek terus2an). Kunci = pemberian pengukuhan negatif. Cara pengubahan perilaku

4 4 1)Tidak memberikan tanggapan * Si A biasa mendpt tanggapan si B ketika bergosip. Suatu saat si A bergosip lagi, si B diam saja (tidak perhatikan si A). * Pengemis laki2, sekitar 40 th, kulit hitam, etnis seperti orang timur, beroperasi malam hari di perempatan jakal, kadang merokok. Ia tdk meminta uang di mobil saya tetapi di mobil lain ia menadahkan tangan. Ini karena saya tidak pernah memberi uang/ menanggapi nya. Contoh penghapusan perilaku

5 5 2) Memberikan pengukuhan yg sangat sedikit / tidak berharga. * Pengemis biasa dpt Rp Suatu ketika pengemis dpt Rp. 10 sebanyak 10 buah. Atau suatu ketika pengemis dpt sebanyak Rp ) Pemberian tanggapan negatif berdasar budaya * Itu ora ilok (jawa: tidak bagus dilakukan), * Ttu dosa (agama). Contoh penghapusan perilaku

6 6 1)Jadwal pemberian pengukuh. * Perilaku dg pengukuh yg diberikan secara teratur akan mudah dihapus dripad perilaku dg pengukuh yg diberikan secara tdk teratur (berdasarkan wkt / target tertentu). Determinan penghapusan perilaku

7 7 2 ) Jumlah pengukuh. Perilaku yg dulu pengukuhnya banyak, kini sulit diubah. * Berkelahi sgh dpt tepukan teman dan dpt upeti dari musuh. * Kreatif cari alasan sulit diubah krn indv selalu jadi rujukan teman2 yg bermasalah. Menjadi rujukan adalh sebuah pengukuhan yang berarti banyak bg indv yg tidak dpt kasih sayang keluarga. * Malas cari pekerjaan tetapi indv punya banyak resource (pandai, fisik kuat), sehingga sell menjadi rujukan org2 yg punya masalah. Malas cari pekerjaan menjadi sulit diubah. Determinan penghapusan perilaku

8 8 3) Besarnya usaha. Semakin indv keras usahanya untuk suatu perilaku, maka semakin sulit perilaku itu diubah. * Perilaku berhutang. * Perilaku pacaran back street. 4) Pentingnya perilaku. Semakin penting suatu perilaku bg indv, semakin sulit mengubah peirlaku. * Enggan berkomunikasi penting bg indv agar tidak diintervensi hidupnya. * Kreatif cari alasan agar terhindar dari program olah raga berat bagi atlet yg malas. Determinan penghapusan perilaku

9 9 5) Penghapusan peirlaku hrs konsisten. Bila tidak dilakukan sec konsisten, mk indv bingung. 6) Kewaspadaan thd persaingan perilaku oleh model lain. Hal ini karena indv suka membanding2kan dg org lain. * Mengapa saya disuruh berubah, sementara org lain tidak? 7) Kesultan mengendalikan pengukuhan yg diberikan oleh org lain. * Perilaku ngepek si A harus diubah, sementara perilaku ngepek si B di kelas lain oleh guru lain justru mendapat nilai bagus (krn tidak ketahuan). 8) Tingkat kegigihan terapis (tidak mudah menyerah) terutama utnuk program pengubahan perilaku yang berjangka lama. Determinan penghapusan perilaku

10 10 1)Untuk mengubah perilaku yang tidak adaptif seperti suka bergosip. Contoh: Si A biasa mendpt tanggapan si B ketika bergosip. = Suatu saat si A bergosip lagi, si B diam saja (tidak perhatikan si A).  penghapusan perilaku. = Suatu saat si B bergosip lagi, si B kemudian membentak (beri perhatian negatif pada A)  hukuman Hukuman

11 11 1)Konsisten (model / terapis dituntut tuk reliabel perilakunya) dalam hal bentuk & porsi hukuman. 2)Tidak ada fenomena anak emas / anak tiri (emosi model stabil). 3)Diberikan seketika, shg jelas hubungan ant perilaku yg akan diubah & hukuman. 4)Intensitas kuat. Omelan vs bentakan, mana yg lebih kuat? 5)Kombinasi dg metode lain. Ini bisa untuk indv yg senang dihukum. Dihukum = menyenangkan dan mendpt perhatian dari model. Syarat memberikan hukuman yg efektif

12 12 1) Withdrawal  Melarikan diri, membolos, resign, tertidur, tidak mau memperhatikan, HP dimatikan spy tidak dpt dipantau, tidak mau balas surat / hp/ . Apalagi perilaku melarikan diri lainnya? Semua komunikasi menjadi terputus. 2) Memunculkan keinginan tuk balas dendam. Apalgi bila model tidak konsisten. Indv akan mencermati perilaku model shg balas dendamnya dapat lancar dilakukannya. Apalgi bila indv adalah pendendam, ia akan semakin rajin mencari strategi utnuk melancarkan balasannya. Dampak hukuman

13 13 3) Berpengaruh pd perilaku lainnya. Indv suka ngobrol di kelas, dihukum, sehingga ia menjadi pendiam, tidak mau bicara, menarik diri. Semuanya dilakukan tuk hindarkan hukuman. 4) Taat hanya pd model tertentu. Misal, taat peraturan hanya pd polisi. Tidak ada polisi langgar rambu-rambu meski ada penjaga lalin yg bukan polisi. Dampak hukuman

14 14 5) Jenis hukuman sering dicontoh pihak lain, bukan perilaku yang mendapat hukuman. * Hukuman berupa cemoohan pd seorg anak oleh guru, akan ditiru anak lain meski anak teresbut sdng tidak melakukan pelanggaran perilaku. * Anak yg sering dipukul orangtuanya, akan meniru memukul temannya. 6) Perilaku yg tidak adaptif itu dicontoh. Karena sering dibahas di koran / tv/ maka perilaku tidak adaptif justru dicontoh. Perilaku tidak adaptif menjadi populer. Dampak hukuman

15 15 7) Penderitaan terhukum akan menimbulkan simpati pada lingkungan sos. Simpati itu justru menjadi berkah bagi terhukum, sehingga perilakunya menajid sulit diubah. INGAT BAGI MODEL: Sebaiknya hindarkan hukuman, tetapi carilah jalan agar indv dapat terpelihara perilakunya yg terpuji. Dampak hukuman

16 16 Referensi: Soekadji, S. (1983). Modifikasi perilaku: Penerapan sehari-hari dan penerapan profesional. Yogyakarta: Liberty.


Download ppt "1 MODIFIKASI PERILAKU KULIAH KE – 12 Penghilangan Perilaku Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google