Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KASUS KEPERAWATAN LINTAS BUDAYA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KASUS KEPERAWATAN LINTAS BUDAYA"— Transcript presentasi:

1 KASUS KEPERAWATAN LINTAS BUDAYA
WIDANINGSIH

2 KASUS 1 Yanto, seorang perawat di bangsal bedah VIP sebuah Rumah Sakit Islam dikotanya. Hari ini dia shift pagi dan merawat kamar A sampai dengan kamar E. Tuan Burhan (50 tahun), seorang pasien post operasi ileus hari ke-3 yang dirawat di kamar C. Tuan Burhan sudah  diperkenankan makan makanan lunak ( bubur ) dengan lauk-pauk dan sayur yang  juga lunak. Siang ini, Yanto mengantar makan siang kekamar C, kamar Tuan Burhan. Sesampainya disana, Tuan Burhan mengatakan bahwa beliau ingin sekali makan bubur yang disiram kuah kaldu babi. Beliau mengatakan bahwa itu makanan favoritnya. Yanto terkejut mendengar pernyataan Tuan Burhan. Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa memenuhi permintaan Tuan Burhan karena instansi tempat dia bekerja adalah sebuah Rumah Sakit Islam. Tetapi Tuan Burhan tetap memaksa dan meminta ijin untuk membawa sendiri makanan tersebut dari rumah. Tetapi Yanto tetap tidak mengizinkan. Bahkan tanpa menjelaskan apapun, dia meninggakan Tuan Burhan sendiri. Keesokan harinya, Tuan Burhan minta pulang paksa dengan alasan perlakuan perawat yang kurang menyenangkan.

3 KASUS 2 Klien nama Ny.W,30 tahun,Islam,SMP,petani,suku jawa,diagnosis medis abortus.Klien hamil 12 minggu,klien sangat mengharapkan memiliki anak.Klien mengeluh mengalami pendarahan dan perut mulas-mulas selama 3 hari.Klien dianjurkan untuk kuratase.Klien memeriksakan kehamilannya di dukun dan berencana akan melahirkan si sana.Klien mendapati informasi tentang kehamilan dari mertua.Klien masih percaya pada sihir dan hal-hal gaib,mereka percaya banyak anak banyak rejeki dan percaya bahwa abortus merupakan perbuatan dosa. Setelah di diagnosis abortus,klien tidak menerima dan merencanakan akan berobat kedukun.Mereka menganggap hal itu akibat ibunya melanggar pantangan dalam menyediakan sesaji.Hubungan kekerabatan yang lebih dominan adalah pihak laki-laki,pola pengambilan keputusan di pihak laki-laki. Pantangan makanan jantung pisang,gurita,dan air kelapa sedangkan suaminya pantang memanjat pohon kelapa atau pohon yang tinggi.Aturan dan kebijakan di atur oleh pemuka agama dan para santri.Ada tabungan yang sudah di persiapkan oleh keluarga untuk persalinan ini.

4 KASUS 3 Tn. A usia 45 tahun dirawat di RSUD kota Jakarta sejak seminggu yang lalu. Tn. A sudan menderita penyakit DM sejak 6 tahun yang lalu, menurut istrinya suaminya ini sering terlihat cepat lelah merasa sangat haus dan sering ke kamar mandi untuk buang air kecil, perutnya tidak enak serasa mual , terkadang muntah dan nyeri. Menurut istrnya juga dari pemeriksaan alat gula darah kepunyaan tetangganya, hasilnya sring diatas 200mg/dl. Pasien mengatakan badan terasa lemas disertai mual dan kadang-kadang muntah. Ketika diperiksa torgor kulitnya lebih dari 3 detik,mukosa bibir kering,terdapat penurunan berat badan dari sebelum sakit, Berdasarkan dari pemeriksaan fisik,tanda-tanda vital TD:120/80 mmHg,N :60X/menit, S :36,50  C,RR:24X/menit, dari mulut pasien tecium bau buah yang menyengat pasien sering mendengkur dan bibir terlihat mencibir ketika ekspirasi,kesadaran somnolen GCS 12. Terpasang oksigen binasal 2 lpm,pasien saat ini dberikan terapi infuse Nacl 0,9 % dengan menggunakan infuse pump, dan pemberian insulin 20 U. Hasil pemeiksaan dengan glukometer tak terbaca sehingga di lakukan pemeriksaan dilabolatorium keton serum positif,analisa gas darah Ph 7,10. Pasien mendapatkan terapi obat ranitidine 30mg dan ondansentron 4mg. Istri paien mengatakan selama ini dia tidak segera membawa suaminya ke rumas sakit karena tidak mempunyai KTP dan KK tempat tinggal saat ini,karena pasien berasal dai luar kota Jakarta. Sehingga tidak bias menggunakan program GAKIN,sedangkan istri pasien mengeluh tentang  biaya perawatan.

5 KASUS 4 Seorang perempuan datang ke poli klinik kulit RS X. Dengan keluhan gatal – gatal di seluruh tubuh di sertai rasa panas setelah memakai kosmetik ( bedak dan lotion ), menurut klien kulit tampak merah dan terjadi edema di seluruh tubuh serta muncul vesikula, pustula  sudah 3 hari Hasil pemeriksaan TTV didapatkan TD : 120/90 mmHg, N : 110x/menit, S : 38,5o C. Dokter poli klinik memberitahukan kepada perawat agar pasien di berikan kortikosteroid topical serta dilakukan pemeriksaan biopsy kulit, patch test atau uji temple dan pemeriksaan laboratorium ( Hema I )  guna menentukan diagnosa medis. Setelah diberikan penjelasan oleh perawat terhadap pasien dan keluarganya, dari pihak keluarga tidak bersedia dilakukan pemeriksaan patch test dan hema I dikarenakan tidak mempunyai biaya yang cukup, dengan demikian perawat memberikan surat pernyataan penolakan medis kepada pihak keluarga.

6 KASUS 5 Anak A 8 tahun, suku Padang, Beragama islam diantarkan orangtuanya ke Rumah Sakit Harapan Kita dengan keluhan nyeri pada tulang keringnya. Bp. A mengatakan nyerinya timbul akibat An. A memanjat pohon yang dikeramatkan di desanya, kemudian menurut kepercayaan orang sekitar An. A terjatuh akibat didorong oleh penunggu pohon keramat tersebut. Menurut cerita yang dikatakan Bp.A saat anaknya Jatuh langsung dibawa kedukun, lalu An. A dipijit menggunakan batang sereh yang dibakar dengan bacaan doa-doa. Bp. A mengatakan An. A dilarang mengkonsumsi makanan seperti ikan, daging, dan telur. An. A juga tampak lemah dan lesu ,pada saat diberikan Penkes Bp. A masih terlihat kebingungan.

7 KASUS 6 Jojo mengalami fraktur setelah mengalami kecelakaan, saat dibawa kerumah sakit keadaannya sudah parah. Ibunya mengatakan bahwa setelah terjadi kecelakaan anaknya langsung dibawa ke sangkal putung setelah pengkajian didapatkan bahwa keluarga Jojo lebih percaya kepada sangkal putung untuk mengobati sakit anaknya karena dianggap lebih cepat penyembuhannya dan sudah terbukti dari dulu untuk mengobati patah tulang.

8 KASUS 7  Perawat lilis sedang melakukan pengkajian terhadap bapak rudi yang ibunya sedang dirawat di rumah sakit akibat sakit TBC. dari hasil pengkajian didapatkan bahwa selama ini beliau hanya memberikan obat-obat warung untuk mengobati sakit termasuk sakit ibunya. Beliau mengatakan bahwa selama ini keluarganya lebih cocok menggunakan obat-obatan warung, tetapi kalau sakitnya tambah parah baru dibawa ke dokter.

9 KASUS 8 Saat melakukan kunjungan kesehatan di posyandu, Perawat nunik menemukan seorang ibu yang menderita polip hidung, dari keadaannya ibu tersebut sudah seharusnya dioperasi untuk mengangkat polipnya. saat dilakukan pengkajian tentang keadaannya ibu tersebut mengatakan bahwa sebenarnya ia merasa terganggu dengan sakitnya tetapi ia merasa sakitnya tidak perlu dioperasi karena menurutnya masih bisa diobati dengan obat-obatan biasa dan ia mengatakan kalau nanti sudah semakin parah ia akan berobat ke rumah sakit

10 KASUS 9 Perawat tutik sedang melakukan kunjungan ke desa sukamakmur. saat melakukan kunjungan perawat tutik menemukan seorang anak dengan kondisi perut buncit dan badannya sangat kurus. Saat dilakukan pengkajian kepada keluarga anak tersebut, keluarga mengatakan bahwa anaknya tidak sakit dan merasa anaknya baik-baik saja karena tidak menunjukkan tanda-tanda sedang sakit. walaupun dari tanda-tanda yang ditunjukkan anak tersebut mengalami gizi buruk.

11 PERTANYAAN 1.Identifikasi dari setiap kasus Anda, apakah kasus Anda termasuk ke dalam keperawatan transkultural? Berikan alasannya! 2. Identifikasi dari setiap kasus anda, konsep dasar transkultural keperawatan apa saja yang termasuk didalamnya? Jelaskan pendapat anda! 3. Hubungkan kasus anda dengan konsep sentral dalam transculture nursing! 4. Jenis budaya apa yang ditunjukkan perawat dalam kasus tersebut jika dilihat dari jenis-jenis budaya dimiliki perawat? Jelaskan alasannya! 5. Jelaskan masing-masing komponen di atas,mana saja yang termasuk 7 sub sistem pengkajian menurut model sunrise leininger?

12 Lanjutan….. 6. Setelah membaca dan menjawab beberapa pertanyaan yang muncul dari kasus diatas, coba diskusikan system organ apa yang terkait dengan masalah diatas? Jelaskan dengan menggunakan anatomi fisiologi system organ tersebut. 7. Coba identifikasi diagnosa keperawatan sesuai dengan prioritas dalam kasus tersebut! 8 Coba saudara buat patofisiologi dan pathway dari masalah keperawatan tersebut! 9 Coba buat NCP dari masing-masing diagnosa keperawatan! 10 Coba buat evaluasi dari masing-masing diagnosa keperawatan! 11. Penatalaksanaan pada pasien tersebut! 12. Apa masalah frinsip legal etis pada kasus diatas! 13. Bagaimana nursing advokasi yang seharusnya dilakukan oleh perawat pada pasien dan saran apa yang sebaiknya diberikan pada perawat diatas terhadap intervensi pada pasien tersebut!


Download ppt "KASUS KEPERAWATAN LINTAS BUDAYA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google