Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Gangguan sistem Reproduksi. Pokok bahasan Gangguan kehamilan Hiperemesis gravidarum Aborsi dan Prematuritas Anemia pada kehamilan Infertilitas Pada pria.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Gangguan sistem Reproduksi. Pokok bahasan Gangguan kehamilan Hiperemesis gravidarum Aborsi dan Prematuritas Anemia pada kehamilan Infertilitas Pada pria."— Transcript presentasi:

1 Gangguan sistem Reproduksi

2 Pokok bahasan Gangguan kehamilan Hiperemesis gravidarum Aborsi dan Prematuritas Anemia pada kehamilan Infertilitas Pada pria Pada wanita

3 Hiperemesis Gravidarum Mual dan muntah adalah gejala yang wajar pada kehamilan trimester I Biasanya terjadi pagi hari, tapi bisa juga setiap saat Terjadi sekitar usia kehamilan 6 minggu selama kurang lebih 10 minggu Disebabkan karena meningkatnya kadar estrogen dan HCG dalam darah Pengaruh fisiologik hormon2 tersebut masih belum jelas

4 HG: etiologi Penyebab pasti belum jelas Faktor predisposisi: primigravida, mola hidatidosa, kehamilan ganda Masuknya vili korialis dalam sirkulasi maternal Alergi ibu terhadap anak Psikologik

5 HG: patofisiologi Bila terjadi terus menerus  dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit  alkalosis hipokloremik Cadangan KH dan lemak habis terpakai  oksidasi lemak tak sempurna  ketosis. Hemokonsentrasi  nutrisi dan O2 ke jaringan menurun  tertimbunnya zat metabolik yang toksik. Hipokalemia karena muntah dan peningkatan ekskresi dari ginjal memperparah muntah  merusak liver.

6 HG: gejala dan tanda Tingkat I: mual terus menerus mempengaruhi keadaan umum penderita, lemah, BB turun, nyeri epigastrium. Frekuensi nadi meningkat 100/mnt, TD sistolik menurun, turgor kulit menurun, lidah kering, mata cekung Tingkat II: penderita lemah dan apatis, turgor kulit lebih berkurang, lidah kering dan kotor, nadi kecil dan cepat, kadang demam dan mata ikterik. Hemokonsentrasi, oliguria, konstipasi. Tercium aseton dari nafas dan urin. Tingkat III: muntah berhenti, kesadaran somnolen sampai koma, ikterus. Ensefalopati Wernicke: nistagmus, diplopia dan perubahan mental

7 HG: tata laksana Memberi pengertian pada ibu bahwa kehamilan dan persalinan adalah proses fisiologis Modifikasi diet Obat-obatan: vitamin B1 dan B6 Isolasi Terapi psikologik Cairan infus Terminasi kehamilan

8 Aborsi Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (sebelum beratnya mencapai 500g atau usia kurang dari 22 minggu) tanpa tindakan : abortus spontan, dengan tindakan : abortus buatan, atas indikasi medis: abortus terapetik

9 Abortus: etiologi Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi –Kelainan kromosom: trisomi, poliploidi, kelainan kromosom seks –Pengaruh eksternal: radiasi, virus, obat-obatan, parasit Kelainan plasenta: endarteritis karena hipertensi Penyakit ibu: pneumonia, tifus, pielonefritis, malaria. Toksin, bakteri, virus atau plasmodium masuk melalui plasenta ke janin, menyebabkan kematian janin  abortus Kelainan traktus genitalis: retroversio uteri, mioma uteri, inkompetensi serviks

10 Abortus: patologi Perdarahan pada desidua basalis diikuti nekrosis jaringan sekitar  Hasil konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya  kontraksi uterus Pada kehamilan < 8 minggu, hasil konsepsi biasanya keluar seluruhnya karena vili koriales belum menembus desidua secara mendalam Pada 8-14 minggu, umumnya plasenta tidak lepas sempurna  perdarahan >14 minggu, ketuban pecah  keluar janin diikuti plasenta. mirip persalinan prematur

11 Abortus: komplikasi Perdarahan Perforasi uterus Infeksi Syok perdarahan dan syok septik

12 Prematuritas Persalinan pada usia kehamilan 37 minggu atau kurang Berpotensi menyebabkan kematian perinatal, berhubungan dengan berat lahir rendah Masalah utama: perawatan bayi preterm

13 Prematuritas: etiologi Hipertensi : cenderung diterminasi Perkembangan janin terhambat: a.l karena malnutrisi Solusio plasenta Plasenta previa Kelainan rhesus Diabetes : bila kadar gula darah tidak terkendali, cenderung diterminasi

14 Prematuritas: keadaan yang menimbulkan kontraksi Kelainan bawaan uterus Ketuban pecah dini Inkompetensi serviks Kehamilan ganda

15 Anemia pada Kehamilan Pada kehamilan terjadi hidremia atau hipervolemia  cardiac output meningkat Penambahan sel kurang dibanding penambahan plasma (plasma 30%, sel darah 18%, hemoglobin 19%) sehingga terjadi pengenceran Merupakan penyesuaian fisiologis untuk meringankan beban jantung (viskositas <, resistensi perifer<  TD tidak naik) Mengurangi unsur besi yang hilang pada perdarahan waktu persalinan

16 Anemia pada kehamilan Bertambahnya darah mulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncak pada minggu Hb g/100mL pada wanita hamil dianggap tidak anemia Anemia pada kehamilan bila Hb < 10g/ 100mL

17 Pengaruh anemia pada kehamilan Abortus Partus prematur Partus lama karena inersia uteri Perdarahan post partum karena atonia uteri Syok Infeksi Anemia berat  gagal jantung Kematian janin Prematuritas Cacat bawaan

18 Anemia dalam kehamilan Anemia defisiensi besi 62,3% Megaloblastik29% Hipoplastik8% Hemolitik0,7% (penelitian di Jakarta, 1997)

19 Anemia defisiensi besi dalam kehamilan Karena intik yang kurang Gangguan resorpsi Perdarahan Kebutuhan besi bertambah terutama pada trimester terakhir Pengobatan: sulfas ferrosus atau glukonas ferrosus mg/hari Diet tinggi protein dan sayuran

20 Infertilitas Fertilitas: kemampuan seorang isteri untuk menjadi hamil dan melahirkan anak hidup oleh suami yang mampu menghamilkannya –  fungsi satu pasangan Infertilitas primer: isteri belum pernah hamil walaupun bersanggama dan dihadapkan pada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan Infertilitas sekunder: isteri pernah hamil, tapi tidak terjadi kehamilan lagi walaupun bersanggama dan dihadapkan pada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan

21 Infertilitas Penelitian: waktu yang diperlukan untuk menghasilkan kehamilan dalam 1 bulan pertama :32,7% 3 bulan pertama :57% 6 bulan pertama :72,1% 12 bulan pertama :85,4% 24 bulan pertama :93,4%

22 Masalah-masalah Infertilitas air mani Vagina Serviks Uterus Tuba Ovarium peritoneum Kelainan anatomi Kelainan lendir Kelainan hormonal Peradangan

23 Air mani 1. konsentrasi spermatozoa  selama ada spermatozoa normal, mungkin terjadi kehamilan. Bila <10 juta/mL sangat jarang terjadi kehamilan 2. motilitas spermatozoa  biasanya 2-3 jam pasca ejakulasi terdapat 60% spermatozoa bergerak maju lurus cepat. 3. morfologi spermatozoa

24 Nutrisi dan infertilitas Kebiasaan makan yang buruk selama masa kanak- kanak atau dewasa  membatasi tumbuh kembang  ruang fetus berkurang  pertumbuhan fetus terhambat Diet kronis  amenorhea  infertilitas Terlalu banyak makan dan kurang olahraga  deposisi lemak tubuh, anovulasi Peningkatan konsentrasi homosistein darah dan defisiensi vit B12 Peroksidasi lipid yang meningkat dengan penurunan konsentrasi vitamin A, E dan β karoten  aborsi habitualis


Download ppt "Gangguan sistem Reproduksi. Pokok bahasan Gangguan kehamilan Hiperemesis gravidarum Aborsi dan Prematuritas Anemia pada kehamilan Infertilitas Pada pria."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google