Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

dr. Huda Marlina Wati Sasaran Pembelajaran Mampu menjelaskan bgmn SSP mengontrol pernafasan Mampu menjelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi frekuensi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "dr. Huda Marlina Wati Sasaran Pembelajaran Mampu menjelaskan bgmn SSP mengontrol pernafasan Mampu menjelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi frekuensi."— Transcript presentasi:

1

2 dr. Huda Marlina Wati

3 Sasaran Pembelajaran Mampu menjelaskan bgmn SSP mengontrol pernafasan Mampu menjelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi frekuensi dan dalamnya pernafasan Perubahan respirasi saat exercise Perubahan sistem respirasi pd aging Pengaruh high altitude & deepth Fungsi paru dlm regulasi asam - basa

4 Apakah bernafas merupakan sesuatu yang volunter ataukah involunter??? Siapakah yang mengontrol pernafasan  otonomkah atau SSP???

5 Pendahuluan Bernafas Pengembangan – Pengempisan paru Pengembangan – Pengempisan rongga torak Kontraksi otot pernafasan relaksasi otot pernafasan Ketika ada impuls dari Otak Ketika impuls dari otak tidak ada

6 Dari manakah asal impulsnya?? Sekelompok neuron yg berlokasi bilateral di medula oblongata dan pons pada batang otak Dikenal sbg “Respiratory center” secara fungsinya dibagi 3, yaitu : Sekelompok neuron yg berlokasi bilateral di medula oblongata dan pons pada batang otak Dikenal sbg “Respiratory center” secara fungsinya dibagi 3, yaitu :

7 Respiratory center 1.Medullary Rithmicity Mengatur irama dasar inspirasi – ekspirasi Lokasi : MO 2.Pneumotaxic area Koordinasi masa transisi antara inspirasi – ekspirasi Mengtransmisikan impuls inhibisi ke area inspirasi Lokasi : upper pons 3. Apneustic area Koordinasi transisi antara inhalasi & ekshalasi Transmisi sinyal stimulasi ke area inhalasi  prolong inhalasi (lama & dalam) Tertutupi oleh sinyal dr pneumotaxic

8 a. Normal quiet breathing b. Forceful breathing

9 Pengaturan Pusat Pernafasan Irama dasar pernafasan diset oleh area inspirasi Area ini dapat mengubah pola nafas sbg respon stimuli dari area otak lain, sistem saraf tepi dan faktor lainnya

10 1. Pengaruh korteks serebri pada regulasi pernafasan Pola nafas dapat dipengaruhi scr volunter Protektif  mencegah air / iritatif gas masuk ke paru Tapi, ketika kadar CO2 dan H+ meningkat, area inspirasi akan terangsang sangat kuat  org tsb akan bernafas, terlepas apakah ia ingin atau tidak.. Impuls dari hipothalamus dan sistem limbik juga menstimulasi pusat respirasi, cth saat tertawa dan menangis

11 2. Pengaruh Kemoreseptor pd regulasi pernafasan Zat kimia ttu menentukan seberapa cepat dan dalam kita bernafas Fungsi respirasi  menjaga level O2 dan CO2 darah  sangat responsif thd perubahan kadar kedua gas tsb Kemoreseptor bertugas memonitor kadar H+, CO2 dan O2 dalam darah serta memberi input ke pusat respirasi 2 lokasi kemoreseptor  sentral (MO) dan perifer (aortic bodies)

12 kemoreseptor 1.Central chemoreseptor Sensitif thd perubahan kadar H+ dan atau PCO2 dalam LCS 2.Perifer chemoreseptor Sensitif thd perubahan kadar PO2, H+ dan PCO2 darah

13 ↑ PCO2 = ↑ H+ CO2 brsifat lipid soluble, mudah berdifusi ke dalam sel Enzim carbonic anhidrase tersedia di dalam sel Hypercapnia = hypercarbia = PCO2 arteri > 40 mmHg Stimulasi kemoreseptor sentral Stimulasi kemoreseptor perifer ↓ PO2 arteri ↑ ↑ aktivitas area inspirasi cepat dan dalam = hiperventilasi = ↑ inhalasi O2 dan ↑ ekshalasi CO2

14 Feedback negatif Kemoreseptor Hypercapnia = hypercarbia = PCO2 arteri > 40 mmHg Stimulasi kemoreseptor sentral Stimulasi kemoreseptor perifer ↓ PO2 arteri ( > 50 – 100 mmHg) ↑ ↑ aktivitas area inspirasi cepat dan dalam = hiperventilasi = ↑ inhalasi O2 dan ↑ ekshalasi CO2

15 ` Efek ↑ PCO2 arteri pd pusat respirasi Pusat respirasi LEBIH SENSITIF thd Pe ↑ PCO2 dibanding pe ↓ PO2

16 3. Proprioseptor menstimulasi pernafasan Segera setelah mulai exercise  frekuensi dan kedalaman bernafas segera meningkat Perubahan ini krn impuls dari proprioseptor yg memonitor pergerakan sendi & otot Merangsang area inspirasi MO Sinyal dari korteks motorik

17 4. Stimulasi baroreseptor = inflation reflex = Hering –Breuer Reflex Lokasi baroreseptor : bronkus & bronkiolus Overinflasi paru (peregangan)  Impuls dihantarkan oleh N X Inhibisi area inspirasi scr langsung dan apneustic (tdk langsung) Tjd ekshalasi (Mekanisme protektif thd inflasi berlebihan)

18 Faktor lain yg mempengaruhi respirasi Me ↑ frekuensi & dalamnya inhalasi 1. Sistem limbik ↑ frekuensi 2. Temperatur Severe pain = apneu, Prolong somatic pain = ↑ frekuensil, visceral pain = ↓ frekuensi 3. Nyeri Frekuensi ↑ / kdg ↓ 4. Peregangan spincter ani Batuk / bersin 5. Iritasi jalan nafas Pe ↑ TD tiba2  stimulasi baroreseptor carotid & aortic  me ↓ 6. Tekanan darah

19 Respiratory & exercise CO ↑ pulmonary perfusion ↑  kapasitas difusi O2 ↑ ↑ ventilasi pd awal exercise disebabkn perubahan neural  impuls stimulasi ke area inspirasi MO Perubahan pd awal exercise meliputi : (1) antisipasi aktivitas  stimulasi sistem limbic (2) Impuls sensorik dari proprioseptor (3) Impuls motorik korteks motorik primer

20 Respiratory & exercise Perubahan pd exercise sedang disebabkan perubahan kimiawi dan fisik pd aliran darah, yaitu : (1) ↓ PO2  sebab meningkatnya konsumsi O2 jaringan (2) ↑ PCO2 disebabkan meningkatkan produksi oleh jaringan (3) ↑ temperatur

21 Aging & sistem Respirasi Pertambahan usia  jalan nafas & jaringan traktus respiratori berkurang elastisitas dan lebih rigid Dinding dada lebih rigid  kapasitas paru menurun vital capacity (jlh udara maximum yg dihirup stlh inhalasi maksimal menurun 35% pd usia 70 th. Penurunan aktivitas makrofag & fungsi silia -  lebih rentan thd pneumonia, bronkitis, emfisema & kelainan paru lain Penurunan fx & struktur paru  kemampuan utk exercise berat menurun

22 Efek ketinggian & kedalaman laut Efek High Altitude pada tubuh Tekanan atm menurun proggresif pada ketinggian Pd 18,000 ft atas permukaan laut, tekanan atm hanya 380 mm Hg (1/2 dari tekanan normal) Berarti PO2 = 21% dari 380 mmHg = 80 mmHg  persentase Hb tersaturasi dlm darah arteri akan menurun sebanding semakin tingginya altitude.

23 Naik ke altitude 10,000 ft atau lebih dengan cepat  acute mountain sickness Dikarenakan hypoxic hypoxia dan hypocapnia-akibat alkalosis. Terjadi : Acute cerebral edem & acute pulmonal edem Gejalanya : fatigue, nausea, loss of appetite, labored breathing, rapid heart rate (kompensasi hypoxia) & disfungsi saraf (poor judgment, dizziness & incoordination. High altitude Kenapa ada penduduk yg dapat bertahan hidup pd Puncak Andes (16000 ft)??? Aklimatisasi Pe ↑ eritrosit Pe ↑ kapasitas difusi O2 Angiogenesis kapiler jaringan ↑ jlh mitochondria & enzim oksidatif

24 Penerbangan & ruang angkasa Gaya percepatan sentrifugal f = mv 2 /r G + bila searah dg gravitasi  darah terpusat ke bag bawah tubuh  tekanan vena ↑  pengisian jantung ↓ G- bila berlawanan arah dg gravitasi Gaya percepatan linier (perjalanan ruang angkasa) Efek min bila posisi setengah berbaring Tanpa bobot di ruang angkasa

25 Efek kedalaman laut Tubuh terpapar dg tekanan yg semakin ↑ ketika turun ke kedalaman Tekanan atm sdh 2x lipat pd kedalaman 30 ft Jlh gas terdissolve pd tekanan tinggi akan meningkat N2 dissolved  berbahaya (lipid-soluble) NARCOSIS Nitrogen Me ↓ eksitability neuron Gjla : euforia Oksigen toxicity Decompression sicknes

26 REGULASI ASAM – BASA OLEH PARU

27 Kepentingan medis Kerja enzim dipengaruhi PH  PH optimal diperlukan utk kerja enzim, transpor molekul antara sel dg sekitarnya Menjaga struktur asam nukleat, protein, koenzim dan bbg metabolit lainnya Mengapa perlu homeostasis PH darah??

28

29 Regulator PH 3 sistem yg berperan dlm menjaga homeostasis PH : Sistem buffer dr plasma, cairan tubuh & sel (eritrosit) Paru  regulasi CO2 Ginjal  regulasi ion H+

30

31 Di Paru : Asam karbonat akan terurai kembali menjadi CO2 dan H2O dikatalisis oleh enzim karbonik anhidrase H2CO3 CO2 + H2O Karbonik anhidrase Regulasi sistem pernafasan Paru menjaga keseimbangan as – ba dg meregulasi H 2 CO 3 H 2 CO 3 Kadar H 2 CO 3 akan mempengaruhi tekanan parsial CO 2 (PCO 2 )

32 Ingat !!! Transpor Co2 1. Dissolved =10% 2. HbCo2 = 30% 3. HCO 3 - = 60% Ca= carbonic anhidrase Cloride Shift

33 Frekuensi nafas mengatur konsentrasi H+ Jk Nf  CO 2 dikeluarkan  pH  Jk Nf  CO 2 tertahan  pH  Regulasi sistem pernafasan

34 Nilai normal Apakah yang dimaksud dengan asidosis / alkalosis? Apakah perbedaan asidosis metabolik dg asidosis respiratorik??

35 pH = pK + log Sistem bikarbonat  pK = 6,1 pH = 6,1 + log pH bila  bikarbonat atau bila Pco2 Persamaan Henderson- Hasselbach HCO 3 - 0,03 x Pco 2 HCO 3 - 0,03 x Pco 2 PCO 2 : 35 – 45 mmHg PO 2 : 75 – 100 mmHg pH: 7.35 – 7.45 HCO 3 : 22 – 26 mEq/L

36 Gangguan asam-basa metabolik Gangguan asam-basa respiratorik Perubahan primer pd konsentrasi bikarbonat cairan ekstraseluler Perubahan primer pada Pco 2 Asidosis HCO 3 - Alkalosis HCO 3 - Alkalosis Pco 2 Asidosis Pco 2

37 Quiz 1.Penekanan SSP( ) 2.Keracunan jengkol ( ) 3.Demam ( ) 4.Gagal ginjal ( ) 5. Muntah akut ( ) 6.Diare hebat ( ) 7.Pd tempat yg tinggi 8.Ketoasidosis ( ) 9.Metabolisme tubuh meningkat ( ) 10.Lumpuh otot pernafasan ( )

38 Faktor apapun yg menurunkan kecepatan ventilasi paru Pco 2 cairan ekstraseluler H 2 CO 3  H + Asidosis Asidosis Respiratorik

39 Kondisi yg merusak pusat pernafasan. Obstruksi jalur traktus respiratorius  Emfisema, pneumonia. Obat-obatan  opiat, anestesi,sedatif Penyebab Respon kompensasi tubuh 1.Sistem buffer/ penyangga 2.ginjal

40 Ventilasi yg berlebihan dr paru. Fisiologis mendaki gunung kadar O2 rendah  kompensasi bernafas lbh cepat  pengeluaran CO 2. Alkalosis Respiratorik

41 Mrpk bentuk yg terbanyak dlm klinik. kadar bikarbonat (HCO 3 - ) darah Asidosis metabolik 1.↑ Pembentukan H+  ketoasidosis, lactic asidosis 2.Penyerapan asam  obat-obatan  salisilat, metanol. 3.Gangguan ekskresi H+ oleh ginjal  gagal ginjal 4.Kehilangan HCO3 berlebihan.  diare peny ebab

42 Referensi 1.Sherwood Introduction to human physiology 8 th edition. 2.Tortora Principles of antomy & physiology 13 th edition. 3.Guyton and Hall. Textbook of Medical Physiology. 11 th edition.

43 Selamat Belajar


Download ppt "dr. Huda Marlina Wati Sasaran Pembelajaran Mampu menjelaskan bgmn SSP mengontrol pernafasan Mampu menjelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi frekuensi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google