Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DEFENISI PERNIKAHAN, TUJUAN PERNIKAHAN, KONSEP TAARUF ISLAMI, TATA CARA PERNIKAHAN ISLAMI, KEWAJIBAN SERTA HAK MASING-MASING DARI SUAMI & ISTRI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DEFENISI PERNIKAHAN, TUJUAN PERNIKAHAN, KONSEP TAARUF ISLAMI, TATA CARA PERNIKAHAN ISLAMI, KEWAJIBAN SERTA HAK MASING-MASING DARI SUAMI & ISTRI."— Transcript presentasi:

1 DEFENISI PERNIKAHAN, TUJUAN PERNIKAHAN, KONSEP TAARUF ISLAMI, TATA CARA PERNIKAHAN ISLAMI, KEWAJIBAN SERTA HAK MASING-MASING DARI SUAMI & ISTRI

2  Hikmah Renungan: -Sudah semestinya, setiap dari PASUTRI setelah aqad nikah bahwa mereka sekarang sudah menjadi pasangan yang saling memenuhi hak serta kewajiban dan senantiasa mengembalikan masalah apapun pada syariat Allah SWT, karena Allah SWT jauh lebih tahu kebutuhan serta solusi agar dapat hidup bahagia baik di dunia dan akhirat. -Setiap dari PASUTRI, hendaklah menjadikan masing-masing pasangan sebagai kunci pintu untuk masuk ke syurga sehingga senantiasa tidak pernah bosan dalam menjalankan kewajiban masing-masing.

3  PENYATUHAN ANTARA DUA LAWAN JENIS ANAK ADAM (pria dan wanita) DALAM SATU IKATAN RITUAL AGAMA YANG MENGHALALKAN HUBUNGAN BIOLOGIS ANTARA KEDUANYA, JUGA AKAN MENYATUKAN ANTARA KELUARGA KEDUA PASANGAN, SUKU, BAHKAN NEGARA

4 1.Perkenalan Dan Perluasan Hubungan QS Al Hujurat (49):13                       13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

5 2.Ketentraman. QS Ar Rum (30):21                        21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan- Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri- isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

6 3.Keturunan Manusia. QS An Nahl (16):72                        72. Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka Mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?"

7 QS Fathir (35):11                                       11. Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (pria dan wanita). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

8 ٍَ QS Asy Syuro (42):11                           11. (dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat.

9 4.Ketaatan Kepada Allah Dan RasulNYA Nabi SAW bersabda : Nikah adalah bagian dari sunnahku, barangsiapa yang menolak sunnahku maka bukan dari golonganku. Nabi SAW bersabda : Barangsiapa yang telah menikah, maka ia telah menyelamatkan setelah agamanya, ia tinggal menjaga setengah yang tersisa.

10 Nabi SAW bersabda: Wahai sekalian anak muda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu, maka sebaiknya ia menikah. Karena menikah akan lebih menjaga pandangan (dari yang haram) juga menjaga kesucian kemaluannya.

11  KENALI FISIK Hadits SAW : Lihatlah sesuatu dari calon pasangan hidup yang membuatmu tertarik. Simbol fisik wajah dan telapak tangan.  KENALI KELUARGANYA Kesepakatan jumhur ulama bahwa pribadi seseorang dapat dikenal dari umum kondisi keluarganya.  KENALI LINGKUNGANNYA Hadits SAW : Seseorang (akhlaqnya) tergantung pada teman/sahabatnya.

12  Kelebihan Laki-laki juga Perempuan Allah telah menciptakan pria dan wanita yang masing-masing memiliki kelebihan juga kekurangan yang harus difahami oleh setiap PASUTRI. Hidup akan stabil pada saat masing-masing menjalankan kewajiban yang telah Allah bebankan sesuai dengan fitrohnya. Bila terdapat laki-laki yang mengambil alih kewajiban istri atau sebalik istri mengambil alih kewajiban suami maka pernikahan akan berakhir dengan ketidak stabilan atau bahkan perceraian.

13 QS An Nisa (4):32                               32. Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

14  Perintah Allah Saling membantu QS At Taubah (9):71                         71. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul- Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

15  Allah SWT tidak membedakan antara pria dan wanita dalam balasan amalan. QS An Nisa’ (4):124                  124. Barangsiapa yang mengerjakan amal- amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. 

16 Islam Memuliakan Wanita -Allah SWT juga menamakan yang kekal dalam Alquran untuk wanita (Surah An Nisa’). -Islam hanya memikulkan masing-masing dari pria juga wanita beban syariat sesuai dengan fitroh masing-masing tanpa harus memaksakan diri mengerjakan kewajiban lawan jenisnya. Hadits sahabiyah yang bertanya tentang kesamaan pahala bagi pria dan wanita.

17  Islam mengukur masing-masing sesuai beban syariat juga dengan ketakwaan setiap individu. QS Al Hujurat (49):13                       13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

18  Tidak ada pelanggaran syariat (maksiat) secara umum (terbukanya aurat, ikhtilath, musik, makan sambil berdiri, dll).  Adanya wali mempelai wanita  Adanya mahar  Adanya dua saksi terpercaya  Di iklankan

19  Hikmah Renungan : -Sudah semestinya, setiap dari PASUTRI setelah aqad nikah bahwa mereka sekarang sudah menjadi pasangan yang saling memenuhi hak serta kewajiban dan senantiasa mengembalikan masalah apapun pada syariat Allah SWT, karena Allah SWT jauh lebih tahu kebutuhan serta solusi agar dapat hidup bahagia baik di dunia dan akhirat. -Setiap dari PASUTRI, hendaklah menjadikan masing-masing pasangan sebagai kunci pintu untuk masuk ke syurga sehingga senantiasa tidak pernah bosan dalam menjalankan kewajiban masing-masing.

20  Muqoddimah Kewajiban Suami QS Al Baqarah (2):228                                                 

21 228. Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'[1]. tidak boleh mereka Menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. dan Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. akan tetapi Para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya[2]. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [1] Quru' dapat diartikan suci atau haidh. [2] Hal ini disebabkan karena suami bertanggung jawab terhadap keselamatan dan Kesejahteraan rumah tangga (Lihat surat An Nisaa' ayat 34).

22  Kepemimpinan di Tangan Suami. QS An Nisa (4):34                                              34. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

23  sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[1] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[2]. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[3], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[4]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.  [1] Maksudnya: tidak Berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.  [2] Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.  [3] Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.  [4] Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.

24  1.Perlakuan Yang Baik -QS An Nisa (4):19 Dan gaulilah mereka (istri-istri) dengan baik. -Rasul SAW bersabda: Orang yang paling sempurna imannya diantara kalian yang paling baik akhlaqnya, dan yang paling baik diantara kalian yang baik dan lembut pada istrinya. (HR.Ahmad, Tirmidzi & Ibnu Hibban).

25  Rasul SAW bersabda: “Berbuat baiklah pada kaum wanita (istri), karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Dan yang paling bengkok dari tulang adalah bagian atasnya, jika kamu paksa meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya dan jika kamu biarkan bengkok, maka akan tetap bengkok. Karena itu berbuat baiklah pada kaum wanita”.

26  Rasul SAW bersabda: “Janganlah seorang mukmin membenci (istri) mukminah, bila ia membenci suatu sifatnya maka ia bisa ridho dengan sifat/akhlaqnya yang lain ”. (HR.Muslim)  Anas bin Malik RA berkata: Nabi SAW tidak pernah berkata dan berbuat kasar pada istri-istri juga pembantu- pembantunya. (HR.Muslim)

27 2.Memberikan Pakaian, Makanan dan Rumah QS Ath Tholaq (65):6                                         6. Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu Maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan Maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

28  Rasul SAW bersabda: “Jagalah para istri kalian, sesungguhnya kalian punya hak atas istri-istri kalian dan merekapun punya hak dari kalian. Hak mereka dari kalian ialah; kalian memberikan yang terbaik dari pakaian juga makanan untuk mereka. Dan hak kalian dari mereka; mereka tidak boleh berkhianat dan tidak memasukkan siapapun yang kalian tidak senangi ke dalam rumah kalian”.

29 Rasul SAW bersabda: Bertakwalah pada Allah pada wanita, sebab mereka ‘tawanan’ di tangan kalian yang kalian nikahi dengan amanah dari Allah dan terhalalkan bagi kalian kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Mereka punya hak atas kalian untuk diberi nafkah dan pakaian secara ma’ruf (HR.Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

30 3.Termasuk hak istri adalah nafkah, dan nafkah ini sifatnya semampunya serta pahalanya sangat besar. -Rasul SAW bersabda: Dinar yang engkau infaqkan dijalan Allah, dinar yang engkau infaqkan untuk pembebasan budak, dinar yang engkau infaqkan untuk fakir miskin dan dinar yang engkau infaqkan untuk keluargamu jauh lebih besar pahalanya. (HR.Muslim)

31  Rasul SAW bersabda : Mulailah bersedekah dengan dirimu dahulu lalu untuk keluargamu (istri dan anak), bila ada lebih maka sedekahkanlah pada kerabatmu, jika ada lebih maka sedekahkanlah secara umum. (HR.Muslim). Note: Bila suami tidak memberi nafkah. Maka boleh istri mengambil harta suami secara ma’ruf untuk kebutuhan ia dengan anaknya. Sebagaimana kisah Hindun RA istri Abu Sufyan

32 Rasul SAW bersabda pada Hindun setelah ia mengeluh kalau suaminya Abu Sufyan tidak memberinya nafkah juga anak-anaknya dan kikir, apakah ia berdosa dengan mengambil harta suami tanpa sepengetahuannya : Ambillah dari hartanya secara ma’ruf yang dapat mencukupimu juga anak- anakmu. (HR.Bukhari dan Muslim)

33 4.Termasuk hak istri, perlindungan, pendidikan dan tuntunan terutama berhubungan dengan kewajibannya dalam rumah tangga. QS At Tahrim (66):6 “Hai orang-orang yang beriman, selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras..”.

34 Rasul SAW bersabda: “Tiga orang yang paling berat siksaannya pada hari kiamat; 1.Perusak di wilayah haram, 2.Penyumpah bohong dalam perdagangan, 3.Suami yang menikahi wanita dan sudah saling terbuka lalu ia menceraikannya dan mencuri maharnya”. (HR.Hakim, Shahih) Rasul SAW bersabda: “Cukuplah (menyakitkan ganjaran) orang yang membengkalaikan kewajiban nafkahnya”. (HR.Muslim).

35  5.Kebutuhan Biologis (Kisah Salman Al Farisi dan Abu Darda’ RA) Rasul SAW bersabda : Sesungguhnya istrimu mempunyai hak, dirimupun mempunyai hak, tubuhmu mempunyai hak, maka berilah masing-masing haknya.

36  6. Berhias untuk istri QS Al Baqarah (2):228 Dan para wanita (istri) memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya Ibnu Abbas RA berkata tentang ayat ini: Aku senang berhias untuk istriku sebagaimana aku senang ia berhias untukku, karena Allah SWT berqalam: Dan para wanita (istri) memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya

37  Nabi SAW bersabda : Wanita dinikahi karena: Hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya, tetapi dahulukanlah agamanya maka amanlah tanganmu (agamanya).  Nabi SAW bersabda : Wanita yang kharma’ (tidak memiliki pemisah lubang hidungnya ) dan seorang budak berkulit hitam yang beragama jauh lebih baik. (HR.Bukhari)

38 1.Ketaatan Dan Mencari Ridho Suami Renungilah wahai saudariku muslimah hadits-hadits Nabi SAW dibawah ini: -Rasul SAW bersabda: Bila seorang wanita menjaga sholat lima waktunya, berpuasa ramadhan dan mentaati suaminya, (bila ia meninggal dunia) kecuali ia akan masuk dari salah satu delapan pintu syurga yang ia inginkan. (HR.Muslim)

39 -Rasul SAW bersabda: Semua istri yang taat pada suaminya; maka seluruh burung-burung dan seluruh makhluk di air, bahkan para malaikat di langit juga matahari dan bulan memohon ampun, selama ia masih dalam keridhoan suaminya. Dan tidak ada seorang istripun yang durhaka pada suaminya maka ia akan dilaknak oleh para malaikat dan seluruh manusia. Tidak ada seorang istripun yang memaling wajahnya dari suaminya kecuali ia telah dapat murka Allah sampai ia membuat suaminya tersenyum/tertawa dan membuatnya ridho. Setiap istri yang keluar dari rumah tanpa izin suaminya, maka akan dilaknak malaikat sampai ia pulang.

40 -Rasul SAW bersabda: Ada empat dari wanita penghuni syurga dan empat penghuni neraka; wanita penghuni syurga yang empat: 1.Istri yang penjaga kehormatannya yang sangat patuh pada suaminya, 2.Banyak melahirkan dan sangat sabar serta selalu puas dengan pemberian suaminya walaupun sedikit

41 3.Istri yang pemalu, bila suami sedang tidak di rumah maka ia menjaga kehormatannya dan harta suaminya dan bila suaminya pulang ia senantiasa menjaga lisannya agar tidak menyakitinya. 4.Istri yang saat suaminya meninggal dunia, ia dikaruniahi anak-anak yang masih kecil, maka ia menahan dirinya untuk nikah lagi, lalu ia mendidik serta membesarkan anak- anak suami karena khawatir mereka terbengkalai

42 Sedangkan empat penghuni neraka: 1.Istri yang lisannya tajam senantiasa mencaci dan menyalahkan suaminya. Bila suaminya ghoib maka ia berkhianat dan bila ia sedang di rumah maka ia terus menyakiti suami dengan lisannya. 2.Istri yang membebani suaminya apa yang diluar kemampuannya.

43 3.Istri yang tidak menutupi dirinya juga auratnya dari lawan jenisnya dan keluar rumah dengan membuka auratnya. 4.Istri yang tujuan hidupnya hanya makan, minum dan tidur, yang ia tidak punya keinginan untuk mendirikan sholat, mentaati Allah SWT juga RasulNya serta suaminya.

44 -Rasul SAW bersabda: Tidak ada seorang istripun yang meninggal dunia lalu suaminya ridho kecuali ia pasti masuk syurga -Rasul SAW bersabda: Aku dilihatkan ke penghuni neraka maka yang yang banyak ku lihat dari penghuninya adalah wanita...karena mereka memungkiri kebaikan suami.

45  Ali bin Abi Tholib RA berkata: aku pernah berziarah ke rumah Rasul SAW dengan istriku Fatimah RA, dan kami menemui beliau SAW sedang menangis dengan sangat keras. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apa yang telah membuat anda menangis seperti ini? Rasul SAW bersabda: Wahai Ali, saat aku menjalani malam isro’, aku telah diperlihatkan para wanita dari umatku sedang disiksa dengan beragam siksaan, maka aku menangis karena sedih melihat pedih siksaan yang menimpa mereka.

46 Aku melihat yang sedang digantung sementara otaknya mendidih karena kepanasan (panasnya api neraka), Aku juga diperlihatkan, seorang wanita yang lidahnya di gantung lalu dipaksa meminum dzat yang sangat panas ke tenggorokannya, Aku juga melihat, seorang wanita yang kedua kakinya dilipat dengan paksa sampai menyentuh payudaranya dan kedua tangannya dilipat secara paksa sampai menyentuh pundaknya dari belakang dan ia digigit oleh ular dan kalajenking,

47 Aku juga diperlihatkan wanita yang kedua payudaranya digantung, Aku juga diperlihatkan wanita yang kepalanya berubah jadi kepala babi dan badannya berubah menjadi badan keledai, yang padanya beragam siksaan, Aku diperlihatkan pula, seorang wanita yang berubah menjadi seekor anjing dan dari mulutnya dimasukkan api sampai keluar dari duburnya dan para malaikat memukuli kepalanya dengan besi yang keras.

48 Mendengar sabda Nabi SAW tadi, maka Fatimah RA berkata: Wahai kekasihku, apakah perbuatan mereka semua itu sehingga disiksa? Rasul SAW bersabda: Wahai anakku ; 1.kalau yang digantung dengan rambutnya, wanita yang memperlihatkan rambutnya kepada lelaki (yang bukan mahramnya). 2.Kalau yang tergantung dengan lidahnya maka ia selalu menyakiti suaminya dengan lisannya.

49 3.Kalau yang tergantung payudaranya, maka ia merusak sexual dengan suaminya. 4.Sedangkan yang ditarik kedua kakinya hingga payudaranya dan kedua tangannya hingga pundaknya juga digigiti oleh ular dan kalajenking, itu karena ia tidak membersihkan tubuhnya dari haid dan junub juga ia mengolok-ngolok sholat,

50 5.Kalau yang kepalanya berubah menjadi babi dan tubuhnya berubah jadi keledai karena suka menyebarkan aib orang lain dan pembohong. 6.Kalau wanita yang dalam rupa anjing dan api dimasukkan ke mulutnya lalu keluar dari duburnya, wanita yang senang hasut dan iri.

51 -Rasul SAW bersabda: Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak berterima kasih pada suaminya, padahal ia butuh pada suaminya -Rasul SAW bersabda: Tiga golongan yang tidak akan diterima sholat darinya, juga amalan-amalannya tidak akan diangkat ke langit: Seorang budak yang lari dari tuannya sampai ia kembali, istri yang suaminya marah padanya sampai suami itu ridho padanya, orang yang mabuk sampai ia sadar.

52 -Bibi dari sahabat Hushain bin Muhshin mengeluh tentang suaminya. Maka Rasul SAW bersabda: Hati-hatilah karena suamimu adalah syurga atau nerakamu -Aisyah RA berkata: Wahai sekalian wanita, bila kalian tahu hakekat hak suami kalian terhadap kalian maka pastilah seseorang dari kalian mengambil debu kaki suaminya dan meletakkannya pada pipinya.

53 Rasul SAW bersabda: Wanita dari kalian yang menjadi penghuni syurga ialah; yang penuh dengan kasih sayang, yang bila ia disakiti atau menyakiti suaminya, ia mendatangi suaminya dan ia meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata pada suaminya: Aku tidak akan tertidur sampai engkau ridho padaku.

54 2.Kebutuhan Biologis Suami Rasul SAW bersabda: Bila seorang suami memanggil istrinya ke ranjang lalu si istri tidak mendatanginya maka istri tersebut dilaknak malaikat sampai pagi Rasul SAW bersabda: Bila seorang suami memanggil istrinya ke ranjang sedang si istri sedang di corong asap rumahnya maka seharusnya istri bersegera menjawab panggilan suaminya.

55 Rasul SAW bersabda: Bila seorang istri tidur dengan meninggalkan ranjang suaminya karena ia tidak mau dengan suaminya, maka (Allah SWT) yang berada dilangit murka padanya sampai suaminya memaafkannya. Rasul SAW bersabda: Awal amalan yang akan dihisab pada hari kiamat bagi seorang wanita; sholat dan hubungan dengan suaminya.

56 Rasul SAW bersabda: Pada kemaluan seseorang dari kalian shadaqah. Seorang sahabat bertanya: Apakah seseorang diantara kami menggauli istrinya dan ia mendapatkan pahala. Rasul SAW bersabda: Bukankah bila ia meletakkan kemaluannya pada yang haram ia mendapatkan dosa? Demikian pula bila ia meletakkan pada yang halal.

57 3.Tidak Beribadah Sunnah Kecuali Izin Suami Rasul SAW bersabda: Bila aku memerintahkan seseorang sujud pada orang lain, maka aku akan perintahkan agar istri sujud pada suaminya. Rasul SAW bersabda: Tidak halal bagi seorang istri yang beriman pada Allah dan hari kiamat berpuasa sementara suaminya sedang ada kecuali dengan izinnya dan tidak boleh istri memasukkan siapapun ke rumahnya kecuali dengan izin suaminya.

58  Pilihan Pasangan Hidup Bagi Wanita Rasul SAW bersabda: Bila telah datang pada kalian (wanita juga walinya) yang telah kalian ridhoi akhlaq dan agamanya, maka nikahkanlah ia. Bila tidak, maka tunggulah kerusakan yang akan terjadi.

59  Sudah semestinya seorang istri menjaga rasa malu pada suaminya, berterima kasih dan senantiasa mentaatinya pada hal yang ma’ruf, menyambutnya saat ia memasuki rumah, menjahui semua yang membuat suami marah, mengantarnya saat ia akan keluar rumah, senantiasa menawarkan dirinya saat akan tidur, menjahui berkhianat saat suami lagi tidak dirumah, baik pada kehormatannya, harta serta rumah suami, senantiasa berhias untuknya dan menghormati keluarga suami.

60  Membaca doa sebelum behubungan intim Nabi SAW bersabda : Jika salah seorang di antara kalian ingin menggauli istrinya hendaklah ia membaca: BISMILLAHI, ALLAHUMMA JANNIBNASY SYETHONI WA JANNIBISY SYETHONI MA RAZAQTANA (Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari apa yang Engkau karuniahkan kepada kami -anak-). Bila dikarunihaikan anak, maka syetan tidak akan membahayakannya (anak). (HR.Muslim)

61  Termasuk adab bersetubuh, cumbuan sebelum melakukannya. Rasul SAW bersabda : Bukan dari golongan kami yang tidak mencumbui sebelum bersetubuh. Aisyah RA berkata: Rasul SAW mengisap lidahku.

62  Termasuk adab bersetubuh, tidak menggauli istri dari dubur. Nabi SAW bersabda: “Terlaknak siapapun yang menggauli istrinya melalui dubur”. (HR.Ahmad, Abu Daud & Nasai) “Allah tidak akan melihat orang yang menggauli istrinya dari dubur”. (HR.Ahmad, Ibnu Majah) ”Barangsiapa yang menggauli istrinya yang sedang haid atau dari dubur juga yang mendatangi juga mempercayai dukun, sungguh ia telah kafir terhadap yang diturunkan pada Muhammad SAW”. (HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Daud)

63  Tidak menggauli istri saat haid dan nifas. QS Al Baqarah (2):222 Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah; haid itu suatu kotoran, oleh sebab itu, hendaklah engkau menjahui wanita saat haid dan janganlah engkau mendekati mereka sampai mereka sudah suci. Bila mereka sudah suci maka gaulilah mereka pada tempat yang Allah perintahkan. Sesungguhnya Allah sangat menyukai orang- orang yang taubat dan orang-orang yang mensucikan diri.

64  Nabi SAW bersabda: “Lakukan apa saja selain persetubuhan”. (HR.Muslim) -Masruq RA bertanya pada Aisyah RA, apakah yang boleh dilakukan suami terhadap istrinya yang haid?. Aisyah RA menjawab: “Segala sesuatu kecuali kemaluannya”. (HR.Muslim) -Aisyah RA berkata: Jika salah seorang dari kami sedang haid, lalu Rasul SAW ingin menggaulinya, maka beliau SAW menyuruhnya mengencangkan kain di tempat keluar haid lalu beliau SAW menggaulinya”. (HR.Bukhari&Muslim)

65  Peringatan masing2 suami dan istri Manusia paling buruk kedudukannya disisi Allah pada hari kiamat ialah orang yang berhubungan biologis dengan istrinya, juga istri yang mendatangi suaminya lalu ia menyebarkan rahasia (hubungan dengan) pasangannya. (HR.Muslim )

66  Nabi SAW bersabda: Mungkin seorang pria mengatakan apa yang ia lakukan dengan istrinya dan mungkin seorang wanita mengatakan apa yang ia lakukan dengan suaminya. Asma binti Yazid menjawab: Benar demi Allah wahai Rasulullah! Kaum wanita melakukannya, begitu kaum pria. Nabi SAW bersabda : janganlah lakukan itu! Sebab perumpamaan itu seperti syetan pria menemui syetan wanita di jalan lalu ia menyetubuinya sementara semua orang melihatnya. (HR.Ahmad)

67  Menerapkan Syariat Allah Dalam Kehidupan Secara Keseluruhan. 1.Menciptakan Lingkungan Islami Di Rumah 2.Menciptakan Suasana Islami Di Rumah 3.Mengenakan Busana Islami, Luar & Dalam Rumah. Terutama Saat Terdapat Bukan Mahram 4.Mempertebal Dan Menambah Iman Dengan Ilmu (Membaca, mendengar & Hadir Di Majlis-majlis Ilmu) 5.Menciptakan Pergaulan Sholeh


Download ppt "DEFENISI PERNIKAHAN, TUJUAN PERNIKAHAN, KONSEP TAARUF ISLAMI, TATA CARA PERNIKAHAN ISLAMI, KEWAJIBAN SERTA HAK MASING-MASING DARI SUAMI & ISTRI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google