Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ARIEF CHANDRA DWI NINA NOFITA SHOFIYYAH 1.ADAPTASI MORFOLOGI Adaptasi morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ARIEF CHANDRA DWI NINA NOFITA SHOFIYYAH 1.ADAPTASI MORFOLOGI Adaptasi morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh."— Transcript presentasi:

1

2

3 ARIEF CHANDRA DWI NINA NOFITA SHOFIYYAH

4 1.ADAPTASI MORFOLOGI Adaptasi morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya. Adaptasi morfologi merupakan bentuk adaptasi yang mudah diamati baik pada hewan maupun tumbuhan karena tampak dari luar.

5 a. Adaptasi Mofologi Pada Manusia 1. Warna kulit pada Manusia. 2. Susunan gigi pada Manusia. b. Adaptasi Morfologi Pada Hewan 1) Bentuk kaki unggas bermacam-macam sesuai tempat hidupnya, misalnya: *Kaki itik mempunyai selaput untuk membantu pada waktu berenang. *Kaki elang pendek, kuat, dan tajam untuk mencengkeram mangsanya. *Kaki burung pelatuk mempunyai dua jari kedepan dan dua jari kebelakang yang berfungsi untuk memanjat pohon. *Kaki burung kutilang panjang dan melengkung yang fungsinya untuk bertengger.

6

7 2) Bentuk paruh unggas bermacam-macam sesuai jenis makanan dan cara makannya, misalnya : *Itik berparuh lebar dan pendek yang berfungsi untuk menangkap makanan yang licin, seperti ikan dan katak. *Paruh burung elang agak panjang dan runcing, fungsinya untuk merobek mangsanya. *Paruh burung nuri dan kakak tua bentuknya kecil, runcing, dan melengkung berfungsi untuk memakan biji-bijian. *Paruh burung kolibri bentuknya panjang, kecil, dan runcing berfungsi untuk mengisap madu.

8

9 3) Tipe mulut serangga bermacam-macam sesuai dengan makanannya. Ada empat tipe mulut sarangga,yaitu: Tipe pengisap, misalnya pada kupu-kupu. Tipe mulut pengisap dan penjilat, misalnya pada lalat dan lebah. Tipe mulut pengisap dan penusuk, misalnya pada nyamuk. Tipe mulut penggigit dan pengunyah, misalnya pada jangkrik, belalang dan lipas.

10

11 c. Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan 1) Tumbuhan yang hidup di air (hidrofit), seperti teratai mempunyai daun lebar dan tipis, banyak terdapat stomata di permukaan atas yang fungsinya untuk mempermudah penguapan, batang berongga, dan akar ercabang-cabang pendek. 2) Tumbuhan yang hidup di tempat lembab (higrofit), memiliki organ dengan kemampuan kusus untuk mengatasi kondisi lingkungannya. Daunnya memiliki bentuk yang tipis dan berukuran lebar supaya proses penguapan yang berlansung padanya terjadi cepat. Contoh keladi dan paku-pakuan. 3) Tumbuhan yang hidup di tempat kering (xerofit), memiliki daun yang tebal, sempit, dan berlapis lilin

12 (kutikula). Dalam hal ini kutikula berfungsi untuk mengurangi penguapan (kehilangan) air melalui daun. Umumnya, tumbuhan ini memiliki batang yang tebal sebagai tempat menyimpan cadangan air. Akarnya berukuran panjang agar dapat mencapai tempat air yang jauh. Contoh tumbuhan kaktus dan kurma.

13 2. ADAPTASI FISIOLOGI Adaptasi Fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuh supaya bisa bertahan hidup. Adaptasi fisiologi tidak mudah dilihat karena berkaitan dengan proses metabolisme didalam tubuh, misalnya pernapasan, ekskresi, dan pencernaan makanan. Adaptasi fisiologi terjadi pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Tumbuhan melakukan adaptasi fisiologi antara lain

14 a. Adaptasi fisiologi Pada Manusia *Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tinggal dipantai/dataran rendah. Hal ini terjadi karena semakin tinggi letak suatu daerah kadar oksigen semakin berkurang. *Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang kebanyakan *Pada saat udara dingin, orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine

15 b. Adaptasi fisiologi Pada Hewan Hewan herbivora dapat mencerna makanan yang berupa rumput atau daun yang banyak mengandung serat ( selulosa) dengan bantuan enzim selulase. Hewan unta yang punya kandungan air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktiu yang lama. Anjing laut memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin Ketajaman indra penciuman anjing

16 c. Adaptasi fisiologi Pada Tumbuhan Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh serangga menpunyai bunga yang berbau khas Tumbuhan tertentu menghasilkan zat khusus yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain atau melindungi diri terhadap herbivora. Misalnya,semak azalea di Jepang menghasilkan bahan kimia beracun sehingga rusa tidak memakan daunnya.

17 Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan mengubah tingkat laku supaya dapat mempetahankan kelangsungan hidupnya. a. Adaptasi Tingkah Laku pada Manusia membangun rumah panggung di hutan b. Adaptasi Tingkah Laku pada Hewan * Mimikri Mimikri adalah teknik menipulasi warna kulit pada binatang. Misalnya bunglon yang dapat mengelabuhi binatang predator / pemangsa sehingga sulit mendeteksi kebewradaan bunglon untuk dimangsa.

18 Gambar:bunglon

19 * Hibernasi hibernasi adalah teknik bertahan hidup pada lingkungan yang keraas dengan cara tidur menonaktifkan dirinya. Hibernasi dapat melangsungkan berbulan-bulan seperti pada beruang dimusim dingin. Contoh hewan yang berhibernasi adalah ular, ikan, beruang, kura-kura, dan bengkarung.

20 Gambar beruang

21 * Autonomi Autonomi adalah teknik bertaha hidup dengan cara mengorbankan salah satu bagian tubuh. contoh autonomi yaitu pada cicak jika mereka terancam.

22 E STIVASI Estivasi adalah menonaktifkan diri (dorman) pada saat kondisi lingkungan tidak bersahabat. Bedanya dengan hibernasi adalah estivasi dilakukan pada musim panas dengan suhu udara yang panas dan kering. Contoh hewan yang berestivasi adalah lemur kerdil.

23 Cumi-cumi mengeluarkan tinta/cairan hitam ketika ada bahaya yang mengancamnya. Cumi-cumi juga mampu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungan. Secara berkala, paus muncul dipermukaan air untuk menghirup udara dan menyemprotkan air. Paus melakukan tindakan demikian karena alat pernafasannya yang berupa paru-paru tidak dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut didalam air. Anak rayap menjilati dubur induknya untuk memperoleh flagellata penghasil enzim selulase untuk membantu mencerna makanannya yang berupa kayu.

24 Rayap dewasa sering memakan kembali kelupasan kulitnya untuk memperoleh kembali flagellata penghasil enzim selulase. Kerbau suka berkubang (mandi lumpur) untuk mengurangi pengaruh panas pada tubuhnya dan juga untuk membuat agar kulitnya yang tebal menjadi lunak.

25 C. A DAPTASI T INGKAH L AKU P ADA T UMBUHAN Pada saat lingkungan dalam keadaan kering, tumbuhan yang termasuk jahe- jahean akan mematikan sebagaian tubuhnya yang tumbuh di permukaan tanah. Pada musim kemarau tumbuhan tropofit, misalnya pohon jati dan randu, menggugurkan daunnya.

26 B. S ELEKSI A LAM Karena alam atau habitat suatu organisme selalu menggalami perubahan, sehingga perubahan tersebut mempengaruhi organisme yang hidup di dalamnya. Organisme yang dapat beradaptasi terhadap perubahan itu akan selamat, tetapi organisme yang tidak mampu beradaptasi akan mati atau mencari tempat lain yang cocok. Sehingga secara tidak langsung alam melakukan seleksi terhadap makhluk yang hidup di dalamnya. Peristiwa ini disebut seleksi alam.

27 Seleksi alam dapat terjadi pada setiap tahap kehidupan organisme, antara lain: - Tahap zygot: tak dapat menjadi organisme muda - Tahap organisme muda: tak dapat menjadi organisme dewasa - Tahap organisme dewasa: tak dapat melakukan reproduksi Dari tanggapan seleksi tersebut, yang paling mudah terjadi saat sebelum reproduksi. Agar dapat bertahan hidup dan tak terjadi seleksi alam maka organisme dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan.

28 Berikut ini contoh seleksi alam yang terjadi pada populasi kupu-kupu Biston betularia di Inggris. Sebelum berkembangnya industri dinegara Inggris terdapat kupu- kupu yang berwarna cerah dan berwarna gelap disebut Biston betuliaria. kupu-kupu yang berwarna cerah jumlahnya jauh lebih baik banyak dibandingkan dengan kupu-kupu yang bersayap gelap, sebab apabila kupu-kupu yang bersayap cerah hinggap di pohon tidak mudah dilihat pemangsa karena warna sayap seperti kulit pohon. setelah berkembangnya industri di Inggris jumlah popuilasi kupu-kupu yang bersayap gelap lebih banyak dari pada jumlah kupu-kupu yang bersayap cerah. Apakah penyebabnya? Karena adanya perkembangan industri maka asap-asap pabrik telah merubah lingkungan hidup kupu- kupu. Batang-batang pohon menjadi dewasa berwarna gelap tertutup oleh gejala akibatnya bagi Biston betularia yang berwarna gelap lebih terlindung dari musuh-musuhnya daripada yang bersayap cerah. Akibatnya banyak kupu-kupu Biston betularia yang bersayap gelap akan mampu berkembangbiak, sedangkan yangbersayap cerah akan menyusut jumlahnya karena mudah terlihat musuh.

29 Dengan adanya seleksi alam dan adaptasi menyebabkan terjadinya perubahan jenis makhluk hidup dari generasi ke generasi. Jika proses tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, maka perubahan tersebut dapat mengarah kepada terbentuknya spesies baru. Peristiwa itu disebut Evolusi. Evolusi adalah suatu proses perubahan makhluk hidup yang tejadi secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga menimbulkan spesies baru.

30 tokoh evolusi yang sangat terkenal adalah Carles Robert Darwin, ia berpendapat bahwa : 1. Spesies yang hidup sekarang, berasal dari spesies yang hidup dimasa silam. 2. Evolusi terjadi karena seleksi alam. pendapat ini didukung pengamatannya macam- macam burung Finch yang hidup dikepulauan Galapagos. Darwin menemukan kurang lebih 85 macam burung, burung-burung ini mempunyai paruh yang bentuk dan ukurannya berbeda-beda. Tampaknya burung-burung ini ada hubungannya dengan burung di Amerika Selatan.

31 Menurut Darwin, bahwa nenek moyang burung Finch dikepulauan Galapagos berasal dari Amerika Selatan. Oleh karena suatu burung-burung finch harus berpindah ke kepulauan Galapagos. Di kepulauan Galapagos burung finch tersebut berpencar dalam berbagai lingkungan yang berbeda- beda akibatnya burung-burung tersebut harus menyesuaikan diri terhadap lingkungannya masing-masing, adaptasi ini terjadi turun temurun dan akhirnya dihasilkan variasi burung finch yang banyak.

32 D. R EPRODUKSI /P ERKEMBANGBIAKAN Reproduksi merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang berfungsi agar suatu jenis makhluk hidup tidak mengalami kepunahan. Dengan berkembangbiak makhluk hidup akan tetap lestari, bahkan bertambah banyak. Kemampuan makhluk hidup menghasilkan keturunan dalam suatu waktu tertentu disebut Tingkat reproduks. Makhluk yang mampu menghasilkan keturunan sedikit dalam waktu yang lama dikatakan tingkat reproduksinya rendah, misalkan badak, harimau bali, orang utan, paus biru. Sedangkan makhluk hidup yang m dan menghasilkan keturunan banyak dalam waktu yang singkat dikatakan tingkat reproduksinya tinggi, misalkan ayam,tikus, anjing. Rendahnya tingkat reproduksi makhluk hidup dapat menyebabkan makhluk hidup tersebut langka dan terancam punah.

33 Cara reproduksi setiap makhluk hidup berbeda-beda. Bentuk reproduksi sel yaitu pembelahan sel. Ada 3 cara pembelahan sel, yatu : 1. Amitosis : yaitu pembelahan sel tanpa melalui peleburan inti dan langsung menghasilkan 2 sel anak dengan jumlah kromosom sama dengan induknya. Contoh ; amoeba,bakteri,ganggang bersel satu. 2. Mitosis : yaitu pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anak dengan jumlah kromosom sama dengan jumlah kromosom sel induk, dengan satu kali pembelahan. Contoh : pembelahan sel tubuh. 3. Meiosis : yaitu pembelahan yang menghasilkan 4 buah sel dengan jumlah kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induk, dengan mengalami dua kali pembelahan berturut-turut. Contoh : pembentukan sel kelamin.

34 1. P ERKEMBANGBIAKAN T UMBUHAN Tumbuhan dapat berkembang biak secara vegetatif dan generatif. a. Perkembangbiakan Vegetatif Pada Tumbuhan perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan berbiji dapat dibbedakan menjadi dua yaitu: 1.perkembangbiakan vegetatif alami 2.perkembangbiakan vegetatif buatan

35 1. Perkembangbiakan Vegetatif Alami Perkembangbiakan vegetatif alami adalah perkembangbiakan vegetatif yang terjadi secara alami ( tanpa campur tangan manusia ), meliputi: a. Rhizom rhizom (akar rimpang ) adalah akar yang tumbuh mendatar dan terletak di permukaan tanah. contohnya: pada tanaman lengkuas, kunyit, sansivera, dan temu lawak.

36 b. Geragih ( stolon ) Geragih ( stolon ) adalah batang yyang tumbuh menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah. contohnya: pada tanaman arbei dan pegagan. c. Tunas Adventif Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh bukan pada ujung batang ataupun ketiak daun. contohnya: pada tanama cocor bebek, kesemek, dan sukun.

37 d. Umbi Lapis Umbi lapis adalah tunas yang mengalami modifikasi, terdiri atas batang yang pendek, oleh daun-daun yang berdaging, dan menyerupai sisik. contohnya: pada tanaman bawang merah, bawang putih dan bakung. e. Umbi Batang Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah, ujungnya mengembung membentuk umbi. contohya: pada tanaman kentang dan gembili.

38 f. Umbi Akar Umbi akar adalah akar yang berubah fungsi untuk menyimpan cadangan makanan. contohnya: pada tanaman dahlia. g. Tunas Tunas yang berfungsi saebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif adalah tunas yang tumbuh di pangkal batang dan bersembunyi didalam tanah.

39 2. Perkembangan Vegetatif Buatan perkembangan vegetatif buatan adalah perkembangan dengan bantuan manusia. Contoh- contoh vegetatif buatan yaitu: a. Setek setek adalah pemisahan atau pemotongan bagian tanaman untuk menghasilkan tanaman baru. Setek dibedakan menjadi 2 yaitu: 1. setek daun dilakukan dengan menanam daun atau potongan daun. concohnya: pada tumbuhan bogania dan cocor bebek. 2. setek batang dilakukan dengan menanam bagian atau cabang tanaman yang sudah cukup umurnya. contohnya: pada tumbuhan ketela pohon, sirih,mawar dan waru

40 b. Mencangkok Mencangkok biasanya dilakukan pada pohon buah-buahan ciontohnya: tumbuhan mangga, jambu air, rambutan c. Menempel ( okulasi ) Menempel ( okulasi ) adalah menggabungkan bagian tubuh dua tanaman yang berbeda untuk mendapatkan tanaman dengan mutu yang lebih baik. contohnya: bagian bawah berasal dari tanaman mangga yang rasanya asam tetapi memiliki akar yang kuat dan bagian atas berasal dari tanaman mangga yang rasanya manis tetapi akarnya kurang kuat.

41 d. Mengenten ( Menyambung ) tujuan utama mengenten sama dengan okulasi, yaitu menggabungkan dua tanaman untuk mendapatkan tanaman yang baru yang mutunya lebih baik. Kalau menempel dan menggabungkan batang dengan kulit yang mengandung mata tunas, mengenten dan menggabung batang dengan cabang tanaman lain yang buahnya sudah diketahui kualitasnya. e. merunduk cara perkembangbiakan merunduk dilakukan dengan merundukkan dan membenglokkan cabang tanaman sampai ke tanah kemudian ditimbun tanah Contohnya: pada tanaman alamanda, apel dan kaca piring

42 b. Perkembangbiakan Generatif Dalam perkembangbiakan ini organ yang berperan adalah bunga. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan melibatkan dua proses yaitu: 1) Penyerbukan pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae), penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya/melekatnya serbuk sari di kepala putik. Sedangkan pada tumbuhan biji tertutup ( Gymnospermae ) yang disebut penyerbukan adalah melekatnya serbuk sari langsung pada bakal biji.

43 2) Pembuahan yang dimaksut pembuahan itu adalah proses peleburan antara sel kelamin jantan (sperma) dan sel kelamin pada betina (sel telur atau ovum). Pembuahan pada Angiospermae berlangsung dalam ruang bakal biji.

44 P ERBEDAAN PERKEMBANGAN GENERATIF DAN VEGETATIF Tabel tentang perbedaan antara perkembangan generatif dengan vegetatif Jenis perkembangbiakan keuntungankerugian Generatif tidak mudah tumbang tidak mudah terserang penyakit lama untuk menghasilkan buah sifat anak belum tentu sama dengan induk Vegetatif waktu berbuah cepat sifat anak sama dengan sifat induknya mudah tumbang mudah diserang penyakit

45 P ERBEDAAN PERKEMBANGBIAKAN GENERATIF DAN VEGETATIF NoFaktor pembedaReproduksi GeneratifVegetatif 1.IndukSatuDua 2.Asal keturunanBagian tubuh induknyaPeleburan gamet jantan dan betina 3.Sirat keturunanSama dengan induknyaBervariasi (perpaduan sifat kedua induknya)

46 2. Perkembangabiakan Hewan a. Perkembangbiakan Vegetatif Hewan 1. membelah diri perkembangbiakan dengan cara membelah diri hanya terjadi pada protozoa (hewan bersel satu) contohnya: Amoeba, Paramaecium, dan Euglena 2. Fragmentasi Pada fragmentasi, individu baru terbentuk dari potongan tubuh individunya. Masing-masing potongan tubuh akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. contohnya: pada cacing Planaria

47 3. Pembentukan Tunas contoh hewan yang melakukan reproduksi dengan membentuk tunas ialah Hydra. Individu baru Hydra terbentuk dari bagian tubuh Hyndra dewasa, setelah cukup besar, tunas akan melepaskan diri dari tubuh induknya. contohnya: ubur-ubur,hewan karang dan anemon laut. 4. Sporulasi Sporulasi adalah proses pembelahan berganda (pembelahan multipel) yang menghasilkan spora. contohnya: pada Plasmodium

48 b. Perkembangbiakan Generatif a. Hewan Avertebrata 1. Protozoa perkembangbiakan generativ dengan cara konjugasi yaitu perkawinan antara dua individu sejenis yang tidak diketahui jenis kelaminya. contohnya: Paramaecium caudatum 2. Porifera merupakan hewan bersel banyak dan bersifat hermafrodit. Meskipun memounyai dua macam alat reproduksi, porifera tidak dapat melalukan reproduksi sendiri,dengan kata lain, untuk melakukan reproduksi tetap diperlukan dua individu

49 3. Coelenterata Coelenterata (hewan berongga) sifatnya hermafrodit. Contohnya Hydra. Berbeda dengan porifera, ovum Hydra dapat diubah oleh sperma yang dihasilkan oleh individu yang sama. 4. Vermes contoh vermes adalah cacing tanah. Cacing tanah bersifat hermafrodit. Namun pada cacing tanah tidak terjadi pembuahan sendiri kasena masaknya ovum dan sperma tidak bersamaan dan tidak ada saluran yang menghubungkan ovarium dan testis. 5. Artropoda contoh anggota artropoda (hewan berbuku-buku) adalah udang. Udang bersifat gonokoristik, artinya alat reproduksi jantan dan betinanya terpisah pada dua individu berbeda

50 5. Artropoda contoh anggota artropoda (hewan berbuku-buku) adalah udang. Udang bersifat gonokoristik, artinya alat reproduksi jantan dan betinanya terpisah pada dua individu berbeda

51 b. Hewan Vertebrata pada Vertebrata, reproduksi hanya terjadi secara generatif. Semua hewan yang termasuk Vertebrata bersifat gonokoristik. Berdasarkan tempat terjadinya, pembuahan dibedakan menjadi dua macam, yaitu pembuahan luar (fertilisasi eksternal) dan menghasilkan dalam (fertilisasi internal ).

52 1) fertilisasi eksternal Pada fertilisasi eksternal pertemuan antara sperma dan ovum terjadi di luar tubuh induk betina, tepatnya di air. Hewan yang melakukan fertilisasi eksternal menghasilkan sperma atau ovum dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini dilakukan untuk mengatasi banyaknya hambatan yang merintangi terjadinya pertemuan sperma dan ovum.

53 Hal-hal yang tidak menguntungkan bagi terjadinya fertilisasi eksternal antara lain: a. Arus air yang deras b. Hewan pemakan telir (predator) c. Pelepasan ovum dan sperma dalam waktu yang tidak bersama atau ovum sudah mati (kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan) sebelum bertemu sperma. Fertilisasi eksternal terjadi pada anggota Vertebrata yang termasuk kelas Pisces (ikan), dan Amphibia (amfibi).

54 2. Fertilisasi Internal Pada fertilisasi internal pertemuan antara sperma dan ovum terjadi di dalam tubuh induk betina, di saluran ovum yang disebut oviduk/saluran fallopi. Fertilisasi internal terjadi pada anggota kelas Rertilia (hewan melata),aves (burung),dan mamalia (hewan menyusui). Hasil dari proses pembuahan adalah zigot yang akan tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Berdasarkan letak dan cara memperoleh makanan pada masa perkembangan embrio,serta wujud embriopada waktu keluar dari tubuh induknya dikenal tiga cara reproduksi,yaitu:

55 a. ovipar (bertelur) adalah jenis reproduksi dengan cara menghasilkan telur yang berkembang dan menetes di luar tubuh induknya, misalnya: pada ayam, burung, ikan dan katak. b. ovovivivar (bertelur-beranak) adalahreproduksi yang menghasilkan telur dan memeliharanya di dalam tubuh induknya,tetapi embrio tidak mendapat makanan dari induknya. Pada kadal dan ular Boa. c. Vivipar (beranak) adalah reproduksi dengan cara memelihara telur yang dibuahi di dalam tubuh induknya dan selama pekembangannya, embrio mendapatkan makanan dari inuknya, misalnya: pada kucing,kambing dan hewan menyusui lainya.

56 NoNama hewanMasa hamilJumlah anak 1Anjing58-63 hari1-12 2Anjing laut9-12 bulan1-4 3Babi hari 4Beruang hitam6 bulan 5Bison hari 6Domba daging hari 7Domba wol hari 8Gajah21 bulan1 9Gorila8 bulan1 10Harimau hari2-4 11Paus360 hari1 12Jerapah14-15 bulan 13kambing150 hari kanguru38-39 hari1-2 15Keledai365 hari 16Kelinci1 bulan Kerbau315 hari 18Kucing63 hari1-6

57 NoNama hewanMasa hamilJumlah anak 19Kuda11 bulan1 20Lumba-lumba9 bulan1 21Marmot67-68 hari 22Unta410 hari 23Rubah49-50 hari1-8 24Rusa7 bulan2 25Sapi Aberden281 hari 26Sapi Ayrshire279 hari 27Sapi Guernsey283 hari 28Sapi Jersey279 hari 29Sapi Shorthorn282 hari 30Simpanse226 hari1-6 31Singa108 hari1-4 32Srigala60-63 hari Tikus19-21 hari1-9 34Tupai16-19 hari Zebra11-12 bulan1


Download ppt "ARIEF CHANDRA DWI NINA NOFITA SHOFIYYAH 1.ADAPTASI MORFOLOGI Adaptasi morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google