Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah TRAUMATOLOGI 5 SKS Semester 5 Dr.Noor Yulia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah TRAUMATOLOGI 5 SKS Semester 5 Dr.Noor Yulia."— Transcript presentasi:

1 PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah TRAUMATOLOGI 5 SKS Semester 5 Dr.Noor Yulia

2 Injury, Poisoning and certain other consequences of external causes TRAUMA

3 Definisi Traumatologi : – Ilmu yang mempelajari tentang rudapaksa / injury / trauma Trauma, dibagi menjadi – Trauma tumpul / blunt injury Misal : karena pukulan Luka biasanya dari luar tidak seberapa, tetapi didalam cukup parah – Trauma tajam Misal : karena tusukan

4 TRAUMA TUMPUL Terutama disebabkan oleh : – Kecelakaan lalu lintas – Kecelakaan saat berolah raga – Kecelakaan industri Kerusakan organ – organ intra abdominal dapat memberikan gejala : – Pendarahan intra abdominal Tensi menurun, berkeringat dingin Nadi cepat, pucat Perdarahan dapat menimbulkan hemoragik shock : secondary shock

5 Luka karena benda tumpul dapat berupa : – Luka memar / contusio – Luka lecet / aberation – Luka robek, retak, koyak / laceratio Luka memar dapat mengakibatkan kelainan pada organ – organ dalam. – Misal : pukulan dikepala -> contusio cerebri ; terjadi guncangan di jaringan otak– perdarahan pada permukaan otak

6 CONTUSIO / LUKA MEMAR Luka memar adalah kerusakan jaringan dibawah kulit – permukaan kulit utuh, epitel tidak mengalami kerusakan – Dibawah kulit kerusakan pembuluh darah kapiler menyebabkan darah memasuki jaringan ikat jadi bengkak, tampak berwarna merah kebiru-biruan, – Dapat sembuh tanpa diobati karena proses reabsorpsi tubuh Hubungan antara trauma dan luka memar tergantung ; – Sifat jaringan : Jaringan mengandung banyak lemak -> mudah terjadi memar – Kelainan patologis Haemofilia -> akibat trauma kecil menimbulkan banyak perdarahan dibawah kulit Penyakit kronis A vitaminosos K Gangguan pembekuan darah

7 ABRASIO / LUKA LECET Pada luka lecet kulit akan terkelupas sebagian atau seluruhnya – Terdapat kerusakan pada epitel dan epidermis – Paling sering pada kecelakaan lalu lintas ( pergeseran antara kulit dengan aspal) – Terjadi exudasi darah dan cairan limfe yang setelah kering akan menutupi luka, berupa keropeng – Sekitar luka akan dikelilingi oleh leukosit dan timbul penyembuhan disekitar keropeng, disusul reepitelisasi, akhirnya dapat sembuh tanpa sikatrix Luka lecet agak kemerah – merahan karena ada perdarahan dari kapiler Macam- macam luka lecet : Jenis geseran ; trauma berjalan hampir sejajar dengan permukaan epidermis – tertekan dan terbawa – terkelupas, epidermis lepas, sebagian corneum terdorong dan terkumpul pada tempat geseran terakhir Jenis tekanan : trauma menekan epidermis – akan lebih padat pada tempat tekanan, serum yang membeku tepat didaerah bawah kulit

8 LUKA ROBEK / LACERATIO / LUKA RETAK / LUKA KOYAK Robeknya epidermis maupun dermis dengan jaringan lemak dibawahnya Luka robek mudah terjadi dikulit yang menutupi tulang Tampak tepi luka tidak merata, tepi yang satu dengan yang lain ada yang masih berhubungan : JEMBATAN JARINGAN, bagian bawah kulit dapat terlihat dan dasar bibir luka dapat terangkat dan biasanya keluar banyak darah, rambut utuh. Selain luka robek biasanya ditemukan juga luka lecet dan luka memar

9 AVULSION Terkelupasnya kulit serta jaringan lemak dari otot – otot dibawahnya. Pada pengelupasan terbentuk kantong yang berisi darah dan cairan limphe Dengan semakin banyaknya cairan yang keluar dapat menimbulkan syok  meninggal Pada trauma yang keras kulit dapat terbuka sampai terlihat otot nya Contoh : tergilas ban mobil tertariknya fragmen tulang oleh ligamen atau tendo pada prlekatannya.

10 AKIBAT KEKERASAN BENDA TUMPUL Pada Ekstremitas ( lengan dan tungkai ) – Mengenai jaringan lunak : aberatio, laseratio, contusio, avulsion – Mengenai tulang dan sendi : dapat menyebabkan dislokasi, fraktur, komplikasi fraktur : shock, perdarahan, infeksi, trombosis, emboli lemak Pada Thorax – Menyebabkan avulsion – Fraktur tulang dada dan tulang iga, dapat transversal ( sering padaCosta 3-8 ) / Obligue – Frakture sering runcing merobek pleura visceralis dan parietalis serta organ dalam ( jantung robek), – Jantung atau paru terlepas dari tempatnya – Dapat menimbulkan kematian karena hematothorak, pneumothorax, hemopneumothorak

11 – Dapat mengenai sternum, scapula, cavicula, diafragma, oesofagus Pada abdomen – Organ lien / limpa mudah ruptur – orang masig bisa berjalan – Organ hepar bila ruptur orang langsung meninggal – Ginjal ruptur, tidak ada kematian mendadak, komplikasi yang ditakutkan adalah urine masuk didaerah retroperitoneal dapat menimbulkan celulitus, phlegmon, sepsis dan akhirnya kematian – Pancreas : kerusakan terjadi karena kompresi didaerah epigastrium, cairan pankreas masuk abdomen --. Peritonitis, shok, perdarahan – Lambung dapat robek – Duodenum ; oleh karena kompresi dapat terjadi ruptur bagian anterior atau posterior, akibatnya kuman bisa masuk retroperitoneum menimbul kan gangrenous celulitis fossa lumbalis kanan  kematian karena sepsis – Mesenterium dapat timbul ileus obstruktif dan peritonitis – Pada vesica urinaria patahnya tulang pubis atau kompresi vesica urinaria dapat menimbulkan ruptur, urin masuk ber infiltrasi ke subcutan abdomen scrotum dan paha -- gangrenous phlegmon – abses – sepsis – kematian, akibat ruptur urine dapat juga masuk kepembuluh darah menimbulkan toksemia

12 Pada Kepala – Luka memar pada dahi menyebabkan pendarahan turun kekelopak mata, kelopak mata menjadi biru disebabkan karena jaringan sekitar mata terdiri dari jaringan ikat kendor (bril hematom) – Dapat terjadi perdarahan / hematoma dibawah kulit kepala ataupun luka robek pada kulit kepala – Perdarahan pada hidung timbul karena adanya fraktur didaerah cribiformis / sinus sphenoidalis – Perdarahan pada telinga karena fraktur basis cranii di fossa cranii media – Fraktur tulang dasar tengkorak ( fraktur basis cranii ) Fraktur linier : berupa garis/ celah Compound fraktur ( comminuted frakture) banyak garis fraktur yang menyebar, banyak fragmen Depressed frakture / impresio fraktur ; fraktur akibat tekanan benda berat dengan jejas yang jelas – Kerusakan jaringan otak

13 Kerusakan jaringan otak » Comosio cerebri » Contusio cerebri » Laseratio cerebri » Edema cerebral Luka/ robeknya selaput otak dapat menyebabkan : » Perdarahan epidural » Subdural bleeding » Perdarahan sub arachnoid » Perdarahan intracerebral Otak lebih mudah bergerak/ ber oscilasi kearah depan dan samping dari pada kearah lain karena letaknya Otak lebih rapat dibagian frontal dan temporal dengan tulang tengkorak dari pada bagian lain,lebih mudah mengalami laseratio pada countrecoup Kekerasan didaerah frontal tidak mudah menimbulkan countre coup didaerah belakang kepala sebab refleksi duramater dan kedudukan otak sedemikian rupa menghambat osscillasi kearah belakang

14 Contusio cerebri – Memar otak, Perdarahan kecil-kecil disubstansia alba dan grisea karena robeknya pembuluh darah kecil, terjadi kerusakan jaringan otak ( cortex cerebri ) dibawah piamater tanpa ada kerusakan pada selaput otak arachnoidea – Manifestasi tergantung daerah yang kena Laseratio cerebri – Kerusakan otak/ luka robek otak pada sisi kekerasan disubstansi alba dan grisea disertai robeknya selaput otak piamater dan arachnoid – Dibedakan : – Direct laseration ; Biasanya disebabkan oleh fraktur / patahan tulang dimana ujung fragmen merusak sub arachnoid dan jaringan otak – Counter coup laseration ; kerusakan pada sisi yang berlawanan dari trauma misal akibat goncangan otak terbentur dinding tulang tengkorak pada sisi yang berlawanan – Terjadi pada saat kepala bergerak saat benturan – Misal ; lokasi trauma di occipital ;menimbulkan kerusakan pada permukaan bawah dan puncak lobus frontalis dan lobus temporalis – Trauma di parietal – permukaan luar lobus frontalis dan lobus temporalis

15 Edema cerebral, dapat : ditandai oleh meratanya gelung otak (gyrus) dan mendangkalnya alur otak (sulcus), penyempitan ventrikel otak, lobus temporalis menonjol melalui lobang tentorium, otak bertambah berat Edema otak menyebabkan kompresi, maka pada cerebellum terdapat bekas cetakan lubang besar tengkorak dan pada uncus bekas cetakan tentorium cerebelli Local edema cerebral : pada neoplasma, abses dan laceratio, bersifat lunak gelatinous dan kehijauan General edema Cerebral ; akibat trauma pada otak yang berat,

16 Luka pada selaput otak : Perdarahan epidural / ekstradural : Yaitu perdarahan antara duramater dan tulang tengkorak karena robeknya arteri yang sering arteri meningea media dan dapat terjadi dengan / tanpa fraktur os temporalis karena tulang ini tipis dan duramater melekat erat darah merembes antara tengkorak dan selaput otak tebal( duramater) dan bila darah terkumpul banyak.> cc dapat menyebabkan kematian karena kompresi otak / tekanan pada otak Antara terjadinya kekerasan dengan timbulnya gejala klinik ada suatu masa tanpa gejala yang disebut interval bebas atau periode laten / interval lucide Lamanya interval lucide biasanya beberapa jam sampai 24 jam, jarang lebih dari 2 hari

17 LUKA PADA SELAPUT OTAK : 1. Perdarahan epidural / ekstradural : Yaitu perdarahan antara duramater dan tulang tengkorak karena robeknya arteri yang sering arteri meningea media dan dapat terjadi dengan / tanpa fraktur os temporalis karena tulang ini tipis dan duramater melekat erat darah merembes antara tengkorak dan selaput otak tebal( duramater) dan bila darah terkumpul banyak.> cc dapat menyebabkan kematian karena kompresi otak / tekanan pada otak Antara terjadinya kekerasan dengan timbulnya gejala klinik ada suatu masa tanpa gejala yang disebut interval bebas atau periode laten / interval lucide Lamanya interval lucide biasanya beberapa jam sampai 24 jam, jarang lebih dari 2 hari

18 2, Subdural bleeding / perdarahan sub dural Perdarahan berasal dari bridging veins yang terkumpul antara duramater dan arachnoid Dapat terjadi karena : – Alkoholisme, Cerebrospinal luetica – Proses tua ( penuaan) – Kompresi otak  kematian – Pachy meningitis haemorragica interna-> darah beku berlapis- lapis, penyakit kronis – Robeknya pembuluh darah pada permukaan otak – Robeknya duramater dan arteri meningealis – Robeknya perlekatan duramater akibat trauma lama – Laseratio otak dan arachnoid – Perdarahan yang meluas kian mengganggu fungsi otak  kematian

19 3. Perdarahan sub arachnoid Terletak dibawah selaput otak arachnoid Dapat terjadi spontan atau karena trauma Misal : karena Circulus Willisi aneurisma yang pecah

20 Gegar otak/cerebral concusion/commotio cerebri / herzen schudding Trauma pada kepala yang menimbulkan gangguan fungsi otak tanpa dapat ditemukan kelainan anatomik pada otak Gejala ; – Gejala kardinal : pingsan sebentar ( - 15 menit), bila pingsan > 15 menit harus waspada biasanya bukan gegar otak lagi. – Muntah – Amnesia retrograd ( lupa hal yang terjadi sebelum kecelakaan ) – Pusing kepala, keluhan semua berputar dan bukan rasa pening kepala – Tidak ada kelainan neurologik

21 Emboli lemak Ada bahan lemak yang masuk dalam sirkulasi peredaran darah Trauma karena benda tumpul misal pukulan atau popor senapan hingga seluruh kulit punggung babak belur atau patah tulang panjang dapat menyebabkan lemak bebas masuk kedalam sirkulasi darah dan menyumbat kapiler paru- paru yang menimbulkan kematian Emboli udara Terjadi bila udara masuk kedalam sirkulasi darah Akibatnya kapiler paru tertutup oleh gelembung udara Emboli udara paru-paru disebabkan karena vena besar didaerah tulang elangka / lipat paha terbuka Karena adanya tekanan negatif didalam vena, udara terhisap dan ikut kejantung kanan, arteri pulmonalis dan akan menutup kapiler paru-paru.

22 PENGELOMPOKAN TRAUMA BERDASARKAN ORGAN / SISTIM : Trauma di kepala / head Trauma di leher/ neck Tauma di dada / thorax Trauma di abdomen,punggung dan pinggul Trauma dipundak dan lengan atas ( shoulder &upper arm) Trauma di sendi dan lengan

23 FRAKTUR TENGKORAK Gaya yang membentur kepala dapat menyebabkan patahnya tulang tengkorak Fraktur compressi-> tulang melesak kedalam Fraktur akibat benda tumpul : – Benturan frontal – Benturan frontotemporal – Benturan temporoparietal – Benturan oksipitoparietal – Benturan oksipital

24 COUP / CONTRECOUP Persentuhan dengan benda tumpul pada kepala dapat menyebabkan kerusakan pada otak Kerusakan yang terjadi sesuai dengan daerah persentuhan dinamakan Coup / kup Kerusakan yang terjadi berlawanan dengan tempat persentuhan disebut contrecoup / kontrakup dan biasanya lebih luas dari kup Kuntrakup dapat terjadi bila kepala bergerak atau kepala bebas bergerak waktu terjadi persentuhan Kerusakan otak dapat berupa luka memar otak atau luka robek otak

25 TRAUMA PADA VERTEBRAE Trauma bisa direk / indirek – Akibat Over fleksi badan – Jatuh dengan kepala/ bokong terlebih dahulu – Dapat terjadi luxatio, dislokasio, fraktur – Dapat merobek organdalam, misal : luxatio Th456 merobek pleura parietalis dan vena azygos, dislokasi Th merobek duktus troraxicus Vertebra cervicalis – Karena lebih fleksibel maka cervical lebih sering terjadi luxatio dibanding fraktur Vertebra thoracalis – Tersering karena indirek ; kerusakan medula spinalis sesuai kerusakan segmen itu sendiri

26 Vertebra Lumbalis – Tersering karena indirek – Sering menimbulkan compression fraktur Vertebra sacrum – Sering karena kekerasan direct – Disertai kerusakan panggul Vertebra coccygeus – Sering karena direct / langsung – Jarang menyebabkan kematian Compresion fraktur ; terjadi pada seseorang yang jatuh duduk, dimana spatium intervertebrae masih baik

27 TRAUMA INTRA ABDOMEN Blast injury Bruise Concussion injury Crushing injury Laceration injury Traumatic : – Haematoma – Puncture – Rupture – tear

28 TRAUMA ABDOMEN Dibagi menjadi : – Trauma tumpul abdomen  karena pukulan = Blunt injury ; dari luar tidak begitu tampak tapi cukup parah – Trauma tajam abdomen  karena tusukan Pada kerusakan intra abdominal ada nyeri spontan, kadang ada gas bila ada perforasi Nyeri dapat menjalar kepinggang dan kepunggung

29 TRAUMA TUMPUL ABDOMEN Terutama disebabkan oleh : – Kecelakaan lalu lintas – Olah raga – Kecelakaan industri Yang penting dicari : organ apa yang rusak Karena biasanya dari luar tidak begitu tampak tetapi didalam cukup parah Kerusakan organ – organ intra abdomen dapat memberikan gejala : 1.Perdarahan intra abdomen 2.Rangsangan peritoneum

30 Perdarahan intra abdomen ; – Tensi menurun, keringat dingin, nadi cepat, pucat – menimbulkan shock Primary shock : Neurogenic shock ; shock karena rasa sakit secondary shock : haemorrhagic :shock : shock karena pendarahan Sumbr pendarahan : – Kerusakan lever – Kerusakan limpa – Kerusakan pembuluh darah : terutama pembuluh darah mesenterial karena sukar mengadakan retraksi sehingga jika terbuka darah akan mengalir keluar

31 Rangsangan peritoneum – Dengan manifestasi ; defans muscular  nyeri, tegang – Rangsangan pada peritoneum terjadi karena ada benda yang tidak biasa berada dalam cavum peritoneum, misal Darah Enzym Isi usus Apabila Muntah perlu diperhatikan apakah yang keluar darah atau sisa makanan Tindakan mengatasi trauma abdomen : – Laparatomi – Hemostasis – Drainage

32 Organ – organ yang mungkin rusak dalam cavum abdomen : – Organ yang berongga : lambung, usus, dsb – Organ tidak berongga : lever, limpa, pancreas LEVER Curiga adanya robekan hati jika trauma terjadi pada abdomen bagian atas Ada hematom / luka lecet pada costa kanan bawah Jika ada robekan hepar darah akan banyak keluar karena vaskularisasi hepar menampung darah dari segala jurusan Gejala utama : – Kehilangan darah  dapat terjadi haemorrhagic shock karena banyak darah keluar – Rangsangan peritoneum,  timbul defans abdomen  karena timbul rangsangan peritoneum akibat darah yang berada dicavum abdomen merupakan benda asing

33 LIMPA Pada costae sebelah kiri ditemuakan : hematom, fraktur, luka lecet Gejla utama : akibat pendarahan Leukosit meningkan Pancreas Gejala urama : rangsangan peritoneum karena enzym – enzim akan keluar ke cavum peritoneum Lambung Gejala utama : rangsangan peritoneum karena isi lambung dan makanan masuk kecavum peritoneum

34 Duodenum Dapat terjadi perforasi retro peritoneal Gejala utama rangsangan peritoneum Usus halus Prinsip pada usus makin kedistal makin infeksius Gejala utama rangsangn peritoneum Usus besar Sangat infeksius Gejala utama ; peritonitis Rectum Biasanya karena luka benda tajam

35 Kandung empedu Gejala : merangsang peritoneum Terapi ; cholecystektomi Pembuluh darah besar Vena cava dan aorta  biasanya tidak tertolong Pembuluh darah mesenterium Karena membentuk arcade ( saling berhubungan) maka bila terputus jaringan dibawahnya( usus) masih baik

36 TRAUMA TAJAM ABDOMEN mudah diketahui organ yang rusak / tampak ada luka didinding abdomen Tindakan yang harus dilakukan : Luka kurang dari 6 jam – Kalau jelas peritoneum terbuka ; lakukan laparatomi – Jika hanya luka, peritoneum tidak jelas terbuka : explorasi – Jika teritoneum tidak terbuka -. Rawat sebagai luka kontaminasi biasa Luka lebih dari 6 jam – Jika tidak ada tanda – tanda perdarahan abdominal atau rangsangan peritoneum rawat sebagai luka infeksi – Jika jelas peritoneum terbuka tapi tidak ada rangsangan peritoneum dan tanda perdarahan  lakukan laparatomi – Jika ada tanda – tanda rangsangan peritoneum -> segera laparatomi

37 LUKA AKIBAT BENDA TAJAM Beberapa luka akibat benda tajam : – Luka tusuk – Luka iris – Luka bacok Benda tajam : pisau, pecahan kaca, pecahan kaleng, pedang, kapak, sabit dll Ciri-ciri luka karena benda tajam : – Tepi luka rata – Sudut luka tajam – Dasar luka tidak melewati jembatan jaringan – Disekitarnya tidak ada memar – Akar rambut ada yang terpotong

38 LUKA TUSUK Luka yang disebabkan oleh alat yang ujungnya runcing dengan mata tajam atau tumpul contoh ; pisau, keris, sangkur, pecahan ka ca,kikir,obeng Ciri luka tusuk tergantung dari penampang dan mata benda yang menyebabkannya Akibat luka tusuk pada daerah – daerah tertentu : Pada leher : menyebabkan emboli pulmoner / emboli vena Pada jantung : sering kena ventrikel kanan

39 LUKA IRIS Luka karena benda tajam yang digeser – geser pada permukaan kulit Tenaga menggeser lebih besar daripada tenaga menekan Ciri – ciri : – panjang Luka lebih besar dari pada dalamnya luka – tepi luka tajam dan rata – Ujung luka runcing – Tidak ada jembatan jaringan – Akar rambut ada yang terpotong – Dalamnya luka agak rata Luka iris dapat menyebabkan banyak kehilangan darah Dan bila vena besar teriris dapat menyebabkan emboli udara

40 ISTILAH - ISTILAH Jika trauma menimbulkan kematian hospes maka tidak ada petunjuk reaksi peradangan tidak ada. Infeksi adalah adanya mikroorganisme yang hidup dalam jaringan dan menimbulkan peradangan Peradangan / inflamasi adalah suatu proses reaksi tubuh yang terjadi pada waktu ada sel atau jaringan yang mati karena kehilangan suplay darah. Jadi peradangan dapat terjadi pada situasi jaringan steril sempurna tidak ada mikroorganisme Peradangan Akut adalah : respon langsung dari tubuh terhadap cedera atau kematian sel

41 Luka superficial Abrasi Blister ( non thermal) bukan karena suhu Contusio Digigit binatang

42 Luka terbuka akibat : Digigit binatang Terpotong laserasi Luka tusuk Luka dengan kemasukan benda asing

43 FRAKTUR Patah tulang Gejala klinis fraktur : – Krepitasi – Deformitas dari bagian tubuh yang bersangkutan ( misal terjadi pembengkakan, pemendekan ekstremitas ) – Gangguan / hilangnya fungsi – False movement pada tempat yang seharusnya tidak terdapat gerakan – Hematom oleh karena pecahnya pembuluh darah – Nyeri tekan terus menerus – Perubahan warna Dislokasi :

44 Dislokasi – Fraktur ad latum cum distractionum – Fraktur ad latum cum contractionum – Fraktur ad axim cum contractionum – Fraktur ad axim cum distractionum Aposisi dari fragmen – Kedudukan fragmen satu terhadap fragmen yang lain – Aposisi baik apabila terdapat 2/3 bagian dari permukaan masing – masing fragmen berhubungan Pada fraktur sebaiknya dirontgen posisi : PA & Lateral untuk mengetahui posisi fraktur dengan lebih jelas

45 MACAM – MACAM FRAKTUR Fraktur tertutup – Comminuted fraktur ; bila terjadi fragmentasi lebih dari 2, fraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa fragmen. – Depressed fraktur : fragmen patahan terdorong ke dalam (sering terjadi pada tulang tengkorak dan wajah) – Elevated fraktur – Fisura fraktur – Greenstick fraktur : gambaran seperti bambu yang dipatahkan salah satu sisi tulang patah sedang sisi lainnya membengkok., biasanya pada radius distal, sering terjadi pada anak-anak karena tulangnya masih lunak – Impacted fraktur: bila fragmen tulang terdorong ke fragmen tulang lainnya. – Linear fraktur : fraktur bentuk garis

46 Nurch fraktur /fatigue fraktur /stress fraktur : sering pada orang yang berdiri lama misal tentara, tidak benar – benar fraktur, hanya nampak garis putih pada foto, penderita merasakan sangat nyeri, lokasi : metatarsal, 1/3 proksimal femur, collum femoris, fibula, calcaneus, tulang – tulang pelvis Simple fraktur / Closed frakture, tidak menyebabkan robeknya kulit, integritas kulit masih utuh. Complete fraktur (fraktur komplet), patah pada seluruh garis tengah tulang,luas dan melintang. Biasanya disertai dengan perpindahan posisi tulang. Slipped epiphysis fraktur Spiral fraktur / fraktur obligue : sering terjadi pada tulang panjang, fraktur memuntir seputar batang tulang. Transversal fraktur, fraktur sepanjang garis tengah tulang. Patologik fraktur, fraktur yang terjadi pada daerah tulang berpenyakit (kista tulang, paget, metastasis tulang, tumor).

47 Fraktur terbuka – Compound fraktur – Infected fraktur – Missile fraktur – Puncture fraktur – Benda asing Open fracture (compound frakture / komplikata/ kompleks), merupakan fraktur dengan luka pada kulit (integritas kulit rusak dan ujung tulang menonjol sampai menembus kulit) atau membran mukosa sampai ke patahan tulang. Fraktur terbuka digradasi menjadi: Grade I: luka bersih dengan panjang kurang dari 1 cm. Grade II: luka lebih luas tanpa kerusakan jaringan lunak yang ekstensif. Grade III: sangat terkontaminasi, dan mengalami kerusakan jaringan lunak ekstensif.

48 Fractur complicata : – fraktur yang menembus jaringan lunak sehingga ada hubungan fraktur dengan dunia luar – Fraktur yang terdapat luka didaerah dekat fraktur yang mempunyai potensi untuk menimbulkan kontami pada fragmen – fragmen fractur Pathologi fraktur – Fraktur yang tidak terdapat anamnesa trauma sebelumnya – Terjadi karena primary akibat keganasan didarah tsb atau suatu metastase – Akibat osteomyelitis, defisiency vitamin, kelainan kongenital Fraktur dikepala ada 4 macam tipe : – Impresion frakture – Linear fraktur – Diastase ( fraktur dan sutura ) – Fraktur comminativa

49 Frakture extremitas Colles fraktur/ silverfork fr / linear fork deformity – Fraktur 1/3 distal os radius dengan fragmen distalnya mengarah keposterior – Kadang colles fraktur disertai fraktur processus styloid ulnae Bonnet`s fraktur : yaitu fraktur dari basis metacarpal I disertai dislokasi metecarpal I Fraktur os femur. Fraktur os calcaneus Pootts fraktur : yaitu : – robeknya ligamentum tibiofibulare – Fraktur fibula diatas ligamentum tibiofibularis – robekan pada ligamentum colateral medialis – Subluxatio os talus

50 PROSES PENYEMBUHAN TRAUMA PADA TULANG / FRAKTURE 1.Mula – mula terjadi Hematom disertai pembengkakan jaringan lunak  terjadi organisasi – dan hematom mengkerut 2.Terbentuk Fibrous callus  tulang jadi sedikit osteoporosis akibat resorpsi Ca untuk penyembuhan 3.Fibrous callus berubah menjadi primary bone callus / osteoclast karena Ca sudah mulai menumpuk, terjadi sesudah 4 minggu ( Rontgen tampak Radio opaque ) pada anak-anak terjadi lebih cepat 4.Primary bone callus diresorbsi menjadi Secondary bone callus yang sudah mirip jaringan tulang yang normal, fase ini terjadi sesudah 7 minggu 5.Scundary bone callus sudah ditimbuni Ca yang banyak dan tulang sudah terbentuk dengan baik.

51 Komplikasi fraktur 1.Bone atrofi-> osteoporosis yang terbentuk tidak berkurang tapi menjadi menetap permanen/ semi permanen 2.Infeksi -> Karena stafilokokus,streptokokus, gas gangren 3.Delayed union-> disebabkan imobilisasi kurang sempurna, terlalu banyak manipulasi, fragmen letak tidak benar, pyogenik infeksi,ketuaan,gangguan sirkulasi, pasang plate kurang tepat 4.Non union -> bila pergeseran fragmen fraktur terus terjadi hyalin cartilago terlalu banyak terbentuk sehingga primary bone kurang sempurna 5.Aseptic nekrosis-> terjadi bila terdapat gangguan vascularisasi pada fraktur 6.Gangguan pertumbuhan-> terpisahnya tulang sebelum mmengalami calsificasi 7.Myositis ossificans-> pembentukan callus didaerah hematom 8.Kerusakan struktur sekitar fraktur -> pada otot, (contractur ) saraf, pembuluh darah sekitar (necrosis-emboli-pseudo aneurisma), artikulasi sendiri ( disebut arthritic post traumatica) 9.Fat emboli -> terjadi pulmonary edema

52 Luka pada jaringan ikat ( joint capsue ligament ) Avulsi Laserasi Sprain Traumatic : – Haem arthrosis – Rupture – Sub luksasi – tear

53 Luka pada jaringan saraf dan tulang punggung Spinal cord – Complete – Incomplete – Persambungan saraf dengan spinal Trauma : – Division of nerve – Haematomyelia – Paralysis / transient – Paraplegia – quadriplegia

54 Luka pada pembuluh darah Avulsi Terpotong Laserasi Traumatik : – Aneurisma – Fistula – Haematom – rupture

55 Luka pada tendon dan otot Avulsi Terpotong Laserasi Ruptur karena trauma

56 LUKA BAKAR Parahnya luka bakar ditentukan oleh 2 faktor yaitu : Persentase luas bagian tubuh yang terbakar – Ringan : < 15 % – Sedang : 15 – 50 % – Berat : > 50 % Kedalaman luka bakar, dibagi 3 derajat – Derajat pertama : hanya permukaan luar epidermis yang terkena, Gejala : sakit, merah jadi putih jika ditekan, bengkak tapi tidak melepuh, Bisa sembuh sempurna dalam waktu 3-4 haridengan terkelupasnya bagian kulit yang mati – Derajat kedua : Bagian kulit sampai bagian dalam epidermis dan bagian atas dermia, Gejala : kulit terasa sakit, bengkak, merah, panas, melepuh, Penyembuhannya berawal dari regenerasi jaringan epitel pada derivat epidermis misal : folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea yang tidak mati – Derajat ketiga : Semua bagian kulit : epidermis,dermis,dan semua derivat epidermis mati terbakar, Sering tidak melepuh, kulit jadi merah dan bengkak, Rasa sakit berasal dari jaringan subdermis, kulit tidak berasa bila diraba karena reseptor saraf telah rusak, Penyembuhan lama, Terjadi parut yang hebat dan sering menimbulkan kontraktur/ penciutan kulit setelah sembuh – Derajat Empat : – Semua jaringan telah menjadi arang

57 Luka bakar dapat disebabkan oleh banyak hal: Panas (misal api, air panas, uap panas)apiair Radiasi Listrik Kimia Laser

58 TRAUMA KARENA SUHU TINGGI Etiologi ; – Api – Benda padat panas – Benda cair Gambaran luka tergantung : tingginya suhu dan lamanya kontak Luka dapat berupa : eritema, vesikel, karbonisasi Luka oleh karena api dan benda padat biasanya gambaran sesuai kontak Luka karena benda cair biasanya luas mengikuti arah pengaliran yang lebih rendah Reaksi tubuh yang terjadi – Reaksi umum – Reaksi lokal

59 REAKSI PADA SUHU TINGGI Pada suhu tinggi dan kelembaban tinggi terjadi reaksi tubuh yang dipengaruhi oleh keadaan gizi, atherosclerosis, penyakit kronis yang diderita, keadaan – keadaan yang melemahkan tubuh ( diare, febris) dll Reaksi umumnya yaitu ; – Heat fatigue – Heat syncope – Heat cramps – Heat exhaustion – Heat stroke Reaksi lokal yaitu ; – Luka bakar – Luka korosif – Masuk arus listrik, dsb

60 REAKSI UMUM Heat fatigue – Timbul gangguan dalam melakukan aktifitas Heat syncope – Terjadi gangguan sirkulasi, sesak Heat cramps – Orang berkeringat banyak ( hiperhidrosis), Nacl banyak keluar terjadi spasme tetanik,Nyeri otot --. Kekakuan – Terapi ; air, garam, sedativum, masage ringan pada otot Heat exhaustion – Gangguan pusat respirasi ( pada medula oblongata ) – Dapat akut menimbulkan kematian karena circulation failure – Pada type lambat / perlahan – lahan dapat timbul gejala gangguan gastro intestinal tract, panas, gangguan circulasi berupa hipotensi & pulse ireguler – Terapi ; infus glukosa + Nacl Heat stroke

61 Dibedakan ; – heat pyrexia : gangguan thermoregulator – Heat stroke ; paralisis thermoregulator Biasanya pada gurun pasir Gejala ; – haus, head ache, gangguan SSP ( motorik, sensorik, coma) – kulit kering, merah – Pupil midriasis, reflek cahaya (-) – Gejala renal failure sampai kerusakan ginjal seperti degenerasi albumin – hipotensi

62 Stadium luka bakar Hiperemia – Setelah 6-8 jam timbul infiltrasi limfosit Vesikel – Dasarnya hiperemis – Berisi cairan serous, albumin dan clorida – Mikroskopik ; cairan intraepidermal – Bila vesikel dipecahkan akan tampak sisa-sisa epidermis dan tampak hiperemis Nekrosis koagulatif – Kerusakannya lebih dalam, bahkan jaringan dapat sampai hilang, banyak infiltrasi limfosit Karbonisasi – Timbul oleh karena kontak langsung dengan sumber api – Dapat menimbulkan kematian oleh karena shock atau keracunan gas CO – kulit, otot kering, meng arang dan pecah-pecah karena kontraksi – Rambut terbakar habis, cornea keruh

63 Sebab kematian karena luka bakar : – Shock, dapat : Primary shock : timbul karena neurogenik shock 6-8 jam Intermediate shock ; timbul karena hipovolemik dan toksemia dari jaringan Delayed shock – Sekunder infeksi – Renal failure – Pneumonia hipostatik --. Karena berbaring lama – Curling`s ulcer  pada kasus kronis Prognosa, tergantung pada : – Luas ; Rule of Nine – Terapi – Keadaan umum sebelumnya – Adanya komplikasi ; frakture tulang

64 TERAPI LUKA BAKAR Setiap pasien luka bakar harus dianggap sebagai pasien trauma, karenanya harus dicek Airway, breathing dan circulation-nya terlebih dahulu. Airway - apabila terdapat kecurigaan adanya trauma inhalasi, maka segera pasang Endotracheal Tube (ET). Tanda-tanda adanya trauma inhalasi antara lain adalah: riwayat terkurung dalam api, luka bakar pada wajah, bulu hidung yang terbakar, dan sputum yang hitam.Endotracheal Tube Breathing : apakah ada trauma yang dapat menghambat gerakan pernapasan, misalnya pneumothorax, hematothorax, dan fraktur costae Circulation - luka bakar menimbulkan kerusakan jaringan sehingga menimbulkan edema. pada luka bakar yang luas dapat terjadi syok hipovolumik karena kebocoran plasma yang luas. Manajemen cairan pada pasien luka bakar, dapat diberikan dengan Formula Baxter.

65 TRAUMA KARENA SUHU RENDAH Kontak dingin Terjadi spasme arteriole, iskhemia, hipoxia jaringan, timbul kerusakan pada jaringan epidermis dan subkutan Khas ; – Kerusakan endothel kapiler – Timbul vesikel – edema Predisposisi : kelainan pembuluh darah Macam : – Trench foot 0`-4`C -> oleh karena thrombosis ischemic – Frostbite (-)4`- 10`c Terapi – Penghangatan dengan air panas – Hindari faktor trauma, Jangan lakukan masage – Beri antiseptik

66 TRAUMA LISTRIK Sumber listrik – Alam : petir, kilat – Buatan ; listrik rumah tangga, baterei Arus listrik terbagi dalam 2 macam: – Directing current ( DC) – Alternating Current (AC) – Pada AC lebih berbahaya dari pada DC karena arusnya bolak balik ( 4x lebih berbahaya

67 Berbahaya tidaknya arus listrik tergantung pada : 1.Voltage ( Volt) – Makin besar volt,intensitas makin besar, efek meningkat 2.Intensitas ( amperage) 3.Frekwensi ( Hertz / cycle) – Cycle sangat rendah atau sangat tinggi tidak berbahaya – Cycle yang berbahaya ukuran Isolator – Bila terdapat penyaluran arus listrik ketanah ( graunding ) tahanan akan makin kecil – Sehingga bila ada isolator listrik tidak membahayakan ( pakai sepatu karet ) 5.Resistensi / tahanan kulit – Tahanan kulit rendah, misal basah, intensitas akan besar, efek lebih besar – Kulit kering, tahanan tinggi, intensitas kecil, efek kecil

68 6.Keadaan korban – Bila tak menyangka akan kena listrik biasanya efek lebih besar – Orang sehat lebih tahan – Usia muda lebih tahan daripada orangtua – Karena kebiasaan dan adaptasi tukang listrik lebih tahan a 7.Lamanya kontak – Lebih lama kontak, efek lebih besar 8.Arah arus – Dalam hal terjadinya shock listrik organ yang paling penting adalah jantung Sebab kematian ; – Ventrikel fibrilasi – Paralysis centrum medulare : jarang – Asphyxia : akibat kejang otot pernafasan dan diafragma

69 Efek arus listrik pada tubuh : I 1 Ma  stimulus sensorik : kesemutan, – dapat terjadi luka bakar, I 5 Ma  stimulasi motorik ; kontraksi flexor, – untuk pegang listrik sebaiknya pakai punggung tangan I 20 – 30 m A  stimulasi otot pernafasan I 70 – 80 m A  stimulasi Cor ; ventrikel fibrilation Lebih besar lagi  Cardiac arrest Electric mark : Gambaran luka bakar dengan tepi yang menimbul, sekitarnya pucat( halo ring), dan hiperemis lebih luar lagi Tempat kontak berkulit tipis : Vesikel seperti luka bakar, kulit warna merah Kontak cukup lama dan aliran listrik kuat : Kulit mengeras dan atau hangus seperti arang Kontak dengan percikan api ( sparks ) Titik – titik kecil yang hangus Kontak dengan arus yang melompat / tegangan tinggi : Luka bakar tidak teratur derajatnya ( flash burns)

70 PETIR / LIGHTNING / BLIKSEM Petir adalah listrik alam dengan sifat : – Arus searah ( DC) – Tegangan tinggi ( > 20 juta Volt) – Intensitas tinggi ( A) – Kerja sangat singkat (1/1000 detik ) – Tertari benda – benda yang menjulang tinggi seperti pohon, pacul, payung, tanah – Petir membutuhkan konduktor, Pada orang yang berlindung dibawah pohon yang tersambar petir orangnya karena orang merupakan konduktor yang lebih baik dibanding kayu Kelainan pada tubuh oleh petir disebabkan faktor : Faktor arus listrik Faktor suhu tinggi Faktor ledakan

71 LUKA OLEH ZAT KIMIA contoh asam kuat ; H2SO4, HCO3, Hcl, Asam acetat Jarang menimbulkan kematian kecuali bila cukup luas permukaan tubuh yang kena Terken asam kuat : cairan sel kulit akan diabsorbsi oleh asam dan terjadi prepitisasi protein Luka tampak sebagian kering, keras, kecoklatan Tes lakmus menunjukan reaksi asam Contoh basa kuat ; Naoh Gambaran luka tampak bagian yang pucat Terkena basa kuat ; timbul reaksi penyabunan dengan dengan bahan – bahan dalam sitoplasma sel, sel – sel menggembung dan basah Pada perabaan terasa basah dan seperti lilin

72 TRAUMA BAHAN KIMIA Bahan kimia chemicals yang dapat menyebabkan luka bakar adalah : – Asam kuat atau acidsacids – basa kuat atau basesbases – Luka bakar akibat bahan kimia umumnya disebabkan karena sifat kimiawi bahan tersebut yang tajam dan dapat membakar kulit, seperti [sodium hidroksida]], silver nitrate, dan bahan kimia berbahaya lainnya (seperti asam sulfur ataupun asam nitrat) – Asam hidroflorik dapat menyebabkan kerusakan tulang, Asam hidroflorik

73 HEMATOTHORAKS Suatu penyakit akibat cedera pada dada Dapat menyebabkan kematian mendadak atau cacat Gejala : respiratory distress syndrome yaitu bunyi nafas hilang dan dullness pada perkusi Pemeriksaan Rontgen dan Torakokinesis dapat ditemukan darah didalam rongga pleura Patofisiologi : – Biasanya disebabkan oleh trauma tumpul rongga dada dan organ – organ didalamnya – Cedera menyebabkan fraktur tulang rusuk, yang dapat melukai jaringan paru – Pasien mengalami nyeri yang sangat pada pergerakan dada, ventilasi terganggu, sekresi trakea bronkus meningkat, pergerakan dada tidak simetris( flail chest bila mengenai lebih dari 2 tulang rusuk) sering pada iga ke 5 – 9 – Perdarahan dapat masuk rongga thoraks, terjadi simple hemotoraks( darah kurang dari 1500 ml ) atau hemotoraks masif ( lebih ).

74 HEMATOTHORAKS Cedera hebat menyebabkan kontusio pulmoner dapat menyebabkan gagal nafas dan menimbulkan kematian Kontusio pulmoner ditandai dengan perdarahan intra alveolar, edema intertisial paru, penurunan compliance paru dan luas membran difusi berkurang Pemeriksaan penunjang diagnosa : Radiologi, Auskultasi dan perkusi paru Terapi : – Beri Oksigen – Tanggulangi nyeri dengan beri obat injeksi morphin – Pasien diposisikan semi fowler – Tingkatkan ekspansi paru dengan latihan nafas dalam – Bimbing batuk efektif dan aspirasi sekret bila perlu trakeostomi – Atasi gagal nafas dengan ventilasi mekanik – Atasi syok – Pasang perban elastis untuk fungsi fiksasi

75 RESPON TUBUH TERHADAP CEDERA Terjadi proses peradangan dan proses perbaikan pada jaringan tubuh yang terkena trauma / cedera Respon tubuh terhadap cedera dimana sel – sel / jaringan tubuh mengalami trauma dan hospes tetap hidup, akan ada respon dari jaringan sekitar trauma, respon ini disebut peradangan Jadi peradangan adalah reaksi vaskular yang hasilnya mengirim cairan, zat-zat yang terlarut dan sel-sel dari sirkulasi darah ke jaringan – jaringan interstitial pada daerah yang terkena trauma. Peradangan sebenarnya adalah hal yang menguntungkan dan merupakan mekanisme pertahanan tubuh dimana hasilnya adalah proses netralisasi, pembuangan agen infeksi. penghancuran jaringan nekrosis dan pembentukan keadaan yang dibutuhkan untuk perbaikan dan pemulihan

76 REAKSI TUBUH APABILA TIDAK ADA RESPON PERADANGAN merupakan peluang besar terjadinya infeksi yang hebat Proses penyebaran yang cepat Dapat terjadi infeksi yang mematikan Hal tersebut dikarenakan proses pertumbuhan dari mikroorganisme tidak ada yang menghambat. Jadi reaksi peradangan itu sebenarnya adalah peristiwa yang dikoordinasi dengan baik, dinamis dan kontinyu Untuk menimbulkan reaksi peradangan jaringan sekitar harus hidup dan mempunyai mikrosirkulasi yang berfungsi dimana : - Jika terjadi nekrosis luas maka reaksi peradangan akan timbul pada bagian tepi antara jaringan yang mati dan jaringan hidup dengan sirkulasi utuh

77 TANDA – TANDA POKOK PERADANGAN / INFLAMASI Red : Kemerahan : Rubor Hot : Panas : Color Tender : Nyeri : Dolor Swollen : Pembengkakan : Tumor Lost of fungtion : Perubahan fungsi : Fungtio laesa ( Tergantung dari site dan beratnya inflamasi )

78 PATOFISIOLOGI TANDA POKOK PERADANGAN / INFLAMASI Rubor ( kemerahan ) – Merupakan hal pertama yang terlihat pada proses peradangan – Arteriol yang mensuplai daerah tersebut melebar sehingga banyak darah yang mengalir kedalam mikrosirkulasi lokal : keadaan ini dinamakan hiperemia atau kongesti. – Menyebabkan warna merah lokal karena peradangan akut – Reaksi ini diatur secara neurogenik dan kimia melalui pengeluaran zat histamin Kalori ( panas) – Terjadi bersamaan dengan rubor pada reaksi peradangan akut – Hanya terjadi pada permukaan tubuh – Daerah peradangan menjadi lebih panas dari sekelilingnya.sebab darah yang disalurkan lebih banyak dari daerah normal

79 PATOFISIOLOGI TANDA POKOK PERADANGAN / INFLAMASI Dolor ( rasa sakit ) – Perubahan Ph lokal atau konsentrasi lokal ion – ion tertentu dan pengeluaran zat kimia histamin merangsang ujung – ujung saraf – Pembengkakan jaringan yang meradang juga mengakibatkan peningkatan tekanan lokal juga menimbulkan rasa sakit. Tumor ( pembengkakan ) – Merupakan pembengkakan lokal – Bengkak ditimbulkan oleh pengiriman cairan dari sirkulasi darah kejaringan interstitial – Campuran dari cairan dan sel yang tertimbun didaerah peradangan disebut eksudat – Sel – sel darah putih akan meninggalkan aliran darah dan tertimbun sebagai bagian dari eksudat bersama sel – sel mati menimbulkan apa yang disebut nanah

80 PATOFISIOLOGI TANDA POKOK PERADANGAN / INFLAMASI Fungtio laesa ( perubahan fungsi ) – Terjadi gangguan fungsi jaringan akibat jaringan tersebut mengalami bengkak, nyeri disertai sirkulasi abnormal dan lingkungan kimiawi abnormal Keadaan yang memberi reaksi peradangan / inflamasi di antaranya: -Cedera (> pada infeksi bakterial) -Suhu terlalu tinggi atau terlalu rendah -Iritasi kimiawi -Reaksi antigen-antibodi (Contoh: penyakit infeksi)

81 PROSES PERADANGAN / INFLAMASI Proses Inflamasi bisa akut atau kronik yang masing-2 memiliki pola khusus, walau biasanya kronik didahului oleh fase akut. Inflamasi akut akan menjurus ke supurasi  Abses Inflamasi kronis akan menimbulkan perlengketan

82 PROSES PENYEMBUHAN Primary healing Healing by First Intention: sanatio perprimum intentionumTerjadi penyembuhan luka tanpa komplikasi Ini terjadi pada luka dengan kerusakan minim di kedua ujung luka yang disambung dan dijahit, garis insisi segera terisi bekuan darah, terjadilah penyembuhan dengan penyambungan primer. Contoh : luka elektif operasi / luka steril, missal hernia, kista atherom Pada hari pertama pasca bedah setelah luka disambung dan dijahit bekuan darah segera terjadi. Darah merembes ke dalam di bagian luka, terjadi bekuan kering yang menjadi suatu kerak yang menutup luka yang akan menjadi basis pembentukan jaringan parut fibrosis. Secondary healing : sanatio persecundary intentionum, Luka tidak sembuh sendiri setelah tindakan, perlu tindakan berikut Tertiary healing, Jika dengan 2 x tindakan belum juga sembuh.misal, perlu skin graft, Contoh : luka diobati  infeksi  diobati – luka masih terbuka/ basah  skin graft

83 Pada hari kedua, timbul dua aktivitas yang terpisah: (1)ada re-epitialisasi permukaan dan (2)pembentukan jembatan yang terdiri dari jaringan fibrosis yang menghubungkan kedua tepi celah sub-epitel. Keduanya sangat bergantung kepada anyaman fibrin yang terjadi pada bekuan darah yang akan menjadi kerangka bagi sel epitel, fibroblast dan tunas kapiler yang ber migrasi. Setelah 48 jam, tonjolan saling bertemu dan luka tertutup epitel yang mulanya hanya terdiri dari selapis sel di bagian tengah insisi. Kemudian proliferasi progresif terjadi dan pembentuk an epitel skuamosa berlapis banyak sebagai epidermis normal. Setelah dua hari fibroblast pada tepi luka mengalami hipertrofi dan sitoplasmanya tampak lebih basofilik.

84 Pada hari ketiga pasca bedah: respons radang akut mulai berkurang dan sebagian besar neutrofil diganti makrofag yang membersihkan tepi luka dari sel-sel yang rusak dan pecahan fibrin. Pada hari kelima: celah insisi (incision) biasanya terdiri jaringan granulasi longgar yang kaya pembuluh darah disertai serabut kolagen yang tersebar. Pada akhir minggu pertama, luka tertutup epidermis dengan tebal kurang normal, celah subepitel terisi jaringan ikat kaya pembuluh darah, dan mulai membentuk jaringan kolagen. Selama minggu ke 2, tampak proliferasi fibroblast dan pembuluh darah secara terus-menerus dan terjadi timbunan progresif serabut kolagen. Pada saat ini kerangka fibrin sudah lenyap. Jaringan parut masih akan tetap berwarna merah cerah sebagai akibat peningkatan vaskularisasi namun belum cukup rentang, sebagian daya rentang luka baru masih didukung oleh benang jahit (sutura) bedah dan epitel penutup luka. Pada saat ini reaksi radang juga sudah hampir hilang seluruhnya, dengan meninggalkan beberapa makrofag dan mungkin juga sedikit infiltratif limfosit saja.

85 Pada akhir minggu ke 2, struktur dasar jaringan parut telah mantap dan suatu proses yang panjang berjalan (jaringan parut warna lebih muda akibat tekanan pada pembuluh darah)  timbunan kolagen dan peningkatan daya rentang luka yang lebih mantap, namun tidak dapat mencapai kembali daya rentang semula, ekstensisitas maupun elastisitas yang dimiliki kulit normal tanpa luka. Folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar lemak (adneksa kulit) yang rusak tidak dapat diganti lagi. Healing by Second Intention Ini terjadi bila ujung luka tidak tersambung tepat melekat satu sama lain. Penyembuhan akan lebih lama dan terjadi jaringan granulasi yang berkembang jadi jaringan parut (scar tissue) Penyembuhan dengan penyambungan Sekunder: Proses pada ini memerlukan waktu lebih lama karena jaringan yang mati dan debris nekrosis perlu dibersihkan dan celah akibat luka perlu diisi dengan sel yang masih vital. Dasar dan tepi luka (jaringan yang rusak) pertama dilapisi jaringan granulasi. Proliferasi fibroblas dan pembentukan tunas kapiler telah dimulai, sedangkan di bagian sentral reaksi radang akut dan kronik kadang ada yang masih aktif.

86 Proses penyembuhan jaringan tubuh : Epithel & Mucosa membrane  akan kembali semula karena daya regenerasi cukup tinggi Tendon  penyembuhan diganti jaringan granulasi Otot  penyembuhan diganti jaringan granulasi Tulang -- > jaringan tulang akan terbentuk kembali Tulang rawan  Hasil tidak teratur, bisa kembali / tidak Membran serious  hasil regenerasi cukup baik, ( peritoneum, pleura ) Otak & Sumsum tulang  diganti jaringan ikat Saraf perifer  hanya axonnya yang akan regenerasi, bila terputus yang disambung hanya perinural sheathnya saja, axon distal akan mati, axon proximal akan bermigrasi kedistal, lama sembuh (1 hari tumbuh 1 mm)

87 PROSES PENYEMBUHAN Phase initial = lag phase langsung dimulai sesaat setelah terjadi luka,Terjadi reaksi inflamasi, vasodilatasi, Proses fagositosis mulai bereaksi : leukosit, histiocyt, macrofag, serum. Enzyme2 meningkat, factor pembekuan darah segera bereaksi  Proses thrombosis --. Thrombus, pembekuan darah  Terbentuk trabekula fibrin dari bekuan darah Phase fibroblast = pembentukan jaringan fibroblast Hari ke 2 Terjadi proliferasi dan migrasi endothel kapiler kedalam blood cloth, Jaringan fibroblast terbentuk  membentuk jembatan / anyaman fibrin,terjadi lebih cepat pada hari ke 7  mencapai puncak pada hari ke 10 – 14, sesudah 3 minggu kemampuan berkurang kembali.Sel fibroblast – membentuk zat dasar diextraseluler  zat kolagen ( bersifat kontraktil ),Terjadi multiplikasi jaringan kolagen + jaringan granulasi,Setelah 3 hari terjadi proses proliferasi pembentukan epithel  Terjadi proses epithelisasi, Squamos berlapis, fibroblast menjadi hipertrofi Phase kontraksi = Dimulai setelah 2 minggu dan jelas pada minggu ke 3,Terbentuk scare tissue / jaringan parut,bisa berlangsung lama > 1 tahun,Mula – mula jaringan parut berwarna merah muda lama – kelamaan menjadi lebih muda – putih

88 LANJUT KULIAH MENDATANG KERACUNAN


Download ppt "PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah TRAUMATOLOGI 5 SKS Semester 5 Dr.Noor Yulia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google