Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Koalisi Merah Putih VS Koalisi Indonesia Hebat. Daftar Isi 1. Latar belakang 2. Profil Koalisi Merah Putih 3. Profil Koalisi Indonesia Hebat 4. Pola Politik.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Koalisi Merah Putih VS Koalisi Indonesia Hebat. Daftar Isi 1. Latar belakang 2. Profil Koalisi Merah Putih 3. Profil Koalisi Indonesia Hebat 4. Pola Politik."— Transcript presentasi:

1 Koalisi Merah Putih VS Koalisi Indonesia Hebat

2 Daftar Isi 1. Latar belakang 2. Profil Koalisi Merah Putih 3. Profil Koalisi Indonesia Hebat 4. Pola Politik 5. Fenomena yang terjadi 6. Permasalahan-permasalahan 7. Solusi yang terbaik 8. kesimpulan

3 1. Latar Belakang Soliditas Koalisi Merah Putih (KMP) dianggap lebih buruk dibandingkan dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) karena tipikal partai pengusung koalisi oposisi tersebut dinilai lebih oportunis. Rapat paripurna pemilihan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat seolah menjadi babak baru persaingan Koalisi Indonesia Hebat dengan Koalisi Merah Putih. Dua koalisi itu harus menentukan satu paket untuk calon pimpinan MPR.

4 2. Profil Koalisi Merah Putih Setelah melewati proses panjang akhirnya terpilih paket pimpinan MPR untuk periode Kelima pimpinan MPR terpilih yang dimotori Koalisi Merah Putih (KMP) itu adalah Zulkifli Hasan sebagai ketua didampingi Mahyudin, EE Mangindaan, Hidayat Nur Wahid dan Oesman Sapta sebagai wakil ketua.

5 Kelima orang pimpinan MPR itu bukanlah nama yang asing. Mereka sudah wara-wiri di dunia politik. Berikut profil singkat kelima pimpinan MPR terpilih : 1. Zulkifli Hasan Zulkifli Hasan lahir di Penengahan, Lampung Selatan, 17 Mei Zulkifli pernah menjabat Menteri Kehutanan Indonesia sejak 22 Oktober Sebelumnya ia pernah menjabat Sekretaris Jenderal PAN periode

6 2. EE Mangindaan EE Mangindaan lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Januari Mangindaan pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara periode Setelah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, ia terpilih sebagai anggota DPR dan menjabat sebagai Ketua Komisi II periode

7 3. Mahyudin Mahyudin lahir di Bulungan, Kalimantan Timur, 8 Juni Mahyudin adalah Bupati Kutai Timur ke-2 yang menjabat pada periode tahun 2003 hingga Dia menjabat sebagai anggota komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat pada periode 2009– 2014 dari Partai Golkar.

8 4. Hidayat Nur Wahid Hidayat Nur Wahid lahir di Kebon Dalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Dia adalah politikus senior PKS. Hidayat merupakan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ke-11, menjabat dari Oktober 2004 hingga Oktober Hidayat juga pernah duduk sebagai Ketua Fraksi PKS di Dewan Perwakilan Rakyat. Selain itu, karier politiknya pernah diwarnai kekalahan di Pigub DKI Hidayat saat itu kalah dari Jokowi.

9 5. Oesman Sapta Oesman Sapta Odang lahir di Sukadana, Kalimantan Barat, 18 Agustus Dia adalah seorang pengusaha dan politikus. Oesman merupakan pendiri Partai Persatuan Daerah dan pernah menjabat sebagai wakil ketua MPR RI periode Di dunia bisnis, Oesman Sapta pernah tercatat sebagai komisaris Lion Air.

10 3. Profil Koalisi Indonesia Hebat Dinamika jelang pemilihan Pimpinan MPR terus bergulir. Salah satu kejutan yang terjadi adalah bergabungnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang sebelumnya ada di dalam Koalisi Merah Putih (KMP).

11 Koalisi Indonesia Hebat yang mengusung Joko Widodo (Jokowi)- Jusuf Kalla menerima nama Oesman Sapta sebagai calon pimpinan MPR. Selanjutnya nama Oesman Sapta akan disandingkan dengan satu kader Partai Kebangkitan Bangsa, satu kader PDI Perjuangan, satu kader Partai Persatuan Pembangunan, dan satu lagi kader dari Partai Hanura atau Partai NasDem.

12 Keputusan itu diperoleh setelah para petinggi partai berlambang Ka'bah antara lain Suryadharma Ali, Emron Pangkappi, Romahurmuziy, dan Hazrul Azwar menggelar rapat dengan perwakilan Koalisi Indonesia Hebat, di lantai 15 Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.

13 4. Pola Politik Politik sangat erat kaitannya dengan masalah kekuasaan, pengambilan keputusan, dan kebijakan publik. Kekuasaan tersebut secara teori seharusnya digunakan untuk mengatur suatu kelompok masyarakat demi terciptanya tatanan negara yang teratur. namun pada kenyataannya politik banyak diselewengkan sebagai media untuk memperkaya diri yaitu korupsi.

14 Korupsi sendiri tidak terjadi begitu saja tanpa adanya penyebab. Pada dasarnya maraknya budaya politik yang dipraktekan oleh sebagian besar kepala daerah tidak terlepas dari sistem politik di indonesia yang melanggengkan budaya politik. Lalu sistem politik yang seperti apa yang melanggengkan budaya korupsi? Berikut ada beberapa sistem politikyang harus diberantas hingga akar-akarnya.

15 Pada tahun 1609 Perayaan Kemerdekaan Dua Belas Tahun ditandai dengan gencatan senjata sementara dengan Spanyol dalam peperangan yang dimulai tahun 1568 akibat serangan militer yang dilancarkan oleh William van Oranje. 5. Fenomena yang terjadi

16 Khusus untuk perayaan itu Claes Janszoon Visscher menerbitkan sebuah peta Benelux (Belanda, Belgia, Luxembourg) dalam bentuk seekor singa, Leo Belgicus. Peta tersebut menggambarkan ke tujuhbelas negara bagian sebagai sebuah kesatuan, hidup berdampingan dengan damai karena adanya gencatan senjata, menampilkan simbol tuhan Mars yang tertidur di bagian kanan bawah.

17 6. Permasalahan-permasalahan Kondisi politik di Indonesia saat ini sangat buruk. Hal ini disebabkan oleh penurunan politik Indonesia tidak sehat. Banyak politisi di negeri ini yang terlibat dalam kasus korupsi. Sebenarnya, apa yang dibutuhkan bukanlah popularitas tetapi kinerja yang optimal yang dapat membangun Indonesia yang sangat baik politik.

18 7. Solusi yang terbaik Mencermati situasi politik dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan tengah berupaya mencari opsi atau solusi terbaik terkait dengan sistem pemilihan yang akan diberlakukan ke depan. Kekuatan politik nyaris terbelah menjadi dua dengan sejumlah varian dan konon saya diharapkan juga untuk ikut mencari opsi membangun yang terbaik.

19 8. Kesimpulan Walau kubu Jokowi dan media pendukungnya mengklaim bahwa Jokowi – Jusuf Kalla dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) adalah pro rakyat, namun hal itu tidak terbukti di lapangan. Kejadian di lapangan malah menunjukkan sebaliknya. Ini di dukung dengan Megawati yang sudah terbukti dan dikenal sebagai antek kapitalis sebagaimana menurut pernyataan Rachmawati Soekarno Putri.

20 Sementara, Jusuf Kalla pun pernah ‘mendeklarasikan’ dirinya sebagai pro Amerika. Bahkan ia menegaskan Amerika harus di contoh. Tidak ada yang salah dari Amerika menurut kakek dari 10 cucu itu. Dengan begitu, wajar saja muncul kesimpulan bahwa KIH bukan pro rakyat, namun lebih kepada pro asing. Ingat, sampai detik ini belum ada kebijakan asing yang menguntungkan rakyat pribumi. Sumber daya alam dan manusia Indonesia di eksploitasi tanpa hati nurani. Lalu, apa yang mnyebabkan Mgawati bisa pro asing? Inilah yang harus ditelusuri lebih lanjut.

21 Terimakasih.


Download ppt "Koalisi Merah Putih VS Koalisi Indonesia Hebat. Daftar Isi 1. Latar belakang 2. Profil Koalisi Merah Putih 3. Profil Koalisi Indonesia Hebat 4. Pola Politik."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google