Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 12 Januari 2015. 2 APBN Diundangkan (17 Nop 2012) UU 19/2012 Surat Penetapan BPP APBN 2013 (27 Feb 2013) APBN Diundangkan (18 Jun 2013) UU 15/2013 Surat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 12 Januari 2015. 2 APBN Diundangkan (17 Nop 2012) UU 19/2012 Surat Penetapan BPP APBN 2013 (27 Feb 2013) APBN Diundangkan (18 Jun 2013) UU 15/2013 Surat."— Transcript presentasi:

1 1 12 Januari 2015

2 2 APBN Diundangkan (17 Nop 2012) UU 19/2012 Surat Penetapan BPP APBN 2013 (27 Feb 2013) APBN Diundangkan (18 Jun 2013) UU 15/2013 Surat Penetapan BPP APBNP 2013 (30 Ags 2013) Hasil Audit BPK (25 Feb 2014) Hasil Audit pada UU APBNP 2014(1 Juli 2014) UU 12/2014

3 3 APBN Diundangkan (14 Nop 2013) UU 23/2013 Surat Penetapan BPP APBN 2014 (6 Feb 2014) APBNP Diundangkan (1 Juli 2014) UU 12/2014 Surat Penetapan BPP APBNP 2014 (11 Ags 2014)

4 4

5 5 Rp/kWh

6 6

7 7

8 8 1.Tariff Adjustment adalah mekanisme mengubah dan menetapkan turun naiknya besaran tarif listrik mengikuti perubahan besarnya faktor ekonomi makro, agar tarif yang dikenakan kepada konsumen mendekati Biaya Pokok Penyediaan Listrik (BPP) 2.Faktor ekonomi makro yang menjadi acuan adalah faktor ekonomi yang dominan mempengaruhi turun naiknya biaya penyediaan tenaga listrik, yaitu: a.Kurs, nilai tukar Rupiah terhadap US dollar, b.Harga minyak bumi Indonesia (ICP), USD/barrel, dan c.Inflasi, %

9 9 1.Mekanisme tariff adjustment sudah diterapkan sejak Mei 2014, namun hanya untuk 4 golongan tarif, yaitu: 1.R 3 Rumah Tangga besar di tegangan rendah, daya 6600 VA ke atas 2.B 2 Bisnis menengah di tegangan rendah, daya 6600 VA sd 200 kVA 3.B 3 Bisnis besar di tegangan rendah, daya di atas 200 kVA 4.P 1 Kantor Pemerintah di tegangan rendah, daya 6600 VA sd 200 kVA 2.Pada tahun 2015, ada tambahan delapan golongan tarif lagi yang mengikuti mekanisme tariff adjustment, yaitu: 5.R 1 Rumah Tangga kecil di tegangan rendah, daya 1300 VA 6.R 1 Rumah Tangga kecil di tegangan rendah, daya 2200 VA 7.R 1 Rumah Tangga menengahdi tegangan rendah, daya 3500 sd 5500 VA 8.I 3 Industri menengah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA 9.I 4 Industri besar di tegangan tinggi, daya 30 MVA ke atas, dan 10.P2Kantor Pemeritah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA 11.P 3 Penerangan Jalan Umum di tegangan rendah, dan 12.LLayanan Khusus Sudah mencapai tarif keekonomian pada Desember 2013 Sudah mencapai tarif keekonomian pada Desember 2014

10 10 1.Tariff Adjustment diterapkan bagi golongan tarif yang sudah mencapai nilai keekonomian, dan tidak disubsidi Pemerintah lagi. 2.Dasar hukum penetapannya adalah Peraturan Menteri ESDM No. 31 tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN (Persero), tanggal 5 November Formula Tariff Adjustment adalah sbb.: TB = TL x ( 1 + %TA) di mana: %TA= %(K Kurs x  Kurs ) + %(K ICP x  ICP ) + %(K inf x  Inf ) TB: Tarif Baru TL: Tarif sesuai Permen ESDM K: Koefisien variabel makro ekonomi (kurs, ICP, inflasi)  : selisih nilai variabel makro ekonomi Kurs ICP Inflasi

11 11 %TA= %(K Kurs x  Kurs ) + %(K ICP x  ICP ) + %(K inf x  Inf ) 1.K Kurs adalah koefisien kurs yang menunjukkan seberapa besar pengaruh turun naiknya kurs terhadap turun naiknya biaya penyediaan listrik (atau tarif listrik). Sedangkan  Kurs adalah selisih nilai Rupiah pada saat ini dengan nilai Rupiah acuan. 2.K ICP adalah koefisien ICP yang menunjukkan seberapa besar pengaruh turun naiknya harga ICP terhadap turun naiknya biaya penyediaan listrik (atau tarif listrik). Sedangkan  ICP adalah selisih harga ICP pada saat ini dengan harga ICP acuan. 3.K Inf adalah koefisien inflasi yang menunjukkan seberapa besar pengaruh turun naiknya inflasi terhadap turun naiknya biaya penyediaan listrik (atau tarif listrik). Sedangkan  Inf adalah selisih besaran inflasi pada saat ini dengan besaran inflasi acuan.

12 12 Dengan perhitungan besaran koefisien K sesuai komposisi biaya penyediaan tenaga listrik 2014, maka formula tariff adjustment %TA= %(K Kurs x  Kurs ) + %(K ICP x  ICP ) + %(K inf x  Inflasi ) menjadi: %TA= %(0,005 x  Kurs ) + %(0,232 x  ICP ) + %(0,189 x  Inf ) Membaca formula di atas: -Setiap perubahan kurs Rp.1000/USD, maka tarif akan berubah plus/minus 5%. -Setiap perubahan harga ICP USD.10/barrel, maka tarif akan berubah plus/minus 2,32%. -Setiap perubahan 1% inflasi, maka tarif akan berubah plus/minus 0,189%. Hasil penerapannya adalah seperti pada slide berikut ini.

13 13 Kurs ICP Inflasi Kurs ICP Inflasi

14 14 Kurs ICP Inflasi Kurs ICP Inflasi Basis Tarif di Tegangan Rendah: Rp.1352/kWh Golongan tarif yang mengikuti Tariff Adjustment di TR pada 2014: (1)R3/TR, (2)B2/TR, (3)P1, 6600 VA sd 200 kVA/TR

15 15 Kurs ICP Inflasi Kurs ICP Inflasi Basis Tarif di Tegangan Menengah: Rp.1117/kWh Golongan tarif yang mengikuti Tariff Adjustment di TM pada 2014: (1) B3/TM dengan daya >200 kVA

16 16

17 17 Mulai 1 Januari 2015 Sesuai Permen ESDM No. 31 Tahun 2014, ada 12 Golongan Tarif yang Mengalami Tariff Adjustment yaitu : I. Golongan Tarif Rumah Tangga: 1.Tarif R 1/1300 VA 2.Tarif R 1/2200 VA 3.Tarif R 2/3500 sd 5500 VA 4.Tarif R 3 diatas 6600VA (Sejak 1 Mei 2014) II. Golongan Tarif Pemerintah : 5.Tarif P 1/6600 sd 200 k (Sejak 1 Mei 2014) 6.Tarif P 2/di atas 200 kVA 7.Tarif P 3 (Penerangan Jalan Umum) III.Golongan Tarif Bisnis : 8.Tarif B 2/6600 sd 200 k (Sejak 1 Mei 2014) 9.Tarif B 3 di atas 200 kVA (Sejak 1 Mei 2014) IV. Golongan Tarif Industri : 10.Tarif I 3 di atas 200 kVA 11.Tarif I 4 di atas 30 MVA V. Golongan Tarif Layanan Khusus : 12.Tarif L

18 18 1.Tarif menggunakan BPP hasil perhitungan APBN/P tahun berjalan 2.Komponen-komponen BPP yang terpengaruh Kurs, harga BBM, dan inflasi mengacu APBN/P 3.Formula Tariff Adjustment %TA = %(K kurs x ∆ Harga Kurs) +%(K inflasi x ∆ Inflasi) + %(K ICP x ∆ICP)

19 19 4.Koefisien K Kurs, K ICP, dan K Inflasi dihitung pada APBN/P tahun berjalan 5.Kurs mengacu kurs Bank Indonesia 6.Harga BBM berdasarkan ICP 7.Inflasi mengacu data BPS 8.Volume dan bauran energi tetap pada nilai dan komposisi tertentu 9.Sensitivitas Tarif Listrik hanya dilakukan terhadap : a.Kurs b.Harga ICP c.Inflasi 10.Delta Kurs, ICP, dan Inflasi (makroekonomi) berbasis nilai acuan yang digunakan APBN/P tahun berjalan

20 20 Perubahan biaya ditanggung Pemerintah, diadjust melalui APBN/P Perubahan biaya ditanggung Konsumen, diadjust setiap bulan Rp/kWh

21 21 %TA= %(0,0043 x  Kurs ) + %(0,1983 x  ICP ) + %(0,1625 x  Inf )

22 22 Rp/kWh

23 23

24 24 Bila Tarif R VA dan Tarif R VA Naik secara Gradual dimana Bulan Janurai dan Februai tarif masih tetap Rp 1352/kWh dan Naik secara gradual mulai bulan Maret sd Agustus 2015, maka Pendapatan berkurang sebesar Rp.1.299,7 Miliar

25 25

26 26

27 27 Dampak Penghematan Subsidi: Tariff Adjustment bagi yang sudah mencapai keekonomian pada Nov 2014

28 28 Triliun

29 29

30 30

31 31


Download ppt "1 12 Januari 2015. 2 APBN Diundangkan (17 Nop 2012) UU 19/2012 Surat Penetapan BPP APBN 2013 (27 Feb 2013) APBN Diundangkan (18 Jun 2013) UU 15/2013 Surat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google