Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh: Tjahjanulin Domai KEMENTRIAN DALAM NEGERI DITJEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA JAKARTA 2006 Tinjauan Akademik, Pengelolaan Pasar Desa Dalam Perspektif.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh: Tjahjanulin Domai KEMENTRIAN DALAM NEGERI DITJEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA JAKARTA 2006 Tinjauan Akademik, Pengelolaan Pasar Desa Dalam Perspektif."— Transcript presentasi:

1 Oleh: Tjahjanulin Domai KEMENTRIAN DALAM NEGERI DITJEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA JAKARTA 2006 Tinjauan Akademik, Pengelolaan Pasar Desa Dalam Perspektif Regulasi

2 POLICY LEVEL  Kebijakan Umum  UU No. 32 Tahun 2004  UU No. 33 Tahun 2004  PPRI No. 72 Tahun 2005 ORGANIZATION LEVEL  Kebijakan Mendagri  Kebijakan Provinsi  Kebijakan Kabupaten  Kebijakan Kota  Kebijakan Kecamatan  Kebijakan Desa  Dalam Pengelolaan Pasar Desa OPERATION LEVEL Mendagri, Provinsi, Kabupaten, Kota, Kecamatan, Desa dalam Implementasi Kebijakan Pengelolaan Pasar Desa FAKTOR INTERNALEKSTERN PATTERN OF INTERACTION Tanggapan Mendagri, Provinsi, Kabupaten, Kota, Kecamatan, Desa OUTCOME Hasil yang dicapai Policy analysis menggunakan content analysis dengan bantuan teori: 1.Manajemen keuangan daerah 2.Manajemen keuangan desa 3.Manajemen pendapatan desa 4.Sumber pendapatan desa 5.Kekayaan desa Analisis SWOT InternEkstern 1.Strength 2.Weaknesses 1.Opportunities 2.Threats TEMUAN Analisis memastikan temuan Conforming finding analysis

3 1.Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah  Otonomi daerah: Bab I Ketentuan Umum Pasal 1: 5  Bab XI Desa Bagian Pertama Umum Pasal 200 : 1  Pemerintahan desa terdiri atas kepala desa dan perangkat desa (pasal 202 : 1) 2.Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah 3.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 72 tahun 2005 tentang Desa. Bab. I Ketentuan Umum Pasal 1 : 6 Kebijakan Umum

4 1.Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 91 tahun 1991 tentang Pasar Desa 2.Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 30 tahun 1993 tentang petunjuk pelaksanaan Keputusan Mendagri nomor 91 tahun Petunjuk Teknis Pembentukan Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Desa tahun 1996 Kebijakan Mendagri  Kebijakan Provinsi, tertuang dalam Peraturan Daerah tentang pengelolaan pasar tradisional dan pasar modern.  Kebijakan Kabupaten, tertuang dalam Peraturan Daerah tentang pengelolaan pasar dan tempat berjualan pedagang.  Kebijakan Kota, tertuang dalam Peraturan Daerah tentang pengelolaan pasar dan tempat berjualan pedagang.  Kebijakan Kecamatan, merupakan kepanjangan tangan dari Pemerintah Kabupaten dan kota.  Kebijakan Desa, keinginan untuk mengelola pasar desa secara otonom sebagai sumber pendapatan desa

5  Mendagri mendukung pengelolaan pasar desa kepada Pemerintah desa  Provinsi menginginkan perluasan dan penguasaan terhadap pasar desa  Kota menginginkan perluasan dan pengeuasaan terhadap pasar desa  Kecamatan perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten dan kota  Pemerintah desa ingin mengelola secara otonom pasar desa  Mendagri mendukung pengelolaan pasar desa kepada Pemerintah desa  Provinsi menginginkan perluasan dan penguasaan terhadap pasar desa  Kota menginginkan perluasan dan pengeuasaan terhadap pasar desa  Kecamatan perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten dan kota  Pemerintah desa ingin mengelola secara otonom pasar desa

6

7

8

9 1.Kebijakan Pemerintah melalui PPRI no. 72 tahun 2005 belum tersosialisasi, menyentuh dan menggugah untuk di dukung oleh Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota secara mendasar dan menyeluruh 2.Keputusan Mendagri Nomor 91 tahun 1991, Instruksi Mendagri Nomor 30 tahun 1993, Petunjuk Teknis Mendagri tahun 1996 belum dilaksanakan dengan baik. 3.Penguasaan oleh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota terhadap pasar desa semakin meluas/besar 4.Dominasi pasar modern yang semakin tinggi 5.Pasar desa sampai saat ini makih ada 6.Semangat reformasi dan otonoi desa yang mendukung pemerintah desa untuk mengelola pasar desa 7.Keinginan dan semangat kerja aparat pemerintah desa dalam mengelola pasar desa sangat tinggi

10 Dengan meminjam dan mempelajari kembali hasil dari analisis isi dan hasil dari analisis SWOT, dapat ditetapkan model kebijakan yang ditawarkan dalam mengelola pasar desa: Pasar desa dikelola sepenuhnya oleh provinsi, kabupaten dan kota Pasar desa dikelola sepenuhnya oleh pemerintah desa Pemerintah provinsi, kabupaten, kota mengelola bersama dengan pemerintah desa terhadap pasar desa Pasar desa dikelola dengan cara bagi hasil berdasarkan prosentasi

11 1.Aspek Efisiensi dan Efektivitas Pola pasar desa akan mempertimbangkan prinsip-prinsip ekonomis dari setiap penerimaan dan pemasukan Yang dapat ditimbulkan dari setiap kegiatan usaha pasar desa. Pengendalian intern sumber pendapatan pasar desa akan menjadi pertimbangan utama agar semua pendapatan yang menjadi bagian pasar benar-benar tercatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan pengelolaan pasar desa dan dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan dari sisi pengeluaran keuangan juga memperhatikan pengendalian intern dengan jalan menerapkan perilaku pemisahan fungsi penyimpanan, pencatatan dan fungsi otorisasi 1.Aspek Efisiensi dan Efektivitas Pola pasar desa akan mempertimbangkan prinsip-prinsip ekonomis dari setiap penerimaan dan pemasukan Yang dapat ditimbulkan dari setiap kegiatan usaha pasar desa. Pengendalian intern sumber pendapatan pasar desa akan menjadi pertimbangan utama agar semua pendapatan yang menjadi bagian pasar benar-benar tercatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan pengelolaan pasar desa dan dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan dari sisi pengeluaran keuangan juga memperhatikan pengendalian intern dengan jalan menerapkan perilaku pemisahan fungsi penyimpanan, pencatatan dan fungsi otorisasi

12 2. Aspek Kultur Jiwa kewirausahaan akan sangat ditanamkan kepada seluruh sumber daya manusia yang diberi tugas mengelola pasar desa dan merasa bahwa pasar desa dimana mereka bekerja merupakan organisasi usaha yang perlu dikembangkan dan dipertahankan keberadaannya serta jujur dan bertanggung jawab. 2. Aspek Kultur Jiwa kewirausahaan akan sangat ditanamkan kepada seluruh sumber daya manusia yang diberi tugas mengelola pasar desa dan merasa bahwa pasar desa dimana mereka bekerja merupakan organisasi usaha yang perlu dikembangkan dan dipertahankan keberadaannya serta jujur dan bertanggung jawab. 3. Aspek Pasar Pasar desa merupakan usaha jasa yang menyediakan layanan kepada pengguna jasa. Oleh karena itu dengan sistem pengelolaan yang baik pada umumnya, maka pasar desa harus bisa memberikan jasa layanan kepada semua pedagang, semua pembeli dan para pengguna jasa transportasi yang menyediakan segala kebutuhan masyarkat dengan tanpa batas waktu pelayanan 3. Aspek Pasar Pasar desa merupakan usaha jasa yang menyediakan layanan kepada pengguna jasa. Oleh karena itu dengan sistem pengelolaan yang baik pada umumnya, maka pasar desa harus bisa memberikan jasa layanan kepada semua pedagang, semua pembeli dan para pengguna jasa transportasi yang menyediakan segala kebutuhan masyarkat dengan tanpa batas waktu pelayanan

13 4. Aspek Teknik Aspek teknik ini menggambarkan lokasi pasar desa yang memungkinkan bagi pengelola pasar desa untuk melakukan ekspansi karena adanya pertumbuhan para penjual dan pembeli yang menggunakan jasa layanan pasar, mudah dijangkau oleh para pengguna jasa dan lokasi yang memungkinkan untuk memperluas daerah usaha. Di samping itu, juga seluruh kios/petak yang ada di pasar menjadi kios/petak yang aktif yang dapat dimanfaatkan oleh pedagang. 4. Aspek Teknik Aspek teknik ini menggambarkan lokasi pasar desa yang memungkinkan bagi pengelola pasar desa untuk melakukan ekspansi karena adanya pertumbuhan para penjual dan pembeli yang menggunakan jasa layanan pasar, mudah dijangkau oleh para pengguna jasa dan lokasi yang memungkinkan untuk memperluas daerah usaha. Di samping itu, juga seluruh kios/petak yang ada di pasar menjadi kios/petak yang aktif yang dapat dimanfaatkan oleh pedagang. 5. Aspek Finansial Sumber dana yang akan digunakan oleh pengelola pasar desa dalam mengelola keseluruhan aktivitasnya bersumber pada hasil dari retribusi pasar, penyewaan petak/kios dan dari dana APBD. 5. Aspek Finansial Sumber dana yang akan digunakan oleh pengelola pasar desa dalam mengelola keseluruhan aktivitasnya bersumber pada hasil dari retribusi pasar, penyewaan petak/kios dan dari dana APBD.

14 6. Aspek Ekonomis Besarnya sumbangan yang dapat dikontribusikan oleh pasar desa terhadap pembangunan perekonomian desa dan pertumbuhan ekonomi desa, pasar desa yang dikelola secara professional akan mampu memberikan multiplier effect kepada pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan potensi produksi pertanian sekitarnya, dan memudahkan transaksi setiap hari. 6. Aspek Ekonomis Besarnya sumbangan yang dapat dikontribusikan oleh pasar desa terhadap pembangunan perekonomian desa dan pertumbuhan ekonomi desa, pasar desa yang dikelola secara professional akan mampu memberikan multiplier effect kepada pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan potensi produksi pertanian sekitarnya, dan memudahkan transaksi setiap hari. 7. Aspek Manajemen Struktur pengelolaan pasar desa akan lebih fleksibel karena bagian-bagian yang dibentuk didasarkan atas kebutuhan untuk menjalankan pengelolaan pasar secara professional, adanya pemisahan para pengelola dengan aparatur pemerintah desa 7. Aspek Manajemen Struktur pengelolaan pasar desa akan lebih fleksibel karena bagian-bagian yang dibentuk didasarkan atas kebutuhan untuk menjalankan pengelolaan pasar secara professional, adanya pemisahan para pengelola dengan aparatur pemerintah desa

15


Download ppt "Oleh: Tjahjanulin Domai KEMENTRIAN DALAM NEGERI DITJEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA JAKARTA 2006 Tinjauan Akademik, Pengelolaan Pasar Desa Dalam Perspektif."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google