Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PANDUAN PRAKTIKUM AGROFORESTRY  Nama Mata Kuliah : Agroforestry  Kode Mata kuliah : SVK 418  SKS : 3 (2-3)  Semester : 7 (ganjil)  Deskripsi singkat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PANDUAN PRAKTIKUM AGROFORESTRY  Nama Mata Kuliah : Agroforestry  Kode Mata kuliah : SVK 418  SKS : 3 (2-3)  Semester : 7 (ganjil)  Deskripsi singkat."— Transcript presentasi:

1 PANDUAN PRAKTIKUM AGROFORESTRY  Nama Mata Kuliah : Agroforestry  Kode Mata kuliah : SVK 418  SKS : 3 (2-3)  Semester : 7 (ganjil)  Deskripsi singkat : Pengertian dan konsep agroforestry, praktek dan sistem agroforestry, spesies agroforestry, produktivitas dan perlindungan tanah dalam sistem agroforestry, desain dan evaluasi sistem agroforestry.  Tujuan Instruksional Umum: Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa diharapkan akan dapat mendesain sistem agroforestry yang bersifat productivity, sustainability, dan adoptability.  Pendamping Praktikum : Dr. Ir. Nurheni Wijayanto, MS (NWJ) Dr. Ir. Irdika Mansur, M.For.Sc (IM)

2 PRAKTIKUM 1: PENDAHULUAN  TIK: mahasiswa dapat menjelaskan ruang lingkup praktikum agroforestry SUB POKOK BAHASAN: 1. Pengantar ruang lingkup praktikum 2. Tata tertib dan sistem penilaian 3. Penyajian CD contoh agroforestry 1: pohon damar dan tanaman panili 4. Diskusi

3 Agroforestry Vanili dibawah tegakan damar  PHBM = contoh penerapan sistem agroforestry  Petani bisa budidaya vanili di lahan yang bukan miliknya (areal hutan damar/pinus)  Vanili punya nilai ekonomis tinggi, familiar, teknik budidaya yang sederhana dll  Teknik budidaya adalah dengan stek batang, kendala yang dihadapi berupa cendawan tanah,  Keuntungan : a. hutan produksi terlingung dari penjarahan b. tanaman pokok tidak terganggu (vanili berakar serabut) c. produktifitas vanili mencapai 200 kg/ha/panen atau setara dengan uang 10 juta/ha d. penyerapan tenaga kerja masyarakat sekitar hutan e. terciptanya hubungan yang harmonis antara pengelola hutan (Perhutani) dengan masyarakat sekitar hutan

4 PRAKTIKUM 2 S/D 3: IDENTIFIKASI KOMPONEN AGROFORESTRY  TIK: mahasiswa dapat menjelaskan komponen-komponen sistem agroforestry SUB POKOK BAHASAN 1. Pengantar praktikum 2. Penyajian CD contoh agroforestry 2: pohon sengon dan tanaman nanas 3. Penyajian CD contoh agroforestry 3: pohon jati dan tanaman jeruk 4. Diskusi

5 1. Bentuk pengelolaan hutan berbasis kemasyarakatan (PHBM) 2. Keuntungan dapat dirasakan oleh pihak Perhutani dan masyarakat sekitar 3. Nanas merupakan jenis tanaman yang femiliar dengan masyarakat sekitar yang memiliki nilai ekonomis tinggi 4. Teknik budidaya nanas : a. bibit harus berkualitas baik b. jarak tanam tidak boleh terlalu rapat c. pengolahan tanah pra tanam sangat diperlukan d. waktu tanam dan pemupukan yang berimbang dan tepat akan meningkatkan peroduksi buah nanas 5. Keuntungan : a. Ekonomis : kayu sengon (30-35 juta/ha) daur 8 th (Perhutani) Buah nanas ( ton/th) atau setara dengan 22 Milyar/ha/musim untuk 400 ha lahan b. Ekologis : udara bersih, kelestarian hutan yang tetap terjaga c. Sosial : terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat,

6 Agroforestry jeruk dan pepaya dalam program PHBM di KPH Blitar  PHBM = Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat  Merupakan langkah antisipatif Perhutani untuk mengurangi tekanan terhadap kawasan hutan akibat semakin tingginya kebutuhan ekonomi  Petani mendapatkan kewenangan untuk mengelola lahan Perhutani seluas 0,25 ha/org  Terjadi perubahan paradigma pengelolaan lahan oleh para pesanggem dimana sudah mulai meninggalkan tanaman pangan dan beralih ke komodity lain yang lebih bernilai ekonomis  Tanaman jeruk dan pepaya menjadi pilihan yang cukup rasional bagi petani untuk dikembangkan dibawah tegakan jati KPH Blitar  Lahan yang sesuai, iklim setempat yang cocok serta tingginya harga dan terbukanya pasar menjadi landasan dalam penentuan jenis tanaman yang akan dibudidayakan.

7 Lanjutan…………  Tanaman jeruk mampu menghasilkan panen kg/pohon setalah umur 3 tahun,  Rata-rata petani mampu menghasilkan panen sekitar 5 ton dengan proyeksi keuntungan sekitar 9 juta  Untuk pepaya luas areal yang digunakan sudah mencapai 143 ha dengan total produksi mencapai 754 ton atau senilai 226 juta rupiah  Pola bagi hasil yang diterapkan adalah 70 % (petani), 20% (Perhutani), 10% (Pemda)  PHBM mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan serta mampu menjaga kondisi hutan untuk tetap lestari.

8 PRAKTIKUM 4 S/D 5: AGROFORESTRY DI INDONESIA  TIK: mahasiswa dapat menjelaskan sistem-sistem agroforestry di Indonesia SUB POKOK BAHASAN 1. Pengantar praktikum 2. Penyajian CD contoh Agroforestry 4: pohon jati dan tanaman porang 3. Penyajian CD contoh agroforestry 5: pohon pinus dan tanaman lidah buaya 4. Diskusi

9 Agroforestry Porang dibawah Tegakan Jati dan Peran LMDH  Asas program PHBM : berbagi peran, berbagi tanggung jawab, dan berbagi hasil  Porang = tanaman herba berumbi yang banyak sekali manfaatnya sebagai bahan baku kosmetik, mie, konyaku (tahu), bahan lem dan obat  Keunggulan porang: a. tumbuh baik dibawah naungan b. penanaman hanya sekali untuk selamanya c. nilai ekonomisnya tinggi (5 juta/ha/tahun)  Teknik budidaya: a. bibit porang diambil dari benjolan yang ada di daun (katak) b. lahan dibersihkan dan bibit langsung ditanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan c. penyiangan dan pemupukan diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan d. setelah 2 tahun porang siap dipanen

10 LMDH………  LMDH : Lembaga masyarakat desa hutan yang merupakan wadah komunikasi bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus sebagai jembatan antara Perhutani dengan masyarakat  Kegiatan LMDH: a. kerjasama pengelolaan hutan: 1. pengamanan hutan 2. penoomoran kayu 3. penanaman tanaman produktif bawah tegakan 4. pencegahan kebakaran hutan, dll b. keorganisasian  Manfaat LMDH dan PHBM: a. peningkatan bidang sosial (pendidikan, kesehatan, santunan- santunan) b. perbaikan sarana dan prasarana desa c. peningkatan kesejahteraan d. keamanan areal hutan dari berbagi gangguan

11 Agroforestry Lidah Buaya dan Tanaman Pinus  Bibit lidah buaya yang digunakan berasal dari anakan maupun hasil stek, bisa juga berasal dari kultur jaringan  Pengolahan lahan dilakukan dengan membersihkan berbagai tanaman pengganggu, kemudian dibentuk bedengan  Penanaman dilakukan pada pagi dan sore hari saat awal musim hujan  Panen bisa mencapai 10 ton/ha/bulan setelah bulan ke 9, dengan proyeksi keuntungan sebesar /bulan  Penyerapan tenaga kerja yang banyak  Perakaran lidah buaya bersifat serabut sehingga tidak mengganggu tanaman pokok  Kepastian pasar dan harga yang cukup ideal menjadikan lidah buaya ini alternatif untuk tanaman bawah tegakan yang bisa berfungsi ganda, secara ekonomis tetapi tetap mampu menjaga kelestarian hutan

12

13 PRAKTIKUM 6 S/D 7: JENIS DAN FUNGSI TANAMAN AGROFORESTRY  TIK: mahasiswa dapat menjelaskan berbagai jenis dan fungsi tanaman agroforestry SUB POKOK BAHASAN 1. Pengantar praktikum 2. Penyaian CD contoh agroforestry 6: pohon pinus dan tanaman pakan ternak 3. Penyajian CD contoh agroforestry 7: pohon jati dan tanaman jagung 4. Diskusi

14 Pohon Pinus dan Tanaman Pakan Ternak  Beberapa jenis hijauan untuk pakan ternak a. silase rumput gajah/rumput raja b. silase jagung c. silase jerami padi d. hijauan dari legume Sesbania sesban dan lamtoro  Ketersediaan berbagai teknologi pemanfaatan hijauan sangat membantu dalam budidaya ternak khususnya ruminansia  Berbagai hijauan tersebut bisa dikombinasikan dengan tanaman pokok seperti pinus  Pada lahan yang miring pengelolaan lahan dilakukan dengan membuat sengkedan atau terasering yang mengikuti garis kontur

15 Agroforestry Jagung dan Tanaman Jati  Agroforestry jagung dan tanaman jati mampu meningkatkan ketahanan pangan dan keamanan hutan  Hasil panen jagung rata-rata mencapai 13 ton gelondong jagung/ha atau setara 9,8 ton pipilan jagung/ha  PHBM jagung dan jati mengandung dua sasaran yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Jangka pendek adalah kawasan hutan sebagai penghasil pangan, sedangkan jangka panjang dimaksudkan untuk meminimalkan terjadinya penjarahan dan penebangan liar.  Agroforestry jagung dan jati ini sudah berhasil diterapkan KPH Banyuwangi Selatan, Perum Perhutani -Jawa Timur

16 PRAKTIKUM 8 S/D 9: INTERAKSI TANAMAN  TIK: mahasiswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap interaksi tanaman dalam agroforestry SUB POKOK BAHASAN 1. Pengantar praktikum 2. Penyajian hasil-hasil penelitian interaksi tanaman 3. Diskusi

17 PRAKTIKUM 10 S/D 11: PRODUKTIVITAS DAN PERLINDUNGAN TANAH  TIK: mahasiswa dapat menjelaskan peranan agroforestry untuk produkstivitas dan perlindungan tanah SUB POKOK BAHASAN 1. Pengantar praktikum 2. Penyajian hasil-hasil penelitian produktivitas dan perlindungan tanah 3. Diskusi

18 PRAKTIKUM 12 S/D 14: DESAIN DAN EVALUASI SISTEM AGROFORESTRY  TIK: mahasiswa dapat mendesain dan mengevaluasi sistem agroforestry SUB POKOK BAHASAN 1. Pengantar praktikum 2. Penyajian tugas laporan desain dan evaluasi sistem agroforestry 3. Diskusi


Download ppt "PANDUAN PRAKTIKUM AGROFORESTRY  Nama Mata Kuliah : Agroforestry  Kode Mata kuliah : SVK 418  SKS : 3 (2-3)  Semester : 7 (ganjil)  Deskripsi singkat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google