Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dinamika Kelompok Psi Sos 1 – 11 Sumber Social Psychology 3 rd Kenneth S. Bordens Indiana University—Purdue University Fort Wayne Irwin A. Horowitz Indiana.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dinamika Kelompok Psi Sos 1 – 11 Sumber Social Psychology 3 rd Kenneth S. Bordens Indiana University—Purdue University Fort Wayne Irwin A. Horowitz Indiana."— Transcript presentasi:

1 Dinamika Kelompok Psi Sos 1 – 11 Sumber Social Psychology 3 rd Kenneth S. Bordens Indiana University—Purdue University Fort Wayne Irwin A. Horowitz Indiana University—Purdue University Fort Wayne Oregon State University

2 Kelompok. Suatu kumpulan dari dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain.

3 1 Kelompok biasanya memiliki tujuan, dan alasan untuk eksis. Anggota kelompok berbagi persepsi tentang bagaimana mereka berperilaku.

4 1 Karakteristik Kelompok : Kelompok instrumental Kelompok afiliatif

5 1 Kelompok Instrumental, terbentuk untuk melakukan beberapa tugas atau mencapai beberapa tujuan tertentu. Disebut juga Kelompok Challenger jika kelompok tersebut dibentuk untuk pengambilan keputusan kelompok.

6 1 Kelompok afiliatif, eksis dan bersifat umum, sering alasan yang digunakan bersifat lebih sosial. Sebagai contoh, Seseorang bisa saja bergabung dengan alasan persaudaraan atau karena Anda ingin menjadi bagian dari kelompok - misal untuk berafiliasi dengan orang lain sebagaimanan dia ingin menjadi apa.

7 2 Anggota kelompok berbagi persepsi tentang bagaimana mereka berperilaku. Dari persepsi bersama muncul norma-norma kelompok, atau ekspektasi tentang yang perilaku yang bagaimana yang dapat diterima. norma-norma kelompok, Harapan mengenai jenis perilaku yang diperlukan dari anggota kelompok.

8 3 Within a true group, each member has a particular job or role to play in the accomplishment of the group’s goals. Sometimes, these roles are formally defined; for example, a chairperson of a committee has specific duties. However, roles may also be informal (DeLamater, 1974).

9 4 Anggota kelompok memiliki afektif (emosional) dalam hubungannya dengan orang lain dalam kelompok. Hubungan ini dipengaruhi oleh seberapa baik (kualitas) hidup anggota sampai norma-norma kelompok dan berapa banyak anggota kelompok lain seperti mereka (DeLamater, 1974).

10 5 Anggota kelompok saling bergantung satu sama lain. Artinya, mereka saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan kelompok. Misalnya, persaudaraan akan berantakan jika anggota tidak mengikuti aturan dan jika mematuhi norma-norma, anggota bisa nyaman satu sama lain.

11 Group Development Tuckman’s 5 stage model of group developlment Forming Storming Norming Adjourning Task Performing Source: Forsyth, 2010

12 Stages of Group Development StageMajor ProcessCharacteristic Orientation: Forming Anggota menjadi akrab satu sama lain dan kelompok; ketergantungan dan inklusi masalah; penerimaan pemimpin dan konsensus kelompok Komunikasi adalah tentatif, sopan; kepedulian terhadap ambiguitas, tujuan kelompok; Pemimpin aktif; anggota telah sesuai Conflict: Storming Perselisihan atas prosedur; ekspresi ketidakpuasan; ketegangan antara anggota; antagonisme terhadap pemimpin Kritik ide; kehadiran yang buruk; permusuhan; polarisasi dan koalisi formasi Structure: Norming Pertumbuhan kekompakan dan persatuan; pembentukan aturan, standar, dan hubungan; meningkatkan kepercayaan, komunikasi Perjanjian tentang prosedur; pengurangan peran ganda; peningkatan "kita-perasaan" Work: Performing Pencapaian tujuan; tugas-orientasi tinggi; penekanan pada kinerja dan produksi Pengambilan keputusan; pemecahan masalah; kerja sama Dissolution: Adjourning Pemutusan peran; penyelesaian tugas; pengurangan ketergantungan Disintegrasi dan penarikan; meningkatkan kemandirian dan emosionalitas; menyesal

13 Kohesivitas Kelompok Kekuatan hubungan yang menghubungkan anggota kelompok. Saling ketertarikan antar anggota kelompok Hubungan dekat masing anggota (physical closeness, as when they live or work near each other). Kepatuhan mereka dengan norma-norma kelompok. Keberhasilan kelompok ketika tujuan yang hendak diraih bergerak makin dekat. Identifikasi anggota pada kelompok: kesetiaan thd kelompok

14 Kelompok terbentuk karena ada tunjuan yang hendak dicapai tetapi tidak bisa jika hanya dilakukan sendirian.

15 New comers Anggota kelompok dapat memainkan peran yang berbeda sesuai dengan senioritas mereka. Pendatang baru diharapkan untuk mematuhi aturan dan standar perilaku (norma-norma) kelompok dan menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk menjadi anggota yang baik (Moreland & Levine, 1989). Anggota senior lebih-memiliki kredit "istimewa" dan kadang-kadang dapat menyimpang dari norma-norma kelompok (Hollander, 1985)

16 The Effects of an Audience on Performance Social fasilitation Social inhibition Distraction-conflict theory/Teori gangguan- konflik Sebuah teori fasilitasi sosial menunjukkan bahwa kehadiran orang lain merupakan sumber gangguan yang mengarah kepada konflik antara perhatian penonton dan tugas yang kemudian mempengaruhi kinerja.

17 Social loafing, The performance-inhibiting effect of working in a group that involves relaxing individual effort based on the belief that others will take up the slack. Free riders Group members who do not do their share of the work in a group. Kohler effect The effect where a less competent group member increases performance in a dyad when group performance depends on combined effort.

18 Black-sheep effect The phenomenon in which an attractive in- group member is rated more highly than an attractive member of an out–group, and an unattractive in-group member is perceived more negatively than an unattractive out- group member.

19 Ostracism/Pengucilan. The widespread and universal behavior of excluding or ignoring other individuals or groups.

20 Deindividuation Sebuah fenomena yang terjadi pada kelompok besar (orang), di mana identitas individu hilang (anonimitas karena berbaur dengan identitas kelompok besar), yang memungkinkan terjadi penurunan pengendalian diri terhadap perilaku negatif. (Zimbardo, 1969).

21 Group Performance (sharing informasi) Sistem memori transaktif. Sistem dalam kelompok yang set meori individu yang memungkinkan anggota kelompok untuk belajar/mengembangkan keahlian masing-masing dan untuk menyelesaikan tugas berdasar memori tsb 1. Directory updating, di mana orang-orang mencari tahu apa anggota kelompok lain tahu 2. Information allocation, tempat di mana informasi baru diberika/didistribusikan orang yang tahu bagaimana menyimpannya 3. Retrieval coordination, yang mengacu pada bagaimana informasi pulih bila diperlukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu

22 Leadership legitimacy. A group member’s feeling of obligation to obey the group’s leader.

23 Leadership Pemimpin partisipatif. Sebuah gaya kepemimpinan ditandai oleh seorang pemimpin yang berbagi kekuasaan dengan anggota lain dari kelompok dan termasuk mereka dalam pengambilan keputusan. Pemimpin direktif. Sebuah gaya kepemimpinan yang melibatkan seorang pemimpin yang memberikan nilai lebih untuk partisipasi, menekankan perlunya kesepakatan, dan cenderung lebih memilih solusi sendiri.

24 Leadership Pemimpin transformatif. Seorang pemimpin kelompok yang menekankan pada komunikasi tujuan kelompok dan mengekspresikan optimisme tentang kemampuan kelompok untuk mencapai tujuan tersebut. Pemimpin transaksional. Seorang pemimpin kelompok yang memberikan penghargaan hasil positif tetapi juga fokus pada kesalahan yang dibuat oleh anggota kelompok.

25 Group polarization Kecenderungan seorang individu, pendapat nya menjadi lebih ekstrim setelah diskusi kelompok di banding sebelum diskusi

26 Group think groupthink, “a mode of thinking that people engage in when they are deeply involved in a cohesive in-group, when the members’ striving for unanimity overrides their motivation to realistically appraise alternative courses of actions” (Janis, 1982, p. 9).

27 Group think Kondisi yang mendorong terjadinya group think 1. Group insulation. Kelompok pengambilan keputusan tidak mencari analisis dan informasi dari sumber- sumber di luar kelompok. 2. Promotional leadership. Pemimpin menyajikan solusi pilihan nya untuk masalah sebelum kelompok dapat mengevaluasi semua bukti. 3. Group homogeneity.. Kelompok yang terdiri dari orang-orang dengan latar belakang dan opini yang sama cenderung memiliki pandangan yang sama.

28 ..pun

29 Tambahan minoritas bisa pengaruhi mayoritas jika memiliki kompetensi dan utamanya jika kompetensi tsb diperlukan Face to face bisa berpengaruh pada kelompok


Download ppt "Dinamika Kelompok Psi Sos 1 – 11 Sumber Social Psychology 3 rd Kenneth S. Bordens Indiana University—Purdue University Fort Wayne Irwin A. Horowitz Indiana."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google